TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#30
Spoiler for 8:
8.Basarh dan persiapan melawan Yama
Tanggal 2 Juli 1830
Kota Basarh berhasil di taklukan, pasukan di kamp lama meninggalkan tempat kamp dan masuk ke kota Basarh. Aku dan para jenderal bersama pasukanku mendirikan kamp di lapangan Basarh yang cukup luas yang sering di gunakan warga lokal untuk pasar, kantor pemerintahan di Basarh yang dulunya di pakai perwakilan Turk untuk mengatur wilayah Mesopotamia karena Basarh itu merupakan ibu kota dari provinsi Mesopotamia. Kantor tersebut aku jadikan kantor pemerintahan perwakilan, aku jadikan Jokzani sebagai gubenur wilayah Mesopotamia dan Jokzani tidak bisa ikut kami ke medan perang karena ia sibuk mengatur pemerintahan wilayah Mesopotamia.
Aku telah menaklukan wilayah dari Mazikaret timur sampai Mesopotamia dan wilayah taklukanku lebih luas dari wilayah taklukan kedua kakakku, wilayah yang luas harus ada pemerintahan yang bagus dan aku menempatkan gubenur-gubenur untuk memerintah wilayah. Aku dan kedua kakakku memakai sistem desentralisasi kepada daerah taklukan kami dan para gubenur biasa jenderal-jenderal tapi kadang memakai orang pemerintah Dacian seperti Utazina yang merupakan orang pemerintah yang aku beri mandat untuk memerintah wilayah Mazikaret timur dan ia menerimanya.
Aku mendapat kabar bahwa kesultanan Turk di serang Porto dan Hamaradas di daerah Masir serta Libyana yang membuat Turk harus di serang dua negara tersebut karena Hamaradas merupakan vasal dari Porto. hal ini tentu menjadi kabar baik bagi aku karena konsetrasi Turk terpecah menjadi 2 dan mereka di desak dua front, front barat dan timur. Aku dan para jenderalku merasa bahwa Turk akan lebih mementingkan front timur karena jika front timur jatuh maka mereka akan hancur lebih cepat daripada front barat, itu sebabnya pasukan Turk lebih di fokuskan mempertahankan front timur yang dekat dengan ibu kota Turk di banding front barat yang hanya melibatkan wilayah-wilayah jajahan Turk seperti Libyana dan Masir.
Pasukan Yama sedang bergerak ke Basarh dengan membawa sekitar 10.000 dan aku berfikir bagaimana caranya pasukan Dacian menangkis serangan tersebut, jika pasukan Yama sampai di Basarh dan mengepung Basarh mungkin saja bisa di tangkis pasukan Dacian namun jika pasukan Yama mengepung Basarh yang ada semua pasukan Dacian selama berminggu maka tak bisa di hindari kemungkinan wilayah-wilayah di Mesopotamia bakal jatuh.
Aku, Joni, Hozamina, Kozamina, dan Zamania menadakan rapat di kampku pada malam hari sementara Jokzani tidak ikut rapat karena ia sibuk mengurusi jabatan barunya sebagai gubenur di kantor pemerintahan Basarh.
“Jadi, ada yang punya ide untuk menahan serangan pasukan Yama?” tanya aku kepada semua jenderal di kemahku.
“Paduka, saya punya ide yang jenius!” jawab Hozamina.
“Bagus, jelaskan padaku!” ucap aku.
“Baik paduka,” ujar Hozamina sambil memegang jenggotnya, “Pasukan Yama mayoritas menunggani kuda dan unta, mereka sangat menakutkan di medan gurun pasir dan ada baiknya kita menghindari pertempuran di gurun dengan mereka karena mereka berbeda dengan kavaleri Turk. Medan gurun yang sering badai pasir dan mereka sudah terbiasa dengan badai pasir sedangkan kita tidak, ada baiknya menguasai oasis atau bertahan di benteng jika melawan mereka!”
