- Beranda
- Cinta Indonesiaku
[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia
...
TS
tinjauracun
[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/2dc6fiw.jpg)
Spoiler for Baca Dulu Gan:
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i41.tinypic.com/k56e6a.jpg)
Kenali, Cintai Dan Lestarikan Budaya Indonesia
(Tak Kenal Maka Tak Sayang)


AND ENJOY

![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/2ypix4p.jpg)
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/2ypix4p.jpg)

Penantianku Selama ini
akhirnya ...
Thanks to agan/aganwati, mimin, momod dan semua elemen kaskus
regard : TS
Spoiler for HT #1:
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/5n2hl0.jpg)
yang udah ngasih cendol - abu gosok - rate 5 - saran dan komentar ane ucapin terima kasih - regard
Referensi 0
Referensi 1
Referensi 2
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i40.tinypic.com/2d7avjb.jpg)
Spoiler for "Mudah2an tidak repost":
Quote:
BERHUBUNG BANYAKNYA RAGAM SENJATA DAN TIDAK AKAN CUKUP UNTUK DIMUAT DALAM SATU HALAMAN - MAKA UNTUK DESKRIPSI SENJATA TRADISIONAL SILAHKAN DI KLIK LINKNYA ATAU LANGSUNG KUNJUNGI NO HALAMAN DI BAWAH INI (#)
KERIS - BADIK - KUJANG#2
Panah & Busur Irian - Rencong - Celurit / Clurit Madura - Golok Betawi - #24
Mandau - Alamang - Badik Lampung - Hujur - Karih - Badik Tumbuk Lado - #20
Golok Para Jawara Banten #28
Sumpit Dayak #31
Parang Dan Salawaku #35
Bambu Runcing #42
KERAMBIT #71
VIDEO DAN GAMBAR #46
Quote:
Spoiler for Beberapa Komeng agan-agan sekalian:
Quote:
Original Posted By hateisworthless►
Nice share gan

kolor ijo meluncur

kolor ijo meluncur



Quote:
Original Posted By sinengker►nenek moyang kita emang keren
Itu pasti gan -

Quote:
Original Posted By j4mz88►Andaikan seluruh senjata tradisional di perankan dalam 1 film pasti lebih keren gan dan secara ga langsung kita bakal tau itu senjata tradisional dan promosiin juga kalo senjata tradisional ga kalah keren sama senjata orang asing 

Mudahan nanti kesampaian gan
- tapi filmnya tetap tema perdamaian gan - bukan tema perang 
Quote:
Original Posted By mametkeucill►begitu beragamnya senjata tradisional suku bangsa kita, mari kita lestarikan bersama supaya tidak di akui oleh negara lain 

Quote:
Setuju gan

Quote:
Original Posted By sumardani►jelangkung gan
Jelangkung udah masuk jadi senjata gan

Quote:
Original Posted By uchihayu►bisa dibuat game macam WORLD OF WARCRAFT gan cuman klan/karakternya dari budaya indonesia....
atau bisa juga dibuat animasi macam avatar, klannya dari budaya indonesia...
kira2 berapa episode ya? gak kebayang kan karena banyaknya budaya/suku di indonesia....

matabelo


atau bisa juga dibuat animasi macam avatar, klannya dari budaya indonesia...
kira2 berapa episode ya? gak kebayang kan karena banyaknya budaya/suku di indonesia....

matabelo


mungkin nanti game & tayangan seperti yang agan idamkan bisa terwujud gan - semua berawal dari sebuah Ide

Bagi agan/aganwati yang merasa mungkin ada yang kurang atau mau menambahkan - silahkan ditambahkan, kasih Deskripsi & gambar juga ya
nanti ane taroh di pejwan 
Quote:
Mampir Gan
[A-Z] Semua Jenis dan nama Gaya Rambut (hairstyle) di Dunia !!!
[BB++]Gadis dengan Bokong Paling Populer
[BB++] Film India Paling Erotis Sepanjang Sejarah!
FAP FAP FAP [MEME]
Memelihara Binatang dan Kesehatan Anak
[HT]
Selamat Datang Di Kaskus - Seberapa Tangguh Ente Gan
[HT]
10 Hal yang Menyebalkan Ketika Berkendara
[HT]
[SEBELUMTERLAMBAT]Ketahui Level Kebiasaan BURUK Pasangan[MUNGKINDOISAKITJIWA][HT]
[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia [HT] 
[dari A-Z] Daftar nama orang yang aneh [HT]
Agan Feminin Atau Maskulin ? Cek Disini Gan ! [HT]
Diubah oleh tinjauracun 26-03-2014 21:42
0
141.8K
Kutip
599
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Cinta Indonesiaku
5.3KThread•2.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
tinjauracun
#1
KERIS - BADIK - KUJANG
Quote:
Keris
Spoiler for "Keris":

Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit.
Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan,[1] sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.
Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan.
Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005.
Asal-usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah "keris" telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan didasarkan pada analisis figur di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara.
Asal-usul keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada sumber tertulis yang deskriptif mengenainya dari masa sebelum abad ke-15, meskipun penyebutan istilah "keris" telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 Masehi. Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan didasarkan pada analisis figur di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa prasasti dan laporan-laporan penjelajah asing ke Nusantara.
Hulu atau pegangan keris
Pegangan keris (bahasa Jawa: gaman, atau hulu keris) ini bermacam-macam motifnya, untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai dewa, pedande (pendeta), raksasa, penari, pertapa hutan dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia dan biasanya bertatahkan batu mirah delima.
Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu.
Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan),weteng dan bungkul.
Warangka atau sarung keris
Warangka,
atau sarung keris (bahasa Banjar : kumpang), adalah komponen keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. Warangka yang mula-mula dibuat dari kayu (yang umum adalah jati, cendana, timoho, dan kemuning). Sejalan dengan perkembangan zaman terjadi penambahan fungsi wrangka sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya. Bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading.
Secara garis besar terdapat dua bentuk warangka, yaitu jenis warangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup, lata, janggut, gandek, godong (berbentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup, godong, dan gandek.
Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan, walaupun tidak mutlak. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi , misalkan menghadap raja, acara resmi keraton lainnya (penobatan, pengangkatan pejabat kerajaan, perkimpoian, dll) dengan maksud penghormatan. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).
Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.
Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka, dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan ,maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) .
Karena fungsi gandar untuk membungkus , sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan, maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah , dibuat dari logam kuningan, suasa ( campuran tembaga emas ) , perak, emas . Untuk daerah diluar Jawa ( kalangan raja-raja Bugis , Goa, Palembang, Riau, Bali ) pendoknya terbuat dari emas , disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian.
Untuk keris Jawa , menurut bentuknya pendok ada tiga macam, yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya , (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat , serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . Apabila dilihat dari hiasannya, pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran).
Wilah atau bilah keris
Wilah, wilahan, atau bilah adalah bagian utama dari sebuah keris. Wilah keris adalah logam yang ditempa sedemikian rupa sehingga menjadi senjata tajam. Wilah terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan, yang biasanya disebut dapur, atau penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah (ada puluhan bentuk dapur). Sebagai contoh, bisa disebutkan dapur jangkung mayang, jaka lola , pinarak, jamang murub, bungkul , kebo tedan, pudak sitegal, dll.
Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Bagian inilah yang masuk ke pegangan keris ( ukiran) . Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm, dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Di daerah Jawa Timur disebut paksi, di Riau disebut puting, sedangkan untuk daerah Serawak, Brunei dan Malaysia disebut punting.
Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. Ganja ini sepintas berbentuk cecak, bagian depannya disebut sirah cecak, bagian lehernya disebut gulu meled , bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Ragam bentuk ganja ada bermacam-macam, wilut , dungkul , kelap lintah dan sebit rontal.
Luk, adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris, dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah , dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri), maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap, dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas, biasanya disebut keris kalawija, atau keris tidak lazim.
Quote:
Badik
Spoiler for "Badik":

Badik yang berasal dari Sulawesi Selatan terbilang yang paling dikenal luas. Badik Sulawesi Selatan, umumnya seperti pisau, dengan satu atau dua sisi tajam, dengan bentuk asimetris, dan sebagian di antaranya dihiasi dengan pamor. Hingga kini, Badik Sulawesi Selatan yang memiliki sejumlah ragam ini masih lestari di lingkungan masyarakat Sulawesi Selatan, terutama di kalangan warga Melayu Makasar, Bugis, dan Mandar. Di antara kelompok-kelompok sosial tersebut, dikenal beberapa jenis Badik, yakni Badik Raja, Badik Lagedong, Badik Lawu, dan Badik Lompo Battang.
Bagi orang Sulawesi Selatan, Badik adalah identitas. Badik sering dijadikan perlambang keberanian mereka. Maka tak heran, Badik menjadi salah satu item simbolik yang terdapat dalam Lambang Sulawesi Selatan, bersama dengan padi-kapas, Perahu Pinisi, dan lain-lain.
Fungsi dan Nilai-nilai dalam Badik
Bagi orang Sulawesi, setidaknya, ada tiga fungsi yang terkandung dalam Badik, yakni fungsi artistik, fungsi spiritual, dan fungsi keamanan. Fungsi artistik berhubungan dengan nilai seni yang terkandung pada Badik, di mana badik diperlakukan bukan hanya sekedar perkakas, melainkan selayaknya perhiasan. Untuk menunjang penampilannya, Badik-badik yang senantiasa dirawat dengan apik, oleh Sang Pemilik disematkan sedemikian rupa di tubuhnya, baik di pinggang sebelah kanan atau kiri, maupun dengan derajat kecondongan tertentu.
Fungsi spiritual, juga mengandung arti bahwa Si Pemilik memaknai Badiknya sebagai pusaka yang memiliki tuah, yang bisa mengirimkan energi tertentu kepadanya. Bahkan konon, dahulu adalah biasa bagi seorang ayah untuk memintakan seorang empu untuk membuatkan Badik untuk anaknya, agar pusaka itu bisa membangun karakter Si Anak dan berhasil meraih cita-citanya. Penyerahan Badik dari seorang ayah pada anaknya juga berarti sebuah pengakuan akan kedewasaan Si Anak, yang dianggap telah mampu mengemban tanggung jawab.
Fungsi keamanantak lain adalah bahwa Badik merupakan sarana untuk membentengi Si Pemilik dari ancaman-ancaman yang bisa mencelakakannya. Dalam bahasa sederhana, Badik merupakan senjata untuk berjaga-jaga dan melindungi diri
Quote:
Kujang
Spoiler for "Kujang":



