- Beranda
- Stories from the Heart
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
...
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"

Spoiler for RULES:
INTRO
Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional.
. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.
Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.
Spoiler for INDEKS:
Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
javiee
#109
PART 14
Jatuh cinta. Seperti inilah rasanya,...sama persis seperti yang dikatakan oleh ARMADA yang katanya
'Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak'.
Itulah yang gw rasakan pada saat itu. Perasaan itu malah membuat gw bingung sebingung-bingungnya. Sungguh sekalipun hati ini tidak pernah mengundang perasaan seperti itu apalagi memaksa perasaan itu harus datang....
Perasaan ini tumbuh begitu saja seiring kedekatan gw dengan Niar.
Bicara tentang perasaan, ibaratnya seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Dan bom itu kini sudah meledak di dalam hati gw. Gw ga tau harus berbuat apa, gw ga tau kedepannya akan bagaimana.
Waktu terus berputar dan tidak terasa sekarang gw sedang menghadapi ujian semester awal di kelas 2 ini.
Hari ini adalah hari terakhir ujian. Setelah ujian selesai, gw harus melaksanakan tugas mulia, Praktek Kerja Lapangan. Gw PKL di salah satu perusahaan Otomotif terbesar di Indonesia yaitu PT.AUTO xxxx di daerah Cibinong. Gw bersyukur bisa magang di sana. Karena di sana memang tempat yang cocok untuk siswa SMK jurusan Otomotif seperti gw ini. Pastinya gw bakalan dapat ilmu yang berhubungan dengan jurusan gw di sekolah dan pengalaman di dunia kerja.
"Woi Jar....balik mau nongkrong dimana dulu nih?" sapa Dedi saat kelas bubar.
"Terserah Ded...Di warung Aa depan aja lah" ajak gw.
"Yaudah nyok jalan!"
Perasaan gw siang ini terasa lega karena ujian semester pertama telah selesai. Tapi perasaan lega itu hanya bertahan sampai besok Lusa. Ya, tugas mulia itu sudah menanti
Siang ini gw pun memutuskan untuk nongkrong bareng dengan Sohib gw si Dedi di warung si Aa.
"Jar Lu jadi PKL di sana?" tanya Dedi sohib gw.
"Iya Ded. besok Senin gw dah mulai masuk" jawab gw.
"Lah...baru kelar ujian masa langsung masuk dah?" tanya dia heran.
"Ga tau Ded. Gw juga sebenernya males jadi ga ada liburan...." Gw menjelaskan.
"Haha...Ga ikut class meeting lu? Yaudah, terima nasib aja Jarrr haha" Dedi malah menertawai nasib gw.
"Kampreet Lu....Eh, elu di D*ihats* Cibinong kan? berarti sebelahan dong kita...." ucap gw.
"Iya Jar..." jawabnya singkat.
"Terus Lu mulai masuknya kapan Ded?" tanya gw.
"Gw mah ntar Jar bulan Januari." jawabnya.
"Yah enak lu sempet liburan dulu dong...Kampret emang Pak Irawan ngasih jadwalnya kaya begini...." ucap gw menggerutu.
"Hahha masih mending Lu Jar kagak disuruh PKL di tukang tambal ban...hahaha" ucapnya menghina gw.
Ada benarnya juga omongan Dedi barusan, cuma terlalu berlebihan. Masa iya siswa keren kaya gw ini magang di tempat tambal ban? hancur reputasi lah jadinya. Karena menurut pengalaman yang sudah sudah, siswa yang mempunyai absensi buruk bakal ditempatkan di Perusahaan yang tergolong biasa saja. Tapi untungnya gw ditempatkan di Perusahaan yang Oke punya.
"Jar....Jar...itu Jar...." Ujar Dedi tiba tiba setengah berbisik.
"Apaan Ded?" tanya gw.
"Itu Jar cewe tuh...cakep Jar.."
"Mana??" gw menoleh ke arah yang ditunjukkan Dedi.
