- Beranda
- The Lounge
7 Hewan Unik Berkaitan Dengan Kisah Nabi
...
TS
defhawk
7 Hewan Unik Berkaitan Dengan Kisah Nabi
7 HEWAN DALAM KISAH NABI 
Spoiler for no repost:

Quote:
Hewan merupakan salah satu makhluk yang hidup dibumi ini. Hewan telah ada semenjak jaman dahulu untuk kelangsungan hidup manusia. Keberadaan hewan ini dapat kita lihat dalam berbagai kisah Nabi dan Rasul. Mari kita simak hewan apa sajakah yang terdapat dalam kisah Nabi. Berikut 7 hewan unik berkaitan dengan kisah nabi :
Quote:
1. Ikan Paus [Nabi Yunus Alaihis Salam]

Dalam kisahnya, Nabi Yunus. as adalah salah seorang dari Nabi-nabi Ilahi yang pernah mengalami putus asa karena dakwahnya yang terus-menerus, bahkan bertahun tahun itu ditolak oleh warga Ninawa, Iraq. Hingga ia akhirnya naik kapal laut dan dimakan oleh seekor ikan yang bernama ikan Nun (sejenis ikan paus besar). Dengan kekuasaan Ilahi, seekor ikan besar itu membuka mulutnya dan menelan Nabi Yunus.
Selama 40 hari, Nabi Yunus. as terkurung di perut ikan paus tersebut tanpa dikunyah olehnya. Naum sang Nabi menyadari bahwa ini adalah balasan perbuatan kepada beliau yang melepaskan tugas yang diembannya tanpa seizin Allah. SWT. Ikan Nun (ikan paus besar) merupakan penghuni lautan terbesar, dan jenis ikan paus yang dikenal sebagai Ikan paus biru mempunyai berat lebih dari 150 ribu kilogram yang memiliki ukuran tubuh dengan panjang 30 meter.

Ukuran ikan paus ini dapat diperkirakan dengan bangunan bertingkat lima, sementara beratnya sama dengan berat 25 sampai 30 ekor gajah, sehingga tak heran bila hewan ini dapat melahap sebuah perahu besar. Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernafas dan ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya dengan menyemburkan air dari lubang yang ada di atas kepalanya tersebut. Karena udara ini mengandung uap air dan suhunya lebih panas daripada udara luar, semburan paus tersebut tampak sebagai air dari kejauhan.
2. Laba - laba [Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam]

Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW dengan iming-iming 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil membunuh Rasulullah SAW dalam hijrahnya ke kota Madinah. Muncullah kisah menakjubkan di sebuah gua bukit Tsur. Ternyata Allah SWT telah mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut Gua dan membuat jaring yang sempurna untuk menutupi mulut Gua Tsur tersebut, sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup lama dibuat.
Jaring laba-laba tersebut berhasil mengelabui para kaum kafir Quraisy untuk tidak memasuki Gua tempat persembunyian Rasulullah SAW. Dan ternyata, jaring sutra laba-laba dikenal karena kekuatan dan keelastisitasannya, hingga bisa menghentikan sebuah pesawat Boeing 747 mati di udara. Bahkan jaring laba-laba diyakini lebih kuat daripada baja, sehingga menginspirasi para militer Amerika Serikat untuk membuat jaket anti peluru yang dibuat dari pintalan jaring laba-laba. Sementara itu, laba-laba penenun di daerah tropis diketahui mampu memintal jaring yang melintang melebihi 18 kaki atau sama dengan 5, 49 meter.

3. Semut [Nabi Sulaiman Alaihis Salam]

Ketika suatu hari Nabi Sulaiman. as selesai menunaikan shalat di tepi pantai, padangan pandangan beliau tertuju pada pasir-pasir yang ada di pantai tersebut, dimana Nabi Sulaiman. as yang memiliki mukjizat dapat memahami bahasa hewan, melihat kawanan semut yang sedang membawa selembar daun hijau. Ternyata daun tersebut dibawanya menggunakan jasa seekor katak ke dasar laut untuk memberi makan seekor ulat yang terjepit di sebuah batu. Semut dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya, merupakan salah satu spesies serangga tercanggih di muka bumi ini, dan hampir tak ada serangga yang sekuat semut.

