TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#17
Spoiler for Hetazania Dacians:
4.menyerang daerah dua sungai
Wilayah taklukan kami makin luas dan makin banyak budak-budak yang kami dapat, kami merekrut mereka untuk di jadikan tentara mengingat pasukan Dacian terbatas dan aku memberikan jaminan kebebasan beribadah serta iming-iming uang kepada mereka agar mereka loyal pada kami. Mereka menuruti kami dan hampir 5.000 orang Turk menjadi pasukan kami, pasukan Turk yang masuk ke pasukan kami dinamakan Sozikian, pasukan rekrutan orang bukan Dacian.
Industri-industri pabrik kami buat di daerah-daerah taklukan kami untuk memproduksi senjata-senjata dan barang-barang untuk Dacian. Hal itu membuat orang-orang Turk yang tadinya petani dan pengembala menjadi buruh kerja yang berkerja dari pagi sampai malam, rel kereta api kami buat untuk transportasi dari negara Dacian ke Mazikaret timur. Aku meminta kepada para menteri untuk mengirimkan bantuan kepada pasukan Jizta dan aku, mereka mengabulkan permintaanku dan mereka mengirimkan 5.000 pasukan Dacian ke pasukan Jizta maupun pasukanku. Di Dacian sedang di galakan perekrutan masal prajurit baru, anak-anak yang umurnya baru 16 tahun wajib ikut pasukan militer dan wanita wajib ikut juga mengingat populasi Dacian hanya 2 juta saja.
Kota-kota kecil banyak aku taklukan dan aku berserta pasukanku berhasil sampai di pinggir sungai Afarat, sungai Afarat sangat besar dan susah untuk di lewati, untuk melewati sungai ini hanya bisa dengan menggunakan jembatan dan kapal namun tidak ada jembatan di sekitar sini dan tidak ada kapal juga di sekitar tempat ini. Tempat ini hamparan gurun pasir dan kami mulai bisa beradaptasi dengan iklim yang berbeda dengan negeri Dacian, negeri Dacian iklimnya sangat sejuk dan punya 4 musim yang sama seperti negeri-negeri di sekitar kami.
Aku mendengar bahwa Jitza dan pasukan bertempur sengit dengan pasukan Turk di front Mazikaret barat sejak 2 minggu lalu, sekarang sudah tanggal 28 Juni 1830 dan mereka masih bertempur sampai aku mendengar berita ini dari utusan Jitza. Jizta dan pasukannya bertempur melawan 40.000 pasukan yang di kerahkan sultan untuk menahan mereka di Mazikaret barat, tentu saja itu membawa keuntungan bagi aku karena sebagian pasukan Mesopotamia dan Judea di kerahkan ke Mazikaret untuk membantu pasukan Turk melawan Jitza di Mazikaret barat sehingga pertahanan di wilayah Mesopotamia dan Judea melemah tapi tetap saja tidak boleh di remehkan pasukan Turk.
Aku mendengar bahwa masih ada puluhan ribu pasukan Turk di Mesopotamia dan Judea, itu membuat aku harus membuat taktik untuk menaklukan Mesopatamia yang di huni sekitar 20.000 prajurit Turk dan belum di hitung bala tentara Yama yang merupakan bala tentara kerajaan Yama, kerajaan vasal Turk di semenanjung Yama. Aku mendengar bahwa pasukan Yama akan membantu pasukan Turk jika Mesopotamia di serang dan aku mendengar dari mata-mataku bahwa pasukan Yama ada sekitar 20.000 prajurit yang mayoritas menunggangi unta. Aku sudah punya taktik untuk melawan Yama dan Turk, aku akan menaklukan Yama dengan pasukanku.
Aku memerintahkan pasukanku untuk berjalan di sekitar sungai ini dengan tujuan mencari jembatan untuk menyerbangi sungai besar ini, aku menaiki kudaku dan berjalan di depan prajuritku. Aku melihat di kanan ada sungai ini dan di kiri ada gurun pasir yang panas mengingat sekarang musim panas, pasukanku terlihat kehausan dan aku merasa kasihan kepada mereka karena dari tadi berjalan terus dari tadi pagi di kota Yereva ke sungai ini yang kira-kira jaraknya sekitar 30 km . Aku berkata kepada mereka, “Pasukan Dacian, kita istirahat disini dan kita bermalam di sini!”
Mereka terlihat senang dan mereka segera mendirikan kamp di pinggir sungai ini, aku langsung turun dari kuda dan duduk di pinggir sungai ini. “Panasnya!” ujar aku, kedua kakiku masuk ke dalam air sungai untuk mendinginkan kaki ini yang panas.
