TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#35
Spoiler for 1. Laknad Project:
I.Laknad Project
Lokasi: STM Panzer
Senin, 20 Januari 901 pada jam 13.00
“Fuh!” hela nafas Kosim, Kosim berjalan di pinggir empang STM Panzer. Kosim jalan di pinggir empang karena ia baru saja buang air besar selama 20 menit gara-gara pantatnya luka, ia memperhatikan beberapa anak STM Panzer berlari ke arahnya dan Kosim bingung kenapa mereka berlari ke arahnya. Pintu kelas di kelas-kelas STM Panzer terbuka dan puluhan murid keluar dari kelas lalu mereka berlari ke arah Kosim berada. Muka mereka menunjukan orang yang sedang kesal dan ada dari mereka yang membawa balok kayu.
Tidak hanya murid yang berlari ke arah Kosim berada tapi guru-guru juga, muka mereka menunjuk bahwa mereka kesal dan Kosim jadi bingung kenapa mereka semua berlari ke arah dia berada.
“Kenapa mereka lari ke arah gue berada ya?” tanya Kosim dalam hatinya.
Anak STM Panzer sampai di depan hadapan Kosim dan ia tiba-tiba mengayunkan tangan kanannya ke kepala Kosim, Kosim merunduk dan anak STM Panzer yang lain menyerang Kosim dengan mengayunkan balok kayu ke kepala Kosim tapi Kosim menghindari serangan tersebut.
“Woi, kenapa kalian nyerang gue tiba-tiba?” tanya Kosim kepada mereka namun mereka tidak menjawab dan mereka menyerang terus Kosim seperti orang kerasukan setan.
Kosim di serang 4 orang sekaligus dan Kosim terpaksa menggunakan kemampuan pencak silatnya untuk melawan 4 orang sekaligus.
Kosim di serang 3 orang yang menyerang dengan tangan kosong dan 1 orang memakai balok kayu, Kosim bertanya kepada mereka sambil bertarung, “Woi, kenapa kalian nyerang gue? Bisa kagak berhenti?”
Mereka tidak menjawab dan serangan mereka makin menjadi-jadi, mereka sepertinya ingin membunuh Kosim dan Kosim menyadarinya setelah serangan yang di lampiaskan para penyerangnya sangatlah besar daya serangannya.
“Kenapa ya mereka nyerang terus gue dan mereka pengen bunuh gue?” tanya Kosim dalam hatinya sambil menangkis semua serangan musuh, “Mereka kagak kayak zombie yang kayak mayat hidup, mereka masih normal dan mereka menyerang seperti dengan keinginan sendiri dan ini yang buat gue bingung kenapa semua warga STM Panzer kayaknya mau bunuh gue? Kayaknya tadi pagi mereka kagak kayak gini! Aneh!”
“Oke, gue harus lawan mereka semua dengan ilmu pencak silat demi mempertahankan kelangsungan hidup gue!” ujar Kosim dalam hatinya.
Akhirnya Kosim menendang kemaluan orang yang membawa balok dengan sekuat tenaga dan orang tersebut terjatuh lalu Kosim menggambil balok dan menyerang orang yang mengarahkan serangan ke arahnya.
Kosim langsung mengayunkan balok kayu dengan berputar sehingga 3 orang yang menyerangnya terkena balok kayu tersebut dan mereka terluka. Namun, mereka tidak peduli dengan luka mereka dan mereka tetap menyerang Kosim untuk membunuh Kosim sehingga Kosim harus terus melawan mereka semua meskipun mereka semua itu teman seangkatannya.
Makin banyak orang yang menyerang Kosim termasuk guru-guru dan teman-teman sekelas Kosim, Kosim di serang dari segala arah namun Kosim menangkis semua serangan dengan balok kayunya. Kosim di serangan gurunya dengan ikat pinggang dan Kosim terkena sabetan ikat pinggang di kepalanya, Kosim terluka sedikit di dahinya akibat sabetan tersebut namun Kosim tidak mengeluh dan ia langsung menyerang semua orang yang mengeroyoknya dengan segenap kemampuannya.
Beberapa anak STM Panzer pingsan dan beberapa tercebur di empang, beberapa terluka parah namun mereka sepertinya tidak mengindahkan luka mereka dan mereka tetap menyerang Kosim secara membabi buta. Orang yang tercebur merangkak naik ke daratan dan menyerang kembali Kosim secars membabi buta tanpa memakai senjata, Kosim mulai kerepotan dan nafasnya mulai sesak karena ia tidak sempat bernafas dengan lancar ketika ia bertarung.
Kosim terpaksa lari dari pinggir empang karena staminanya sudah terkuras habis melawan ratusan orang, badan dan jiwa Kosim sudah tidak kuat lagi melawan siswa-siswa dan guru-guru STM Panzer. Jiwa Kosim tidak kuat melawan mereka karena ia sudah menanggap mereka sebagai keluarga.