Semut juga merupakan hewan dengan otak peling besar proposinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya dan dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya, karena mereka memiliki sekitar 250 ribu sel otak di kepalanya. Namun sayangnya, untuk semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45 hingga 60 hari, jika dibandingkan dengan sang ratu semut yang dapat bertahan hidup hingga 20 tahun.
4. Burung Hud Hud [Nabi Sulaiman Alaihis Salam]

Selain manusia dan jin, Nabi Sulaiman. as juga memiliki pengikut dari kalangan hewan yang shaleh, yang salah satunya ditunjukkan oleh burung hud hud. Dalam kisah ini, burung hud hud merupakan sejenis burung pelatuk ini digambarkan sebagai burung setia yang mempunyai kecerdasan dan kecemerlangan berpikir, sehingga pengembaraannya dalam mencari makanan tak semata-mata hanya untuk tujuan duniawi, melainkan untuk penyebaran agama.

Burung ini mempunyai panjang 25 hingga 29 sentimeter (cm), dengan lebar sayap 44 hingga 48 sentimeter (cm). Namun ada fakta lain dari burung sejenis pelatuk ini, yaitu burung pelatuk mampu membenturkan paruhnya hingga 20 ketukan setiap detik yang mungkin dibutuhkan kepala yang keras untuk bertahan. Akan tetapi, faktanya kepala mereka justru terbilang lunak pada bagian belakang kepala yang terdapat bagian seperti spons yang berguna untuk menyerap benturan yang diakibatkan oleh gaya mematuk burung tersebut.
5. Ular [Nabi Musa Alaihis Salam]

Pada zaman Nabi Musa. as, orang-orang yang tak beriman menuduh Nabi Musa. as sebagai seorang ahli sihir yang handal, hingga suatu ketika Nabi Musa. as melemparkan tongkatnya dan berubah menjadi seekor ular. Dan aksi itu rupanya juga dilakukan oleh para ahli sihir lain yang merubah tongkat mereka menjadi ular. Namun sebenarnya tidak sama sekali. Ular dari tongkat ahli sihir sebenarnya tak bertukar menjadi ular yang nyata, melainkan hanya ilusi penglihatan orang-orang yang melihatnya seperti ular.
Akan tetapi, tongkat Nabi Musa. as lah yang sebenarnya berubah nyata menjadi seekor ular. Tak hanya itu, ular dari tongkat Nabi Musa. as itu bahkan menelan ular dari para ahli sihir lain, sehingga menjadikan para ahli sihir itu beriman, karena melihat mukjizat sang Nabi Musa. as. Sementara itu, faktanya ular mampu hidup selama berbulan-bulan tanpa makan dan dapat terbang dengan membentuk huruf S, serta ular bisa membidik mata manusia dengan tepat.
Selain itu, ular jenis Rattlesnake betina akan memakan anak-anaknya yang dirasa tak mampu bertahan hidup untuk mengembalikan energinya setelah melahirkan tanpa perlu berburu atau melakukan suatu aktifitas berbahaya yang membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
Di dalam sebuah penelitian mendapati induk ular telah memakan sekitar 11% dari telurnya beserta anaknya yang mati.

6. Unta [Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam]

Pada zaman Rasulullah SAW, unta biasanya digunakan sebagai kendaraan, termasuk sebagai kendaraan perang. Tenaganya yang kuat yang berjalan di tengah gurun pasir menjadi nilai positif dari hewan tersebut. Meskipun demikian, hewan tersebut tak bisa berlari kencang seperti kuda, kecuali unta yang dimiliki oleh Jabril bin Abdullah tersebut yang setelah didoakan oleh Rasulullah. SAW, unta tersebut dapat berlari secepat kilat.
Kejadian itu bermula ketika Jabril turut berperang dalam membela Islam. Jabril bercerita bahwa dirinya pernah keluar bersama Rasulullah. SAW dalam sebuah peperangan, namun unta yang ditungganginya berjalan lambat sehingga membuatnya terletih sebelum berperang. Lalu Rasulullah. SAW menghampirinya dan membacakannya doa sehingga dapat berjalan dengan kencang.
Faktanya tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan unta dapat bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, serta mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Uniknya lagi bahwa unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama 8 hari pada suhu 50° Celcius. Unta mampu mengkonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sepertiga dari berat badannya dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah itu, mata unta memiliki 2 lapisan bulu mata yang saling berkait seperti perangkap dan melindungi mata dari badai pasir yang kuat.

