- Beranda
- Sejarah & Xenology
[REBORN] Cryptozoology - All About Mysterious Creatures
...
TS
Shuma-Gorath
[REBORN] Cryptozoology - All About Mysterious Creatures
Frequently Asked Question
( F. A. Q. )
( F. A. Q. )
Quote:
Q : Apaan tuh cryptozoology?
A : Cryptozoology adalah cabang ilmu xenology yg mempelajari soal cryptid.
Q : Cryptid? Semacam kripik ya?
A :
Cryptid itu sebutan untuk makhluk hidup yg dianggap misterius karena eksistensinya masih simpang siur.Q : Kasih contoh donk...
A : Loch Ness, Yeti, Bigfoot, dll adalah beberapa contoh cryptid yg terkenal.
Q : Kalau genderuwo? Babi ngepet?
A : Nggak termasuk.
Q : Lho, kan mereka termasuk makhluk misterius juga?
A : Well, suatu makhluk bisa dikategorikan sebagai cryptid jika ada pendekatan dari sudut pandang ilmiah untuk menjelaskan makhluknya. Kalau penjelasannya hanya berbasis pada sudut pandang mistis & supranatural semata, maka makhluk tersebut kurang cocok dikategorikan sebagai cryptid.
Q : Hoo, gitu. Lalu apa sembarang hewan misterius bisa dikategoriin sebagai cryptid?
A : Jika suatu hewan udah memiliki klasifikasi ilmiahnya sendiri & jasad / fosilnya sudah teridentifikasi, maka hewan tersebut nggak lagi dianggap sebagai cryptid. Karena eksistensinya udah terbukti secara ilmiah.
Q : Saya boleh ikut nyumbang artikel gak?
A : Boleh. Tapi kalau artikelnya ngambil dari sumber lain, cantumin juga sumber referensinya

Q : TS keren deh

A : Jelaaas

Q : TS maho______

A :