“Mereka orang-orang yang tangguh di gurun pasir dan meningat ini musim panas yang membuat gurun pasir makin mematikan jika di jadikan medan perang karena kita tidak hanya melawan musuh manusia tapi musuh udara panas!” ujar Hozamina, “Jadi, lebih baik kita pecah dua pasukan, pasukan pertama bertahan di kota Basarh yang merupakan kota incaran Yama dan pasukan kedua menyerang kota-kota Turk di teluk Troll untuk membuat setengah wilayah Mesopotamia jatuh ke tangan kita!”
“Hei jenderal Hozamina!” sahut Kozamina, “Jika pasukan ke dua di serang pasukan Yama di tengah perjalanan bagaimana? Harusnya kau tahu bahwa gelombang invansi Yama tidak satu saja! Gelombang invansi Yama ada dua yaitu dari Aqaba dan Muskat, kita harus menghancurkan gelombang invansi tersebut di gurun Yama agar mereka tak masuk wilayah Mesopotamia!”
“Wahai jenderal Hozamina, aku mengerti maksud untuk menghancurkan invansi dengan cara menyerang gelombang invansi secara terbuka di gurun pasir tapi kita harus mengatur strategi untuk menangkis semua gelombang serangan pasukan Yama!” ujar Hozamina, “Musuh yang kita hadapi sangat ahli bertempur terbuka di gurun pasir dan kita kurang bagus bertempur di gurun pasir! Apa kau mengerti jenderal Kozamina?”
“Ya jenderal Hozamina, Saya menerima kritik anda!” ujar Kozamina, “Tapi, jika kita memilih bertahan di kota maka bagaimana mereka memakai taktik menyerang daerah Mazikaret timur ketika pasukan kita fokus mempertahankan kota-kota Mesopotamia? Jika mereka menyerang Mazikaret timur yang sekarang pertahanan kurang bagus maka tak memungkinkan mereka menghancurkan semua suplai kita termasuk suplai pasukan! Apa kau mengerti sekarang jenderal Hozamina, menyerang mereka di gurun adalah pilih terbaik meskipun beresiko tinggi tapi itu satu-satunya cara kita untuk menghancurkan invansi mereka sebelum mereka memecah diri, jika mereka memecah diri maka kita akan kesulitan sebab mereka sangat cepat dalam bergerak dan mereka lebih paham wilayah Mesopotamia daripada kita!”
Aku mendengar perkataan Hozamina dan merasa bahwa jika kita memakai taktik bertahan maka musuh bisa saja mengepung benteng-benteng pertahanan Dacian dan memotong suplai-suplai pasukan Dacian dari negara pusat Dacian. Suplai Dacian seperti bubuk mesiu, senapan, senapan mesim, meriam, dan baju sangat berarti bagi pasukan kami karena daerah Mesopotamia belum 100% ditaklukan dan daerah Mazikaret timur masih di lakukan pembuatan pabrik-pabrik yang di perkirakan akan selesai pada bulan November 1830, pabrik-pabrik di Mazikaret timur akan sangat berarti bagi bangsa Dacian dan penduduk lokal termasuk pasukan Dacian karena pabrik Mazikaret yang jumlahnya sekitar 400 akan mendongkrak perekonomian Dacian dan senjata-senjata pasukan Dacian akan di produksi lebih banyak lagi serta penduduk lokal yang tadinya banyak yang menjadi petani akan menjadi buruh pabrik yang pastinya membantu ekonomi mereka serta membantu produksi kebutuhan Dacian.