7. Kambing [Nabi Ibrahim Alaihis Salam]

Dalam kisah ini Nabi Ibrahim. as yang dikatakan memiliki kekuatan sama dengan kekuatan 40 kali dari manusia biasa dengan pisau yang tajam, telah diperintahkan oleh Allah. SWT untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail. as, untuk menunjukkan ketaatannya pada perintah Allah. SWT. Melihat kepatuhan Nabi Ibrahim. as, maka Allah. SWT mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan posisi Nabi Ismail.as dengan kambing gibas yang gemuk.
Dalam sekejap saja, Nabi Ismail. as pun lolos dari maut karena ternyata yang disembelih adalah kambing gibas tersebut. Kambing diketahui sebagai hewan tertua yang telah ada di muka bumi ini sejak 7000 tahun sebelum masehi. Hewan ini juga merupakan hewan yang pilih-pilih dalam soal makanan, karena mereka hanya memiliki gigi depan, bawah, dan samping. Uniknya lagi, kambing memiliki mata berbentuk segi empat yang memungkinkan mereka dapat melihat dengan baik dalam gelap.

Spoiler for kisah:

Dalam kisahnya, Nabi Yunus. as adalah salah seorang dari Nabi-nabi Ilahi yang pernah mengalami putus asa karena dakwahnya yang terus-menerus, bahkan bertahun tahun itu ditolak oleh warga Ninawa, Iraq. Hingga ia akhirnya naik kapal laut dan dimakan oleh seekor ikan yang bernama ikan Nun (sejenis ikan paus besar). Dengan kekuasaan Ilahi, seekor ikan besar itu membuka mulutnya dan menelan Nabi Yunus.
Selama 40 hari, Nabi Yunus. as terkurung di perut ikan paus tersebut tanpa dikunyah olehnya. Naum sang Nabi menyadari bahwa ini adalah balasan perbuatan kepada beliau yang melepaskan tugas yang diembannya tanpa seizin Allah. SWT. Ikan Nun (ikan paus besar) merupakan penghuni lautan terbesar, dan jenis ikan paus yang dikenal sebagai Ikan paus biru mempunyai berat lebih dari 150 ribu kilogram yang memiliki ukuran tubuh dengan panjang 30 meter.

Ukuran ikan paus ini dapat diperkirakan dengan bangunan bertingkat lima, sementara beratnya sama dengan berat 25 sampai 30 ekor gajah, sehingga tak heran bila hewan ini dapat melahap sebuah perahu besar. Ikan paus menggunakan hidungnya hanya untuk bernafas dan ikan paus melepaskan udara dari dalam paru-parunya dengan menyemburkan air dari lubang yang ada di atas kepalanya tersebut. Karena udara ini mengandung uap air dan suhunya lebih panas daripada udara luar, semburan paus tersebut tampak sebagai air dari kejauhan.
2. Laba - laba [Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam]
Spoiler for kisah:

Pada saat kaum kafir Quraisy melakukan segala upaya untuk mengejar dan menemukan Rasulullah SAW dengan iming-iming 100 ekor unta bagi siapa saja yang berhasil membunuh Rasulullah SAW dalam hijrahnya ke kota Madinah. Muncullah kisah menakjubkan di sebuah gua bukit Tsur. Ternyata Allah SWT telah mengutus laba-laba kecil untuk hinggap di mulut Gua dan membuat jaring yang sempurna untuk menutupi mulut Gua Tsur tersebut, sehingga seperti sarang laba-laba yang sudah cukup lama dibuat.
Jaring laba-laba tersebut berhasil mengelabui para kaum kafir Quraisy untuk tidak memasuki Gua tempat persembunyian Rasulullah SAW. Dan ternyata, jaring sutra laba-laba dikenal karena kekuatan dan keelastisitasannya, hingga bisa menghentikan sebuah pesawat Boeing 747 mati di udara. Bahkan jaring laba-laba diyakini lebih kuat daripada baja, sehingga menginspirasi para militer Amerika Serikat untuk membuat jaket anti peluru yang dibuat dari pintalan jaring laba-laba. Sementara itu, laba-laba penenun di daerah tropis diketahui mampu memintal jaring yang melintang melebihi 18 kaki atau sama dengan 5, 49 meter.