Aku menoleh ke belakang dan pasukanku sedang membuat kamp, sekitar 30.000 prajuritku membuat kamp di pinggir sungai ini dan beberapa prajuritku meminum air putih dari botol yang mereka bawa. Aku melihat baju seragam militer yang berwarna hitam dan ketat ini yang aku kenakan membuat aku panas, harusnya aku menyuruh disianer mendisain baju militer yang adem dan kebal dari peluru tapi bisa-bisa cepet mati kalo baju militer kayak begitu. Aku membuka baju seragam dan aku melepaskan kaos putih yang aku kenakan, aku hanya memakai kaos dalam berwarna putih dan aku sudah tidak ke panasan lagi.
Aku teringat berita bahwa kakakku, Kazania telah menaklukan beberapa kota penting di wilayah Timuria namun ia kesusahan mengatasi gerombolan berkuda Timuria yang sangat menakutkan saat pertempuran di padang rumput bahkan rumor mengatakan bahwa pasukan kalaveri Timuria lebih berbahaya di bandingkan kalaveri Turk, aku hanya bisa tersenyum dan menunggu berita apakah kakakku bisa menaklukan Timuria dengan kemampuannya? Mungkin saja iya karena tidak ada yang tidak mungkin sebelum di coba.
Zakania telah menaklukan seluruh kota pelabuhan di laut Ara agar suplai dari Dacian tidak di ganggu pasukan Rus, aku mendengar bahwa Zakania bersama puluhan ribuan pasukannya akan menaklukan kota-kota di Rus dan secepat menungkin menaklukan kota-kota di peggunungan Ural sebelum musim dingin tiba karena jika musim dingin tiba maka pasukan Dacian akan kalah dengan mati ke dinginan pada suhu ekstrem di kekaisaran Rus. Dengan menaklukan peggunungan Ural maka kekaisaran Rus akan terpisah menjadi dua dan akan lebih mudah menaklukan Siberia, jika Siberia jauh maka Rus yang ada di Levtxsan-zand akan segera jatuh. Rencana yang menurutku berlebihan karena Siberia lebih luas dibandingkan wilayah Rus di Levtxsan –zand sehingg akan lebih memakan waktu untuk menaklukan Siberia walaupun pertahananya tidak sekuat wilayah asli Rus.
Mereka berdua berusaha untuk menaklukan musuh mereka dan aku juga berusaha untuk menaklukan musuhku yaitu Turk. Sampai saat ini, wilayah taklukanku masih lebih luas dibandingkan mereka berdua dan akan bertambah luas jika Jatza berhasil memenangkan pertempuran di Mazikaret barat. JIka Jatza kalah di pertempuran Mazikaret barat maka itu menjadi petaka buruk bagiku dan Dacian karena bangsa Turk akan menyerang balik wilayah taklukanku dan bisa-bisa mereka menyerang dinding Dacian, semoga itu tidak terjadi dan aku percaya bahwa jenderla Jatza bisa memenangkan pertempuran tersebut. Pertempuran Mazikaret barat akan menjadi titik balik dari Turk karena jika mereka kalah maka keruntuhan kekaisaran Turk tak akan lama lagi terjadi tapi jika mereka menang maka ini menjadi titik balik Dacian, mereka bisa saja menaklukan Mazikaret timur sebelum pasukanku sampai Mazikaret timur dan bisa-bisa mereka menembus dinding Dacian yang sekarang kurang penjagaannya karena pasukan penjaga Dacian ikut membantu pasukan Jatza bertempur. Jika itu terjadi maka aku bisa di caci maki rakyat Dacian jika Turk bisa menyerang balik Dacian dan tahta kanselor tidak akan pernah jatuh ke tanganku karena para menteri sudah tidak akan percaya dengan kepimpianku.
Aku hanya bisa berharap Mazikaret barat bisa di taklukan Jatza dan aku memanggil prajurit Dacian yang sedang berjalan di dekatku, “Hei kau, sini!”
Ia langsung menghampiriku dan bertanya, “Ada apa paduka?”
“Kau dari salah satu kapten dari resimen kalaveri bukan?” tanya aku kepadanya, aku tahu dari itu kapten dari resimen kalaveri karena ada lambang resimen kalaveri di seragam hitamnya yang ia kenakan.
“Ya!” jawab dia.