Menyerang pasukan Yama di gurun mungkin bisa menjadi solusi terbaik karena jika menyerang mereka sebelum mereka memecah belah maka gelombang invansi Yama akan hancur dan Yama bakal terdesak dengan pasukan Dacian. Pasukan Dacian memang menang jumlah dan persenjataan yang lebih modern namun kami tak paham dengan medan gurun Yama dan musuh sangat paham dengan kondisi gurun karena mereka adalah orang-orang gurun, hanya ada 2 pilihan untuk mengatasi gelombang invansi Yama yaitu melawan mereka di gurun atau mempertahankan kota-kota yang sudah takluk dari Dacian dan semua pilihan tersebut ada resikonya. Melawan di gurun beresiko kekalahan walaupun pasukan Dacian ada 29.000 sementara musuh di kabarkan berjumlah 10.000 dan mempertahankan kota beresiko pengepungan skala panjang oleh musuh-musuh, mungkin masih ada cara lain yang tidak terlalu beresiko seperti dua cara tersebut.
Jenderal Hozamina dan Kozamina berdebat habis-habisan soal taktik mereka, Hozamina dan Kozamina punya pendapat berbeda untuk taktik sehingga mereka berdebat untuk menyakinkan salah satu dari mereka agar menerima pendapat salah satu dari mereka dan para jenderal yang lain hanya bisa terperangah melihat perdebatan mereka. Berdebat itu boleh tapi tidak boleh berdebat sampai adu fisik karena itu perbuatan anak kecil dan mereka hampir mengeluarkan pedang mereka karena mereka sama-sama kesal dengan pendapat lawan mereka, aku berkata kepada mereka, “Jenderal Hozamina dan Kozamina, hentikan perdebatan kalian!”
Jenderal Hozamina dan Kozamina terdiam, aku bertanya kepada jenderal Zamania, “Jenderal Zamania, apakah kau punya ide untuk taktik melawan invansi Yama?”
“Saya punya paduka Hetazania!” jawab Zamania, “Kita pecah pasukan kita jadi 3, yang pertama akan menyerang kota-kota di sekitar sungai Afarat serta daerah Mesopotamia timur yang masih belum kita taklukan dan mereka akan di arahkan untuk menyerang kota di teluk Troll untuk memperoleh akses ke samudra Hindia, pasukan ke dua akan di arahkan untuk merebut kota-kota di antara dua sungai baik barat maupun timur, dan pasukan ketiga akan menyerang pasukan Yama di oasis yang ada di tenggara daerah Basarh yang jaraknya dari sini sekitar 40 Km, saya yakin bahwa pasukan Yama akan berkumpul di situ dan kita akan menghancurkan Yama di situ!”
Wilayah taklukan Dacian saat ini dan rencana penaklukan Mesopotamia total serta menahan serangan Yama
Semua orang di kemah ini tercenang dengan ide gila jenderal Zamania dan aku suka dengan ide tersebut meskipun beresiko tinggi, aku berfikir rencana tersebut cukup menguntungkan Dacian karena jika pasukan ketiga kalah maka pasukan Yama tidak akan mudah masuk ke Mesopotamia karena wilayah Mesopotamia sudah ada di tangan Dacian dan pasukan ke satu serta kedua pasti akan menahan pasukan Yama jika seandainya pasukan ketiga gagal menghancurkan Yama di oasis. Pasukan ketiga harus bisa menghancurkan separuh dari pasukan Yama dan kalo bisa menghancurkan semua pasukan Yama di oasis sehingga kemenangan jatuh ke tangan Dacian tapi yang jadi pertanyaan apakah pasukan Dacian bisa mengalahkan pasukan Yama di gurun pasir? Aku jawab bisa.
“Jadi paduka, apakah anda setuju dengan rencanaku?” tanya jenderal Zamania kepadaku.
“Aku setuju saja dengan rencanamu!” jawab aku, “Tapi, apakah semua jenderal setuju dengan rencanamu?”
“Aku sebenarnya kurang suka dengan rencana tersebut tapi apa boleh buat, saya setuju saja jika paduka setuju!” jawab Kozamina.
“Saya setuju jika paduka setuju!” ujar Hozamina dan jenderal Joni.
“Bagus!” ucap aku sambil tersenyum, “Joni, berapa pasukan Dacian yang bisa kita kerahkan?”
