TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#38
Spoiler for 10:
10. pertempuran gurun kuwah.
Pada keesokan harinya, pasukanku kembali bergerak ke oasis Kuwah pada jam 5 pagi dan kami harus sampai sebelum pasukan Yama sampai di oasis. Aku dan jenderal Zamania memperkirakan pasukan Yama dari Muskat akan sampai lebih dahulu, pasukan Yama dari Muskat harus hancur sebelum pasukan Yama dari Aqaba sampai dan jangan berikan mereka bertemu! Itulah rencana aku dan jenderal Zamania.
Pasukan Muskat dan Aqaba di perkirakan ada 12.000, jumlahnya bertambah setelah kami mendapat informasi seperti itu dari mata-mata kami yang beroperasi di Yama. Jumlah pasukan Yama terus bertambah karena mereka merekrut orang-orang badui di gurun pasir dan tentu saja 80% pasukan Yama adalah pasukan kavaleri yang sangat cepat bergeraknya.
Pasukan Muskat di perkirakan ada 6.000 dan Aqaba juga 6.000, jika mereka tidak bertemu maka 6.000 melawan 9.000 mungkin akan lebih mudah di bandingkan 12.000 melawan 9.000. Pasukan Dacian bergerak di gurun pasir ini seperti kemarin dan persedian air kami mulai menipis di sebabkan kerakusan pasukan Dacian yang tidak kuat menahan haus mereka di tengah panasnya gurun pasir yang lebih panas di bandingkan gurun pasir di utara Mesopotamia.
Aku benci dengan gurun pasir, gurun pasir sangat panas di musim panas ini dan panasnya melebihi musim panas di daerah inti Dacian. Aku awalnya berharap menginvansi daerah Rus yang lebih dingin tapi sudah keduluan Zakania, aku juga tadinya mau menginvansi Timuria tapi keduluan Kazania.
Kazrin tidak kebagian jatah menginvansi padahal awalnya ia mau menginvansi juga tapi tidak ada daerah yang bisa ia invansi, ia tadinya berencana menginvansi Himala tapi tidak bisa karena terhalang pegununggan Himala yang sangat susah untuk di lalui dan untuk menginvansi Himala harus menguasai daerah Troll karena gerbang ke Himala hanya ada di daerah Troll.
Akhirnya, dia terpaksa tidak menginvansi dan ia akhirnya mendukungku menginvansi daerah Turk karena ia merasa bahwa aku tak akan mampu menguasai Turk, kenapa sepupuku itu selalu meremehkanku!
Tidak enak berjalan di gurun pasir memakai kuda apalagi jalan kaki karena suhu panasnya, enaknya naik kereta tapi masalahnya belum ada rel kereta di sini dan kalo rel kereta susah di buat di gurun pasir di karenakan suplainya kadang terhambat akibat kendala cuaca. Di Mazikaret timur, sudah di buat beberapa rel kereta api dan di perkirakan selesai pada bulan Desember. Mesepotamia akan di buat rel jika Mesopotamia sudah aman dari serangan musuh dan Mazikaret timur sudah aman dari serangan musuh.
Daerah perbatasan Rus dengan Mazikaret sudah di taklukan ketika pertengahan bulan Juni oleh pasukan aku dan pasukan Zakania, perbatasan Rus dengan Mazikaret ada pegununggan yang memisahkan laut Ara dengan laut Itam.
Mazikaret timur sepertinya akan jatuh ke tangan Dacian setelah pertempuran yang memakan waktu berminggu-minggu dan pasukan Jazta banyak yang mati karena pertempuran tersebut, sekitar 12.390 mati di pertempuran Mazikaret timur dan terus bertambah karena front pertempuran tidak hanya satu tapi hampir seluruh wilayah Mazikaret timur menjadi tempat pertempuran pasukan Dacian dengan pasukan Turk.