“Aku perintahkan kau bersama 20 pasukan Kalaveri menyusuri pinggir sungai untuk mencari jembatan yang bisa menyerbangi sungai ini! Jika kalian berhasil segera pulang ke sini dan konfirmasikan hal ini kepadaku!” perintahku kepadanya.
Dia menganggukan kepalanya dan ia langsung pergi meninggalkan tempat ini, aku tersenyum dan memakai kembali seragamku. Aku pergi ke kemahku yang sudah di dirikan dan aku beristirahat di kasurku karena aku mau tidur siang sambil menunggu pasukan Dacian memasak, aku meninggalkan kasur ini dan membuat peta Azia. Aku melihat tanda wilayah yang sudah aku taklukan dan aku melihat bahwa jika Mesopotamia takluk maka tak memungkinkan Trolls bisa aku serang, aku tertarik menaklukan Troll tapi aku harus fokus menaklukan Turk.
Aku melihat dari peta bahwa ada kota Turk di dekat wilayah ini dan jaraknya tidak terlalu jauh, kota tersebut mungkin bisa dijadikan benteng karena lokasinya sepertinya strategis. Kota tersebut bernama Barash dan merupakan kota besar yang dekat dari kemah ini, aku tinggal menunggu berita dari pasukan kalaveri apakah kota tersebut ada jembatan atau tidak. Aku melihat bahwa kota tersebut ada di antara dua sungai dan itu menambah ke strategisan kota tersebut, aku berharap agar bisa menaklukan kota tersebut tanpa membuang banyak tentara.
Aku menutup peta dan aku keluar dari kemah, aku melihat pasukanku sudah memasak makan siang dan mereka sedang makan siang. Aku pergi menggambil piring dan mengambil sup yang dibuat pasukan Dacian, setelah itu aku bergabung makan siang di tempat para jenderal berada. Sup Sapi ini cukup enak dan aku suka sup ini daripada sup bikinan aku sendiri yang rasanya hambar.
Pada sore hari….
Pasukan kalaveri kembali kamp dan mengkonfirmasikan kepadaku bahwa mereka berhasil menemukan jembatan dan jembatan tersebut merupakan jembatan masuk ke kota Barash, mereka mengkonfirmasikan juga bahwa ada sekitar 4.000 pasukan Turk yang berjaga di Barash dan sekitar kota Barash ada tembok setinggi 4 meter yang ada meriam-meriam di sekitar tembok yang membuat penyerang akan di hujani meriam oleh pasukan Turk. Aku membawa sekitar 30.000 pasukan namun aku tak boleh mengerahkan semua pasukanku karena takut banyak yang mati, aku harus memikirkan matang-matang penyerangan ke Barash dan aku harus secepat mungkin menaklukan Barash karena aku mendengar dari mata-mataku bahwa sekitar 10.000 prajurit Yama dan 25.000 prajurit Turk akan mendatangi Barash sebelum 6 Juli 1830 untuk bersiap menyerang kami. Dengan menaklukan Barash dan mempertahankan Barash maka musuh tak akan bisa menyerbangi sungai Afarat mengingat hanya ada satu jembatan di sungai ini yaitu jembatan Barash, jika mau menyerbangi sungai maka harus memutar jauh dan bisa memakan beberapa minggu.
Aku dan para jenderal memutuskan rapat pada mala mini untuk membicarakan penyerangan ke Barash.
Wilayah taklukan kami makin luas dan makin banyak budak-budak yang kami dapat, kami merekrut mereka untuk di jadikan tentara mengingat pasukan Dacian terbatas dan aku memberikan jaminan kebebasan beribadah serta iming-iming uang kepada mereka agar mereka loyal pada kami. Mereka menuruti kami dan hampir 5.000 orang Turk menjadi pasukan kami, pasukan Turk yang masuk ke pasukan kami dinamakan Sozikian, pasukan rekrutan orang bukan Dacian.
Industri-industri pabrik kami buat di daerah-daerah taklukan kami untuk memproduksi senjata-senjata dan barang-barang untuk Dacian. Hal itu membuat orang-orang Turk yang tadinya petani dan pengembala menjadi buruh kerja yang berkerja dari pagi sampai malam, rel kereta api kami buat untuk transportasi dari negara Dacian ke Mazikaret timur. Aku meminta kepada para menteri untuk mengirimkan bantuan kepada pasukan Jizta dan aku, mereka mengabulkan permintaanku dan mereka mengirimkan 5.000 pasukan Dacian ke pasukan Jizta maupun pasukanku. Di Dacian sedang di galakan perekrutan masal prajurit baru, anak-anak yang umurnya baru 16 tahun wajib ikut pasukan militer dan wanita wajib ikut juga mengingat populasi Dacian hanya 2 juta saja.