3. Semut [Nabi Sulaiman Alaihis Salam]
Spoiler for kisah:

Ketika suatu hari Nabi Sulaiman. as selesai menunaikan shalat di tepi pantai, padangan pandangan beliau tertuju pada pasir-pasir yang ada di pantai tersebut, dimana Nabi Sulaiman. as yang memiliki mukjizat dapat memahami bahasa hewan, melihat kawanan semut yang sedang membawa selembar daun hijau. Ternyata daun tersebut dibawanya menggunakan jasa seekor katak ke dasar laut untuk memberi makan seekor ulat yang terjepit di sebuah batu. Semut dikenal memiliki solidaritas dan ukhuwah yang tinggi antar sesamanya, merupakan salah satu spesies serangga tercanggih di muka bumi ini, dan hampir tak ada serangga yang sekuat semut.

Semut juga merupakan hewan dengan otak peling besar proposinya jika dibandingkan dengan keseluruhan tubuhnya dan dikenal sebagai salah satu spesies paling cerdas di antara serangga-serangga lainnya, karena mereka memiliki sekitar 250 ribu sel otak di kepalanya. Namun sayangnya, untuk semut pekerja hanya mampu bertahan hidup selama 45 hingga 60 hari, jika dibandingkan dengan sang ratu semut yang dapat bertahan hidup hingga 20 tahun.
4. Burung Hud Hud [Nabi Sulaiman Alaihis Salam]
Spoiler for kisah:

Selain manusia dan jin, Nabi Sulaiman. as juga memiliki pengikut dari kalangan hewan yang shaleh, yang salah satunya ditunjukkan oleh burung hud hud. Dalam kisah ini, burung hud hud merupakan sejenis burung pelatuk ini digambarkan sebagai burung setia yang mempunyai kecerdasan dan kecemerlangan berpikir, sehingga pengembaraannya dalam mencari makanan tak semata-mata hanya untuk tujuan duniawi, melainkan untuk penyebaran agama.

Burung ini mempunyai panjang 25 hingga 29 sentimeter (cm), dengan lebar sayap 44 hingga 48 sentimeter (cm). Namun ada fakta lain dari burung sejenis pelatuk ini, yaitu burung pelatuk mampu membenturkan paruhnya hingga 20 ketukan setiap detik yang mungkin dibutuhkan kepala yang keras untuk bertahan. Akan tetapi, faktanya kepala mereka justru terbilang lunak pada bagian belakang kepala yang terdapat bagian seperti spons yang berguna untuk menyerap benturan yang diakibatkan oleh gaya mematuk burung tersebut.
5. Ular [Nabi Musa Alaihis Salam]
Spoiler for kisah:

Pada zaman Nabi Musa. as, orang-orang yang tak beriman menuduh Nabi Musa. as sebagai seorang ahli sihir yang handal, hingga suatu ketika Nabi Musa. as melemparkan tongkatnya dan berubah menjadi seekor ular. Dan aksi itu rupanya juga dilakukan oleh para ahli sihir lain yang merubah tongkat mereka menjadi ular. Namun sebenarnya tidak sama sekali. Ular dari tongkat ahli sihir sebenarnya tak bertukar menjadi ular yang nyata, melainkan hanya ilusi penglihatan orang-orang yang melihatnya seperti ular.
Akan tetapi, tongkat Nabi Musa. as lah yang sebenarnya berubah nyata menjadi seekor ular. Tak hanya itu, ular dari tongkat Nabi Musa. as itu bahkan menelan ular dari para ahli sihir lain, sehingga menjadikan para ahli sihir itu beriman, karena melihat mukjizat sang Nabi Musa. as. Sementara itu, faktanya ular mampu hidup selama berbulan-bulan tanpa makan dan dapat terbang dengan membentuk huruf S, serta ular bisa membidik mata manusia dengan tepat.
Selain itu, ular jenis Rattlesnake betina akan memakan anak-anaknya yang dirasa tak mampu bertahan hidup untuk mengembalikan energinya setelah melahirkan tanpa perlu berburu atau melakukan suatu aktifitas berbahaya yang membutuhkan waktu dan tenaga yang besar.
Di dalam sebuah penelitian mendapati induk ular telah memakan sekitar 11% dari telurnya beserta anaknya yang mati.

