TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#51
Spoiler for 13 :
13. rencana Invansi…
Pada tanggal 10 Agustus 1830, seluruh wilayah Mesopotamia sudah takluk oleh pasukan Dacian dan 4 jenderalku kembali ke Basarh bersama pasukan Dacian. Para jenderalku kembali ke kota Basarh pada tanggal 14 Agustus 1830 dan Sore harinya, Kazrin bermain catur melawan 4 jenderal dan aku memperhatikan ia main catur dengan jenderal Zamania.
Zamania memberikan pelawanan sengit dengan Kazrin dan mereka tidak pernah berfikir lama untuk mementukan sesuatu, mereka sangat cepat berfikir di karenakan IQ mereka lebih tinggi dari rata-rata IQ penduduk Dacian. Zamania bisa membaca apa yang mau di lakukan Kazrin tapi Kazrin juga bisa membaca pergerakan Zamania.
Aku dan 3 jenderal yang duduk di dekatku menonton pertandingan seru tersebut, pertandingan tersebut di adakan di halaman rumah gubenur yang cukup indah pemandangan tamannya, suasana asri ini membuatku nyaman setelah stres memfikirkan rencana invansi ke daerah Turk. Zamania yang dari tadi tersenyum akhirnya menjadi murung ketika Kazrin berhasil membuat mati raja Zamania,Zamnia akhirnya mengaku kalah dan jenderal selanjutnya yang maju melawan Kazrin adalah Kozamina.
Kozamina memberikan perlawanan lebih yang berbeda dengan perlawanan Zamania, Kozamina berhasil beberapa kali membuat raja Kazrin terancam. Kazrin hanya tersenyum ketika melihat rajanya terancam. Ia langsung bertindak dan ia langsung membuat kami terkejut termasuk Kozamina, Kazrin bisa membalikkan keadaan dan ini lebih parah keadaannya karena raja Kozamina langsung di matikan oleh pion-pion Kazrin.
“Aku kalah, paduka Kazrin!” ucap Kozamina, “Level saya tidak setara dengan anda dan layak anda untuk menang!”
“Hahaha!” ketawa Kazrin, “Jenderal Kozamina, kau bagus bermainnya dan aku memuji gaya permainanmu yang cukup membuat aku terkejut!”
“Terkejut?” kejut Kozamina, “Dari tadi saya lihat raut muka anda tidak menunjukan anda terkejut?”
“Oh, aku hanya terkejut sedikit dan tidak menunjukan rasa kejutku pada raut mukaku!” jawab Kazrin, “Selanjutnya!!”
Kozamina berdiri dan pergi ke tempat duduk para jenderal, aku iri dengan kemampuan Kazrin yang di atas kami semua dan mungkin yang hanya bisa menandinginya hanya sedikit orang. Aku harus bisa lebih hebat dari Kazrin dan itu mungkin, IQ bukan patokan untuk kesuksesan tapi usaha yang merupakan patokan kesuksesa. IQ hanya membantu perkembangan dan terbukit, bangsa Dacian yang IQnya di atas bangsa lain bisa lebih maju dari bangsa lain.
“Kazrin, apakah kau berminat melukis 4 jenderal ini?” tanya aku kepada Kazrin, “Kalo perlu aku juga!”
Semua jenderal terkejut mendengar hal itu, Kazrin yang sedang membereskan papan caturnya mendengar hal itu dan ia menoleh ke arahku lalu menjawab, “Tentu saja, besok pagi kalian pergi ke taman ini dan aku akan melukis kalian semua secara satu-persatu!”
“Yang pertama Hetazania, yang kedua Joni, yang ketiga jenderal Hozamina, dan yang terakhir adalah Kozamina!”
“Terima kasih Kazrin!” jawab aku.
“Terima kasih paduka Kazrin!” ujar semua jenderal.
“Ya!” ucap Kazrin, ”Selanjutnya!”
Hozamina maju untuk melawan Kazrin dan perlawanannya lebih baik daripada 2 penantang sebelumnya, perlawanan ini berlangusng selama 15 menit dan pada akhirnya tetap saja Kazrin menang melawan Hozamina.
“Jenderal Hozamina, kau kalah karena terlalu fokus menyerang!” ujar Kazrin, “Dengarkan nasehatku, dalam permain catur jangan terlalu fokus menyerang meskipun musuh memberikan peluang!”
“Memang, peluang itu harus di manfaatkan sebaik mungkin tapi kau harus ingat dengan daerahmu!” ujar Kazrin, “Ini juga sama bisa di terapkan dalam perang wahai jenderal Hozamina!”