Alright. FAQ-nya ditutup sampe di sini aja biar nggak makin ngaco
(padahal yg bikin ngaco juga siapa...
)Diubah oleh Shuma-Gorath 06-12-2013 02:55
p3rd1 dan yoseful memberi reputasi
0
319K
Kutip
1.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Shuma-Gorath
#95
Quote:
Thylacine
![kaskus-image]()
Foto Thylacine hidup terakhir di kebun binatang Tasmania
1936. Kebun binatang Beaummaris, Hobart, Tasmania. Serigala ? Bukan, di tubuhnya terdapat loreng-loreng indah. Ekornya berjuntai bagai seekor macan. Makhluk itu mengejang, sekarat. Bersama dengan napas terakhirnya, berakhir pula keberadaan makhluk yang amat unik dan tak ada duanya di dunia. Thylacine, sang harimau tasmania. Atau, benarkah demikian ?
Thylacine (Thylacinus cinocephalus)adalah makhluk yang amat unik. Tubuhnya serupa ajak atau serigala. Ekor berjuntai panjang menyerupai macan. Dan juga fakta bahwa predator ini adalah makhluk berkantung, seperti kangguru. Kantung ini terdapat baik pada hewan jantan maupun betinanya. Thylacine dapat tumbuh hingga sepanjang 1,2 m. Keindahan thylacine juga karena warna bulunya yang cukup bervariasi, mulai abu-abu biru cerah hingga warna coklat gelap.
Thylacine telah ada selama beberapa milenium. Bahkan manusia gua di Australia telah melukiskan keindahannya di dinding gua yang mereka huni, 2000 tahun sebelum masehi. Istimewa karena berbeda dengan berbagai hewan lain dalam lukisan purba di gua, thylacine tidak digambarkan tengah diburu manusia, melainkan tengah merawat anaknya. Agaknya ini bukti bahwa makhluk ini senantiasa mempesona perhatian umat manusia sepanjang masa. Sayang, sebagaimana dikisahkan di awal artikel ini, thylacine terakhir telah musnah pada tahun 1936, atau benarkah demikian ?
Kisah punahnya Thylacine
Semula Thylacine ditemukan di Tasmania maupun Australia. Namun karena sebab yang misterius Thylacine telah punah di Australia bahkan sebelum orang kulit putih menghuninya. Akhirnya hewan ini pada abad 19-20 identik dengan Tasmania. Sayang di Tasmania pun Thylacine kurang beruntung nasibnya. Karena sebab yang juga misterius. Berbagai ahli mengajukan teori tentang kepunahan Thylacine mulai dari perburuan oleh manusia, persaingan dengan hewan introduksi seperti anjing dan persaingan dengan dingo, berkurangnya lahan dan hewan buruan, wabah penyakit (meskipun tak pernah ada yg menjelaskan wabah apa) dan sebagainya.
Nyaris tak lagi bertahan, sejak 1920-an Thylacine hanya ditemukan di berbagai kebun binatang kebun binatang. Sayang, saat itu tak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengembang biakkan Thylacine tangkapan, mereka hanya sekedar numpang hidup saja. Hingga kepunahannya tak dapat dielakkan lagi pada hari kelam di tahun 1936 tersebut.
Video Thylacine terakhir
Thylacine Returns (?)
Saat Thylacine diyakini telah punah, muncul sejumlah kesaksian akan hewan ini. berikut rangkaian kesaksian tersebut....
1947 : bushmen G Thorpe dan A. Woolley menyaksikan binatang yang diyakini telah punah ini. makhluk berwarna kelabu dengan lorengnya yang khas itu melintas hanya 20 yards (sekitar 18m) di depan mereka.
1958 : sejumlah jejak misterius ditemukan di Port Davey dan Muidena
1964 : Rilla Martin di Victoria mengambil foto makhluk yang sangat mirip Thylacine. Kejadian ini sangat kontroversial karena evidens ini justru diperoleh di Australia, di mana Thylacine diyakini telah punah selama berabad-abad
1967-1968 : di Australia Selatan, banyak penduduk melaporkan penampakan Thylacine.
1982, 9 Maret : ahli ilmu alam Hans Naarding melihat seekor Thylacine dan mengamatinya selama lebih dari 3 menit. Kesaksian ini cukup kuat mengingat latar belakang Hans Naarding dan lamanya pengamatan membuat ia mampu melakukan identifikasi secara baik.
1986 : Turk Porteous melaporkan bahwa ia melihat seekor Thylacine kelabu-biru dengan 16 loreng di tubuhnya.
The Photographs
In February 2005, Klaus Emmerichs and Birgit Jansen allegedly captured a Thylacine, or Tasmanian tiger in two digital photographs. The couple was touring Tasmania from Germany via a stop in Melbourne where Mr Emmerichs' brother lives.
Foto paling kontroversial Thylacine diperoleh pada Februari 2005, Klaus Emmerich dan Brigitte Jansen mengambil 2 foto 'makhluk mirip thylacine'. Pasangan ini mengaku tak tahu-menahu mengenai Thylacine. Mereka mengambil foto 'anjing aneh' tersebut di Australia.
Beberapa ahli biologi meyakini bahwa foto ini 'memang seekor Thylacine', namun beberapa pakar lain meragukan karena pola loreng dan warna yang berbeda dengan dokumentasi Thylacine yang ada.
Memasuki era milenium sejumlah pakar berusaha meniru film Jurassic Park, yaitu berupaya memulihkan Thylacine dengan rekayasa genetika dari sisa-sisa jasad yang masih ada, namun upaya ini membentur batu karena gen-gen tersebut telah rusak. Sejumlah DNA telah berhasil dipulihkan namun banyak rangkaian yang musnah sama sekali.
Akankah kita melihat Thylacine lagi menjelajahi planet ini ? Apapun jawabnya, pelajaran yang diperoleh tak boleh dilupakan. Sementara manusia berupaya memperoleh lagi Thylacine yang hidup, banyak makhluk indah lain yang tengah di ambang kepunahan dan terabaikan. Mankind never learn...