Jika Mazikaret timur jatuh maka Anatolin akan bisa di serang pasukan Dacian dan pasukan Dacian juga bisa menyerang daerah Judea lewat Caesarea yang merupakan daerah perbatasan Anatolin dengan Judea.
Aku sebenarnya sudah berencana untuk beralinasi dengan Porto agar Turk makin terdesak dan aku ingin mengirim utusan ke ke republik Porto untuk ajak beraliansi tapi tidak bisa karena akses untuk ke Porto susah di dapat, semua akses ke Porto mulai dari laut Rock dan samudara Hindia tidak bisa kami dapat karena kedua tempat tersebut masih di kuasai Turk.
Jika teluk Troll dan Judea sudah di taklukan maka kontak dengan bangsa-bangsa Levtxsan-zand tidak susah seperti dulu, aku sudah punya rencana untuk bertemu dengan bangsa Saxon dan Frank untuk mendiskusikan apa saja. Oleh karena itu, aku belajar bahasa Frank dan Saxon dari kamus-kamus yang aku miliki, aku sudah mulai bisa berbicara beberapa kata bahasa Frank dan Saxon tapi belum menguasai kedua bahasa tersebut secara menyeluruh.
Pasukan Dacian berjalan terus ke arah tenggara dan beberapa prajurit melihat oasis padahal itu hanya fatamorgana. Aku juga kadang-kadang melihat oasis tapi ketika aku pergi kesana, oasis tersebut menghilang. Kami sering melihat fatamorgana karena kami kehausan dan aku memerintahkan pasukanku untuk untuk meminum persediaan air yang masih ada, persediaan air masih cukup untuk 5 hari lagi dan aku ikut meminum air untuk membuat aku tidak melihat lagi yang namanya fatamorgana.
Aku dan pasukanku sudah tidak melihat ilusi oasis lagi, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami sampai di oasis Kuwah. Oasis Kuwah di tumbuhi banyak pohon palem dan kurma, oasis Kuwah sepi dan aku langsung memberikan komando kepada pasukanku, “Pasukan, bersiaplah untuk bertempur!”
“Baik!” teriak semua pasukanku, semua pasukanku langsung di arahkan oleh para letnan dan brigadir untuk membentuk formasi kotak. Pasukan infanteri langsung membuat formasi kotak yang berguna untuk menahan serangan kavaleri, di tengah formasi kotak ada meriam dan senapan mesin yang akan di gunakan jika formasi hancur. Para infanteri di formasi kotak akan menahan serangan kaveleri dan beberapa infanteri akan menembaki kavaleri. Meriam akan di gunakan untuk menembak musuh baik kavaleri mapun infanteri yang mau menyerang.
Kami memakai taktik ini karena musuh kebanyak kavaleri, formasi kotak adalah formasi yang efektif bagi infanteri untuk menghancurkan pasukan kavaleri yang menyerang. Aku memberi amanat kepada jenderal Zamania untuk memimpin pasukan infanteri yang akan menahan serangan pasukan Yama dari Muskat.
Aku sudah menempatkan semua kavaleri di utara oasis dan aku yang akan memimpin kavaleri, kavaleri akan bergerak ketika pasukan Yama sedang puas-puasnya menyerang pasukan Infanteri. Aku juga menempatkan beberapa pasukan kavaleri kelas ringan di bukit-bukit untuk mengawasi wilayah ini, mereka akan turun dari bukit jika musuh sudah tiba.
Aku bersama bersama ribuan pasukan kavaleri bergerak ke utara oasis Kuwah dan menunggu di sana, di utara oasis ada hutan yang di tumbuhi pohon-pohon palem yang cukup bagus untuk dijadikan tempat persembunyi. Di selatan oasis ada ribuan pasukan infanteri yang sudah membentuk banyak formasi kotak dan ada 300 pasukan kavaleri di bawah pimpin Zamania.