Kazrin mengambil cangkirnya yang berisi kopi buatan Basarh dan Hozamnia terkagum-kagum mendengar nasehat Kazrin. “Nasehat bagus paduka Kazrin, saya akan ingat baik-baik agar saya bisa sehebat anda!” ujar Hozamina lalu ia berdiri dari tempat duduknya. Ia kembali ke tempat duduknya dan Joni langsung maju sebagai penantang setelah Hozamnia, pertarungan Joni dan Kazrin cukup seru untuk di lihat.
Aku menjagokan Joni untuk menang, Joni yang merupakan jenderal terbaik dan terdekat denganku saat ini pasti bisa mengalahkan Kazrin sang jenius.
Pada akhirnya, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Hal itu tentu mengejutkan aku dan para jenderal, Kazrin hanya bisa tersenyum dan ia berkata, “Seri ya…ini baru ketiga kalinya aku seri!”
“Ha?!” kejut kami semua, aku dan para jenderal terkejut mendengar Kazrin pernah 3 kali seri karena kami hanya tahu ia hanya pernah kalah melawan mendiang ayahku saja. Aku penasaran siapa yang pernah membuat Kazrin seri di pertandingan catur dan aku cukup senang Kazrin bisa seri melawan jenderal Joni, aku senang Joni bisa seri melawan sepupu tiriku tersebut karena aku ingin sekali melihat reaksi Kazrin seri apalagi kalah di pertandingan catur.
“Kazrin, bisa kau ceritakan soal kejadian seri 3x?” pinta aku kepada Kazrin.
“Ehm, aku pernah 3x seri melawan 3 orang dan 1 di antaranya sudah meninggal!” ujar Kazrin smabil menguntai rambut panjangnya, “Paman Hetania pernah mengalahkan dan pernah membuat aku seri ketika aku melawannya, sungguh pertarungan yang tak bisa aku lupakan sampai sekarang karena itulah kali pertama aku kalah dan seri!”
Aku dan para jenderal terkejut mendengar bahwa mendiang ayahku pernah seri lawan Kazrin, kami hanya pernah mendengar mendiang kanselor Hetania pernah menang main catur melawan keponakan tirinya yang bernama Kazrin.
Kazrin merupakan keponakan tiri karena ia merupakan anak dari janda dan janda tersebut menikah dengan pamanku, janda tersebut meninggal ketika mau melahirkan anak dari pamanku dan anak tersebut mati juga di janin janda tersebut. Kejadian tersebut terjadi sekitar 5 tahun lalu dan jika anak tersebut lahir maka anak tersebut mewariskan darah dari kakekku, Kazrin tidak punya darah kakekku dan ia tidak berhak atas tahta kanselor.
Itulah penyebab Kazrin yang jenius dan ahli militer tetap saja tak bisa masuk persaingan tahta kanselor, Kazrin masih di anggap keluarga oleh aku dan para jenderal beserta para menteri-menteri karena mereka menghormati kejeniusan dan ayah tiri Kazrin yang sangat menyayangi dia seperti anak kandungnya.
“Orang kedua yang pernah seri melawanku adalah Hanzani, orang terpintar di Dacian pertama!” ujar Kazrin sambil menguntai rambutnya.
Aku dan para jenderal kaget, kami tak pernah membayangkan orang paling pintar di Dacian bisa seri lawan Kazrin yang kepintarnya ada di bawah Hanzani.
“Dan orang ketiga adalah kau, jenderal Joni!” ujar Kazrin sambil menunjuk Joni. Joni tersipu malu dan Kazrin menatap tajam aku lalu ia berkata, “Hei Hetazania, mau main catur?”
“Eh, tidak ahh!” jawab aku, aku menghindar bermain catur melawan Kazrin karena jika aku kalah melawan Kazrin di depan mata para jenderal maka aku takut mereka akan mengurangi kepercayaan kepadaku.
Kalo mereka kurang percaya denganku maka bisa-bisa wibawaku hilang gara-gara masalah sepele yaitu kalah main catur di depan mata para jenderal.
“Semua, kenapa kita tidak rapat sekarang saja? Kita akan rapatkan masalah invasi ke daerah selanjutnya!” tanya aku kepada semua orang.
“Eh, boleh-boleh saja paduka!” jawab para jenderal.
“Aku juga tidak keberatan!” ujar Kazrin lalu ia mengambil cangkir dan menghabiskan air di cangkir tersebut.
Aku dan para jenderal mendorong bangku ke dekat meja, aku menyuruh pengawalku untuk mengambil barang-barang penting seperti peta dan dokumen-dokumen penting. Pengawalku langsung pergi ke kamarku dan membawakan barang-barang yang aku inginkan, barang-barang tersebut langsung di taruh ke atas meja dan rapat segera di mulai.
Rapat di ikuti aku, 4 jenderal dan Kazrin. Rapat ini akan membahas soal invansi selanjutnya kemana, Judea atau Yama?
