Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#78
PART 12
Tak terasa waktu sudah hampir sore, langit kota ini yang tadinya cerah mendadak menjadi mendung. Memang beberapa minggu terakhir cuaca di Kota ini sering berubah ubah. Yang tadinya panas, tiba tiba mendung dan turun hujan. Kalau menurut pihak BMKG, fenomena alam ini disebut pancaroba. Di karenakan perubahan musim dari musim kemarau menuju musim hujan. Sehingga dampak yang terjadi itu berupa panas terik di siang hari, dan hujan deras disertai petir pada sore dan malam hari. Tapi kalo kata Bapak gw, musim seperti ini disebut musim penyakit.

"Nii udah mulai sore nih. Udah gitu mendung..."

"Hmm iya...." jawabnya singkat.

"Abis ini kita pulang ya..." ajak gw.

"Nanti aja pulangnya...aku males di rumah." jawabnya.

"Keburu hujan Nii...ntar malah kita ga bisa pulang." tutur gw.

"Yaudah yuk........"

Akhirnya gw memutuskan untuk pulang dan Niar pun setuju. Baru juga beberapa ratus meter menempuh perjalanan, tiba tiba hujan turun maen keroyokan. Di sebuah ruko yang tak berpenghuni, gw menepikan motor untuk berteduh dari derasnya hujan. Untungnya tempat ini mempunyai atap yang lumayan besar, sehingga motor gw aman dari hujan.

"Yah...deres banget Jar" Dia membuka percakapan.

"Iya..." jawab gw.
"Turun atuh Nii...." lanjut gw menyuruhnya turun dari motor.

"Nggak ah aku duduk sini aja. Tapi di standar tengah ya" ucapnya.

"Gimana caranya Nii? turun dulu Laah..."

"Ga mau...tinggal di standarin doang sih riweuh kamu Jar..."

"Berat atuh Nii...yaudah standar miring aja ya..."

"Iya dah aku turun..." ujarnya.

Ya begitulah dia, butuh sedikit kesabaran buat menghadapi sifatnya yang manja dan super aneh. Gimana caranya motor ini standar tengah kalau dianya masih duduk di atas motor? aneh bukan? Setelah itu gw bersandar pada rolling door ruko dan lagi lagi membakar sebatang rokok. Entah sudah berapa batang rokok yang gw habiskan saat itu, hanya sekedar menghangatkan tubuh yang terasa dingin karena basah.

"Nii disini aja. anginnya kenceng" ajak gw.

"Nggak ah aku duduk disini aja."

"Yaudah lah terserah...ntar masuk angin jangan salahin gw..." ujar gw.

"......." dia hanya senyum.

Niar masih duduk Menyamping di atas motor sambil memainkan HP nya. Kemudian gw melihat dia menggenggam gantungan yang bertuliskan "emoticon-heart JUNI" itu. Mata gw ga terlepas memandangnya. Sesekali dia melirik ke arah gw yang sedang asyik mengeluarkan beberapa kepulan racun nan nikmat ini. Dia terus menggenggam gantungan itu. Seperti ada perasaan sedih di raut wajahnya. Kenapa dia? ada apa? Hati gw bertanyaa tanya. Gw berdiri, mematikan rokok dan menghampirinya.

"Neng geulis geser dikit dong..."

Dia pun menggeser tubuhnya sedikit ke samping untuk mempersilahkan gw duduk di sebelahnya.

"Kenapa Nii kok diem aja cembetut gitu?"

"Ga apa apa Jar..."

"Kalo ada apa apa bilang aja Nii..jangan ditekuk gitu mukanya. Cantiknya ilang Loh...." Canda gw.

"Haha bisa aja kamu...." ucapnya singkat.

"Apa sih yang nggak bisa buat neng geulis yang satu ini? hehe" ucap gw.

"Aku ga apa apa Fajar jeleekk..."

Kemudian dia hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya. Gw jadi semakin penasaran dia itu kenapa? Dia yang seharian tadi selalu ceria dengan segala kekonyolannya sekarang menjadi diam dan murung.