Aku melihat di arloji sudah jam 18.20 dan matahari belum terbenam juga karena sekarang musim panas yang membuat malam lebih singkat dari pada siang hari. Aku melihat pasukan kavaleri yang ada di bukit langsung turun dari bukit dan ia berteriak-teriak tapi tak terdengar apa yang ia katakan, aku melihat pasukan di celah-celah bukit keluar ratusan pasukan kavaleri yang menunggani kuda dan unta.
Mereka memakai baju hitam dan putih, muka mereka di tutupi kain dan mereka memakai sorban, mereka membawa tombak dan senapan. Mereka juga terlihat membawa pedang lurus dan pedang menlengkung, mereka langsung berlari ke arah pasukan infanteri dan meriam Dacian menembaki mereka.

Beberapa pengunggang kuda dan unta terjatuh, pasukan kavaleri yang memegang senapan menembaki banyak pasukan infanteri yang membentuk formasi kotak dan banyak pasukan infanteri yang mati. Pasukan kavaleri Yama menyerang formasi kotak dan banyak kuda mereka yang tertusuk bayonet pasukan Dacian sehingga banyak dari penunggang kuda yang mati terjatuh.
Pasukan Yama berusaha menghancurkan formasi pasukan namun mereka susah menembus bayonet-bayonet Dacian yang membuat kuda mereka takut, pasukan Yama mencoba menyerang semua pasukan Dacian dan aku melihat mereka sedang mencoba menghancur formasi-formasi kotak dari segala arah. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menyerang mereka ketika mereka sedang asyik-asyiknya menyerang.
Aku langsung mengeluarkan pedangku dan berteriak, “Serang!”
Semua pasukanku langsung mengeluarkan pedang dan mempersiapkan tombak mereka untuk menyerang.
Kudaku langsung berlari dengan kencang dan ribuan kavaleri mengikutiku, aku dan pasukan kavaleri keluar dari hutan yang menyebabkan pasukan Yama kaget melihat kami. Sepertinya kemenangan akan segera jatuh ke tanganku tapi aku tak boleh terlalu gegabah karena bisa saja keadaan berbalik dan semoga itu tidak terjadi.
Pada keesokan harinya, pasukanku kembali bergerak ke oasis Kuwah pada jam 5 pagi dan kami harus sampai sebelum pasukan Yama sampai di oasis. Aku dan jenderal Zamania memperkirakan pasukan Yama dari Muskat akan sampai lebih dahulu, pasukan Yama dari Muskat harus hancur sebelum pasukan Yama dari Aqaba sampai dan jangan berikan mereka bertemu! Itulah rencana aku dan jenderal Zamania.
Pasukan Muskat dan Aqaba di perkirakan ada 12.000, jumlahnya bertambah setelah kami mendapat informasi seperti itu dari mata-mata kami yang beroperasi di Yama. Jumlah pasukan Yama terus bertambah karena mereka merekrut orang-orang badui di gurun pasir dan tentu saja 80% pasukan Yama adalah pasukan kavaleri yang sangat cepat bergeraknya.
Pasukan Muskat di perkirakan ada 6.000 dan Aqaba juga 6.000, jika mereka tidak bertemu maka 6.000 melawan 9.000 mungkin akan lebih mudah di bandingkan 12.000 melawan 9.000. Pasukan Dacian bergerak di gurun pasir ini seperti kemarin dan persedian air kami mulai menipis di sebabkan kerakusan pasukan Dacian yang tidak kuat menahan haus mereka di tengah panasnya gurun pasir yang lebih panas di bandingkan gurun pasir di utara Mesopotamia.
Aku benci dengan gurun pasir, gurun pasir sangat panas di musim panas ini dan panasnya melebihi musim panas di daerah inti Dacian. Aku awalnya berharap menginvansi daerah Rus yang lebih dingin tapi sudah keduluan Zakania, aku juga tadinya mau menginvansi Timuria tapi keduluan Kazania.