Setelah gw menoleh, betapa terkejutnya gw kalau yang ditunjuk Dedi itu ternyata Niar. Dia terlihat berbeda. Rambutnya yang lurus biasanya tergerai indah namun kali ini dikuncir.
Tapi dia.... tetap cantik.
Gw tersenyum geli melihat si Dedi yang terkesima dengan bidadari cantik itu. Mungkin sudah waktunya untuk sobat gw ini tau kalau gw sedang dekat dengan perempuan.
"Jar....dia kesini Jar..." Bisik Dedi.
"......." gw tersenyum geli.
"Jar dia ngeliatin kita..." Dedi semakin antusias.
"........." gw tetep geli dengan tingkahnya.
Dan benar saja, Niar pun menghampiri gw berdua. Dan langsung duduk di depan gw.
"Huuuhh capek...." Keluh Niar.
"............" Dedi menyikut lengan gw memberikan isyarat. Gw makin geli dengan tingkahnya.
"Udah lama disini Jore?" tanya Niar.
"Nggak kok baru 15 menitan Nii" jawab gw.
"........" Lagi lagi Dedi menyikut lengan gw.
"Aku mau beli minum, nitip gak?" tawar Niar kepada gw.
"Emang mau beliin ya?" tanya gw.
"Yaa kalo kamu mau. Minum apa jore?"
"Hehee...ga usah Nii tuh minuman aku masih ada" ucap gw sembari menunjuk sebotol air mineral.
Kemudian Niar membuka kulkas di warung dan mengambil Teh Kot*k. Minuman favoritnya dia.
"Jar, lu udah kenal?" tanya Dedi berbisik.
"Keliatannya gimana Ded?" gw balik bertanya.
"Kampret lu Jar nyolong star aja...Siapa namanya?" tanya si Dedi penasaran.
Gw tidak menjawab pertanyaan Dedi, karena dengan cepat Niar sudah duduk tepat di depan gw.
"Nii, kenalin temen aku..." gw menunjuk Dedi. Lalu mereka pun bersalaman.
"Dedi......."
"Niar......"
"Udah lama kenal Fajar?" tanya Dedi ke Niar sambil nyengir.
"Emm....Baru sebulan ini." jawabnya.
"Ooh...." gumam Dedi. Kemudian lagi lagi dia menyikut lengan gw.
Haha...gw cukup geli juga dengan keadaan seperti ini. Mungkin sobat gw ini heran kalau gw ternyata sudah kenal dengan gadis itu. Padahal gw bukan hanya sekedar kenal, tetapi gw sudah sangat dekat dengannya.
"Pusiing aku Jaar...." keluh Niar.
"Pusing kenapa Nii?" tanya gw.
"Iya tadi tuh pelajaran Akuntansi itung-itungannya susah banget." ujarnya.
"Lagian nggak belajar" sindir gw.
"Udah belajar...Tadi yang keluar soalnya beda sama yang aku pelajarin." Niar mengeluarkan alasan klasik anak sekolah.
"Ya kalo kamu belajarnya serius ga akan susah kali Nii"
"Aku dah serius kok. Tetep aja soalnya susah susah!" gerutu dia.
"Hahaha payah kamu...." Ucap gw kemudian langsung berdiri untuk membeli rokok ke si Aa.
Di saat gw sedang membeli rokok, gw melihat Dedi dan Niar sedang berbicara. Entahlah apa yang mereka bicarakan.
"Jore...kamu besok jadi PKL?" tanya Niar.
"Iya jadi Nii. kenapa gitu?" jawab gw.
"Yah ga bisa ketemu deh..." ucapnya.
"Haha. Ga lama Nii cuma 1 bulan aku PKL nya."
"Oh..kirain aku 3 bulanan. Aku aja kemaren 3 bulan. Kok kamu sebentar sih??" tanya dia.
"Ga tau lah udah ditentuin dari sekolah jatahnya cuma sebulan." jawab gw.
"Masih mending itu si Fajar PKL di AUTO, untung ga jadi di tukang tambal ban" Ucap Dedi memotong pembicaraan dan meledek gw di depan Niar.
