TS
edodoedogawa
★★★ KFC Reg. Kalimantan Selatan ★★★
۞ WELCOME TO KFC REGIONAL KALIMANTAN SELATAN ۞


Sehubungan dengan semakin banyaknya para fishing mania dari regional kalimantan selatan yang meminta ingin dibuatkan rumah baru yang lebih terkhususkan, dan setelah mendapat ijin dari moderator setempat. Maka terciptalah Thread ini untuk mengumpulkan dan memudahkan para fishing mania dari sub reg kalsel untuk lebih dekat mengenal satu sama lain, berbagi info, mancing bareng, dll sebagainya.


Sehubungan dengan semakin banyaknya para fishing mania dari regional kalimantan selatan yang meminta ingin dibuatkan rumah baru yang lebih terkhususkan, dan setelah mendapat ijin dari moderator setempat. Maka terciptalah Thread ini untuk mengumpulkan dan memudahkan para fishing mania dari sub reg kalsel untuk lebih dekat mengenal satu sama lain, berbagi info, mancing bareng, dll sebagainya.
Adapun aturan main di thread ini adaah :
- Silahkan untuk mengisi absen terlebih dahulu untuk mempermudah pendataan, untuk mempermudah komunikasi suatu saat nanti jikalau ada kopdar atau mancing bareng.
- There's no rule here
Semakin patuh semakin baik 
- Dilarang berjualan atau membuka lapaknya disini, sudah ada rumahnya om. Terkecuali merekomendasikan barang untuk membantu

- Dipersilahkan bertanya kepada para mastah mengenai info atau trouble mengenai pancingannya / spot mancing disini.
- Selalu memberikan rekomendasi terbaik (part,toko,harga,dll). Apabila memberikan rekomendasi, harap memberikan alamat/bayangan tempatnya kepada orang lain.
- Gunakan spoiler apabila memasukkan gambar (jangan BWK).
- Sering-sering baca page one untuk update info dan index.
- Budayakan quote.
- Jikalau ada event dan ingin postingannya di tampilan dipekiwan harap hubungi / PM TS.
- Para pencinta pekiwan diharapkan posting dengan hal yang berisi dan berhubungan dengan trit ini, dan harap untuk rapi dan sebagus mungkin.
Format Absen
Quote:
ID KASKUS:
Nama:
Alamat:
No. HP:
Social Network (FB.Twitter,YM,dll):
Spot Mancing Favorit:
#NB: Social Network lebih diutamakan Facebook, agar mempermudah untuk menginvite ke grup facebook yg ada

Jangan lupa untuk join di Grup BBM kita, silahkan PM agan eph0PIN BBM: 2757a096 untuk lebih lanjutnya
Nang kaya apa haja pian, bungas kah kada kah, ganal kah haluskah unjunan, handak mulai gunung, sungai atau laut kah masuk haja disini. kita bebas haja disini kdd batasan napa apa, sesama peunjunan sangat disuruhakan banar saling bepatuhan sekira mun tetamu dijalan atau di peunjunan kawa berawaan. jadi silahkan haja pian2 saberataan bebuatan disini
Nang kaya apa haja pian, bungas kah kada kah, ganal kah haluskah unjunan, handak mulai gunung, sungai atau laut kah masuk haja disini. kita bebas haja disini kdd batasan napa apa, sesama peunjunan sangat disuruhakan banar saling bepatuhan sekira mun tetamu dijalan atau di peunjunan kawa berawaan. jadi silahkan haja pian2 saberataan bebuatan disini