Kazrin tidak kebagian jatah menginvansi padahal awalnya ia mau menginvansi juga tapi tidak ada daerah yang bisa ia invansi, ia tadinya berencana menginvansi Himala tapi tidak bisa karena terhalang pegununggan Himala yang sangat susah untuk di lalui dan untuk menginvansi Himala harus menguasai daerah Troll karena gerbang ke Himala hanya ada di daerah Troll.
Akhirnya, dia terpaksa tidak menginvansi dan ia akhirnya mendukungku menginvansi daerah Turk karena ia merasa bahwa aku tak akan mampu menguasai Turk, kenapa sepupuku itu selalu meremehkanku!
Tidak enak berjalan di gurun pasir memakai kuda apalagi jalan kaki karena suhu panasnya, enaknya naik kereta tapi masalahnya belum ada rel kereta di sini dan kalo rel kereta susah di buat di gurun pasir di karenakan suplainya kadang terhambat akibat kendala cuaca. Di Mazikaret timur, sudah di buat beberapa rel kereta api dan di perkirakan selesai pada bulan Desember. Mesepotamia akan di buat rel jika Mesopotamia sudah aman dari serangan musuh dan Mazikaret timur sudah aman dari serangan musuh.
Daerah perbatasan Rus dengan Mazikaret sudah di taklukan ketika pertengahan bulan Juni oleh pasukan aku dan pasukan Zakania, perbatasan Rus dengan Mazikaret ada pegununggan yang memisahkan laut Ara dengan laut Itam.
Mazikaret timur sepertinya akan jatuh ke tangan Dacian setelah pertempuran yang memakan waktu berminggu-minggu dan pasukan Jazta banyak yang mati karena pertempuran tersebut, sekitar 12.390 mati di pertempuran Mazikaret timur dan terus bertambah karena front pertempuran tidak hanya satu tapi hampir seluruh wilayah Mazikaret timur menjadi tempat pertempuran pasukan Dacian dengan pasukan Turk.
Jika Mazikaret timur jatuh maka Anatolin akan bisa di serang pasukan Dacian dan pasukan Dacian juga bisa menyerang daerah Judea lewat Caesarea yang merupakan daerah perbatasan Anatolin dengan Judea.
Aku sebenarnya sudah berencana untuk beralinasi dengan Porto agar Turk makin terdesak dan aku ingin mengirim utusan ke ke republik Porto untuk ajak beraliansi tapi tidak bisa karena akses untuk ke Porto susah di dapat, semua akses ke Porto mulai dari laut Rock dan samudara Hindia tidak bisa kami dapat karena kedua tempat tersebut masih di kuasai Turk.
Jika teluk Troll dan Judea sudah di taklukan maka kontak dengan bangsa-bangsa Levtxsan-zand tidak susah seperti dulu, aku sudah punya rencana untuk bertemu dengan bangsa Saxon dan Frank untuk mendiskusikan apa saja. Oleh karena itu, aku belajar bahasa Frank dan Saxon dari kamus-kamus yang aku miliki, aku sudah mulai bisa berbicara beberapa kata bahasa Frank dan Saxon tapi belum menguasai kedua bahasa tersebut secara menyeluruh.
Pasukan Dacian berjalan terus ke arah tenggara dan beberapa prajurit melihat oasis padahal itu hanya fatamorgana. Aku juga kadang-kadang melihat oasis tapi ketika aku pergi kesana, oasis tersebut menghilang. Kami sering melihat fatamorgana karena kami kehausan dan aku memerintahkan pasukanku untuk untuk meminum persediaan air yang masih ada, persediaan air masih cukup untuk 5 hari lagi dan aku ikut meminum air untuk membuat aku tidak melihat lagi yang namanya fatamorgana.
Aku dan pasukanku sudah tidak melihat ilusi oasis lagi, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami sampai di oasis Kuwah. Oasis Kuwah di tumbuhi banyak pohon palem dan kurma, oasis Kuwah sepi dan aku langsung memberikan komando kepada pasukanku, “Pasukan, bersiaplah untuk bertempur!”