"Kampreet Lu Ded!!" gw menggerutu.
"Hahahahaha....." Niar dan Dedi tertawa.
Sungguh terlalu si Dedi ini. Pake buka kartu gw segala di depan Niar. Gw malah jadi bahan cengan mereka berdua disini gara gara 'tambal ban'...hahaha.
"Jore....aku pulang dulu ya." ucap Niar.
"Loh buru buru amat Nii?" tanya gw.
"Ga tau kepala aku pusiing nih. Kayanya kurang tidur aku" ucapnya.
"Kurang tidurnya ngapain Nii? Belajar?" tanya gw.
"Hehe belajar sii sebentar, terus ada film bagus di TV. Sayang kalo ga nonton sampe habis" jawabnya.
"Dasarrrr...malah mentingin film bukannya belajar" ucap gw.
"Hehe yaudah aku pulang ya Joree..." dia pun pamit.
"Iya....Sampe rumah makan terus minum obat. Istirahat ya..." Ucap gw perhatian.
"Iyaa kamu juga jangan pulang sore sore. Ntar kehujanan lagi..." Balas Niar.
"iyaa siap. Mau aku anterin??"
"Ga usah lah deket ini kok...Aku pulang dulu ya..." ujarnya.
"Iya hati hati Nii..."
"Dedi gw duluan..." ucap Niar. Dan Dedi menjawab dengan anggukan kepala.
Niar pun akhirnya pamit pulang. Memang wajah pucat dia itu tak bisa dibohongi. Sebenarnya gw udah merasa ada apa apa dengan dia sewaktu dia datang tadi. Ternyata benar dia sedang kurang sehat. Padahal gw ingin dia lebih lama lagi disini. Tapi gw ga mungkin memaksa dan gw mengerti dengan keadaannya saat itu.
Lalu gw dan Dedi pun akhirnya juga pulang. Rumah kita berdua memang satu arah, tetapi lebih jauh rumah gw. Dan siang ini gw naek angkot bareng dia.
"Ajegile lu Jar...udah pake 'aku-kamu' segala....hahaha" ujar Dedi.
"Ga tau Ded dia duluan." jawab gw.
"Eh itu cewe yang waktu itu lu tabrak kan?? Gimana ceritanya Jar...? Diem diem lu ya...hahaha" tanya dia.
"Iya Ded....gw mulai kenal dia pas di angkot. Ga sengaja juga satu angkot sama dia. Kenalan dah...Terus gw sering ketemuan ngobrol di si Aa. " ucap gw menjelaskan.
"Haha....Pantesan aja lu ngilang mulu tiap balik sekolah. Ga taunya....hahha" ujar Dedi.
"Ya gitulah Ded. Tapi gw lagi bingung Ded..." ucap gw.
"Bingung kenapa emangnya Jar?" tanya Dedi.
"Gw...Suka sama dia Ded. gw mesti gimana dong? Ujar gw.
"Yaudah Jar tembak aja kenapa pake bingung...Responnya dia bagus tuh ke Lu..Wah gila lu Jarr Jarr....hahha. Itu mah tinggal eksekusi!!" ujarnya.
"Tapi gw ga pernah nembak cewe Ded...gw mesti ngomong apaan?"
"Ya Lu bilang aja kalo suka sama dia." Usul Dedi.
"Yaaah...gw belum punya keberanian buat ngomong kaya gitu Ded." Ucap gw minder.
"Cepet cepet deh Jar....ntar keburu diambil orang tau rasa Luu...hahhha" oceh Dedi.
"Gimana ntar aja lah Ded. Gw belum siap..." ucap Gw.
"Yaa terserah lu si Jar. Tapi saran gw jangan lama lama. Inget Jar, lu cowo!!" saran Dedi.
Sepertinya sobat gw yang satu ini sangat mendukung hubungan gw sama Niar. Dia mendorong gw supaya cepat bertindak menyatakan perasaan kepada Niar. Tapi apa daya, gw belum siap sepenuhnya kalau harus menyatakan langsung. Gw belum punya nyali untuk menyatakan cinta. Biarkan saja semuanya mengalir. Toh nantinya juga akan indah pada waktunya.
