TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#31
Spoiler for STM Panzer x Naninu :Bertahan hidup :
STM Panzer x Naninu: bertahan hidup (Prolog)
Di perempatan jalan raya, puluhan mobil dan angkot berhenti, puluhan penumpang angkot turun dan berlari ke arah dua orang laki yang sedang bertarung sengit melawan orang-orang yang menyerang mereka. Semua yang ada di jalan mulai dari preman, pegawai perempuan, Bhayangkara, pedagang, supir angkot sampai nenek-nenek menyerang mereka dan mereka menyerang untuk membunuh dua orang tersebut.
Semua orang menyerang mereka seperti orang-orang kerasukan dan mereka menyerang mulai dari tanpa senjata sampai bersenjata, mereka di kendalikan dengan gelombang elektromagnetik yang merangsang otak mereka untuk membunuh kedua pria tersebut.
Semua orang di kota Jabar terpengaruh gelembong tersebut yang membuat Kedua pria tersebut menjadi incaran jutaan orang dan tidak hanya di kota Jabar tapi di seluruh dunia yang membuat kedua pria tersebut tak bisa hidup tanpa bertarung melawan mereka.
Jika kedua pria tersebut tidak ada dalam radius 300 m maka kehidupan masyarakat akan menjadi seperti biasa namun jika kedua pria tersebut muncul dalam radius 300 meter maka masyarakat akan hilang akalnya dan langsung berlari ke arah dua pria tersebut untuk membunuh mereka berdua.
Masyarakat tak akan ingat keinginan untuk membunuh kedua pria jika kedua pria tersebut tidak ada di radius 300 meter serta keadaan masyarakat akan seperti biasa jika tidak ada kedua pria tersebut di radius 300 meter.
Kejadian tersebut sudah berlangsung selama 2 hari dan kedua orang laki tersebut harus menghancurkan sinyal namun mereka berdua tidak tahu dimana sinyal itu berasal. Kedua pria tersebut yang pertama bernama Abdul Kosim, murid STM Panzer yang berusia 16 tahun dan dengan kemampuan silatnya, ia menjadi petarung yang tangguh.
Dan orang yang kedua adalah Abdul Karim, murid MAN di Jabar yang berusia 16 tahun yang punya kemampuan ngamuk yang bagus dan ia tidak terlalu kuat seperti Kosim tapi ia punya jiwa bertarung yang tinggi. Mereka telah bertahan selama 2 hari dan mereka bertemu 2 hari yang lalu, mereka bertemu dan berteman karena mereka punya kesamaan yaitu menjadi sasaran semua orang untuk di bunuh.
Mereka berdua biasanya lari dari kejaran masyarakat yang mengejar mereka dan mereka terpaksa bertarung mati-matian karena masyarakat membunuh mereka dengan segala cara, Karim pernah di serang semua teman sekolahnya dan gurunya di sekolahnya yang membuat Karim harus kabur dari sekolah karena mereka menyerang Karim untuk membunuhnya.
Kejadian ini sama dengan Kosim, Kosim juga seperti itu dan Kosim kabur dari sekolahnya setelah bertempur melawan semua anak STM Panzer yang ingin membunuhnya.
Mereka berdua bertemu di jalan raya ketika mereka di kejar masyarakat untuk di bunuh dan saat itu mereka tidak tahu kenapa mereka di kejar-kejar, mereka terpaksa lari dan akhirnya bertarung sampai membunuh orang karena terpaksa.
Sekarang, mereka sedang bertempur melawan ratusan orang yang berbeda-beda senjatanya dan kekuatannya. Untuk bertahan hidup, mereka hanya bisa 2 cara yaitu lari dan bertarung sampai lawan mati karena lawan tak akan menghentikan serangan sampai target mereka mati, mereka sudah tahu soal gelombang elektromagnetik ini dan mencari tahu dari mana asal gelombang tersebut untuk menghentikan fenomena ini.
Mereka tak boleh lengah karena semua orang mulai dari balita sampai nenek akan menyerang mereka untuk membunuh mereka.