6. Unta [Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam]
Spoiler for kisah:

Pada zaman Rasulullah SAW, unta biasanya digunakan sebagai kendaraan, termasuk sebagai kendaraan perang. Tenaganya yang kuat yang berjalan di tengah gurun pasir menjadi nilai positif dari hewan tersebut. Meskipun demikian, hewan tersebut tak bisa berlari kencang seperti kuda, kecuali unta yang dimiliki oleh Jabril bin Abdullah tersebut yang setelah didoakan oleh Rasulullah. SAW, unta tersebut dapat berlari secepat kilat.
Kejadian itu bermula ketika Jabril turut berperang dalam membela Islam. Jabril bercerita bahwa dirinya pernah keluar bersama Rasulullah. SAW dalam sebuah peperangan, namun unta yang ditungganginya berjalan lambat sehingga membuatnya terletih sebelum berperang. Lalu Rasulullah. SAW menghampirinya dan membacakannya doa sehingga dapat berjalan dengan kencang.
Faktanya tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan unta dapat bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, serta mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Uniknya lagi bahwa unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama 8 hari pada suhu 50° Celcius. Unta mampu mengkonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sepertiga dari berat badannya dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah itu, mata unta memiliki 2 lapisan bulu mata yang saling berkait seperti perangkap dan melindungi mata dari badai pasir yang kuat.

7. Kambing [Nabi Ibrahim Alaihis Salam]
Spoiler for kisah:

Dalam kisah ini Nabi Ibrahim. as yang dikatakan memiliki kekuatan sama dengan kekuatan 40 kali dari manusia biasa dengan pisau yang tajam, telah diperintahkan oleh Allah. SWT untuk menyembelih anaknya yakni Nabi Ismail. as, untuk menunjukkan ketaatannya pada perintah Allah. SWT. Melihat kepatuhan Nabi Ibrahim. as, maka Allah. SWT mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan posisi Nabi Ismail.as dengan kambing gibas yang gemuk.
Dalam sekejap saja, Nabi Ismail. as pun lolos dari maut karena ternyata yang disembelih adalah kambing gibas tersebut. Kambing diketahui sebagai hewan tertua yang telah ada di muka bumi ini sejak 7000 tahun sebelum masehi. Hewan ini juga merupakan hewan yang pilih-pilih dalam soal makanan, karena mereka hanya memiliki gigi depan, bawah, dan samping. Uniknya lagi, kambing memiliki mata berbentuk segi empat yang memungkinkan mereka dapat melihat dengan baik dalam gelap.

Spoiler for tambahan:
Quote:
8. Unta Betina [Nabi Shaleh alaihis salam]
9. Cicak [Nabi Ibrahim alaihis salam]

Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Dan untuk membunuh cicak ternyata adalah sebuah perintah. In dapat kita lihat salah satunya pada hadist diatas. Faktanya, bahwa cicak lebih banyak membawa ke keburukan daripada ke kebaikan. Salah satunya cicak yang sering mengotori rumah dan tempat ibadah dengan kotorannya. Selain itu, pada kisah Nabi Ibrahim alaihis salam diatas, cicak telah meniup api yang membakar Nabi Ibrahim alaihis salam agar tetap hidup.

10. Kucing [Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam]

Hadits Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Dan pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lalu ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah...”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran...?”
Ia menjawab, “Ya...”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)”.
(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari Ali bin Al-Hasan...dan Anas yang menceritakan bahwa Rasululloh S.A.W. pergi ke Bathhan, suatu daerah di Madinah.
Lalu,Rasululloh S.A.W. berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana...”
Lalu Anas menuangkan air ke dalam bejana. Dan ketika sudah selesai, Rasululloh S.A.W. menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati air yang berada dalam bejana tersebut. Melihat hal itu, lalu Rasululloh S.A.W. berhenti...sampai kucing tersebut berhenti minum dari air bejana, lalu Rasululloh S.A.W. berwudhu dengan air dalam bejana yang baru saja di minum oleh se-ekor kucing.
Kemudian Rasululloh S.A.W. ditanya mengenai kejadian tersebut, maka Beliau menjawab :
“Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga...ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis....”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan, bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu kucing tersebut memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, lalu Aisyah membersihkan bagian yang dimakan kucing...dan Aisyah memakannya.
Rasululloh S.A.W. bersabda, “Ia (kucing) tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasululloh S.A.W.berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Hadis ini diriwayatkan oleh Malik, Ahmad dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang yang lidah, jilatan, badan, keringat dan bekas dari sisa makanannya adalah suci bersih.
Spoiler for kisah:
“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."
Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.” (QS. Hud: 61)
Ajakan kebenaran dari Nabi Shaleh as dianggap angin lalu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Seruan Nabi Shaleh as dianggap sepi, ia dianggap telah kehilangan akal budi akibat terkena sihir lantas mengaku sebagai utusan ilahi. Bukan malah itu, mereka malah menantang Shaleh agar memberi bukti bahwa dia benar-benar seorang Nabi. Mereka berkata kepada Nabi Shaleh as, “Jika engkau seorang Nabi datangkan suatu mukjizat kepada kami”