"Nii, kalo ada beban jangan disimpen sendiri. Gw siap kok nampung beban Lu..walaupun cuma sekilo atau dua kilo." Ucap gw bercanda.

"Haha....Semuanya lah..jangan cuma sekilo. Pelit banget kamu!!" jawab dia.

"Daripada nggak sama sekali hayoh....." canda gw.

Niar tidak menjawab. Dia kembali diam dengan pandangan yang kosong. Gw sedikit bingung dengan keadaan dia waktu itu. Seperti bukan dirinya...Dia seperti bukan Niar yang selalu ceria dan konyol. Ditengah kebisuannya, akhirnya gw mendengar mulut itu akhirnya mengucapkan sepatah dua patah kata. Suaranya terdengar lirih diselingi suara hujan gemericik.

"Aku kangen seseorang Jar..." Ucapnya sambil menggenggam gantungan itu dan menatapnya.

"Kangen siapa Nii?" tanya gw.

"Mama aku Jar...." jawabnya.

"Ya ampun Nii... ntar juga pulang ketemu kok. Ada ada aja"

"Dia bukan Mama aku jar...Dia Mama tiri aku.." Ucapnya yang membuat gw kaget!.

"Oh...Terus mama kandung lu ada dimana? Samperin aja Nii kalo kangen mah, nanti gw temenin"

Dia diam tidak menjawab apa apa. Gw lihat mata itu mulai berkaca kaca. Dan akhirnya air mata itu tak tertahankan, keluar dengan sukses membasahi kelopak matanya yang indah. Gw biarkan dia dalam keadaan seperti ini. Walaupun gw takut kalau saja ada orang yang melihat keberadaan kita. Nanti mereka malah berfikir macam macam dan menaruh curiga kepada kami berdua. Takutnya disangka gw ngehamilin dia lagi.....Kan sama sekali ga lucu!
Saat itu gw punya satu kesimpulan kalau dia mempunyai keluarga yang broken. Biar lebih jelas singkat saja 'broken home'... Tetapi perkiraan gw ternyata 100% meleset!!

"Aku ga pernah liat Mama aku Jar.." ucapnya.

"Maksudnya?" tanya gw.

"Dia......udah meninggal"

Ucapannya dibarengi dengan suara petir menggelegar keras sekali. Gw kaget….Tetapi bukan kaget karena suara petir, melainkan karena ucapannya. Dia kembali menundukkan kepalanya,gw melihat sepertinya dia menahan sesuatu. Menahan air matanya untuk tidak keluar...
Gw bingung...gw ga tau harus berbuat dan bicara apa. Karena baru kali ini gw melihat seorang gadis menangis di hadapan gw.
Ya Tuhaan...apa yang harus aku lakukan??
Gw akhirnya memberanikan diri untuk bicara.

"Maaf Nii. gw ga tau...maaf yaa..."
"Yang sabar ya Nii..." lanjut gw

"Aku nyesel Jar ga sempat liat dia." tuturnya.

"Maksudnya Nii?" tanya gw.

"Iya, aku belum pernah lihat dia sama sekali...mengenalnya pun aku nggak...Dia.....meninggal, 2 hari setelah melahirkan aku Jar....."

Sekali lagi gw dikejutkan dengan ucapannya. Apa apaan ini?
Benarkah ini terjadi? gw masih belum bisa mempercayainya. Tapi, ketika dia menjelaskan secara detail tentang kejadian yang menimpa ibunya itu, akhirnya gw percaya.
Seorang Ibu yang melahirkan Taruhannya nyawa!! Ini bukan isapan jempol yang hanya terjadi di kisah sinetron dan Telenovela....tetapi, ini nyata. Ini benar terjadi!! Dan ini terjadi pada diri Niar....gw ga bisa mikir apa apa. Dada gw mendadak sesak...