“27.000 orang paduka!” jawab Joni, “Sisanya di prioritaskan untuk mempertahankan kota-kota di Mazikaret!”
“Bagus, kita bagi jadi 3 dan tiap pasukan ada 9.000 orang dengan pimpinan satu jenderal atau dua jenderal!” ujar aku, “Jenderal Joni, kau pimpin pasukan ke satu dan kau harus menaklukan kota-kota di Mesopotamia timur serta menaklukan kota-kota di pinggir sungai Afarat!”
“Baik paduka!” ucap Joni, “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaklukan daerah yang belum kita taklukan!”
“Bagus!” ucap aku sambil tersenyum, “Jenderal Hozamina, kau pimpin pasukan kedua untuk menyerang wilayah-wilayah antara dua sungai arah timur dan jenderal Kozamina, aku beri kau 4.500 pasukan untuk menaklukan wilayah antara dua sungai arah barat!”
“Baik paduka!” ujar dua jenderal tersebut.
“Dan jenderal Zamania, kau bersama aku akan memimpin serangan ke oasis dan kita harus sampai di Oasis sebelum tanggal 5 Juli dimana pasukan Yama berkumpul di oasis!”
“Baik paduka tapi pasukan kita baru menaklukan Basarh dan belum pulih 100% wahai paduka!” ujar jenderal Zamania, “Dan, apa anda yakin 9.000 pasukan bisa melawan 10.000 pasukan?”
“Bisa!” jawab aku, “Bangsa pilihan harus yakin bisa menang melawan musuh! Ingat, kita pernah mengalahkan pasukan Turk di Mazikaret timur dengan perbandingan 3:4!”
“Baik paduka, saya sekarang yakin!” ujar Zamania.
“Bagus, kita akan melakukan rencana ini pada esok hari dan perintahkan pasukan kita untuk bersiap!” perintah aku kepada para jenderal, “Sekarang, kalian keluar dari sini!”
“Baik paduka!” ucap semua jenderal lalu mereka berdiri dari tempat duduk dan pergi meninggalkan kemah ini.
Bersambung
Tanggal 2 Juli 1830
Kota Basarh berhasil di taklukan, pasukan di kamp lama meninggalkan tempat kamp dan masuk ke kota Basarh. Aku dan para jenderal bersama pasukanku mendirikan kamp di lapangan Basarh yang cukup luas yang sering di gunakan warga lokal untuk pasar, kantor pemerintahan di Basarh yang dulunya di pakai perwakilan Turk untuk mengatur wilayah Mesopotamia karena Basarh itu merupakan ibu kota dari provinsi Mesopotamia. Kantor tersebut aku jadikan kantor pemerintahan perwakilan, aku jadikan Jokzani sebagai gubenur wilayah Mesopotamia dan Jokzani tidak bisa ikut kami ke medan perang karena ia sibuk mengatur pemerintahan wilayah Mesopotamia.
Aku telah menaklukan wilayah dari Mazikaret timur sampai Mesopotamia dan wilayah taklukanku lebih luas dari wilayah taklukan kedua kakakku, wilayah yang luas harus ada pemerintahan yang bagus dan aku menempatkan gubenur-gubenur untuk memerintah wilayah. Aku dan kedua kakakku memakai sistem desentralisasi kepada daerah taklukan kami dan para gubenur biasa jenderal-jenderal tapi kadang memakai orang pemerintah Dacian seperti Utazina yang merupakan orang pemerintah yang aku beri mandat untuk memerintah wilayah Mazikaret timur dan ia menerimanya.
Aku mendapat kabar bahwa kesultanan Turk di serang Porto dan Hamaradas di daerah Masir serta Libyana yang membuat Turk harus di serang dua negara tersebut karena Hamaradas merupakan vasal dari Porto. hal ini tentu menjadi kabar baik bagi aku karena konsetrasi Turk terpecah menjadi 2 dan mereka di desak dua front, front barat dan timur. Aku dan para jenderalku merasa bahwa Turk akan lebih mementingkan front timur karena jika front timur jatuh maka mereka akan hancur lebih cepat daripada front barat, itu sebabnya pasukan Turk lebih di fokuskan mempertahankan front timur yang dekat dengan ibu kota Turk di banding front barat yang hanya melibatkan wilayah-wilayah jajahan Turk seperti Libyana dan Masir.