Mendapat tantangan ini, maka atas berkat rahmat ilahi Shaleh mendatangkan seokor unta betina dari tengah-tengah gurun pasir secara ajaib. Unta itu sangat besar, bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan unta yang ada di sekelilingnya.
Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.” (QS. Hud: 61)
Ajakan kebenaran dari Nabi Shaleh as dianggap angin lalu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Seruan Nabi Shaleh as dianggap sepi, ia dianggap telah kehilangan akal budi akibat terkena sihir lantas mengaku sebagai utusan ilahi. Bukan malah itu, mereka malah menantang Shaleh agar memberi bukti bahwa dia benar-benar seorang Nabi. Mereka berkata kepada Nabi Shaleh as, “Jika engkau seorang Nabi datangkan suatu mukjizat kepada kami”
Mendapat tantangan ini, maka atas berkat rahmat ilahi Shaleh mendatangkan seokor unta betina dari tengah-tengah gurun pasir secara ajaib. Unta itu sangat besar, bahkan lebih besar jika dibandingkan dengan unta yang ada di sekelilingnya.
9. Cicak [Nabi Ibrahim alaihis salam]
Spoiler for kisah:

Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan, “Dahulu, cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Dan untuk membunuh cicak ternyata adalah sebuah perintah. In dapat kita lihat salah satunya pada hadist diatas. Faktanya, bahwa cicak lebih banyak membawa ke keburukan daripada ke kebaikan. Salah satunya cicak yang sering mengotori rumah dan tempat ibadah dengan kotorannya. Selain itu, pada kisah Nabi Ibrahim alaihis salam diatas, cicak telah meniup api yang membakar Nabi Ibrahim alaihis salam agar tetap hidup.

10. Kucing [Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam]
Spoiler for kisah:

Hadits Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Dan pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lalu ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah...”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran...?”
Ia menjawab, “Ya...”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)”.
(HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dari Ali bin Al-Hasan...dan Anas yang menceritakan bahwa Rasululloh S.A.W. pergi ke Bathhan, suatu daerah di Madinah.
Lalu,Rasululloh S.A.W. berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana...”
Lalu Anas menuangkan air ke dalam bejana. Dan ketika sudah selesai, Rasululloh S.A.W. menuju bejana. Namun seekor kucing datang dan menjilati air yang berada dalam bejana tersebut. Melihat hal itu, lalu Rasululloh S.A.W. berhenti...sampai kucing tersebut berhenti minum dari air bejana, lalu Rasululloh S.A.W. berwudhu dengan air dalam bejana yang baru saja di minum oleh se-ekor kucing.
Kemudian Rasululloh S.A.W. ditanya mengenai kejadian tersebut, maka Beliau menjawab :
“Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga...ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis....”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan, bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya.
Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu kucing tersebut memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, lalu Aisyah membersihkan bagian yang dimakan kucing...dan Aisyah memakannya.
Rasululloh S.A.W. bersabda, “Ia (kucing) tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasululloh S.A.W.berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)

Hadis ini diriwayatkan oleh Malik, Ahmad dan Imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang yang lidah, jilatan, badan, keringat dan bekas dari sisa makanannya adalah suci bersih.
Spoiler for update:
Quote:
SILAHKAN MENINGGALKAN JEJAK GAN
TERIMAKASIH 
SEMOGA BERMANFAAT 
JAZAKALLAHU KHAIRAN