Dalam Wacana dan Khasanah Kebudayaan Nusantara, Kujang diakui sebagai senjata tradisional masyarakat Masyarakat Jawa Barat (Sunda) dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah Kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang.
Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406)
Sedangkan Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa.
Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (=Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda).
Sebagai lambang atau simbol dengan niali-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Propinsi Jawa Barat.
Di masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah diantaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.
Dengan perkembangan kemajuan, teknologi, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat Sunda, Kujang pun mengalami perkembangan dan pergeseran bentuk, fungsi dan makna. Dari sebuah peralatan pertanian, kujang berkembang menjadi sebuah benda yang memiliki karakter tersendiri dan cenderung menjadi senjata yang bernilai simbolik dan sakral. Wujud baru kujang tersebut seperti yang kita kenal saat ini diperkirakan lahir antara abad 9 sampai abad 12.
Bagian-Bagian Kujang
Karakteristik sebuah kujang memiliki sisi tajaman dan nama bagian, antara lain : papatuk/congo (ujung kujang yang menyerupai panah), eluk/silih (lekukan pada bagian punggung), tadah (lengkungan menonjol pada bagian perut) dan mata (lubang kecil yang ditutupi logam emas dan perak). Selain bentuk karakteristik bahan kujang sangat unik cenderung tipis, bahannya bersifat kering, berpori dan banyak mengandung unsur logam alam.
Dalam Pantun Bogor sebagaimana dituturkan oleh Anis Djatisunda (996-2000), kujang memiliki beragam fungsi dan bentuk.
Berdasarkan fungsi, kujang terbagi empat antara lain :
1. Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan)
2. Kujang Pakarang (untuk berperang)
3. Kujang Pangarak (sebagai alat upacara)
4. Kujang Pamangkas (sebagai alat berladang)
Sedangkan berdasarkan bentuk bilah :
1. Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan)
2. Kujang Ciung (menyerupai burung ciung)
3. Kujang Kuntul (menyerupai burung kuntul/bango)
4. Kujang Badak (menyerupai badak)
5. Kujang Naga (menyerupai binatang mitologi naga)
6. Kujang Bangkong (menyerupai katak)
Disamping itu terdapat pula tipologi bilah kujang berbentuk wayang kulit dengan tokoh wanita sebagai simbol kesuburan.
Nambihan Saur Sepuh...
Menurut orang tua ada yang memberikan falsafah yang sangat luhur terhadap Kujang sebagai"Ku-Jang-ji rek neruskeun padamelan sepuh karuhun urang". Janji untuk meneruskan perjuangan sepuh karuhun urang/nenek moyang yaitu menegakan cara-ciri manusa dan cara ciri bangsa. Apa itu?
Cara-ciri Manusia ada 5 :
1. Welas Asih (Cinta Kasih)
2. Tatakrama (Etika Berprilaku)
3. Undak Usuk (Etika Berbahasa)
4. Budi Daya Budi Basa
5. Wiwaha Yuda Na Raga (Ngaji Badan)
Cara-ciri Bangsa ada 5 :
1. Rupa
2. Basa
3. Adat
4. Aksara
5. Kebudayaan
Sebetulnya masih banyak falsafah yang tersirat dari Kujang yang bukan sekedar senjata untuk menaklukan musuh pada saat perang ataupun hanya sekedar digunakan sebagai alat bantu lainnya. Kujang bisa juga dijadikan sebagai senjata dalam setiap pribadi manusia untuk memerangi prilaku-prilaku diluar kemanusaiaan. Memang sungguh gaib sakti(falsafah) Kujang.
Quote:
Tambahan Agan :
+++++++++
Quote:
Original Posted By Prazcoro►Tambahan buat keris gan
kata guru ane dulu waktu pelajaran di sekolah, bentuk keris dibuat berkelok kelok itu fungsinya untuk menambah damage pada korban, karena luka akan lebih lebar dari tusukan pedang
kata guru ane dulu waktu pelajaran di sekolah, bentuk keris dibuat berkelok kelok itu fungsinya untuk menambah damage pada korban, karena luka akan lebih lebar dari tusukan pedang
+++++++++
Diubah oleh tinjauracun 29-01-2014 10:54
0
Kutip
Balas
![[Mana Favorit Agan] Senjata Tradisional di Daerah Seluruh Indonesia](https://dl.kaskus.id/i61.tinypic.com/2qjhc8x.jpg)