'Makan tak enak, tidur pun tak nyenyak'.
Itulah yang gw rasakan pada saat itu. Perasaan itu malah membuat gw bingung sebingung-bingungnya. Sungguh sekalipun hati ini tidak pernah mengundang perasaan seperti itu apalagi memaksa perasaan itu harus datang....
Perasaan ini tumbuh begitu saja seiring kedekatan gw dengan Niar.
Bicara tentang perasaan, ibaratnya seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledak. Dan bom itu kini sudah meledak di dalam hati gw. Gw ga tau harus berbuat apa, gw ga tau kedepannya akan bagaimana.
Waktu terus berputar dan tidak terasa sekarang gw sedang menghadapi ujian semester awal di kelas 2 ini.
Hari ini adalah hari terakhir ujian. Setelah ujian selesai, gw harus melaksanakan tugas mulia, Praktek Kerja Lapangan. Gw PKL di salah satu perusahaan Otomotif terbesar di Indonesia yaitu PT.AUTO xxxx di daerah Cibinong. Gw bersyukur bisa magang di sana. Karena di sana memang tempat yang cocok untuk siswa SMK jurusan Otomotif seperti gw ini. Pastinya gw bakalan dapat ilmu yang berhubungan dengan jurusan gw di sekolah dan pengalaman di dunia kerja.
"Woi Jar....balik mau nongkrong dimana dulu nih?" sapa Dedi saat kelas bubar.
"Terserah Ded...Di warung Aa depan aja lah" ajak gw.
"Yaudah nyok jalan!"
Perasaan gw siang ini terasa lega karena ujian semester pertama telah selesai. Tapi perasaan lega itu hanya bertahan sampai besok Lusa. Ya, tugas mulia itu sudah menanti
Siang ini gw pun memutuskan untuk nongkrong bareng dengan Sohib gw si Dedi di warung si Aa.
"Jar Lu jadi PKL di sana?" tanya Dedi sohib gw.
"Iya Ded. besok Senin gw dah mulai masuk" jawab gw.
"Lah...baru kelar ujian masa langsung masuk dah?" tanya dia heran.
"Ga tau Ded. Gw juga sebenernya males jadi ga ada liburan...." Gw menjelaskan.
"Haha...Ga ikut class meeting lu? Yaudah, terima nasib aja Jarrr haha" Dedi malah menertawai nasib gw.
"Kampreet Lu....Eh, elu di D*ihats* Cibinong kan? berarti sebelahan dong kita...." ucap gw.
"Iya Jar..." jawabnya singkat.
"Terus Lu mulai masuknya kapan Ded?" tanya gw.
"Gw mah ntar Jar bulan Januari." jawabnya.
"Yah enak lu sempet liburan dulu dong...Kampret emang Pak Irawan ngasih jadwalnya kaya begini...." ucap gw menggerutu.
"Hahha masih mending Lu Jar kagak disuruh PKL di tukang tambal ban...hahaha" ucapnya menghina gw.
Ada benarnya juga omongan Dedi barusan, cuma terlalu berlebihan. Masa iya siswa keren kaya gw ini magang di tempat tambal ban? hancur reputasi lah jadinya. Karena menurut pengalaman yang sudah sudah, siswa yang mempunyai absensi buruk bakal ditempatkan di Perusahaan yang tergolong biasa saja. Tapi untungnya gw ditempatkan di Perusahaan yang Oke punya.
"Jar....Jar...itu Jar...." Ujar Dedi tiba tiba setengah berbisik.
"Apaan Ded?" tanya gw.
"Itu Jar cewe tuh...cakep Jar.."
"Mana??" gw menoleh ke arah yang ditunjukkan Dedi.
Setelah gw menoleh, betapa terkejutnya gw kalau yang ditunjuk Dedi itu ternyata Niar. Dia terlihat berbeda. Rambutnya yang lurus biasanya tergerai indah namun kali ini dikuncir.
Tapi dia.... tetap cantik.