Pasukan Yama sedang bergerak ke Basarh dengan membawa sekitar 10.000 dan aku berfikir bagaimana caranya pasukan Dacian menangkis serangan tersebut, jika pasukan Yama sampai di Basarh dan mengepung Basarh mungkin saja bisa di tangkis pasukan Dacian namun jika pasukan Yama mengepung Basarh yang ada semua pasukan Dacian selama berminggu maka tak bisa di hindari kemungkinan wilayah-wilayah di Mesopotamia bakal jatuh.
Aku, Joni, Hozamina, Kozamina, dan Zamania menadakan rapat di kampku pada malam hari sementara Jokzani tidak ikut rapat karena ia sibuk mengurusi jabatan barunya sebagai gubenur di kantor pemerintahan Basarh.
“Jadi, ada yang punya ide untuk menahan serangan pasukan Yama?” tanya aku kepada semua jenderal di kemahku.
“Paduka, saya punya ide yang jenius!” jawab Hozamina.
“Bagus, jelaskan padaku!” ucap aku.
“Baik paduka,” ujar Hozamina sambil memegang jenggotnya, “Pasukan Yama mayoritas menunggani kuda dan unta, mereka sangat menakutkan di medan gurun pasir dan ada baiknya kita menghindari pertempuran di gurun dengan mereka karena mereka berbeda dengan kavaleri Turk. Medan gurun yang sering badai pasir dan mereka sudah terbiasa dengan badai pasir sedangkan kita tidak, ada baiknya menguasai oasis atau bertahan di benteng jika melawan mereka!”
“Mereka orang-orang yang tangguh di gurun pasir dan meningat ini musim panas yang membuat gurun pasir makin mematikan jika di jadikan medan perang karena kita tidak hanya melawan musuh manusia tapi musuh udara panas!” ujar Hozamina, “Jadi, lebih baik kita pecah dua pasukan, pasukan pertama bertahan di kota Basarh yang merupakan kota incaran Yama dan pasukan kedua menyerang kota-kota Turk di teluk Troll untuk membuat setengah wilayah Mesopotamia jatuh ke tangan kita!”
“Hei jenderal Hozamina!” sahut Kozamina, “Jika pasukan ke dua di serang pasukan Yama di tengah perjalanan bagaimana? Harusnya kau tahu bahwa gelombang invansi Yama tidak satu saja! Gelombang invansi Yama ada dua yaitu dari Aqaba dan Muskat, kita harus menghancurkan gelombang invansi tersebut di gurun Yama agar mereka tak masuk wilayah Mesopotamia!”
“Wahai jenderal Hozamina, aku mengerti maksud untuk menghancurkan invansi dengan cara menyerang gelombang invansi secara terbuka di gurun pasir tapi kita harus mengatur strategi untuk menangkis semua gelombang serangan pasukan Yama!” ujar Hozamina, “Musuh yang kita hadapi sangat ahli bertempur terbuka di gurun pasir dan kita kurang bagus bertempur di gurun pasir! Apa kau mengerti jenderal Kozamina?”
“Ya jenderal Hozamina, Saya menerima kritik anda!” ujar Kozamina, “Tapi, jika kita memilih bertahan di kota maka bagaimana mereka memakai taktik menyerang daerah Mazikaret timur ketika pasukan kita fokus mempertahankan kota-kota Mesopotamia? Jika mereka menyerang Mazikaret timur yang sekarang pertahanan kurang bagus maka tak memungkinkan mereka menghancurkan semua suplai kita termasuk suplai pasukan! Apa kau mengerti sekarang jenderal Hozamina, menyerang mereka di gurun adalah pilih terbaik meskipun beresiko tinggi tapi itu satu-satunya cara kita untuk menghancurkan invansi mereka sebelum mereka memecah diri, jika mereka memecah diri maka kita akan kesulitan sebab mereka sangat cepat dalam bergerak dan mereka lebih paham wilayah Mesopotamia daripada kita!”