Kota-kota kecil banyak aku taklukan dan aku berserta pasukanku berhasil sampai di pinggir sungai Afarat, sungai Afarat sangat besar dan susah untuk di lewati, untuk melewati sungai ini hanya bisa dengan menggunakan jembatan dan kapal namun tidak ada jembatan di sekitar sini dan tidak ada kapal juga di sekitar tempat ini. Tempat ini hamparan gurun pasir dan kami mulai bisa beradaptasi dengan iklim yang berbeda dengan negeri Dacian, negeri Dacian iklimnya sangat sejuk dan punya 4 musim yang sama seperti negeri-negeri di sekitar kami.
Aku mendengar bahwa Jitza dan pasukan bertempur sengit dengan pasukan Turk di front Mazikaret barat sejak 2 minggu lalu, sekarang sudah tanggal 28 Juni 1830 dan mereka masih bertempur sampai aku mendengar berita ini dari utusan Jitza. Jizta dan pasukannya bertempur melawan 40.000 pasukan yang di kerahkan sultan untuk menahan mereka di Mazikaret barat, tentu saja itu membawa keuntungan bagi aku karena sebagian pasukan Mesopotamia dan Judea di kerahkan ke Mazikaret untuk membantu pasukan Turk melawan Jitza di Mazikaret barat sehingga pertahanan di wilayah Mesopotamia dan Judea melemah tapi tetap saja tidak boleh di remehkan pasukan Turk.
Aku mendengar bahwa masih ada puluhan ribu pasukan Turk di Mesopotamia dan Judea, itu membuat aku harus membuat taktik untuk menaklukan Mesopatamia yang di huni sekitar 20.000 prajurit Turk dan belum di hitung bala tentara Yama yang merupakan bala tentara kerajaan Yama, kerajaan vasal Turk di semenanjung Yama. Aku mendengar bahwa pasukan Yama akan membantu pasukan Turk jika Mesopotamia di serang dan aku mendengar dari mata-mataku bahwa pasukan Yama ada sekitar 20.000 prajurit yang mayoritas menunggangi unta. Aku sudah punya taktik untuk melawan Yama dan Turk, aku akan menaklukan Yama dengan pasukanku.
Aku memerintahkan pasukanku untuk berjalan di sekitar sungai ini dengan tujuan mencari jembatan untuk menyerbangi sungai besar ini, aku menaiki kudaku dan berjalan di depan prajuritku. Aku melihat di kanan ada sungai ini dan di kiri ada gurun pasir yang panas mengingat sekarang musim panas, pasukanku terlihat kehausan dan aku merasa kasihan kepada mereka karena dari tadi berjalan terus dari tadi pagi di kota Yereva ke sungai ini yang kira-kira jaraknya sekitar 30 km . Aku berkata kepada mereka, “Pasukan Dacian, kita istirahat disini dan kita bermalam di sini!”
Mereka terlihat senang dan mereka segera mendirikan kamp di pinggir sungai ini, aku langsung turun dari kuda dan duduk di pinggir sungai ini. “Panasnya!” ujar aku, kedua kakiku masuk ke dalam air sungai untuk mendinginkan kaki ini yang panas.
Aku menoleh ke belakang dan pasukanku sedang membuat kamp, sekitar 30.000 prajuritku membuat kamp di pinggir sungai ini dan beberapa prajuritku meminum air putih dari botol yang mereka bawa. Aku melihat baju seragam militer yang berwarna hitam dan ketat ini yang aku kenakan membuat aku panas, harusnya aku menyuruh disianer mendisain baju militer yang adem dan kebal dari peluru tapi bisa-bisa cepet mati kalo baju militer kayak begitu. Aku membuka baju seragam dan aku melepaskan kaos putih yang aku kenakan, aku hanya memakai kaos dalam berwarna putih dan aku sudah tidak ke panasan lagi.
Aku teringat berita bahwa kakakku, Kazania telah menaklukan beberapa kota penting di wilayah Timuria namun ia kesusahan mengatasi gerombolan berkuda Timuria yang sangat menakutkan saat pertempuran di padang rumput bahkan rumor mengatakan bahwa pasukan kalaveri Timuria lebih berbahaya di bandingkan kalaveri Turk, aku hanya bisa tersenyum dan menunggu berita apakah kakakku bisa menaklukan Timuria dengan kemampuannya? Mungkin saja iya karena tidak ada yang tidak mungkin sebelum di coba.