Kosim berlari ke arah gerbang STM Panzer dan ia di kejar ratusan warga STM Panzer yang di antaranya ada Kepsek STM Panzer yang berlari membawa pedang tajam. Kosim yang kepalanya berlumuran darah, badannya banyak luka memar yang mengeluarkan darah dan balok kayu yang ia pegang juga berlumuran darah.
“Ke..kenapa semua orang menyerangku?” tanya Kosim dalam hatinya, “Emang gue salah apa?”
“Kenapa semua orang mau membunuh aku? Emang gue salah apa?” tanya Kosim dalam hatinya, “Entahlah dan gue harus keluar dari sini karena gue sudah tak kuat melawan banyak orang, gue udah lawan sekitar 30 orang dan itu udah memakan 80% stamina gue!”
“Gue harus keluar dari sini dan semoga gue aman di luar!” ujar Kosim dalam hatinya.
Kosim berjalan ke arah gerbang dan ia terkejut dengan kemunculan satpam STM Panzer yang keluar dari posnya yang ada di dekat gerbang. Satpam yang berusia 91 tahun tersebut memegang senapan SS 1 dan ia mengarahkan senapan tersebut ke kepala Kosim, Kosim terkejut dan ia langsung berlari ke arah kakek-kakek tersebut lalu ia memukul kepala kakek-kakek tersebut dengan balok kayu.
Kakek-kakek tersebut terluka parah di kepalanya dan ia terjatuh, Kosim melihat kakek-kakek tersebut lalu ia memegang leher kakek tersebut dan terkejut karena kakek-kakek tersebut telah tewas. “Oh tidak, aku.. membunuh orang lagi!” ujar Kosim sambil ketakutan.
“Aku membunuh dia karena aku takut dia membunuhku!” ujar Kosim dalam hatinya, “Kalo gue nggak memukul dia maka dia bakal menembakku dengan senapan SS 1!”
Kosim melihat ke pagar dan terkejut setengah mati karena ia melihat banyak orang yang berusaha masuk ke dalam STM Panzer, ada yang membawa senjata tajam dan ada juga yang tak memegang senjata.
“Aduh, diluar sama!” ujar Kosim, “Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?!”
Kosim menoleh ke belakang dan melihat ratusan warga STM Panzer berlari ke arahnya, ia menoleh ke depan dan melihat ratusan orang di depan pagar pintu gerbang STM Panzer yang mendorong-dorong pintu gerbang untuk masuk ke dalam STM Panzer.
Kosim yang kebingungan akhirnya mengambil senapan SS 1 yang tergeletak di tanah, ia juga menggambil kunci gerbang dan kantong seragam satpam tua tersebut lalu Kosim berdiri dan berkata, “Gue harus keluar dari sini dan gue harus menghancurkan orang-orang yang mau membunuhku!”
Kosim langsung mengarahkan senapan SS1 ke arah musuh-musuh yang ada di depan gerbang lalu ia menembaki satu-persatu orang dengan akurat. “Beruntung gue pernah di latih make senapan waktu perang saudara Jabar jadinya kemampuan menembak gue cukup bagus!” ujar Kosim dalam hatinya sambil menembaki musuh-musuhnya.
“Tidak apa-apa menembaki mereka!” ujar Kosim dalam hatinya, “Kalo aku tidak menembaki mereka maka aku akan mati!”
Kosim menembaki orang-orang yang ada di depan gerbang STM Panzer sampai pelurunya habis dan ketika peluru sudah habis, ia membuang senapan tersebut dan ia segera membuka gerbang secepat mungkin karena semua warga STM Panzer sudah dekat dengannya. Gerbang terbuka dan Kosim melihat ratusan orang yang masih hidup menyerangnya, orang-orang yang menyerangnya bermacam-macam seperti : pedagang, pejalan kaki, supir angkot, pemulung, pedagang kaki lama, dan pegawai negeri Jabar.
Semua menyerang Kosim, mereka kebanyakan memakai senjata apa saja yang mereka temukan seperti kayu dan batu, ada juga yang membawa keris dan golok yang membuat Kosim tak mungkin menang melawan mereka.
Akhirnya, Kosim kabur dan berlari secepat mungkin meninggalkan STM Panzer.
“Aduh, gue mesti kabur kemana?” tanya Kosim dalam hatinya sambil berlari di trotoar, “Apakah seluruh dunia seperti ini? Kalo iya berarti gue mesti melawan semua orang di muka bumi buat bertahan hidup. Apakah ada orang seperti gue ya?”
"Kenapa mereka semua jadi begini? Kenapa mereka hanya menyerang aku seorang?" tanya Kosim dalam hatinya.
Bersambung..