Diubah oleh defhawk 22-12-2013 12:16
0
42.4K
Kutip
38
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
defhawk
#27
11. Keledai [Nabi Uzair Alaihis Salam]
Spoiler for kisah:
Uzair bangun dari kematian yang dijalaninya selama seratus tahun. Matanya mulai memandang apa yang ada di sekelilingnya lalu ia melihat kuburan di sekitarnya. Ia mengingat-ingat bahawa ia telah tertidur. Ia kembali dari kebunnya ke desa lalu tertidur di kuburan itu.
Inilah peristiwa yang dialaminya. Matahari bersiap-siap untuk tenggelam sementara ia masih tertidur di waktu Dzuhur. Uzair berkata dalam dirinya: Aku tertidur cukup lama. Barangkali sejak Dzuhur sampai Maghrib. Malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t membangunkannya dan bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?”
Malaikat bertanya kepadanya: “Berapa jam engkau tidur?” Uzair menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Malaikat yang mulia itu berkata kepadanya: “Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. ”
Engkau tidur selama seratus tahun. Allah s.w.t mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawapan dari pertanyaanmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati.
Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa sehingga tumbuhlah keimanan pada dirinya terhadap kekuasaan al-Khaliq (Sang Pencipta). Malaikat berkata sambil menunjuk makanan Uzair: “Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah.”Uzair melihat buah tin itu lalu ia mendapatinya seperti semula di mana warnanya tidak berubah dan rasanya pun tidak berubah.
Telah berlalu seratus tahun tetapi bagaimana mungkin makanan itu tidak berubah? Lalu Uzair melihat piring yang di situ ia memeras buah anggur dan meletakkan di dalamnya roti yang kering, dan ia mendapatinya seperti semula di mana minuman anggur itu masih layak untuk diminum dan roti pun masih tampak seperti semula, di mana kerasnya dan keringnya roti itu dapat dihilangkan ketika dicampur dengan perasan anggur.
Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa, bagaimana mungkin seratus tahun terjadi sementara perasan anggur itu tetap seperti semula dan tidak berubah. Malaikat merasa bahawa seakan-akan Uzair masih belum percaya atas apa yang dikatakannya. kerana itu, malaikat menunjuk keldainya sambil berkata:
“Dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang- belulang).”
Uzair pun melihat ke keledainya tetapi ia tidak mendapati kecuali ia tanah dari tulang-tulang keldainya. Malaikat berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin melihat bagaimana Allah s.w.t membangkitkan orang-orang yang mati? Lihatlah ke tanah yang di situ terletak keledaimu.”
![kaskus-image]()
Kemudian malaikat memanggil tulang-tulang keldai itu lalu atom-atom tanah itu memenuhi panggilan malaikat sehingga ia mulai berkumpul dan bergerak dari setiap arah lalu terbentuklah tulang-tulang.
Malaikat memerintahkan otot-otot saraf daging untuk bersatu sehingga daging melekat pada tulang-tulang keldai. Sementara itu, Uzair memperhatikan semua proses itu. Akhirnya, terbentuklah tulang dan tumbuh di atasnya kulit dan rambut.
![kaskus-image]()
Alhasil, keledai itu kembali seperti semula setelah menjalani kematian. Malaikat memerintahkan agar roh keldai itu kembali kepadanya dan keldai pun bangkit dan berdiri. Ia mulai mengangkat ekornya dan bersuara. Uzair menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t tersebut terjadi di depannya.
Ia melihat bagaimana mukjizat Allah s.w.t yang berupa kebangkitan orang-orang yang mati setelah mereka menjadi tulang belulang dan tanah. Setelah melihat mukjizat yang terjadi di depannya, Uzair berkata: “Saya yakin bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. “
Uzair bangkit dan menunggangi keldainya menuju desanya. Allah s.w.t berkehendak untuk menjadikan Uzair sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya kepada masyarakat dan mukjizat yang hidup yang menjadi saksi atas kebenaran kebangkitan dan hari kiamat.
Uzair memasuki desanya pada waktu Maghrib. Ia tidak percaya melihat perubahan yang terjadi di desanya di mana rumah-rumah dan jalan-jalan sudah berubah, begitu juga manusia dan anak-anak yang ditemuinya.
Tak seorang pun di situ yang mengenalinya. sebaliknya, ia pun tidak mengenali mereka. Uzair meninggalkan desanya saat beliau berusia empat puluh tahun dan kembali kepadanya dan usianya masih empat puluh tahun. Tetapi desanya sudah menjalani waktu seratus tahun sehingga rumah-rumah telah hancur dan jalan-jalan pun telah berubah dan wajah-wajah baru menghiasi tempat itu.
Inilah peristiwa yang dialaminya. Matahari bersiap-siap untuk tenggelam sementara ia masih tertidur di waktu Dzuhur. Uzair berkata dalam dirinya: Aku tertidur cukup lama. Barangkali sejak Dzuhur sampai Maghrib. Malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t membangunkannya dan bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?”
Malaikat bertanya kepadanya: “Berapa jam engkau tidur?” Uzair menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Malaikat yang mulia itu berkata kepadanya: “Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. ”
Engkau tidur selama seratus tahun. Allah s.w.t mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawapan dari pertanyaanmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati.
Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa sehingga tumbuhlah keimanan pada dirinya terhadap kekuasaan al-Khaliq (Sang Pencipta). Malaikat berkata sambil menunjuk makanan Uzair: “Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah.”Uzair melihat buah tin itu lalu ia mendapatinya seperti semula di mana warnanya tidak berubah dan rasanya pun tidak berubah.
Telah berlalu seratus tahun tetapi bagaimana mungkin makanan itu tidak berubah? Lalu Uzair melihat piring yang di situ ia memeras buah anggur dan meletakkan di dalamnya roti yang kering, dan ia mendapatinya seperti semula di mana minuman anggur itu masih layak untuk diminum dan roti pun masih tampak seperti semula, di mana kerasnya dan keringnya roti itu dapat dihilangkan ketika dicampur dengan perasan anggur.
Uzair merasakan kehairanan yang luar biasa, bagaimana mungkin seratus tahun terjadi sementara perasan anggur itu tetap seperti semula dan tidak berubah. Malaikat merasa bahawa seakan-akan Uzair masih belum percaya atas apa yang dikatakannya. kerana itu, malaikat menunjuk keldainya sambil berkata:
“Dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang- belulang).”
Uzair pun melihat ke keledainya tetapi ia tidak mendapati kecuali ia tanah dari tulang-tulang keldainya. Malaikat berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin melihat bagaimana Allah s.w.t membangkitkan orang-orang yang mati? Lihatlah ke tanah yang di situ terletak keledaimu.”