Gw tersenyum geli melihat si Dedi yang terkesima dengan bidadari cantik itu. Mungkin sudah waktunya untuk sobat gw ini tau kalau gw sedang dekat dengan perempuan.
"Jar....dia kesini Jar..." Bisik Dedi.
"......." gw tersenyum geli.
"Jar dia ngeliatin kita..." Dedi semakin antusias.
"........." gw tetep geli dengan tingkahnya.
Dan benar saja, Niar pun menghampiri gw berdua. Dan langsung duduk di depan gw.
"Huuuhh capek...." Keluh Niar.
"............" Dedi menyikut lengan gw memberikan isyarat. Gw makin geli dengan tingkahnya.
"Udah lama disini Jore?" tanya Niar.
"Nggak kok baru 15 menitan Nii" jawab gw.
"........" Lagi lagi Dedi menyikut lengan gw.
"Aku mau beli minum, nitip gak?" tawar Niar kepada gw.
"Emang mau beliin ya?" tanya gw.
"Yaa kalo kamu mau. Minum apa jore?"
"Hehee...ga usah Nii tuh minuman aku masih ada" ucap gw sembari menunjuk sebotol air mineral.
Kemudian Niar membuka kulkas di warung dan mengambil Teh Kot*k. Minuman favoritnya dia.
"Jar, lu udah kenal?" tanya Dedi berbisik.
"Keliatannya gimana Ded?" gw balik bertanya.
"Kampret lu Jar nyolong star aja...Siapa namanya?" tanya si Dedi penasaran.
Gw tidak menjawab pertanyaan Dedi, karena dengan cepat Niar sudah duduk tepat di depan gw.
"Nii, kenalin temen aku..." gw menunjuk Dedi. Lalu mereka pun bersalaman.
"Dedi......."
"Niar......"
"Udah lama kenal Fajar?" tanya Dedi ke Niar sambil nyengir.
"Emm....Baru sebulan ini." jawabnya.
"Ooh...." gumam Dedi. Kemudian lagi lagi dia menyikut lengan gw.
Haha...gw cukup geli juga dengan keadaan seperti ini. Mungkin sobat gw ini heran kalau gw ternyata sudah kenal dengan gadis itu. Padahal gw bukan hanya sekedar kenal, tetapi gw sudah sangat dekat dengannya.
"Pusiing aku Jaar...." keluh Niar.
"Pusing kenapa Nii?" tanya gw.
"Iya tadi tuh pelajaran Akuntansi itung-itungannya susah banget." ujarnya.
"Lagian nggak belajar" sindir gw.
"Udah belajar...Tadi yang keluar soalnya beda sama yang aku pelajarin." Niar mengeluarkan alasan klasik anak sekolah.
"Ya kalo kamu belajarnya serius ga akan susah kali Nii"
"Aku dah serius kok. Tetep aja soalnya susah susah!" gerutu dia.
"Hahaha payah kamu...." Ucap gw kemudian langsung berdiri untuk membeli rokok ke si Aa.
Di saat gw sedang membeli rokok, gw melihat Dedi dan Niar sedang berbicara. Entahlah apa yang mereka bicarakan.
"Jore...kamu besok jadi PKL?" tanya Niar.
"Iya jadi Nii. kenapa gitu?" jawab gw.
"Yah ga bisa ketemu deh..." ucapnya.
"Haha. Ga lama Nii cuma 1 bulan aku PKL nya."
"Oh..kirain aku 3 bulanan. Aku aja kemaren 3 bulan. Kok kamu sebentar sih??" tanya dia.
"Ga tau lah udah ditentuin dari sekolah jatahnya cuma sebulan." jawab gw.
"Masih mending itu si Fajar PKL di AUTO, untung ga jadi di tukang tambal ban" Ucap Dedi memotong pembicaraan dan meledek gw di depan Niar.
"Kampreet Lu Ded!!" gw menggerutu.
"Hahahahaha....." Niar dan Dedi tertawa.
