Kaskus

Story

mikaeloverAvatar border
TS
mikaelover
Catatan sang mahasiswa salah jurusan
WELCOME TO MY THREAD


Catatan sang mahasiswa salah jurusan


Quote:



Quote:
Diubah oleh mikaelover 14-08-2014 23:30
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
10.5K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
mikaeloverAvatar border
TS
mikaelover
#18
One way or another

Kalau dibilang jadi mahasiswa itu belum kerasa jadi mahasiswa saat lo masih memiliki kendaraan pribadi , setidaknya itulah salah satu kalimat yang dilontarkan oleh nyokap gw, dan mengapa bisa demikian ? semua beralasan nyokap gw dari zaman tk hingga mengenyam bangku perguruan tinggi mengidap syndrom Pejalan Kaki Sejati , gw masih inget cerita nyokap bahwa dia semasa TK harus berjalan sampai 2 km untuk pergi dan pulang sekolah kalau dilihat berbeda dengan anak TK zaman sekarang yang kemana-mana diantar oleh orang tua pakai kendaraan pribadi tak jarang kendaraan roda empat.

Gw sempat merasakan yang namanya Syndrome Pejalan Kaki Sejati dan Humoera de Angkoters ( Syndrome penggila angkot), Ini disebabkan karena gw ingin mencoba dan merasakan sendiri sensasinya menjadi seorang pejalan kaki , menurut gw buat sering-sering naik angkot merupakan salah satu pemborosan dan menyalahi aturan prinsip ekonomi yang gw anut ,walaupun terkadang gw orang yang sangat boros, tapi gw ngak pernah boros buat suatu yang kecil-kecil , (jadi gw selalu boros buat suatu yang besar ) , bisa dicap gw ini sebagai mahluk gagal ekonomi penganut prinsip ekonomi yang salah diwaktu yang salah.


Gw bisa sangat hemat buat biaya akomodasi tapi gw ngak bisa hemat sama sekali buat yang namanya konsumsi , misalnya setelah gw jalan kaki buat pulang pergi kampus pasti jajanan yang ada di jalan sekitar kampus ngak pernah absen buat dibawa pulang kos , memang sih gw ngak bayar angkot 1000 rupiah tapi gw rugi 10.000 rupiah dengan berbagai gorengan dan minuman yang gw beli dijalanan.

Walaupun demikian aktifitas gw sebagai pejalan kaki sejati ini banyak sisi timbal baliknya ,baik yang yang surplus maupun yang merugikan, surplusnya sih gw jadi jarang sakit karena setiap pagi tubuh gw sudah diset buat jogging jalan ke kampus tapi sisi negatifnya adalah betis gw menjadi gede seperti tukang becak bahkan gw sempat membandingkan betis gw dengan tukang becak yang sudah senior dan ngak lama setelah melihat betis gw tukang becak tersebut spontan berkata , “mas tukang becak juga ya , udah lama ?” , Sebenernya sih banyak kejadian-kejadian unik yang terjadi saat menjadi pejalan kaki sejati salah satunya di saat-saat beruntung lo bakal menemukan harta karun di tengah jalan , gw termasuk sering menemukan duit pecahan 5000 dan 10000 berceceran di tengah jalan tapi gw orang yang sangat tau kalau itu semua bukan hak gw jadi gw memilih untuk menyumbangkan uang tersebut 1000 ke masjid atau mushalla dan memberikan sisanya kepada tukang siomay atau batagor , jadi lebih tepatnya uang tersebut gw kembalikan lagi kepada orang lain, karena gw jarang membawa hak orang lain untuk pulang kerumah itulah makanya gw selalu sakit perut dimalam hari.


Setelah berapa bulan menjadi Pejalan Kaki Sejati gw mulai memutuskan untuk berpindah haluan menjadi seorang angkoters ini semua dikarenakan pengeluaran gw yang mendadak membengkak, yang seharusnya gw menjadi lebih hemat ternyata kenyataan malah berbalik gw malah mudah lapar dan sering sakit perut, karena hal itulah gw memutuskan dan meyakinkan diri gw untuk menjadi seorang angkoters , hal yang pertama gw rasakan sebagai penganut Syndrome pengggila angkot adalah badan gw mendadak kempes dan sering bauk ikan busuk ini semua diakibatkan gw sering banget kejepit oleh mbok-mbok berbadan gede yang habis belanja di pasar , sebenernya sih naik angkot itu lumayan enak cuman saat-saat lo harus berbaur dengan beberapa tubuh yang tambun ini akan menjadi persis seperti Penampungan gajah waykambas berjalan.Selain segi negatifnya gw juga menemukan sisi positif dari naik angkot mendadak pengeluaran konsumsi gw menjadi menurun ngak sebesar saat gw menjadi pejalan kaki tadi , karna gw ngak harus berpapasan dengan tukang gorengan lagi dan perlahan tapi pasti betis gw sudah balik pada ukuran normal.


Namun jati diri gw sebagai angkoter tidak berapa lama hanya bertahan berapa bulan saja ini dikarenakan bokap dan nyokap akhirnya memutuskan untuk membelikan gw sepeda motor ( akhirnyaaaaaemoticon-Big Grin), nyokap dan bokap memutuskan untuk membelikan motor dengan alasan untuk keperluan kampus ,” pasti nanti kamu bakalan pergi kemana-mana jadi kamu butuh yang namanya kendaraan” ujar bokap , mendengar pernyataan itu gw mulai nari-nari striptist lagi dikosan karna saking senengnya, akhirnya setelah berapa lama idealisme nyokap dikalahkan dengan pemikiran logika bokap , alhamdulillah gw bersyukur banget akhirnya nyokap tersadar juga.


Enaknya semenjak gw punya motor gw jadi tau daerah-daerah yang biasanya sulit gw jamah dan gw mendadak menjadi anak gaul karena gw sering nongkrong dijalan( sebnernya sih kehabisan bensin hehehehehe).Gw juga sempet berapa kali kena tilang ini dikarenakan gw suka malas memakai helm tapi gw selalu gagal untuk kabur dari kejaran polisi , Ini disebabkan gw suka ngak sadar diri melihat motor gede polisi gw menjadi sering adrenaline rush mungkin karena darah muda , gw dengen entengnya menantang polisi dengan motor gedenya walau gw tau motor gw cuman Astrea FU ciptaan honda (yang warna merah itu loh yang grand hehehe) .

Diubah oleh mikaelover 30-01-2014 17:43
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.