Kaskus

Hobby

  • Beranda
  • ...
  • Budaya
  • ★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★

edodoedogawaAvatar border
TS
edodoedogawa
★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★
⋘ Thread ini dibuat dengan tujuan untuk berbabagi dan memberikan informasi mengenai adat dan kebudayaan tentang suku Banjar yang ada di Kalimantan Selatan. ⋙


★★★ Adat Dan Budaya Suku Banjar (Kalimantan Selatan) ★★★




Spoiler for Index Link:


Quote:



Monggo untuk para sepuh yang mempunyai informasi mengenai adat dan kebudayaan suku Banjar untuk di bagi disini emoticon-Embarrassment
Postingan yg mengangkut atau memberikan info tentang kebudayaan suku banjar akan di update di page one
emoticon-I Love Kaskus (S)
Diubah oleh edodoedogawa 18-05-2014 02:30
0
213.2K
429
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Budaya
Budaya
KASKUS Official
2.5KThread1.6KAnggota
Tampilkan semua post
edodoedogawaAvatar border
TS
edodoedogawa
#45
Perang Meriam Karbit di Kalimantan Selatan
Tradisi ini digelar setiap tahun pada Perayaan Idul Fitri, Puluhan Meriam yang terbuat dari batang Phon Aren / HANAU.....menghabiskan Ratusan Kilogram KARBIT (Kalsium karbida), dimulai pada malam pertama lebaran sampai besok harinya.

Spoiler for merimnya:



Merayakan Lebaran dengan Perang Meriam Karbit
Terdengar Sampai Puluhan Kilometer, yang Jantungan Mengungsi

Tradisi Batampur (perang, Red) meriam karbit Palajau sudah berlangsung selama 30 tahun lebih. Even tahunan yang menjadi even wisata saat malam lebaran ini, digelar secara swadaya oleh masyarakat setempat, tanpa campur tangan pemerintah.
Menariknya, adu nyaring meriam karbit yang selongsongnya terbuat dari pohon aren ini, berlangsung selama 12 jam. Jadi semalaman, dentuman meriam yang bisa terdengar hingga jarak sepuluh kilometer ini, silih berganti.
Suaranya begitu cumiakkan telinga, bahkan ketika sebuah meriam ditembakkan, tanah dalam radius beberapa meter di sekitarnya bergetar. Tapi rupanya, inilah yang menjadi daya tarik pengunjung, seperti diakui Ari, warga Jalan Ulama, Kota Barabai. “Saya sudah menunggu-nunggu malam ini, bahkan saya mengajak teman dari Marabahan, untuk menyaksikan menonton batampur meriam karbit,” ujarnya.
Bukti bahwa even ini diminati, juga bisa dilihat dari banyaknya pengunjung yang ingin melihat dari dekat aksi meriam-meriam tersebut. Lokasi di sekitar lapangan tempat dijejernya meriam karbit disesaki manusia, bahkan ruas jalan menuju tempat ini terlihat macet hingga empat kilometer.

Bila meriam siap diledakkan, obor yang akan digunakan untuk menyulutnya terlebih dahulu diangkat tinggi-tinggi. Para pengunjung pun siap-siap untuk menutup telinga.
Ahmad Kursani, Ketua Panitia Gabungan Budaya Batampur Meriam Karbit yang terdiri dari Desa Palaju, Pandawan, Bulian, Rasau, Palas dan Banua Asam membeberkan, kegiatan ini murni menarik minat pengunjung, untuk melihat langsung kegiatan even yang sudah mentradisi tersebut. Sebulan sebelum acara digelar, panitia sudah mengumumkan melalui brosur dan radio lokal.
Warga yang ingin berpartisipasi dalam even ini pun harus menyiapkan sendiri selongsong meriamnya.
“Ada yang membuatnya dari pohon enau (aren, Red), ada juga yang menggunakan pipa besi yang memiliki diameter 50 centimeter, kalau panjangnya ada yang sampai 14 meter,” ujarnya.
Untuk batang aren, proses yang dilalui untuk sampai menjadi sebuah meriam cukup panjang. Paling cepat perlu waktu tiga hari untuk menyiapkannya dan bisa menghabiskan biaya Rp500 ribu untuk membuat satu meriam.








“Mulanya pohon enau dibelah, kemudian bagian tengahnya dibolongi dan selanjutnya disatukan lagi,” terang Kursani.
Setelah disatukan, sambungan antara kedua belah batang aren ini harus betul-betul rapat, karena itu bagian sambungan diberi dempul. Lalu diikat lagi dengan lilitan tali bambu, agar sambungan betul-betul kuat.
Dekat pangkal meriam, disediakan lubang kecil untuk memasukkan karbit dan air. Setelah air dan karbit dimasukkan, lubang itu biasanya ditutup terlebih dahulu. Beberapa menit kemudian dibuka dan ketika disulut dengan api, bummm, meriam pun meledak.
Agar meriam bisa terus diledakkan selama 12 jam, panitia pun menyiapkan 1,2 ton karbit dan air bersih sekitar 20 ribu liter.
“Kalau dari sisi jumlah, meriamnya tahun ini lebih sedikit, rekornya pada tahun 2003 lalu, diikuti sekitar 120 meriam. Tapi dari sisi penonton, tahun ini sangat banyak,” ujar Kursani.
Sementara itu, disinggung mengenai efek bunyi ledakan yang bisa berbahaya, menurut Kursani, warga di enam desa terdekat bersepakat, apabila ada kerusakan, akan diganti oleh panitia.
“Sementara itu, mereka yang sakit, jantungan atau orang-orang yang lanjut usia, sementara diungsikan ke rumah keluarga yang jaraknya cukup jauh,” tandasnya.

sumber :
http://www.youtube.com/
http://www.radarbanjarmasin.co.id
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-..._1765131_n.jpg
http://www.facebook.com/album.php?ai...00000569460976
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.