Niar.....Dia besar tanpa kasih sayang seorang Ibu. Dia besar tanpa kelembutan seorang Ibu...Dia besar tanpa Perhatian seorang Ibu....
Dia...Saat dia bahagia, tidak ada Ibu disampingnya....Saat dia bersedih, tidak ada Ibu yang menghiburnya....Saat dia menangis, tidak ada Ibu yang memeluknya...Saat dia Rapuh, tidak ada Ibu yang menguatkannya. Saat dia terjatuh, tidak ada Ibu yang membangkitkannya....Yang lebih menyesakkan lagi....
DIA.....BELUM PERNAH MELIHAT IBUNYA..........!!

Bagaimana dia kuat menjalani hidup tanpa ada seorang Ibu di sampingnya. Bagaimana perasaan kita kalau sama sekali kita ga pernah melihat Ibu kita??
Tapi dia...dia menjalani ini semuanya tanpa Ibu!
Sungguh pengorbanan seorang ibu itu tak ternilai harganya. Gw bersyukur, sangat bersyukur masih mempunyai seorang Ibu yang hebat....
Ya tuhan, mengapa cobaan itu engkau berikan pada ciptaanmu yang cantik ini? Apakah ini takdir? Tentu saja! Karena takdir itu sudah digariskan jauh sebelum kita ada di dunia ini.

“Doa’in beliau Nii…supaya tenang di sana.”

"Nii….Walaupun kamu ga pernah melihat dia, dia melihat kamu kok. walaupun dia ga ada di dunia ini, tapi beliau selalu ada. Beliau ada di hati kamu. Beliau ga akan mati di hati kamu."

"Ibumu bangga sama kamu Nii....bangga karena telah melahirkan anak yang cantik..Bangga telah melahirkan anak yang pintar seperti kamu, Bangga melihatmu yang sekarang sudah beranjak dewasa" lanjut gw.

"......." dia akhirnya tersenyum.

“Kan masih ada mama tiri kamu Nii…dia sayang kan sama kamu? Ga kaya di lagunya Iis D*hli* kan? yang katanya Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja?” Tanya gw sedikit becanda.

“Hahaha kamu teh apaan sih kenapa jadi lagu dangdut? Dia baik kok Jar…Aku juga anggap dia seperti ibu aku sendiri.....Eh kok kamu.....Kenapa jadi AKU-KAMU sih manggilnya??" tanya dia sambil tersenyum yang membuat gw salah tingkah.

"Eeh...Anu...eemmm iya...aduh ga sengaja Nii..." jawab gw terbata bata.

Melihat gw yang gelagapan, dia malah menertawai gw. Gw ga ngerti mulut gw ini kenapa bisa menyebut sapaan ‘Aku-Kamu seperti itu.
Apa itu benar mulut gw yang bicara? atau hati gw yang bicara? Entahlah mungkin karena terbawa suasana yang membuat gw merasa iba terhadap Niar. Sudah terlanjur sudah itu dua kata yang syarat makna terucap di bibir gw. Gw pun ga bisa menarik ucapan gw lagi....
Gw langsung memikirkan arti dari gantungan HP bergambar emoticon-heartJUNI itu. Karena gw dikaruniai otak yang cerdas oleh Tuhan, akhirnya gw pun mengerti arti dari emoticon-heart JUNI itu.

Juni.......
Bulan itu adalah bulan kelahirannya dan dibulan itu juga sang Ibu tercinta dipanggil oleh Yang Maha Kuasa..
Gw berfikir lagi....ternyata itu semua berhubungan dengan sebuah nama Juniarti xxxxxxxx.
"Juni-Arti"
Apalah arti sebuah nama? kadang banyak orang yang berfikiran seperti itu termasuk gw. Namun gw sadar, ternyata banyak arti dan makna dari 'sebuah nama' yang disematkan kepada setiap orang.
Kalian pasti sering dengar nama "TUKIYEM" kan?
Silahkan cari tau sendiri apa arti dari nama "TUKIYEM" itu.

"Mama kamu pasti cantik ya Nii...?" tanya gw.

