Singkat cerita, akhirnya kita diperbolehkan istirahat dan bebas jajan di luar. Aku duduk di kelas sambil meneguk air minum perbekalan terakhir ku. Sebenarnya aku ingin segera pulang ke rumah agar aku bisa segera mengisi perut ku yang sangat lapar. Ada beberapa teman sekelas yang memperhatikan ku, mungkin karena aku hanya duduk di kelas dan minum air putih di saat teman2 lain sibuk mencari makanan dan mengisi perutnya.
Quote:
X : ”Hay..kamu gak cari jajan keluar?”
Aku : ”Oh iya nanti, masih capek nih…”
X : ”Heemh…aku juga.. Mau?”
Aku : ”Eh..gak, makasih…”
Tak lama duduk di kelas, aku baru teringat jika jarak sekolahan ku tak jauh dengan jarak rumah Bi Yant. Aku pun segera pergi ke rumah Bibi dengan berjalan kaki.
Quote:
Aku : ”Semoga saja Bibi ada di rumah.. Bi…Bi…Assalamualaikum….Bibi…“
Bi Yant : ”Eh, kamu Ka, kirain Bibi siapa..”
Aku : ”Hehehehe…
Bi Yant : [I]”sama siapa kesini?”
Aku : ”Sendiri Bi, Cika lagi ospek, ni lagi istirahat, tapi bekel Cika dari rumah abis. Inget rumah Bibi gak jauh dari sekolah, jadinya kesini deh…”
Bi Yant : ”Oh gitu, iya sok atuh, mau makan apa? Bibi masak alakadarnya nih…”
Aku : ”Gpp Bi, daripada kayak Bunda jarang masak..”
Bi Yant : ”Ih..iya, tuman dimanja kali ya dulunya, jadi aja gak bisa ngurus rumah, namanya juga anak bungsu sih..”
Aku bercerita banyak ke Bibi, rasanya kangen bisa berkumpul dengan keluarga Nenek. Akhirnya perut ku kenyang terisi dengan sayur asem dan tempe bacem masakan Bibi. Jika saja tidak ada Bibi mungkin aku akan pingsan karena saking perihnya perut ku.
Aku : ”Bi, Cika gak bisa lama2 ya, mau ke sekolah lagi?”
Bi Yant : ”Iya gpp Ka, sering2 main sini ya kan deket sama sekolahan kamu?”
Aku : ”Iya, makasih ya Bi..”
Aku mempercepat langkah kaki ku, karena takut gerbang sekolah ditutup untuk menandai jam istirahat telah habis. Namun, ketika melewati kios2 pedagang tiba2 ada yang menarik perhatian ku, sesosok laki2 dengan postur badan tinggi, rambut gaya landak dan kulit putihnya yang bersinar karena tersorot sinar matahari.
”Huuumh…ada cowo cakep juga yang sekolah disini.. Kira2 namanya siapa ya? Hihihi..”
Akhirnya acara hari ini selesai.
Sementara teman2 yang lain asik dijemput oleh orang tuanya, aku hanya pulang bareng Maya. Senang bisa melewati kegiatan sekolah meski harus kabur dari rumah. Aku pun berpisah dengan Maya, aku memilih jalan lain agar tidak usah melewati rumah Maya. Aku menyusuri jalan kereta api, melewati selangkah demi langkah kayu2 yang terhimpit oleh besi2 rel kereta. Aku tak sabar untuk segera mengenakan seragam baru ku. Akan aku rubah seperti apa penampilan ku ini? Aku ingin terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Oh iya, sampai di rumah nanti semoga saja Ayah tidak ada di rumah. Tak terbayang bagaimana marahnya Ayah.