Lokasi: STM Panzer
Senin, 20 Januari 901 pada jam 13.00
“Fuh!” hela nafas Kosim, Kosim berjalan di pinggir empang STM Panzer. Kosim jalan di pinggir empang karena ia baru saja buang air besar selama 20 menit gara-gara pantatnya luka, ia memperhatikan beberapa anak STM Panzer berlari ke arahnya dan Kosim bingung kenapa mereka berlari ke arahnya. Pintu kelas di kelas-kelas STM Panzer terbuka dan puluhan murid keluar dari kelas lalu mereka berlari ke arah Kosim berada. Muka mereka menunjukan orang yang sedang kesal dan ada dari mereka yang membawa balok kayu.
Tidak hanya murid yang berlari ke arah Kosim berada tapi guru-guru juga, muka mereka menunjuk bahwa mereka kesal dan Kosim jadi bingung kenapa mereka semua berlari ke arah dia berada.
“Kenapa mereka lari ke arah gue berada ya?” tanya Kosim dalam hatinya.
Anak STM Panzer sampai di depan hadapan Kosim dan ia tiba-tiba mengayunkan tangan kanannya ke kepala Kosim, Kosim merunduk dan anak STM Panzer yang lain menyerang Kosim dengan mengayunkan balok kayu ke kepala Kosim tapi Kosim menghindari serangan tersebut.
“Woi, kenapa kalian nyerang gue tiba-tiba?” tanya Kosim kepada mereka namun mereka tidak menjawab dan mereka menyerang terus Kosim seperti orang kerasukan setan.
Kosim di serang 4 orang sekaligus dan Kosim terpaksa menggunakan kemampuan pencak silatnya untuk melawan 4 orang sekaligus.
Kosim di serang 3 orang yang menyerang dengan tangan kosong dan 1 orang memakai balok kayu, Kosim bertanya kepada mereka sambil bertarung, “Woi, kenapa kalian nyerang gue? Bisa kagak berhenti?”
Mereka tidak menjawab dan serangan mereka makin menjadi-jadi, mereka sepertinya ingin membunuh Kosim dan Kosim menyadarinya setelah serangan yang di lampiaskan para penyerangnya sangatlah besar daya serangannya.
“Kenapa ya mereka nyerang terus gue dan mereka pengen bunuh gue?” tanya Kosim dalam hatinya sambil menangkis semua serangan musuh, “Mereka kagak kayak zombie yang kayak mayat hidup, mereka masih normal dan mereka menyerang seperti dengan keinginan sendiri dan ini yang buat gue bingung kenapa semua warga STM Panzer kayaknya mau bunuh gue? Kayaknya tadi pagi mereka kagak kayak gini! Aneh!”
“Oke, gue harus lawan mereka semua dengan ilmu pencak silat demi mempertahankan kelangsungan hidup gue!” ujar Kosim dalam hatinya.
Akhirnya Kosim menendang kemaluan orang yang membawa balok dengan sekuat tenaga dan orang tersebut terjatuh lalu Kosim menggambil balok dan menyerang orang yang mengarahkan serangan ke arahnya.
Kosim langsung mengayunkan balok kayu dengan berputar sehingga 3 orang yang menyerangnya terkena balok kayu tersebut dan mereka terluka. Namun, mereka tidak peduli dengan luka mereka dan mereka tetap menyerang Kosim untuk membunuh Kosim sehingga Kosim harus terus melawan mereka semua meskipun mereka semua itu teman seangkatannya.
Makin banyak orang yang menyerang Kosim termasuk guru-guru dan teman-teman sekelas Kosim, Kosim di serang dari segala arah namun Kosim menangkis semua serangan dengan balok kayunya. Kosim di serangan gurunya dengan ikat pinggang dan Kosim terkena sabetan ikat pinggang di kepalanya, Kosim terluka sedikit di dahinya akibat sabetan tersebut namun Kosim tidak mengeluh dan ia langsung menyerang semua orang yang mengeroyoknya dengan segenap kemampuannya.
Beberapa anak STM Panzer pingsan dan beberapa tercebur di empang, beberapa terluka parah namun mereka sepertinya tidak mengindahkan luka mereka dan mereka tetap menyerang Kosim secara membabi buta. Orang yang tercebur merangkak naik ke daratan dan menyerang kembali Kosim secars membabi buta tanpa memakai senjata, Kosim mulai kerepotan dan nafasnya mulai sesak karena ia tidak sempat bernafas dengan lancar ketika ia bertarung.
Kosim terpaksa lari dari pinggir empang karena staminanya sudah terkuras habis melawan ratusan orang, badan dan jiwa Kosim sudah tidak kuat lagi melawan siswa-siswa dan guru-guru STM Panzer. Jiwa Kosim tidak kuat melawan mereka karena ia sudah menanggap mereka sebagai keluarga.
