Kaskus

Story

alexanderudinovAvatar border
TS
alexanderudinov
Memadu Cinta Di Burung Besi
sebelumnya perkenalkan nama saya ananda kiki member baru di kaskus dan saya punya cerita yang mungkin bisa menginspirasi kk sekalian tentang kehidupan saya selama ini dalam berkarir, pendidikan, dan tentunya percintaan. Sebelumnya saya sudah baca aturan di SFTH, jadi tolong untuk para pembaca dilarang keras junk, sara, pornografi dan lain sebagainya disini dan untuk para guardian SFTH mereka mengatakan cerita harus di update 2-3 hari mohon maaf saya tidak bisa untuk itu tetapi saya menyanggupi update satu minggu sekali jadi mohon maklum soalnya jadwal pekerjaan saya banyak dan ini kebetulan saya susah tidur emoticon-Smilie

Memadu Cinta Di Burung Besi

Memadu Cinta Di Burung Besi<••••••••••>Memadu Cinta Di Burung Besi

INDEX STORY
prolog
satu
dua
tiga
empat
Diubah oleh alexanderudinov 29-01-2014 09:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
12.3K
76
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.3KAnggota
Tampilkan semua post
alexanderudinovAvatar border
TS
alexanderudinov
#2
SATU
Setelah aku mandi Perlahan tapi pasti, matahari mulai muncul dari kaki langit. Suara motor dan mobil mulai terdengar ini menandakan bahwa kehidupan di kota Batu sudah di mulai. Angkot dengan warna pink, kuning, violet dan lain lain melintasi jalanan membawa orang-orang pergi ke pasar dan sekolah. Beberapa orang sekitar sudah biasa membeli atau menjual sayur sayuran segar di pasar Batu, sementara sebagian orang lainnya memenuhi jalan-jalan sempit kota dengan jogging atau sebagainya. Begitulah keadaannya di kota ini.

Tanpa terasa, detik demi detik berlalu, menit demi menitpun berlalu selama aku mengenakan baju warna kesukaanku yaitu hitam dan celana tentu saja, tidak lupa pula aku untuk menggunakan make-up serta sedikit hand-body untuk menjaga kulitku, serta jendela kamar kututup kembali dengan tirai terbuka tentunya. Tak lama setelah itu, akupun keluar kamarku dengan perlahan dan menyusuri anak tangga satu demi satu untuk berkumpul bersama ka Alex, papa, dan mama yang katanya akan ketempat ka Angel di Samarinda.

Saat aku sudah turun aku langsung disapa

“ini dia adek kakak yang super males yang gak mau kuliah” katanya yang setelah itu meminum secangkir kopi dan kulihat tak ada bekas tanda tanda rokok di asbak yang berada di depannya

“tumben ngopi gak ngerokok” kataku dengan nada sedikit mengejek

“biasanya kalau ngopi pasti ngerokok” sambungku lagi sambil mendekati ka Alex dan setelah itu aku duduk berhadapan

“biasa kaka lagi menghemat uang” katanya dengan santainya “alah alasan bilang aja uang jatah udah habis” kataku tapi ka alex hanya menjawab dengan tawaannya

“tau aja nih anak” katanya sehabis ia tertawa

“iyalah udah ketauan gayamu ka” ejekku pada ka Alex

“nah oleh karena udah ketauan boleh donk minjem uang kamu” katanya dengan nada mengecil yang mana kala itu mama ada dibelakangnya dan menepuk pundak ka Alex sambil berkata

“jangan suka gitu Al sama adek kamu, lagian kamu suka main main dan traktir traktiran terus” yang setelah itu mama duduk disamping ka Alex, aku hanya senyum tipis sama ka Alex

“tau tuh ma sering banget minjem uang, apalagi saat ka Angel masih ada tambah menjadi-jadi dia” ujarku dengan polos

“ini anak suka buka kartu ya” kata ka Alex yang aku pikir dia judes dengan aku “biarin biar mama tau’ ejekku

“sudah sudah Al panggil papa di depan sana” kata mama untuk menengahi perang mulut dengan kakaku yang paling tua ini.