Di perempatan jalan raya, puluhan mobil dan angkot berhenti, puluhan penumpang angkot turun dan berlari ke arah dua orang laki yang sedang bertarung sengit melawan orang-orang yang menyerang mereka. Semua yang ada di jalan mulai dari preman, pegawai perempuan, Bhayangkara, pedagang, supir angkot sampai nenek-nenek menyerang mereka dan mereka menyerang untuk membunuh dua orang tersebut.
Semua orang menyerang mereka seperti orang-orang kerasukan dan mereka menyerang mulai dari tanpa senjata sampai bersenjata, mereka di kendalikan dengan gelombang elektromagnetik yang merangsang otak mereka untuk membunuh kedua pria tersebut.
Semua orang di kota Jabar terpengaruh gelembong tersebut yang membuat Kedua pria tersebut menjadi incaran jutaan orang dan tidak hanya di kota Jabar tapi di seluruh dunia yang membuat kedua pria tersebut tak bisa hidup tanpa bertarung melawan mereka.
Jika kedua pria tersebut tidak ada dalam radius 300 m maka kehidupan masyarakat akan menjadi seperti biasa namun jika kedua pria tersebut muncul dalam radius 300 meter maka masyarakat akan hilang akalnya dan langsung berlari ke arah dua pria tersebut untuk membunuh mereka berdua.
Masyarakat tak akan ingat keinginan untuk membunuh kedua pria jika kedua pria tersebut tidak ada di radius 300 meter serta keadaan masyarakat akan seperti biasa jika tidak ada kedua pria tersebut di radius 300 meter.
Kejadian tersebut sudah berlangsung selama 2 hari dan kedua orang laki tersebut harus menghancurkan sinyal namun mereka berdua tidak tahu dimana sinyal itu berasal. Kedua pria tersebut yang pertama bernama Abdul Kosim, murid STM Panzer yang berusia 16 tahun dan dengan kemampuan silatnya, ia menjadi petarung yang tangguh.
Dan orang yang kedua adalah Abdul Karim, murid MAN di Jabar yang berusia 16 tahun yang punya kemampuan ngamuk yang bagus dan ia tidak terlalu kuat seperti Kosim tapi ia punya jiwa bertarung yang tinggi. Mereka telah bertahan selama 2 hari dan mereka bertemu 2 hari yang lalu, mereka bertemu dan berteman karena mereka punya kesamaan yaitu menjadi sasaran semua orang untuk di bunuh.
Mereka berdua biasanya lari dari kejaran masyarakat yang mengejar mereka dan mereka terpaksa bertarung mati-matian karena masyarakat membunuh mereka dengan segala cara, Karim pernah di serang semua teman sekolahnya dan gurunya di sekolahnya yang membuat Karim harus kabur dari sekolah karena mereka menyerang Karim untuk membunuhnya.
Kejadian ini sama dengan Kosim, Kosim juga seperti itu dan Kosim kabur dari sekolahnya setelah bertempur melawan semua anak STM Panzer yang ingin membunuhnya.
Mereka berdua bertemu di jalan raya ketika mereka di kejar masyarakat untuk di bunuh dan saat itu mereka tidak tahu kenapa mereka di kejar-kejar, mereka terpaksa lari dan akhirnya bertarung sampai membunuh orang karena terpaksa.
Sekarang, mereka sedang bertempur melawan ratusan orang yang berbeda-beda senjatanya dan kekuatannya. Untuk bertahan hidup, mereka hanya bisa 2 cara yaitu lari dan bertarung sampai lawan mati karena lawan tak akan menghentikan serangan sampai target mereka mati, mereka sudah tahu soal gelombang elektromagnetik ini dan mencari tahu dari mana asal gelombang tersebut untuk menghentikan fenomena ini.
Mereka tak boleh lengah karena semua orang mulai dari balita sampai nenek akan menyerang mereka untuk membunuh mereka.
0
Kutip
Balas