Diubah oleh edodoedogawa 28-05-2014 11:13
0
126.8K
Kutip
4.6K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Mancing
2.1KThread•978Anggota
Tampilkan semua post
katikihirang
#10
Teknik Mancing Tradisional dan Spesies Ikan di Kalimantan Selatan
BUBUHAN PAUNJUNAN
Quote:
Wilayah Kalimantan Selatan sebagian memiliki kondisi geografis alami berupa aliran sungai-sungai besar, rawa-rawa serta dataran rendah pasang surut yang telah memberikan pengaruh terhadap salah satu pola pencaharian masyarakatnya yaitu dengan mencari ikan. Beberapa cara yang lazim dipergunakan masyarakat Banjar dalam mencari ikan adalah dengan malunta, malukah, marengge ataupun maunjun. Malunta adalah cara menangkap ikan dengan menggunakan jaring yang dilempar ke sungai, lukah atau bubu adalah sejenis jebakan ikan terbuat dari anyaman bilah-bilah bambu yang dipasang di sungai atau rawa, marengge adalah menangkap ikan dengan menggunakan semacam jaring yang dibentang dengan menggunakan kayu atau bambu kemudian ditenggelamkan ke dalam sungai serta sesekali diangkat dengan menggunakan tangkainya, sedangkan maunjun adalah berasal dari kata unjun yang berarti pancing atau memancing ikan.
Diantara beberapa cara menangkap ikan tersebut yang paling populer dan digemari masyarakat adalah maunjun, karena cara ini relatif lebih mudah dan simple dilakukan oleh semua orang serta tidak memerlukan keahlian khusus. Kegiatan mencari ikan dengan cara maunjun saat ini bukan semata-mata untuk mencari penghasilan, akan tetapi banyak pula orang yang melakukan kegiatan maunjun sebagai sebuah hobi atau kegemaran. Dan kegiatan maunjun ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Banjar asli, namun juga dilakukan oleh para pendatang di tanah Banjar. Sehingga kemudian muncul istilah ‘bubuhan paunjunan’ yang berarti sekelompok orang atau kaum yang memiliki kesamaan kegemaran yaitu memancing ikan atau maunjun.
Meskipun cukup sederhana, peralatan maunjun pun harus disesuaikan dengan sasaran ikan yang ingin didapatkan serta lokasi memancing. Secara umum alat unjun terdiri atas empat bagian pokok yaitu tantaran unjun (joran), tali unjun (senar), kawat unjun (mata pancing) serta umpan unjun. Lokasi maunjun pun secara umum dibedakan menjadi dua kategori lokasi yaitu maunjun di aliran sungai besar dengan sasaran ikan Baung, Lais, Patin, Saluang, Kalui dan lain-lain. Sedangkan lokasi maunjun yang kedua adalah di areal danau atau rawa pasang surut dan pahumaan dengan sasaran ikan Haruan, Papuyu, Sapat Siam, Biawan, Toman dan lain-lain.
Jenis umpan maunjun pun dibeda-bedakan menurut lokasi paunjunan, apabila maunjun di aliran sungai besar umpan yang dipakai adalah cacing tanah, wadai gabin atau konsentrat pakan ikan yang diramu hingga dapat dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan kalis. Sedangkan bila maunjun di danau atau rawa pasang surut umpan yang dipakai adalah cirat, wanyi, ulat bumbung, atau anak karangga yang diramu dengan getah pohon karet dan minyak kelapa.
Beberapa cara maunjun yang sering dilakukan oleh bubuhan paunjunan adalah; Mamaer yaitu cara memancing ikan dengan menggunakan joran panjang sekitar 4 – 5 meter, tali senar dengan ukuran besar, mata kail khusus haruan serta menggunakan umpan cirat. Caranya adalah dengan menggerak-gerakkan secara dinamis umpan cirat di atas permukaan air, sehingga merangsang ikan yang agresif terutama jenis haruan atau toman untuk menyambar umpan tersebut. Mambanjur adalah cara memancing ikan dengan menggunakan joran sembarang kayu kecil sepanjang kurang lebih 1 m, tali senar ukuran besar, mata kail khusus haruan juga menggunakan umpan cirat. Caranya adalah dengan memasang banjuran yang jumlahnya bisa puluhan tersebut di sepanjang anak sungai atau rawa dan kemudian meninggalkannya untuk sementara waktu, apabila memasang banjur pagi hari biasanya banjuran akan ditengok pada waktu sore hari. Dan jenis ikan yang didapat dengan cara membanjur ini biasanya jenis haruan atau toman. Maunjun biasa dengan menggunakan joran pendek sekitar 2 – 3 meter, tali senar kecil sampai sedang, mata kail ukuran kecil hingga sedang serta menggunakan umpan wanyi, ulat, karangga atau jenis ramuan umpan lainnya.
Sebelum joran modern (joran antena) yang lebih praktis karena bisa dipanjang pendekkan yang terbuat dari bahan serat fiber atau carbonite banyak digunakan saat ini, tantaran unjun atau paer dibuat dari bambu utuh jenis Tamiyang dengan diameter pangkal 1 – 3 cm yang makin mengecil hingga ujungnya serta memiliki panjang sekitar 2 – 6 meter. Proses pembuatan tantaran unjun ini cukup unik, bambu yang baru ditebang biasanya tidak memiliki bentuk yang lurus antar buku ruasnya sehingga kurang nyaman dipakai, sehingga perlu proses lebih lanjut untuk meluruskan buku ruasnya. Proses pelurusannya adalah dengan cara memanaskan dengan api bagian buku-buku ruas yang bengkok tersebut kemudian sambil dilengkungkan sedikit demi sedikit ke arah yang diinginkan sehingga hasilnya tantaran unjun atau paer menjadi lebih lurus dan rapi serta tantaran siap digunakan, proses pelurusan ini disebut mangadang.
Jenis-jenis ikan yang jadi favorit serta menjadi semacam ‘supremasi’ tertinggi di dalam dunia bubuhan paunjunan untuk maunjun di daerah rawa adalah jenis haruan dan papuyu, apalagi bila ukuran ikan yang didapatkan tersebut lumayan besar yang biasanya digambarkan dengan ukuran telapak tangan untuk ikan papuyu atau pergelangan orang dewasa untuk ikan haruan. Sedangkan memancing di sungai orang akan senang bila mendapat ikan baung, patin atau lais.