Memang mulai dari aku SMP dan kaka-kaka aku SMA dulu sudah sering hal seperti ini terjadi, tapi saat itu ka Angel yang sering menengahi.
***

Setelah ka Alex memanggil papa di depan kita kumpul bersama satu meja dan tentu saja di meja itu sudah siap roti dan minuman yang hangat, tapi kala itu suasana jadi hening yang menurut aku tidak seperti biasanya

“kita berangkat ke Samarinda jam berapa ?” kataku untuk membuka pembicaraan dan untuk merubah suasana yang hening itu, tapi setelah aku bersuara seperi itu ka Alex tertawa

“siapa yang bilang mau ke Samarinda” katanya setelah tertawa, sontak aku terkejut mendengar tawaan ka Alex dan ucapannya

“kata mama tadi kita mau ke Samarinda” kataku dengan nada bingung kepada ka Alex, tapi sekali lagi ka Alex tertawa

“di jailin mama kamu berarti” jawab ka Alex setelah tawanya

“sudah Al habisin”kata papa dengan suara datar

“sebenarnya mama sama papa mau bicara sama kamu, sebenarnya kamu itu inginnya apa sih ? jadi kuliah gak mau kerja di BNS gak mau ?” kata papa kepadaku

“iya sebenarnya maunya apa sih sayang” sambung mama

“jadi aku di boongin nih” jawabku dengan sedikit judes

“bukan di boongin sayang tapi kalau gak gitu kamu gak akan cepat turun kebawah” sambung mama dengan nada santai

“kalau aku bilangpun keinginanku juga mama sama papa gak bakal bolehin” jawabku

“kalau gak bilang mana papa dan mama tau” kata papa

“iya benar sayang apa yang papa kamu bilang” sambung mama dan aku mulai berpikir cepat harus aku katakankah keinginanku untuk jadi seorang pramugari pada papa dan mama atau tidak tapi entah kenapa di saat aku bimbang aku mengatakannya pada mama dan papa serta ka Alex

“aku ingin kerja di maskapai penerbangan” kataku pada mama dan papa.
Mendengar kata kataku semua kaget

“apa!” kata papa “papa gak dukung kamu kerja di maskapai” sambungnya

“itukan sudah Nanda bilang pasti gak dibolehin” kataku dengan nada kecewa

“bukan papa gak bolehin tapi papa tau persis masa training di maskapai” kata papa dengan nada tegas “selain itu papa, mama, dan kakakmu Alex ingin jaga kamu agar tidak terjadi hal hal yang buruk sama kamu” sambung papa

“memang papa setau apasih tentang kerja di maskapai ?” jawabku “lagian kaka kelas aku ada yang jadi pramugari juga kok dan mereka mengatakan banyak manfaatnya disana” sambungku lagi

“pokoknya papa gak bolehin” jawab papa “turuti aja apa kata papa” kata ka Alex dengan santainya yang setelah itu memakan roti,sedangkan mama hanya diam saja tanpa kata kata sedikitpun yang mungkin kukira mama juga takut sama papa

“Nanda jadi gak mood makan” jawabku sambil beranjak dari tempat kursi dan berjalan menuju tangga, yang ketika akan menaiki tangga mama berkata

“sayang bawa makanannya ke kamar” aku mengacuhkan perkataan mama tersebut dan bergegas naik.

Saat aku di kamar di tempat tidur aku yakin mereka bertiga mama, papa, dan ka Alex membicarakan aku tapi aku tidak akan memikirkan itu yang aku pikirkan hanya rasa campur aduk sama papa yang tidak mendukung keinginanku tapi apa daya aku adalah anaknya dan mau tidak mau aku harus menerima keputusan walau sebenarnya sangat membuat sedih hatiku.
***
Diubah oleh alexanderudinov 10-01-2014 13:38
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.