Pada tanggal 10 Agustus 1830, seluruh wilayah Mesopotamia sudah takluk oleh pasukan Dacian dan 4 jenderalku kembali ke Basarh bersama pasukan Dacian. Para jenderalku kembali ke kota Basarh pada tanggal 14 Agustus 1830 dan Sore harinya, Kazrin bermain catur melawan 4 jenderal dan aku memperhatikan ia main catur dengan jenderal Zamania.
Zamania memberikan pelawanan sengit dengan Kazrin dan mereka tidak pernah berfikir lama untuk mementukan sesuatu, mereka sangat cepat berfikir di karenakan IQ mereka lebih tinggi dari rata-rata IQ penduduk Dacian. Zamania bisa membaca apa yang mau di lakukan Kazrin tapi Kazrin juga bisa membaca pergerakan Zamania.
Aku dan 3 jenderal yang duduk di dekatku menonton pertandingan seru tersebut, pertandingan tersebut di adakan di halaman rumah gubenur yang cukup indah pemandangan tamannya, suasana asri ini membuatku nyaman setelah stres memfikirkan rencana invansi ke daerah Turk. Zamania yang dari tadi tersenyum akhirnya menjadi murung ketika Kazrin berhasil membuat mati raja Zamania,Zamnia akhirnya mengaku kalah dan jenderal selanjutnya yang maju melawan Kazrin adalah Kozamina.
Kozamina memberikan perlawanan lebih yang berbeda dengan perlawanan Zamania, Kozamina berhasil beberapa kali membuat raja Kazrin terancam. Kazrin hanya tersenyum ketika melihat rajanya terancam. Ia langsung bertindak dan ia langsung membuat kami terkejut termasuk Kozamina, Kazrin bisa membalikkan keadaan dan ini lebih parah keadaannya karena raja Kozamina langsung di matikan oleh pion-pion Kazrin.
“Aku kalah, paduka Kazrin!” ucap Kozamina, “Level saya tidak setara dengan anda dan layak anda untuk menang!”
“Hahaha!” ketawa Kazrin, “Jenderal Kozamina, kau bagus bermainnya dan aku memuji gaya permainanmu yang cukup membuat aku terkejut!”
“Terkejut?” kejut Kozamina, “Dari tadi saya lihat raut muka anda tidak menunjukan anda terkejut?”
“Oh, aku hanya terkejut sedikit dan tidak menunjukan rasa kejutku pada raut mukaku!” jawab Kazrin, “Selanjutnya!!”
Kozamina berdiri dan pergi ke tempat duduk para jenderal, aku iri dengan kemampuan Kazrin yang di atas kami semua dan mungkin yang hanya bisa menandinginya hanya sedikit orang. Aku harus bisa lebih hebat dari Kazrin dan itu mungkin, IQ bukan patokan untuk kesuksesan tapi usaha yang merupakan patokan kesuksesa. IQ hanya membantu perkembangan dan terbukit, bangsa Dacian yang IQnya di atas bangsa lain bisa lebih maju dari bangsa lain.
“Kazrin, apakah kau berminat melukis 4 jenderal ini?” tanya aku kepada Kazrin, “Kalo perlu aku juga!”
Semua jenderal terkejut mendengar hal itu, Kazrin yang sedang membereskan papan caturnya mendengar hal itu dan ia menoleh ke arahku lalu menjawab, “Tentu saja, besok pagi kalian pergi ke taman ini dan aku akan melukis kalian semua secara satu-persatu!”
“Yang pertama Hetazania, yang kedua Joni, yang ketiga jenderal Hozamina, dan yang terakhir adalah Kozamina!”
“Terima kasih Kazrin!” jawab aku.
“Terima kasih paduka Kazrin!” ujar semua jenderal.
“Ya!” ucap Kazrin, ”Selanjutnya!”
Hozamina maju untuk melawan Kazrin dan perlawanannya lebih baik daripada 2 penantang sebelumnya, perlawanan ini berlangusng selama 15 menit dan pada akhirnya tetap saja Kazrin menang melawan Hozamina.
“Jenderal Hozamina, kau kalah karena terlalu fokus menyerang!” ujar Kazrin, “Dengarkan nasehatku, dalam permain catur jangan terlalu fokus menyerang meskipun musuh memberikan peluang!”
“Memang, peluang itu harus di manfaatkan sebaik mungkin tapi kau harus ingat dengan daerahmu!” ujar Kazrin, “Ini juga sama bisa di terapkan dalam perang wahai jenderal Hozamina!”