Kemudian malaikat memanggil tulang-tulang keldai itu lalu atom-atom tanah itu memenuhi panggilan malaikat sehingga ia mulai berkumpul dan bergerak dari setiap arah lalu terbentuklah tulang-tulang.
Malaikat memerintahkan otot-otot saraf daging untuk bersatu sehingga daging melekat pada tulang-tulang keldai. Sementara itu, Uzair memperhatikan semua proses itu. Akhirnya, terbentuklah tulang dan tumbuh di atasnya kulit dan rambut.

Alhasil, keledai itu kembali seperti semula setelah menjalani kematian. Malaikat memerintahkan agar roh keldai itu kembali kepadanya dan keldai pun bangkit dan berdiri. Ia mulai mengangkat ekornya dan bersuara. Uzair menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t tersebut terjadi di depannya.
Ia melihat bagaimana mukjizat Allah s.w.t yang berupa kebangkitan orang-orang yang mati setelah mereka menjadi tulang belulang dan tanah. Setelah melihat mukjizat yang terjadi di depannya, Uzair berkata: “Saya yakin bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. “
Uzair bangkit dan menunggangi keldainya menuju desanya. Allah s.w.t berkehendak untuk menjadikan Uzair sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya kepada masyarakat dan mukjizat yang hidup yang menjadi saksi atas kebenaran kebangkitan dan hari kiamat.
Uzair memasuki desanya pada waktu Maghrib. Ia tidak percaya melihat perubahan yang terjadi di desanya di mana rumah-rumah dan jalan-jalan sudah berubah, begitu juga manusia dan anak-anak yang ditemuinya.
Tak seorang pun di situ yang mengenalinya. sebaliknya, ia pun tidak mengenali mereka. Uzair meninggalkan desanya saat beliau berusia empat puluh tahun dan kembali kepadanya dan usianya masih empat puluh tahun. Tetapi desanya sudah menjalani waktu seratus tahun sehingga rumah-rumah telah hancur dan jalan-jalan pun telah berubah dan wajah-wajah baru menghiasi tempat itu.
Diubah oleh defhawk 22-12-2013 12:00
0
Kutip
Balas