Aku mendengar perkataan Hozamina dan merasa bahwa jika kita memakai taktik bertahan maka musuh bisa saja mengepung benteng-benteng pertahanan Dacian dan memotong suplai-suplai pasukan Dacian dari negara pusat Dacian. Suplai Dacian seperti bubuk mesiu, senapan, senapan mesim, meriam, dan baju sangat berarti bagi pasukan kami karena daerah Mesopotamia belum 100% ditaklukan dan daerah Mazikaret timur masih di lakukan pembuatan pabrik-pabrik yang di perkirakan akan selesai pada bulan November 1830, pabrik-pabrik di Mazikaret timur akan sangat berarti bagi bangsa Dacian dan penduduk lokal termasuk pasukan Dacian karena pabrik Mazikaret yang jumlahnya sekitar 400 akan mendongkrak perekonomian Dacian dan senjata-senjata pasukan Dacian akan di produksi lebih banyak lagi serta penduduk lokal yang tadinya banyak yang menjadi petani akan menjadi buruh pabrik yang pastinya membantu ekonomi mereka serta membantu produksi kebutuhan Dacian.
Menyerang pasukan Yama di gurun mungkin bisa menjadi solusi terbaik karena jika menyerang mereka sebelum mereka memecah belah maka gelombang invansi Yama akan hancur dan Yama bakal terdesak dengan pasukan Dacian. Pasukan Dacian memang menang jumlah dan persenjataan yang lebih modern namun kami tak paham dengan medan gurun Yama dan musuh sangat paham dengan kondisi gurun karena mereka adalah orang-orang gurun, hanya ada 2 pilihan untuk mengatasi gelombang invansi Yama yaitu melawan mereka di gurun atau mempertahankan kota-kota yang sudah takluk dari Dacian dan semua pilihan tersebut ada resikonya. Melawan di gurun beresiko kekalahan walaupun pasukan Dacian ada 29.000 sementara musuh di kabarkan berjumlah 10.000 dan mempertahankan kota beresiko pengepungan skala panjang oleh musuh-musuh, mungkin masih ada cara lain yang tidak terlalu beresiko seperti dua cara tersebut.
Jenderal Hozamina dan Kozamina berdebat habis-habisan soal taktik mereka, Hozamina dan Kozamina punya pendapat berbeda untuk taktik sehingga mereka berdebat untuk menyakinkan salah satu dari mereka agar menerima pendapat salah satu dari mereka dan para jenderal yang lain hanya bisa terperangah melihat perdebatan mereka. Berdebat itu boleh tapi tidak boleh berdebat sampai adu fisik karena itu perbuatan anak kecil dan mereka hampir mengeluarkan pedang mereka karena mereka sama-sama kesal dengan pendapat lawan mereka, aku berkata kepada mereka, “Jenderal Hozamina dan Kozamina, hentikan perdebatan kalian!”
Jenderal Hozamina dan Kozamina terdiam, aku bertanya kepada jenderal Zamania, “Jenderal Zamania, apakah kau punya ide untuk taktik melawan invansi Yama?”
“Saya punya paduka Hetazania!” jawab Zamania, “Kita pecah pasukan kita jadi 3, yang pertama akan menyerang kota-kota di sekitar sungai Afarat serta daerah Mesopotamia timur yang masih belum kita taklukan dan mereka akan di arahkan untuk menyerang kota di teluk Troll untuk memperoleh akses ke samudra Hindia, pasukan ke dua akan di arahkan untuk merebut kota-kota di antara dua sungai baik barat maupun timur, dan pasukan ketiga akan menyerang pasukan Yama di oasis yang ada di tenggara daerah Basarh yang jaraknya dari sini sekitar 40 Km, saya yakin bahwa pasukan Yama akan berkumpul di situ dan kita akan menghancurkan Yama di situ!”
