Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729.3K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#267
PART 24
Setelah mendapat persetujuan darinya gw pun segera bersiap siap. Tak lupa gw meminta izin kepada kedua orang tua gw untuk keluar membawa si jupi. Dan mereka mengizinkan. Tanpa menunggu lama lagi, gw segera berangkat menuju rumahnya. Motor pun berjalan dengan kecepatan yang sedang.
Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, mata gw sering kali melihat pasangan muda mudi yang tengah memadu kasih di pinggir jalan. Gw tak habis fikir, apa enaknya sih di atas trotoar pinggir jalan ngampar ga jelas hanya sekedar mengobrol semata. Yah, mungkin itu style mereka yang memilih nongkrong sambil melihat ratusan kendaraan berlalu lalang. Berbeda sama gw yang males banget nongkrong seperti itu.
Bukankah tempat nongkrong itu sudah disediakan? Tepatnya di WC...

Oke skip....Sesampainya di depan komplek, gw segera sms Nurul untuk menanyakan dimana rumahnya berada.

"gw dah sampe depan nih.." Sent to Nurul.

"Yaudah Jar, lu lurus terus belok kiri,,bla,,bla,,,bla..." balas dia.

"Oke...tunggu depan rumah ya" lanjut gw.

Gw mengikuti arah yang dia tunjukkan lewat sms dan sampai juga di depan rumahnya. Rumah sederhana dengan desain minimalis itu dihiasi taman yang tidak terlalu besar. Kemudian Nurul membuka pintu dan menghampiri gw yang tengah melihat lihat keadaan setiap sudut rumah seperti maling yang sedang memantau.

"Fajaaar...' sapa dia.

"Ehh..." sahut gw lalu menoleh ke arahnya.

"Ayo masuk...." ajak dia.

"Iya..."

Gw standarin si jupi, melepas helm, kemudian gw mengikutinya untuk masuk melewati taman yang kecil itu. Taman yang cukup bagus dan tertata rapi. Lalu gw dipersilahkan duduk di kursi teras.

"Mau minum apa Jar??"

"Apa aja deh...nggak disini nggak di rumah nenek, gw ditawarin minum mulu. Hehe." canda gw.

"Yaa..kan sama tamu mesti gitu. Yaudah kalo gitu nggak usah minum ya....' Ucapnya.

"Loh bisa gitu?" Tanya gw heran.

"Hhaha...Canda Fajar..!!" ujarnya menjulurkan lidahnya. Sambil tersenyum manis kemudian dia masuk ke dalam rumah.

Dag...dig...dug...deg...dog...
Tiba tiba dada gw jadi berisik. Bukan karena gw melihat hantu atau dirampok begal, tapi setelah gw memperhatikan dia sedari tadi ternyata...
Dia nampak cantik malam ini.

Seketika otak dan hati gw saling berkomunikasi. Entah otak ini kesambet Jin 'mbah' mana yang dengan mudahnya mengeluarkan suatu argumen.

"Nurul boleh juga tuh,, lumayan cantik. Udah gitu baik...Nggak ada salahnya deketin dia. Itung itung ngilangin galau karena Niar. Daripada begini terus .." Ucap si otak.
Kemudian si Hati angkat bicara....

"gw nggak ada rasa sama dia...gw Cuma anggap teman. Ya hanya teman ga lebih dari itu...karena sebagian hati ini masih tertinggal di seorang gadis bernama Niar." Ucap si Hati.

"Coba aja dulu, masalah rasa mah nanti bisa menyusul..gampang lah!!" Ucap si otak.

"Tapi nggak bisa semudah itu..!!" Si hati mulai panas.

"Nanti juga bisa karena terbiasa kok..." Ujar si otak tak mau kalah.

"Kalo ternyata nggak bisa, yang ada malah nyakitin perasaan orang!! Gw nggak mau seperti itu!! Timpal Hati.

"Menyakiti atau tersakiti mah urusan belakangan!! Yang penting fun!!" Lagi si otak masih tak mau kalah.

"Apa...?? 'FUN'? Jelas jelas Ini bukan permainan...dan gw nggak mau bermain 'api'. Pokoknya Tetep nggak bisa!!" Ucap si Hati dengan tegas.

"Bisa lah...!!" Balas si otak.

"Eggak Bisa!!"

"Bisa!!"

Kemudian si Hati menyiapkan beberapa armada dengan persenjataan yang lengkap dan mulai menggempur si Otak. Tapi si Otak pun tak tinggal diam, otak pun juga menyiapkan beberapa armadanya untuk mengcounter attack si Hati.
Dan peperangan pun terjadi...
"Duarrrrrrr....."

Akhirnya apa yang gw rasakan?
Kepala gw jadi pusing, perasaan gw jadi nggak enak. Ada sebuah efek yang timbul setelah peperangan itu, keadaan jiwa gw semakin nggak karuan. Tujuan gw kesini itu untuk menghilangkan 'galau' yang menempel di dalam jiwa ini.
Tetapi gw kedapatan malah menyaksikan siaran langsung pertempuran 'otak' dan 'hati' yang sama sama mengeluarkan argumen berbeda...
Tiba tiba ada suara yang segera melerai pertempuran sengit ini.