“Baik!” teriak semua pasukanku, semua pasukanku langsung di arahkan oleh para letnan dan brigadir untuk membentuk formasi kotak. Pasukan infanteri langsung membuat formasi kotak yang berguna untuk menahan serangan kavaleri, di tengah formasi kotak ada meriam dan senapan mesin yang akan di gunakan jika formasi hancur. Para infanteri di formasi kotak akan menahan serangan kaveleri dan beberapa infanteri akan menembaki kavaleri. Meriam akan di gunakan untuk menembak musuh baik kavaleri mapun infanteri yang mau menyerang.
Kami memakai taktik ini karena musuh kebanyak kavaleri, formasi kotak adalah formasi yang efektif bagi infanteri untuk menghancurkan pasukan kavaleri yang menyerang. Aku memberi amanat kepada jenderal Zamania untuk memimpin pasukan infanteri yang akan menahan serangan pasukan Yama dari Muskat.
Aku sudah menempatkan semua kavaleri di utara oasis dan aku yang akan memimpin kavaleri, kavaleri akan bergerak ketika pasukan Yama sedang puas-puasnya menyerang pasukan Infanteri. Aku juga menempatkan beberapa pasukan kavaleri kelas ringan di bukit-bukit untuk mengawasi wilayah ini, mereka akan turun dari bukit jika musuh sudah tiba.
Aku bersama bersama ribuan pasukan kavaleri bergerak ke utara oasis Kuwah dan menunggu di sana, di utara oasis ada hutan yang di tumbuhi pohon-pohon palem yang cukup bagus untuk dijadikan tempat persembunyi. Di selatan oasis ada ribuan pasukan infanteri yang sudah membentuk banyak formasi kotak dan ada 300 pasukan kavaleri di bawah pimpin Zamania.
Aku melihat di arloji sudah jam 18.20 dan matahari belum terbenam juga karena sekarang musim panas yang membuat malam lebih singkat dari pada siang hari. Aku melihat pasukan kavaleri yang ada di bukit langsung turun dari bukit dan ia berteriak-teriak tapi tak terdengar apa yang ia katakan, aku melihat pasukan di celah-celah bukit keluar ratusan pasukan kavaleri yang menunggani kuda dan unta.
Mereka memakai baju hitam dan putih, muka mereka di tutupi kain dan mereka memakai sorban, mereka membawa tombak dan senapan. Mereka juga terlihat membawa pedang lurus dan pedang menlengkung, mereka langsung berlari ke arah pasukan infanteri dan meriam Dacian menembaki mereka.
Quote:
Beberapa pengunggang kuda dan unta terjatuh, pasukan kavaleri yang memegang senapan menembaki banyak pasukan infanteri yang membentuk formasi kotak dan banyak pasukan infanteri yang mati. Pasukan kavaleri Yama menyerang formasi kotak dan banyak kuda mereka yang tertusuk bayonet pasukan Dacian sehingga banyak dari penunggang kuda yang mati terjatuh.
Pasukan Yama berusaha menghancurkan formasi pasukan namun mereka susah menembus bayonet-bayonet Dacian yang membuat kuda mereka takut, pasukan Yama mencoba menyerang semua pasukan Dacian dan aku melihat mereka sedang mencoba menghancur formasi-formasi kotak dari segala arah. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menyerang mereka ketika mereka sedang asyik-asyiknya menyerang.
Aku langsung mengeluarkan pedangku dan berteriak, “Serang!”
Semua pasukanku langsung mengeluarkan pedang dan mempersiapkan tombak mereka untuk menyerang.
Kudaku langsung berlari dengan kencang dan ribuan kavaleri mengikutiku, aku dan pasukan kavaleri keluar dari hutan yang menyebabkan pasukan Yama kaget melihat kami. Sepertinya kemenangan akan segera jatuh ke tanganku tapi aku tak boleh terlalu gegabah karena bisa saja keadaan berbalik dan semoga itu tidak terjadi.
0
Kutip
Balas