Kazrin mengambil cangkirnya yang berisi kopi buatan Basarh dan Hozamnia terkagum-kagum mendengar nasehat Kazrin. “Nasehat bagus paduka Kazrin, saya akan ingat baik-baik agar saya bisa sehebat anda!” ujar Hozamina lalu ia berdiri dari tempat duduknya. Ia kembali ke tempat duduknya dan Joni langsung maju sebagai penantang setelah Hozamnia, pertarungan Joni dan Kazrin cukup seru untuk di lihat.
Aku menjagokan Joni untuk menang, Joni yang merupakan jenderal terbaik dan terdekat denganku saat ini pasti bisa mengalahkan Kazrin sang jenius.
Pada akhirnya, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Hal itu tentu mengejutkan aku dan para jenderal, Kazrin hanya bisa tersenyum dan ia berkata, “Seri ya…ini baru ketiga kalinya aku seri!”
“Ha?!” kejut kami semua, aku dan para jenderal terkejut mendengar Kazrin pernah 3 kali seri karena kami hanya tahu ia hanya pernah kalah melawan mendiang ayahku saja. Aku penasaran siapa yang pernah membuat Kazrin seri di pertandingan catur dan aku cukup senang Kazrin bisa seri melawan jenderal Joni, aku senang Joni bisa seri melawan sepupu tiriku tersebut karena aku ingin sekali melihat reaksi Kazrin seri apalagi kalah di pertandingan catur.
“Kazrin, bisa kau ceritakan soal kejadian seri 3x?” pinta aku kepada Kazrin.
“Ehm, aku pernah 3x seri melawan 3 orang dan 1 di antaranya sudah meninggal!” ujar Kazrin smabil menguntai rambut panjangnya, “Paman Hetania pernah mengalahkan dan pernah membuat aku seri ketika aku melawannya, sungguh pertarungan yang tak bisa aku lupakan sampai sekarang karena itulah kali pertama aku kalah dan seri!”
Aku dan para jenderal terkejut mendengar bahwa mendiang ayahku pernah seri lawan Kazrin, kami hanya pernah mendengar mendiang kanselor Hetania pernah menang main catur melawan keponakan tirinya yang bernama Kazrin.
Kazrin merupakan keponakan tiri karena ia merupakan anak dari janda dan janda tersebut menikah dengan pamanku, janda tersebut meninggal ketika mau melahirkan anak dari pamanku dan anak tersebut mati juga di janin janda tersebut. Kejadian tersebut terjadi sekitar 5 tahun lalu dan jika anak tersebut lahir maka anak tersebut mewariskan darah dari kakekku, Kazrin tidak punya darah kakekku dan ia tidak berhak atas tahta kanselor.
Itulah penyebab Kazrin yang jenius dan ahli militer tetap saja tak bisa masuk persaingan tahta kanselor, Kazrin masih di anggap keluarga oleh aku dan para jenderal beserta para menteri-menteri karena mereka menghormati kejeniusan dan ayah tiri Kazrin yang sangat menyayangi dia seperti anak kandungnya.
“Orang kedua yang pernah seri melawanku adalah Hanzani, orang terpintar di Dacian pertama!” ujar Kazrin sambil menguntai rambutnya.
Aku dan para jenderal kaget, kami tak pernah membayangkan orang paling pintar di Dacian bisa seri lawan Kazrin yang kepintarnya ada di bawah Hanzani.
“Dan orang ketiga adalah kau, jenderal Joni!” ujar Kazrin sambil menunjuk Joni. Joni tersipu malu dan Kazrin menatap tajam aku lalu ia berkata, “Hei Hetazania, mau main catur?”
“Eh, tidak ahh!” jawab aku, aku menghindar bermain catur melawan Kazrin karena jika aku kalah melawan Kazrin di depan mata para jenderal maka aku takut mereka akan mengurangi kepercayaan kepadaku.
Kalo mereka kurang percaya denganku maka bisa-bisa wibawaku hilang gara-gara masalah sepele yaitu kalah main catur di depan mata para jenderal.
“Semua, kenapa kita tidak rapat sekarang saja? Kita akan rapatkan masalah invasi ke daerah selanjutnya!” tanya aku kepada semua orang.
“Eh, boleh-boleh saja paduka!” jawab para jenderal.
“Aku juga tidak keberatan!” ujar Kazrin lalu ia mengambil cangkir dan menghabiskan air di cangkir tersebut.
Aku dan para jenderal mendorong bangku ke dekat meja, aku menyuruh pengawalku untuk mengambil barang-barang penting seperti peta dan dokumen-dokumen penting. Pengawalku langsung pergi ke kamarku dan membawakan barang-barang yang aku inginkan, barang-barang tersebut langsung di taruh ke atas meja dan rapat segera di mulai.
Rapat di ikuti aku, 4 jenderal dan Kazrin. Rapat ini akan membahas soal invansi selanjutnya kemana, Judea atau Yama?
0
Kutip
Balas