Foto Thylacine hidup terakhir di kebun binatang Tasmania
1936. Kebun binatang Beaummaris, Hobart, Tasmania. Serigala ? Bukan, di tubuhnya terdapat loreng-loreng indah. Ekornya berjuntai bagai seekor macan. Makhluk itu mengejang, sekarat. Bersama dengan napas terakhirnya, berakhir pula keberadaan makhluk yang amat unik dan tak ada duanya di dunia. Thylacine, sang harimau tasmania. Atau, benarkah demikian ?
Thylacine (Thylacinus cinocephalus)adalah makhluk yang amat unik. Tubuhnya serupa ajak atau serigala. Ekor berjuntai panjang menyerupai macan. Dan juga fakta bahwa predator ini adalah makhluk berkantung, seperti kangguru. Kantung ini terdapat baik pada hewan jantan maupun betinanya. Thylacine dapat tumbuh hingga sepanjang 1,2 m. Keindahan thylacine juga karena warna bulunya yang cukup bervariasi, mulai abu-abu biru cerah hingga warna coklat gelap.
Thylacine telah ada selama beberapa milenium. Bahkan manusia gua di Australia telah melukiskan keindahannya di dinding gua yang mereka huni, 2000 tahun sebelum masehi. Istimewa karena berbeda dengan berbagai hewan lain dalam lukisan purba di gua, thylacine tidak digambarkan tengah diburu manusia, melainkan tengah merawat anaknya. Agaknya ini bukti bahwa makhluk ini senantiasa mempesona perhatian umat manusia sepanjang masa. Sayang, sebagaimana dikisahkan di awal artikel ini, thylacine terakhir telah musnah pada tahun 1936, atau benarkah demikian ?
Kisah punahnya Thylacine
Semula Thylacine ditemukan di Tasmania maupun Australia. Namun karena sebab yang misterius Thylacine telah punah di Australia bahkan sebelum orang kulit putih menghuninya. Akhirnya hewan ini pada abad 19-20 identik dengan Tasmania. Sayang di Tasmania pun Thylacine kurang beruntung nasibnya. Karena sebab yang juga misterius. Berbagai ahli mengajukan teori tentang kepunahan Thylacine mulai dari perburuan oleh manusia, persaingan dengan hewan introduksi seperti anjing dan persaingan dengan dingo, berkurangnya lahan dan hewan buruan, wabah penyakit (meskipun tak pernah ada yg menjelaskan wabah apa) dan sebagainya.
Nyaris tak lagi bertahan, sejak 1920-an Thylacine hanya ditemukan di berbagai kebun binatang kebun binatang. Sayang, saat itu tak ada upaya sungguh-sungguh untuk mengembang biakkan Thylacine tangkapan, mereka hanya sekedar numpang hidup saja. Hingga kepunahannya tak dapat dielakkan lagi pada hari kelam di tahun 1936 tersebut.
Video Thylacine terakhir

Thylacine Returns (?)
Saat Thylacine diyakini telah punah, muncul sejumlah kesaksian akan hewan ini. berikut rangkaian kesaksian tersebut....
1947 : bushmen G Thorpe dan A. Woolley menyaksikan binatang yang diyakini telah punah ini. makhluk berwarna kelabu dengan lorengnya yang khas itu melintas hanya 20 yards (sekitar 18m) di depan mereka.
1958 : sejumlah jejak misterius ditemukan di Port Davey dan Muidena
1964 : Rilla Martin di Victoria mengambil foto makhluk yang sangat mirip Thylacine. Kejadian ini sangat kontroversial karena evidens ini justru diperoleh di Australia, di mana Thylacine diyakini telah punah selama berabad-abad
1967-1968 : di Australia Selatan, banyak penduduk melaporkan penampakan Thylacine.
1982, 9 Maret : ahli ilmu alam Hans Naarding melihat seekor Thylacine dan mengamatinya selama lebih dari 3 menit. Kesaksian ini cukup kuat mengingat latar belakang Hans Naarding dan lamanya pengamatan membuat ia mampu melakukan identifikasi secara baik.
1986 : Turk Porteous melaporkan bahwa ia melihat seekor Thylacine kelabu-biru dengan 16 loreng di tubuhnya.
The Photographs
In February 2005, Klaus Emmerichs and Birgit Jansen allegedly captured a Thylacine, or Tasmanian tiger in two digital photographs. The couple was touring Tasmania from Germany via a stop in Melbourne where Mr Emmerichs' brother lives.
Foto paling kontroversial Thylacine diperoleh pada Februari 2005, Klaus Emmerich dan Brigitte Jansen mengambil 2 foto 'makhluk mirip thylacine'. Pasangan ini mengaku tak tahu-menahu mengenai Thylacine. Mereka mengambil foto 'anjing aneh' tersebut di Australia.
Spoiler for foto:
Beberapa ahli biologi meyakini bahwa foto ini 'memang seekor Thylacine', namun beberapa pakar lain meragukan karena pola loreng dan warna yang berbeda dengan dokumentasi Thylacine yang ada.
Memasuki era milenium sejumlah pakar berusaha meniru film Jurassic Park, yaitu berupaya memulihkan Thylacine dengan rekayasa genetika dari sisa-sisa jasad yang masih ada, namun upaya ini membentur batu karena gen-gen tersebut telah rusak. Sejumlah DNA telah berhasil dipulihkan namun banyak rangkaian yang musnah sama sekali.
Akankah kita melihat Thylacine lagi menjelajahi planet ini ? Apapun jawabnya, pelajaran yang diperoleh tak boleh dilupakan. Sementara manusia berupaya memperoleh lagi Thylacine yang hidup, banyak makhluk indah lain yang tengah di ambang kepunahan dan terabaikan. Mankind never learn...
Original Post
Diubah oleh Shuma-Gorath 31-12-2013 22:12
0
Kutip
Balas