Sungguh terlalu si Dedi ini. Pake buka kartu gw segala di depan Niar. Gw malah jadi bahan cengan mereka berdua disini gara gara 'tambal ban'...hahaha.
"Jore....aku pulang dulu ya." ucap Niar.
"Loh buru buru amat Nii?" tanya gw.
"Ga tau kepala aku pusiing nih. Kayanya kurang tidur aku" ucapnya.
"Kurang tidurnya ngapain Nii? Belajar?" tanya gw.
"Hehe belajar sii sebentar, terus ada film bagus di TV. Sayang kalo ga nonton sampe habis" jawabnya.
"Dasarrrr...malah mentingin film bukannya belajar" ucap gw.
"Hehe yaudah aku pulang ya Joree..." dia pun pamit.
"Iya....Sampe rumah makan terus minum obat. Istirahat ya..." Ucap gw perhatian.
"Iyaa kamu juga jangan pulang sore sore. Ntar kehujanan lagi..." Balas Niar.
"iyaa siap. Mau aku anterin??"
"Ga usah lah deket ini kok...Aku pulang dulu ya..." ujarnya.
"Iya hati hati Nii..."
"Dedi gw duluan..." ucap Niar. Dan Dedi menjawab dengan anggukan kepala.
Niar pun akhirnya pamit pulang. Memang wajah pucat dia itu tak bisa dibohongi. Sebenarnya gw udah merasa ada apa apa dengan dia sewaktu dia datang tadi. Ternyata benar dia sedang kurang sehat. Padahal gw ingin dia lebih lama lagi disini. Tapi gw ga mungkin memaksa dan gw mengerti dengan keadaannya saat itu.
Lalu gw dan Dedi pun akhirnya juga pulang. Rumah kita berdua memang satu arah, tetapi lebih jauh rumah gw. Dan siang ini gw naek angkot bareng dia.
"Ajegile lu Jar...udah pake 'aku-kamu' segala....hahaha" ujar Dedi.
"Ga tau Ded dia duluan." jawab gw.
"Eh itu cewe yang waktu itu lu tabrak kan?? Gimana ceritanya Jar...? Diem diem lu ya...hahaha" tanya dia.
"Iya Ded....gw mulai kenal dia pas di angkot. Ga sengaja juga satu angkot sama dia. Kenalan dah...Terus gw sering ketemuan ngobrol di si Aa. " ucap gw menjelaskan.
"Haha....Pantesan aja lu ngilang mulu tiap balik sekolah. Ga taunya....hahha" ujar Dedi.
"Ya gitulah Ded. Tapi gw lagi bingung Ded..." ucap gw.
"Bingung kenapa emangnya Jar?" tanya Dedi.
"Gw...Suka sama dia Ded. gw mesti gimana dong? Ujar gw.
"Yaudah Jar tembak aja kenapa pake bingung...Responnya dia bagus tuh ke Lu..Wah gila lu Jarr Jarr....hahha. Itu mah tinggal eksekusi!!" ujarnya.
"Tapi gw ga pernah nembak cewe Ded...gw mesti ngomong apaan?"
"Ya Lu bilang aja kalo suka sama dia." Usul Dedi.
"Yaaah...gw belum punya keberanian buat ngomong kaya gitu Ded." Ucap gw minder.
"Cepet cepet deh Jar....ntar keburu diambil orang tau rasa Luu...hahhha" oceh Dedi.
"Gimana ntar aja lah Ded. Gw belum siap..." ucap Gw.
"Yaa terserah lu si Jar. Tapi saran gw jangan lama lama. Inget Jar, lu cowo!!" saran Dedi.
Sepertinya sobat gw yang satu ini sangat mendukung hubungan gw sama Niar. Dia mendorong gw supaya cepat bertindak menyatakan perasaan kepada Niar. Tapi apa daya, gw belum siap sepenuhnya kalau harus menyatakan langsung. Gw belum punya nyali untuk menyatakan cinta. Biarkan saja semuanya mengalir. Toh nantinya juga akan indah pada waktunya.
Diubah oleh javiee 02-01-2014 21:56
efti108 memberi reputasi
1