PilawaDiantara beberapa cara menangkap ikan tersebut yang paling populer dan digemari masyarakat adalah maunjun, karena cara ini relatif lebih mudah dan simple dilakukan oleh semua orang serta tidak memerlukan keahlian khusus. Kegiatan mencari ikan dengan cara maunjun saat ini bukan semata-mata untuk mencari penghasilan, akan tetapi banyak pula orang yang melakukan kegiatan maunjun sebagai sebuah hobi atau kegemaran. Dan kegiatan maunjun ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Banjar asli, namun juga dilakukan oleh para pendatang di tanah Banjar. Sehingga kemudian muncul istilah ‘bubuhan paunjunan’ yang berarti sekelompok orang atau kaum yang memiliki kesamaan kegemaran yaitu memancing ikan atau maunjun.
Meskipun cukup sederhana, peralatan maunjun pun harus disesuaikan dengan sasaran ikan yang ingin didapatkan serta lokasi memancing. Secara umum alat unjun terdiri atas empat bagian pokok yaitu tantaran unjun (joran), tali unjun (senar), kawat unjun (mata pancing) serta umpan unjun. Lokasi maunjun pun secara umum dibedakan menjadi dua kategori lokasi yaitu maunjun di aliran sungai besar dengan sasaran ikan Baung, Lais, Patin, Saluang, Kalui dan lain-lain. Sedangkan lokasi maunjun yang kedua adalah di areal danau atau rawa pasang surut dan pahumaan dengan sasaran ikan Haruan, Papuyu, Sapat Siam, Biawan, Toman dan lain-lain.
Jenis umpan maunjun pun dibeda-bedakan menurut lokasi paunjunan, apabila maunjun di aliran sungai besar umpan yang dipakai adalah cacing tanah, wadai gabin atau konsentrat pakan ikan yang diramu hingga dapat dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan kalis. Sedangkan bila maunjun di danau atau rawa pasang surut umpan yang dipakai adalah cirat, wanyi, ulat bumbung, atau anak karangga yang diramu dengan getah pohon karet dan minyak kelapa.
Beberapa cara maunjun yang sering dilakukan oleh bubuhan paunjunan adalah; Mamaer yaitu cara memancing ikan dengan menggunakan joran panjang sekitar 4 – 5 meter, tali senar dengan ukuran besar, mata kail khusus haruan serta menggunakan umpan cirat. Caranya adalah dengan menggerak-gerakkan secara dinamis umpan cirat di atas permukaan air, sehingga merangsang ikan yang agresif terutama jenis haruan atau toman untuk menyambar umpan tersebut. Mambanjur adalah cara memancing ikan dengan menggunakan joran sembarang kayu kecil sepanjang kurang lebih 1 m, tali senar ukuran besar, mata kail khusus haruan juga menggunakan umpan cirat. Caranya adalah dengan memasang banjuran yang jumlahnya bisa puluhan tersebut di sepanjang anak sungai atau rawa dan kemudian meninggalkannya untuk sementara waktu, apabila memasang banjur pagi hari biasanya banjuran akan ditengok pada waktu sore hari. Dan jenis ikan yang didapat dengan cara membanjur ini biasanya jenis haruan atau toman. Maunjun biasa dengan menggunakan joran pendek sekitar 2 – 3 meter, tali senar kecil sampai sedang, mata kail ukuran kecil hingga sedang serta menggunakan umpan wanyi, ulat, karangga atau jenis ramuan umpan lainnya.
Sebelum joran modern (joran antena) yang lebih praktis karena bisa dipanjang pendekkan yang terbuat dari bahan serat fiber atau carbonite banyak digunakan saat ini, tantaran unjun atau paer dibuat dari bambu utuh jenis Tamiyang dengan diameter pangkal 1 – 3 cm yang makin mengecil hingga ujungnya serta memiliki panjang sekitar 2 – 6 meter. Proses pembuatan tantaran unjun ini cukup unik, bambu yang baru ditebang biasanya tidak memiliki bentuk yang lurus antar buku ruasnya sehingga kurang nyaman dipakai, sehingga perlu proses lebih lanjut untuk meluruskan buku ruasnya. Proses pelurusannya adalah dengan cara memanaskan dengan api bagian buku-buku ruas yang bengkok tersebut kemudian sambil dilengkungkan sedikit demi sedikit ke arah yang diinginkan sehingga hasilnya tantaran unjun atau paer menjadi lebih lurus dan rapi serta tantaran siap digunakan, proses pelurusan ini disebut mangadang.
Jenis-jenis ikan yang jadi favorit serta menjadi semacam ‘supremasi’ tertinggi di dalam dunia bubuhan paunjunan untuk maunjun di daerah rawa adalah jenis haruan dan papuyu, apalagi bila ukuran ikan yang didapatkan tersebut lumayan besar yang biasanya digambarkan dengan ukuran telapak tangan untuk ikan papuyu atau pergelangan orang dewasa untuk ikan haruan. Sedangkan memancing di sungai orang akan senang bila mendapat ikan baung, patin atau lais.
Spoiler for Keterangan Bahasa:
Keterangan:
Baung: jenis cat fish, Mystus nigriceps
Lais: ikan pipih, Kryptopterus spp
Patin: banyak dibudidayakan, Pangasius polyuranodon
Saluang: Rasbora argyrotaenia
Kalui: Gurami (Osphronemus goramy)
Haruan: jenis snakehead fish, ikan gabus, Channa striatus
Papuyu: Betok, Anabas testudineus
Sapat siam: Trichogaster pectoralis
Biawan: Helostoma temmincki
Toman: jenis snakehead fish, Channa melanostoma
Wadai gabin: sejenis biskuit yang mudah ditemukan di warung
Cirat: kodok sawah
Wanyi: larva lebah/tawon yang masih di dalam sarang
Anak karangga: telur semut merah
Bambu Tamiyang: Schizotachyum blunei Ness
Baung: jenis cat fish, Mystus nigriceps
Lais: ikan pipih, Kryptopterus spp
Patin: banyak dibudidayakan, Pangasius polyuranodon
Saluang: Rasbora argyrotaenia
Kalui: Gurami (Osphronemus goramy)
Haruan: jenis snakehead fish, ikan gabus, Channa striatus
Papuyu: Betok, Anabas testudineus
Sapat siam: Trichogaster pectoralis
Biawan: Helostoma temmincki
Toman: jenis snakehead fish, Channa melanostoma
Wadai gabin: sejenis biskuit yang mudah ditemukan di warung
Cirat: kodok sawah
Wanyi: larva lebah/tawon yang masih di dalam sarang
Anak karangga: telur semut merah
Bambu Tamiyang: Schizotachyum blunei Ness
Teknik Memancing Tradisional
Quote:
Mamair
Spoiler for Memair:
Spoiler for Ilustrasi orang menggunakan teknik Memair:

Mamair merupakan teknik casting tradisional di Kalimantan Selatan. Teknik memancing ini khusus untuk memancing ikan Gabus.
Kata Mamair, merupakan bahasa Banjar yang berarti menyeret. Nama ini di dapatkan dari cara memancing yang di gunakan, yaitu menyeret umpan di permukaan air untuk memancing ikan menyambarnya.
Penyebutannya berbeda di setiap daerah, misalnya Mangacar, pada daerah pegunungan.
Joran pada teknik ini biasanya sangat panjang, minimal lima meter, maksimal delapan meter. Panjar kenur atau tali bervariasi, tergantung dari kenyamanan pemancing. panjang kenur yang paling umum adalah kurang satu meter dari panjang joran. Pada beberapa pemancing yang berpengalaman panjang kenur sama dengan panjang joran, bahkan ada yang lebih panjang dari joran.
Umpan yang di gunakan adalah kodok hidup. tentunya harus di matikan dulu, sebelum di pasang pada mata kail, biasanya dengan menjentik kepalanya.
Dengan mengaitkannya pada mata kail yang besar. Besar mata kail tergantung target. Urusan mata kail ini bisa menjadi ribet bila sudah berurusan dengan Pemairan, isitilah untuk para pemancing teknik ini, berpengalaman. Mata kail yang bagus akan sangat menentukan sukses ketika mengajar ikan. Biasanya mata kail buatan lokal sangat bagus. Karena di buat oleh para pemancing yang sangat berpengalaman. Daerah Nagara, kandangan dan Rantau adalah pusat pembuatan mata kail yang terkenal di Kalimantan Selatan.
Joran terbaik untuk teknik memancing ini menggunakan joran Bambu. Karena liat dan tahan ketika menyentak ikan. Sentakan harus cukup keras, karena kepala ikan gabus sangat keras. Terutama jika ikannya besar, joran sepanjang tujuh meter harus sangat liat untuk bisa mengangkat ikan gabus seberat 2,5 ons saja.
Yang sangat penting dilatih untuk teknik ini adalah, melemparkan umpan sehalus mungkin ketika menyentuh permukaan air, dengan jarak sejauh yang bisa di jangkau oleh joran dan kenur. Dan memancing setenang mungkin, karena jarak ikan target dan pemancing biasanya hanya belasan meter paling jauh. Gerakan yang terlalu banyak dan kecipak yang terlalu besar ketika casting dan umpan jatuh, akan membuat ikan lari menjauh.
Ketika menyeret umpan haruslah di buat semirip mungkin dengan cara berenang kodok di permukaan air. Sambil menyeret umpan, joran di goyang goyangkan untuk memberi efek seperti kodok yang sedang berenang.
Cara memmacing seperti ini sangat efektif untuk daerah yang penuh dengan tanaman air, karena umpan sepenuhnya dalam kendali pemancing. Seperti di persawahan, danau yang dangkal dan sungai-sungai kecil.
Kata Mamair, merupakan bahasa Banjar yang berarti menyeret. Nama ini di dapatkan dari cara memancing yang di gunakan, yaitu menyeret umpan di permukaan air untuk memancing ikan menyambarnya.
Penyebutannya berbeda di setiap daerah, misalnya Mangacar, pada daerah pegunungan.
Joran pada teknik ini biasanya sangat panjang, minimal lima meter, maksimal delapan meter. Panjar kenur atau tali bervariasi, tergantung dari kenyamanan pemancing. panjang kenur yang paling umum adalah kurang satu meter dari panjang joran. Pada beberapa pemancing yang berpengalaman panjang kenur sama dengan panjang joran, bahkan ada yang lebih panjang dari joran.
Umpan yang di gunakan adalah kodok hidup. tentunya harus di matikan dulu, sebelum di pasang pada mata kail, biasanya dengan menjentik kepalanya.
Dengan mengaitkannya pada mata kail yang besar. Besar mata kail tergantung target. Urusan mata kail ini bisa menjadi ribet bila sudah berurusan dengan Pemairan, isitilah untuk para pemancing teknik ini, berpengalaman. Mata kail yang bagus akan sangat menentukan sukses ketika mengajar ikan. Biasanya mata kail buatan lokal sangat bagus. Karena di buat oleh para pemancing yang sangat berpengalaman. Daerah Nagara, kandangan dan Rantau adalah pusat pembuatan mata kail yang terkenal di Kalimantan Selatan.
Joran terbaik untuk teknik memancing ini menggunakan joran Bambu. Karena liat dan tahan ketika menyentak ikan. Sentakan harus cukup keras, karena kepala ikan gabus sangat keras. Terutama jika ikannya besar, joran sepanjang tujuh meter harus sangat liat untuk bisa mengangkat ikan gabus seberat 2,5 ons saja.
Yang sangat penting dilatih untuk teknik ini adalah, melemparkan umpan sehalus mungkin ketika menyentuh permukaan air, dengan jarak sejauh yang bisa di jangkau oleh joran dan kenur. Dan memancing setenang mungkin, karena jarak ikan target dan pemancing biasanya hanya belasan meter paling jauh. Gerakan yang terlalu banyak dan kecipak yang terlalu besar ketika casting dan umpan jatuh, akan membuat ikan lari menjauh.
Ketika menyeret umpan haruslah di buat semirip mungkin dengan cara berenang kodok di permukaan air. Sambil menyeret umpan, joran di goyang goyangkan untuk memberi efek seperti kodok yang sedang berenang.
Cara memmacing seperti ini sangat efektif untuk daerah yang penuh dengan tanaman air, karena umpan sepenuhnya dalam kendali pemancing. Seperti di persawahan, danau yang dangkal dan sungai-sungai kecil.
Pilawa
Spesies Ikan di Kalimantan Selatan Fresh Water
Quote:
Ikan Sungai Kalimantan
1. Ikan Pepuyu
Spoiler for Papuyu:

Ini dia primadonanya, Ikan Papuyu atau bisa juga disebut ikan Betok atau ikan Bethik (jawa). Harga ikan ini paling mahal daripada ikan lain, bahkan disaat langka harga per-kilo nya diatas harga daging sapi. Bentuknya tidak terlalu besar, memiliki duri yang sangat tajam dibagian atas dan bawah, dan tutup insang yang tak kalah tajamnya membuat ikan ini terkesan "galak". Pepuyu sanggup bertahan dan bergerak di darat menggunakan siripnya, bahkan kecepatan berjalanya didarat lebih cepat dari ikan Gabus atau Haruan. Rasa ikan yang gurih dan kremes ketika digoreng adalah alasan mengapa ikan ini diidolakan masyarakat Kalimantan.
2. Ikan Haruan
Spoiler for Haruan:

Tak kalah pamornya, ikan Haruan atau bisa juga disebut ikan gabus, adalah ikan liar yg hidup di sungai/rawa di Kalimantan. Ikan ini memiliki banyak julukan, diantaranya bayong, licingan (Banyumas), kuthuk (Jawa), bogo (Sunda), kocolan (Betawi), Snakehead (Inggris). Haruan dapat tumbuh dgn liar hingga mencapai 1 meter, berkepala gepeng dan lonjong mirip ular (sehingga dinamai Snakehead). Mulut besar, bersisik, dan bentuk tubuh yang bulat memanjang, seperti rudal. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok. Jika sungai, rawa atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele dan pepuyu ) namun lebih primitif. Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan Albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit. Rasanya yang unik adalah alasan mengapa ikan ini dijadikan maskot untuk masakan khas Kalimantan Selatan seperti nasi kuning dan bakaran.
3. Ikan Patin
Spoiler for Patin:

Ikan patin merupakan spesies ikan air tawar jenis meserba yang mendiami kawasan-kawasan sungai dan rawa rawa, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Patin banyak dibudidayakan sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki nilai ekonomi yang bagus. Bentuknya bungkuk, memiliki sirip seperti ikan hiu, dan memiliki kumis yang fungsinya sebagai alat peraba. Patin mengandung banyak sekali lemak ikan dan protein. Patin asam manis dan Patin bakar adalah menu istimewa masyarakat kalimantan.
4. Ikan Saluang
Spoiler for Saluang:
Kecil dan gurih, itulah julukan yang tepat buat ikan ini. Ikan Seluang atau ikan wader pari (wader sawah, Jawa) adalah ikan yang banyak dijumpai di perairan air tawar Kalimantan. Bentuknya sedikit pipih memanjang, dan ukuran tubuh kecil sebesar jari kelingking. Ikan ini bergerak dalam kumpulan, berwarna perak, dan kebiasaanya "menari" didasar air sehingga memantulkan cahaya matahari dengan sisiknya ketika siang hari. Ikan ini dapat berkembang biak dengan mudah di perairan yang mengalir. Ukuranya yg kecil dan pipih membuat ikan ini sangat gurih ketika digoreng dan bahkan dijadikan oleh-oleh khas jika berkunjung ke Kalimantan.
5. Ikan Sapat
Spoiler for Sepat Biasa:

Spoiler for Sepat Siam / Rawa:
Ikan Sapat atau Sepat, adalah ikan air tawar yang banyak di jumpai di rawa-rawa, danau, sungai dan parit-parit yang berair tenang; terutama yang banyak ditumbuhi tumbuhan air. Ikan ini memiliki banyak varian, dan yang paling sering dijumpai ada 2 jenis, yaitu Sepat Biasa yang berkuran kecil, dan Sepat Siam atau Sepat Rawa yang ukuranya lebih besar dari Sepat biasa. Ikan Sepat adalah sejenis ikan anggota suku Gurami (Osphronemidae). Ikan ini merupakan ikan konsumsi yang disukai orang, meski umunya hanya bernilai lokal. Bentuknya pipih/gepeng, bermulut kecil dan bersisik sangat cocok untuk dijadikan ikan asinan yang gurih ataupun digoreng biasa.
6. Ikan Belida
Spoiler for Belida / Pipih:

Ikan belida atau bsa juga disebut juga ikan lopis, pipih (Banjar), Belido (Sumatra) merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Jenis ini dapat ditemui di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Semenanjung Malaya. Ikan ini merupakan bahan baku untuk sejenis kerupuk khas dari Palembang yang dikenal sebagai Kemplang/Amplang. Ikan ini dulunya juga dipakai untuk pembuatan Pempek namun sekarang diganti dengan Tenggiri. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias. Daging ikan belida termasuk enak, sehingga di kalangan masyarakat Sumatera dan Kalimantan dagingnya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Namun karena populasinya yg mulai punah, membuat ikan ini jarang lagi ditemui.
7. Ikan Lais
Spoiler for Lais:

Ikan Lais, adalah ikan yang paling sering dijumpai di parairan dan sungai Kalimantan. Bentuk badannya panjang dan agak pipih, mulutnya lebar menghadap ke arah atas,berkumis dan memiliki gigi yang tajam. Warna tubuh di bagian tengkuk serta permukaan kepala kecoklatan. Perut berwarna silver, sedangkan bagian punggung dan dada kehitaman. Hidup di sungai terutama daerah banjir dan bagian hilir di daerah pasang surut (muara). Tipikal Ikan ini sangat rakus, apapun yg bergerak disambarnya. Oleh karna itu sangatlah mudah untuk memancing ikan ini. Ikan ini tak kalah enaknya dibanding yang lain, namun karna populasinya yang banyak dan mudahnya untuk mendapatkan ikan ini, membuat ikan ini menjadi pilihan terakhir untuk dikonsumsi.
8. Toman
Spoiler for Toman:

Ikan yang bisa di jumpai pada daerah perairan danau yang memiliki kedalam lebih dari 7 meter, salah satu ikan top predator. tipikal ikan yang sangat pemarah
9. Hadungan
Spoiler for hadungan:

ikan hadungan adalah ikan top predator juga nih, cukup rakus dan pemarah.. wah untuk tarikannya bisa bikin jantung berdegup kencang
Pilawa
Diubah oleh katikihirang 22-01-2014 09:31
0
Kutip
Balas