Hari menjadi semakin cepat berlalu. Sudah beberapa kali ini aku mengunjungi rumah Bi Yant, tapi masih juga belum ada kabar dari Mama. Aku tak tau kini Mama berada dimana, di kontrakannya yg dulu hanya ada barang2 berdebu. Mama telah lama meninggalkan kamar kontrakannya.
Keadaan di sekolah telah berubah. Aku memiliki beberapa teman dekat, yg tenar disebut dengan genk. Awalnya hanya karena sering istirahat dan pulang bareng, hingga sering curhat dan berkumpul bersama. Yaa kita menikmati masa2 ini. Aku akui, semenjak memiliki genk ini aku telah berubah. Aku suka melanggar aturan sekolah, seperti standar berseragam, rok di atas lutut, seragam atasan yg dikeluarkan, identitas sekolah yg tidak dijahit sempurna, hemh...hanya dilem menggunakan double tape. Dan suka membuat keributan dengan teman yg lain. Hingga suatu hari, sekolah lain menyerang sekolah kita. Aku tidak begitu tau detail bagaimana awal mula terjadinya. Terdengar kabar dari salah seorang teman ku, kejadian itu bermula saat terjadi tampar-menampar dengan genk sekolah lain, sekolah yg menyerang itu.
Dalam hal ini, aku tidak terlibat karena aku tidak ada saat aksi tampar2an itu terjadi. Orang tua ku juga tidak dipanggil. Hanya saja kita di bawah pengawasan semua guru. Lambat laun, kita memilih jalannya masing2, terpecah karena memilih teman lain untuk dijadikan sahabat.
Dan, aku telah mengetahui nama pria itu. Namanya adalah Harry. Dia menghampiri ku saat aku sedang piket.
Quote:
Harry : "Hai...cuma berdua aja piketnya?"
Aku : "Iyaa, teman yg lain biar besok pagi aja piketnya."
Aku tak percaya jika dia menanyakan hal ini di saat sedang piket. Diam2 aku sering memperhatikannya, dan sekarang dia bertanya kepada ku.
Aku : "Kamu kenapa belum pulang?"
Harry : "Aku juga lagi piket sih sebenarnya.."
Aku : "Oya, kenapa bisa sama ya..hehehe.."
Harry : "Heemh..iya, gak tau.."
Aku menjadi tidak fokus piket hari ini. Rasanya ingin segera menyelesaikan semuanya.
Harry : "Aku balik ke kelas dulu ya? kasian temen ku piket sendiri dari tadi hehe.."
Aku : "Ow..iya.."
Harry : "Nanti mau pulang bareng, gak?"
OMG, ini adalah kesempatan ku untuk mengenalnya. Terima atau tidak?
Aku : "Emh...boleh.."
Harry : "Ok, nanti kalo udah selesai ke kelas ku ya?"
Aku : "Heem...ok.."
Perjalanan pulang kali ini sangat menyenangkan, aku berjalan ditemani oleh orang yg aku dambakan. Aku masih belum percaya ini bisa terjadi. Beberapa saat kita saling membisu, bingung mencari kata2 untuk memulai pembicaraan.
Quote:
Harry : "Oya, kita belum kenalan kan?"
Aku : "Hehehe...belum sih.."
Harry : "Harry.."
Aku : "Cika.."
Dan akhirnya, perjalanan kita harus terpisah karena arah pulang kita berbeda. Aku masih tersenyum2 mengingat percakapan yg baru saja ku lalui. Aku berharap lebih setelah percakapan ini. Aku juga tak sabar menanti hari esok di sekolah.