Kosim berlari ke arah gerbang STM Panzer dan ia di kejar ratusan warga STM Panzer yang di antaranya ada Kepsek STM Panzer yang berlari membawa pedang tajam. Kosim yang kepalanya berlumuran darah, badannya banyak luka memar yang mengeluarkan darah dan balok kayu yang ia pegang juga berlumuran darah.
“Ke..kenapa semua orang menyerangku?” tanya Kosim dalam hatinya, “Emang gue salah apa?”
“Kenapa semua orang mau membunuh aku? Emang gue salah apa?” tanya Kosim dalam hatinya, “Entahlah dan gue harus keluar dari sini karena gue sudah tak kuat melawan banyak orang, gue udah lawan sekitar 30 orang dan itu udah memakan 80% stamina gue!”
“Gue harus keluar dari sini dan semoga gue aman di luar!” ujar Kosim dalam hatinya.
Kosim berjalan ke arah gerbang dan ia terkejut dengan kemunculan satpam STM Panzer yang keluar dari posnya yang ada di dekat gerbang. Satpam yang berusia 91 tahun tersebut memegang senapan SS 1 dan ia mengarahkan senapan tersebut ke kepala Kosim, Kosim terkejut dan ia langsung berlari ke arah kakek-kakek tersebut lalu ia memukul kepala kakek-kakek tersebut dengan balok kayu.
Kakek-kakek tersebut terluka parah di kepalanya dan ia terjatuh, Kosim melihat kakek-kakek tersebut lalu ia memegang leher kakek tersebut dan terkejut karena kakek-kakek tersebut telah tewas. “Oh tidak, aku.. membunuh orang lagi!” ujar Kosim sambil ketakutan.
“Aku membunuh dia karena aku takut dia membunuhku!” ujar Kosim dalam hatinya, “Kalo gue nggak memukul dia maka dia bakal menembakku dengan senapan SS 1!”
Kosim melihat ke pagar dan terkejut setengah mati karena ia melihat banyak orang yang berusaha masuk ke dalam STM Panzer, ada yang membawa senjata tajam dan ada juga yang tak memegang senjata.
“Aduh, diluar sama!” ujar Kosim, “Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?!”
Kosim menoleh ke belakang dan melihat ratusan warga STM Panzer berlari ke arahnya, ia menoleh ke depan dan melihat ratusan orang di depan pagar pintu gerbang STM Panzer yang mendorong-dorong pintu gerbang untuk masuk ke dalam STM Panzer.
Kosim yang kebingungan akhirnya mengambil senapan SS 1 yang tergeletak di tanah, ia juga menggambil kunci gerbang dan kantong seragam satpam tua tersebut lalu Kosim berdiri dan berkata, “Gue harus keluar dari sini dan gue harus menghancurkan orang-orang yang mau membunuhku!”
Kosim langsung mengarahkan senapan SS1 ke arah musuh-musuh yang ada di depan gerbang lalu ia menembaki satu-persatu orang dengan akurat. “Beruntung gue pernah di latih make senapan waktu perang saudara Jabar jadinya kemampuan menembak gue cukup bagus!” ujar Kosim dalam hatinya sambil menembaki musuh-musuhnya.
“Tidak apa-apa menembaki mereka!” ujar Kosim dalam hatinya, “Kalo aku tidak menembaki mereka maka aku akan mati!”
Kosim menembaki orang-orang yang ada di depan gerbang STM Panzer sampai pelurunya habis dan ketika peluru sudah habis, ia membuang senapan tersebut dan ia segera membuka gerbang secepat mungkin karena semua warga STM Panzer sudah dekat dengannya. Gerbang terbuka dan Kosim melihat ratusan orang yang masih hidup menyerangnya, orang-orang yang menyerangnya bermacam-macam seperti : pedagang, pejalan kaki, supir angkot, pemulung, pedagang kaki lama, dan pegawai negeri Jabar.
Semua menyerang Kosim, mereka kebanyakan memakai senjata apa saja yang mereka temukan seperti kayu dan batu, ada juga yang membawa keris dan golok yang membuat Kosim tak mungkin menang melawan mereka.
Akhirnya, Kosim kabur dan berlari secepat mungkin meninggalkan STM Panzer.
“Aduh, gue mesti kabur kemana?” tanya Kosim dalam hatinya sambil berlari di trotoar, “Apakah seluruh dunia seperti ini? Kalo iya berarti gue mesti melawan semua orang di muka bumi buat bertahan hidup. Apakah ada orang seperti gue ya?”
"Kenapa mereka semua jadi begini? Kenapa mereka hanya menyerang aku seorang?" tanya Kosim dalam hatinya.
Bersambung..
Diubah oleh mabdulkarim 02-01-2014 21:11
0
Kutip
Balas