"Woi Jar, bengong aja..kenapa lu" Sapa Nurul membuyarkan lamunan gw sambil meletakkan dua gelas teh hangat.

"gak apa apa Nu." Jawab gw lesu.

"Lu ada masalah Jar?" Tanya dia.

"Ah..nggak kok... Cuma sedikit pusing aja." Jawab gw.

"Lu sakit? Mw gw ambilin obat?" tawar dia.

"Ee...nggak usah lah ntar juga ilang kok.." jawab gw.

"Beneran nih?"

"Iyaa...abis minum teh dari lu juga ntar sembuh Nu. Hehe.." Ucap gw sambil menyeruput teh hangat buatannya.

"Jiahaha bisa aja lu bajay...hahaha!!" ujarnya tertawa kecil.

"Yeee...Bakul..!!" balas gw.

"Kok bakul??" Tanya dia.

"iya, panggilan lu kan U'ul, nyerempet dikit lah sama bakul...huahaha" Ucap gw

"Aaaa...sembarangan aja lu ganti nama orang."

"Hahaha..." gw tertawa.

Kemudian hening. Gw lanjut memandangi setiap sudut rumahnya dia. Ada banyak bunga anggrek tertempel di sisi dinding yang menambah keindahan rumah.
Merah, putih, ungu dan jingga. Ada juga beberapa warna bunga yang kontras dengan perpaduan gradasi dari merah ke ungu. Pemandangan yang anggun apabila dilihat oleh mata.
Gw tidak terlalu mengerti anggrek tersebut jenis apa. Yang gw tau berdasarkan cerita orang, bunga anggrek itu melambangkan kecantikan, ketegaran dan kasih sayang tulus. Mungkin hal itu menggambarkan sifat para penghuninya disini.
Rumah yang tidak terlalu besar, namun dibalut suasana tenang dan nyaman.
Lalu gw menoleh ke kiri, mata gw tertuju pada sang tuan rumah yang tengah asyik memainkan HP nya.

"Nu, nyokap ada?" tanya gw.

"Ada..."

"Bokap ada?"

"Ada kok..." Jawab dia lagi. Masih memainkan HP nya.

"Pacar ada?" Tanya gw sambil nyengir.

"Adaa..."
"Hah. Pacar?? Eh..nggak...nggak ada..." Ucapnya terbata bata.

"Ngapain si lu Jar...nanya nya gitu amat." Lanjut dia.

"Hahahaha....lagian elu gw tanya reflek jawabnya 'ada' mulu..hahaha" gw tertawa.

"Eh...tapi beneran kok, kalo pacar mah nggak ada." Ucapnya.

"Yaa, terus kalo misalkan ada emangnya kenapa?" Tanya gw sambil menatap wajahnya.

Bola mata gw dan dia bertemu, lalu dia memalingkan pandangannya dengan tersipu malu. Wajahnya nampak memerah setelah itu.
Haha...Lucu nih anak. Baru di 'pukul' gitu aja udah malu malu.
Kemudian dia mulai melanjutkan pembicaraan ini.

"Besok hari Minggu ya??" Tanya dia.

"Rabu kali Nu..haha" canda gw.

"eeh Oon haha...lu biasanya kemana Jar kalo Minggu?"

"Nggak kemana mana. Paling dirumah aja tidur seharian." jawab gw.

"Yah emang dasarnya lu tukang tidur!" ujarnya.

"Enak aja lu...enggak juga lah." Ujar gw.
"Emangnya hari Minggu lu mau kemana?" Lanjut tanya gw.

"Emm...pengen ke toko buku sih. Tapi nggak tau deh, soalnya ngga ada temen mau kesana." Jawab dia.

"Ooh..."

"Udah 'oh' doang?" Tanya dia heran.

"Lah emangnya musti bilang apa gw?"

"Ya kali aja mau nemenin..." Ujarnya malu malu.

"Ngomong atuh mpook..."

"Yeeee...Terus gimana??" tanya dia.

"Gimana apanya?" gw balik bertanya.

"Temenin gw kesana...." Ajaknya malu malu.

"Haha ribet lu ah. Ayo..." Gw mengiyakan ajakan dia.

"Beneran? Kalo besok siang bisa..?" Ajak dia.

"Iya kapan aja lah. Terserah lu gw mah..." ujar gw.

"Yaudah besok siang ya...jangan pake ngaret!"

"Siap mpook.."

Tak terasa kita mengobrol hingga waktu semakin larut. Gw pun memutuskan untuk pulang. Tak lupa gw pamit kepada papanya dia yang saat itu menanyakan gw ini temannya Nurul dari mana.
Gw jawab saja teman sekolahnya dia yang kebetulan lewat daerah situ dan tak sengaja mampir.
Sesaat sebelum gw pulang...

"Besok jangan lupa Jar..."

"Iyaa ah bawel...Yaudah gw balik ya. Assalamualaikum..."
efti108
pondokbendaasri
pondokbendaasri dan efti108 memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.