Quote:
Semua orang di kemah ini tercenang dengan ide gila jenderal Zamania dan aku suka dengan ide tersebut meskipun beresiko tinggi, aku berfikir rencana tersebut cukup menguntungkan Dacian karena jika pasukan ketiga kalah maka pasukan Yama tidak akan mudah masuk ke Mesopotamia karena wilayah Mesopotamia sudah ada di tangan Dacian dan pasukan ke satu serta kedua pasti akan menahan pasukan Yama jika seandainya pasukan ketiga gagal menghancurkan Yama di oasis. Pasukan ketiga harus bisa menghancurkan separuh dari pasukan Yama dan kalo bisa menghancurkan semua pasukan Yama di oasis sehingga kemenangan jatuh ke tangan Dacian tapi yang jadi pertanyaan apakah pasukan Dacian bisa mengalahkan pasukan Yama di gurun pasir? Aku jawab bisa.
“Jadi paduka, apakah anda setuju dengan rencanaku?” tanya jenderal Zamania kepadaku.
“Aku setuju saja dengan rencanamu!” jawab aku, “Tapi, apakah semua jenderal setuju dengan rencanamu?”
“Aku sebenarnya kurang suka dengan rencana tersebut tapi apa boleh buat, saya setuju saja jika paduka setuju!” jawab Kozamina.
“Saya setuju jika paduka setuju!” ujar Hozamina dan jenderal Joni.
“Bagus!” ucap aku sambil tersenyum, “Joni, berapa pasukan Dacian yang bisa kita kerahkan?”
“27.000 orang paduka!” jawab Joni, “Sisanya di prioritaskan untuk mempertahankan kota-kota di Mazikaret!”
“Bagus, kita bagi jadi 3 dan tiap pasukan ada 9.000 orang dengan pimpinan satu jenderal atau dua jenderal!” ujar aku, “Jenderal Joni, kau pimpin pasukan ke satu dan kau harus menaklukan kota-kota di Mesopotamia timur serta menaklukan kota-kota di pinggir sungai Afarat!”
“Baik paduka!” ucap Joni, “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menaklukan daerah yang belum kita taklukan!”
“Bagus!” ucap aku sambil tersenyum, “Jenderal Hozamina, kau pimpin pasukan kedua untuk menyerang wilayah-wilayah antara dua sungai arah timur dan jenderal Kozamina, aku beri kau 4.500 pasukan untuk menaklukan wilayah antara dua sungai arah barat!”
“Baik paduka!” ujar dua jenderal tersebut.
“Dan jenderal Zamania, kau bersama aku akan memimpin serangan ke oasis dan kita harus sampai di Oasis sebelum tanggal 5 Juli dimana pasukan Yama berkumpul di oasis!”
“Baik paduka tapi pasukan kita baru menaklukan Basarh dan belum pulih 100% wahai paduka!” ujar jenderal Zamania, “Dan, apa anda yakin 9.000 pasukan bisa melawan 10.000 pasukan?”
“Bisa!” jawab aku, “Bangsa pilihan harus yakin bisa menang melawan musuh! Ingat, kita pernah mengalahkan pasukan Turk di Mazikaret timur dengan perbandingan 3:4!”
“Baik paduka, saya sekarang yakin!” ujar Zamania.
“Bagus, kita akan melakukan rencana ini pada esok hari dan perintahkan pasukan kita untuk bersiap!” perintah aku kepada para jenderal, “Sekarang, kalian keluar dari sini!”
“Baik paduka!” ucap semua jenderal lalu mereka berdiri dari tempat duduk dan pergi meninggalkan kemah ini.
Bersambung
0
Kutip
Balas