"Iya...aku punya kok fotonya"...Dia membuka dompetnya dan mengambil selembar foto. Foto yang sudah agak kusam karena termakan waktu. Foto Almarhumah Ibunya.

"Mirip kamu...." komentar gw.

"Hehe iyaa..." sahutnya.

"Pantesan aja anaknya cantik...Mamanya juga cantik...hehe"

"Masa sih Jar?"

"Iyaa...tapi cantikan Mamanya daripada anaknya." gw becanda.

"nyuuuuttt..." dia mencubit lengan gw tapi pelan.

"Udah ah jangan banding bandingin...nyebelin kamu!!"

"Hehee...Iya neng geulisss..." ucap gw.

Hujan pun sudah reda, langit pun kembali cerah. Dihiasi lembayung senja yang membuat cahaya disekitar gw menjadi terlihat kuning. Apakah ada pelangi? sayangnya pelangi itu tidak muncul. Kalau saja pelangi itu muncul, gw pasti akan menyanyikan sebuah lagu. Lagu anak TK pastinya. Gw baru sadar, ternyata sudah hampir satu jam berteduh disini. Dalam satu jam itu, gw mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat sangat berharga. Pelajaran tentang "IBU". Entahlah BAB Ibu itu ada di BAB ke berapa yang harus gw pelajari.
Seketika gw jadi teringat akan Ibu gw. Berbahagialah mereka yang masih mempunyai seorang Ibu. Dan gw masih memilikinya, walaupun beliau cerewet, bawel dan tukang ngomel, tetapi dialah Ibu gw...
Gw ga sadar, ternyata bidadari gw Nomer 1 di dunia ini sedari tadi sudah bawel mengirimkan SMS menyuruh gw untuk segera pulang. Gw langsung membalasnya dengan kata kata yang tidak biasanya.

"Iya Mamaku sayang ini aku udah di jalan pulang. tadi neduh dulu karena hujan Ma...I love you Mam...." sent to Mama.

Kemudian gw mengajak Niar untuk segera meninggalkan tempat ini dan bergegas pulang.

"Hujannya dah reda Nii...." lanjut gw.

"Masih gerimis dikit." jawabnya.

"Enggak tuh dah berhenti total...hehe yuk jalan!" ajak gw.

"Jam berapa sekarang Jar??" tanya dia.

"Jam setengah 6 Nii. Udah hampir Maghrib"

"Lama banget sihh hujannya" keluhnya.

"Gimana nggak lama kamunya nangis sihh..."

"Nggak nangis kali Jar....Cuma sedikit!!".. dia menggerutu.

"Haha...Abis nangis ketawa makan gula Jawa…!” canda gw
“yaudah yuk pulang..."

Akhirnya kita pun pulang walaupun hujan belum sepenuhnya berhenti. Di tengah perjalanan gw kaget bukan main karena dia memeluk gw dari belakang. Dan dia sukses membuat gw jadi mayat hidup! Dan dia juga sukses membuat gw sebagai tamengnya!
Awalnya sih gw menolak, jelas jelas bukan muhrim. Tapi karna alasan 'dingin' gw pun mencabut sebuah penolakan itu.
Yaaaahh......Syukuri saja. Itung itung rezeki anak soleh.

"Jar dah sini aja..." dia meminta berhenti.

"Loh ga sampe rumah?"

"Nggak disini aja. rumah aku dah deket kok. Jalan sedikit doang" ucapnya.

"Yakin nih ga sampe rumah? Aku kan pengen tau rumah kamu..."

"Iya nanti kapan kapan ja ya..." ucapnya.

"Yaudah...."

"Aku pulang yaa..." ucapnya pamit.

"Iya..." sahut gw.

"Makasih ya Jar…Dah mau dengerin curhatan aku" Dia pun langsung berjalan menuju rumahnya.

"Iya.......sama sama....." Ucap gw.




26 November 2006
"emoticon-heart JUNI"
iamzero
efti108
efti108 dan iamzero memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.