Zakania telah menaklukan seluruh kota pelabuhan di laut Ara agar suplai dari Dacian tidak di ganggu pasukan Rus, aku mendengar bahwa Zakania bersama puluhan ribuan pasukannya akan menaklukan kota-kota di Rus dan secepat menungkin menaklukan kota-kota di peggunungan Ural sebelum musim dingin tiba karena jika musim dingin tiba maka pasukan Dacian akan kalah dengan mati ke dinginan pada suhu ekstrem di kekaisaran Rus. Dengan menaklukan peggunungan Ural maka kekaisaran Rus akan terpisah menjadi dua dan akan lebih mudah menaklukan Siberia, jika Siberia jauh maka Rus yang ada di Levtxsan-zand akan segera jatuh. Rencana yang menurutku berlebihan karena Siberia lebih luas dibandingkan wilayah Rus di Levtxsan –zand sehingg akan lebih memakan waktu untuk menaklukan Siberia walaupun pertahananya tidak sekuat wilayah asli Rus.
Mereka berdua berusaha untuk menaklukan musuh mereka dan aku juga berusaha untuk menaklukan musuhku yaitu Turk. Sampai saat ini, wilayah taklukanku masih lebih luas dibandingkan mereka berdua dan akan bertambah luas jika Jatza berhasil memenangkan pertempuran di Mazikaret barat. JIka Jatza kalah di pertempuran Mazikaret barat maka itu menjadi petaka buruk bagiku dan Dacian karena bangsa Turk akan menyerang balik wilayah taklukanku dan bisa-bisa mereka menyerang dinding Dacian, semoga itu tidak terjadi dan aku percaya bahwa jenderla Jatza bisa memenangkan pertempuran tersebut. Pertempuran Mazikaret barat akan menjadi titik balik dari Turk karena jika mereka kalah maka keruntuhan kekaisaran Turk tak akan lama lagi terjadi tapi jika mereka menang maka ini menjadi titik balik Dacian, mereka bisa saja menaklukan Mazikaret timur sebelum pasukanku sampai Mazikaret timur dan bisa-bisa mereka menembus dinding Dacian yang sekarang kurang penjagaannya karena pasukan penjaga Dacian ikut membantu pasukan Jatza bertempur. Jika itu terjadi maka aku bisa di caci maki rakyat Dacian jika Turk bisa menyerang balik Dacian dan tahta kanselor tidak akan pernah jatuh ke tanganku karena para menteri sudah tidak akan percaya dengan kepimpianku.
Aku hanya bisa berharap Mazikaret barat bisa di taklukan Jatza dan aku memanggil prajurit Dacian yang sedang berjalan di dekatku, “Hei kau, sini!”
Ia langsung menghampiriku dan bertanya, “Ada apa paduka?”
“Kau dari salah satu kapten dari resimen kalaveri bukan?” tanya aku kepadanya, aku tahu dari itu kapten dari resimen kalaveri karena ada lambang resimen kalaveri di seragam hitamnya yang ia kenakan.
“Ya!” jawab dia.
“Aku perintahkan kau bersama 20 pasukan Kalaveri menyusuri pinggir sungai untuk mencari jembatan yang bisa menyerbangi sungai ini! Jika kalian berhasil segera pulang ke sini dan konfirmasikan hal ini kepadaku!” perintahku kepadanya.
Dia menganggukan kepalanya dan ia langsung pergi meninggalkan tempat ini, aku tersenyum dan memakai kembali seragamku. Aku pergi ke kemahku yang sudah di dirikan dan aku beristirahat di kasurku karena aku mau tidur siang sambil menunggu pasukan Dacian memasak, aku meninggalkan kasur ini dan membuat peta Azia. Aku melihat tanda wilayah yang sudah aku taklukan dan aku melihat bahwa jika Mesopotamia takluk maka tak memungkinkan Trolls bisa aku serang, aku tertarik menaklukan Troll tapi aku harus fokus menaklukan Turk.
Aku melihat dari peta bahwa ada kota Turk di dekat wilayah ini dan jaraknya tidak terlalu jauh, kota tersebut mungkin bisa dijadikan benteng karena lokasinya sepertinya strategis. Kota tersebut bernama Barash dan merupakan kota besar yang dekat dari kemah ini, aku tinggal menunggu berita dari pasukan kalaveri apakah kota tersebut ada jembatan atau tidak. Aku melihat bahwa kota tersebut ada di antara dua sungai dan itu menambah ke strategisan kota tersebut, aku berharap agar bisa menaklukan kota tersebut tanpa membuang banyak tentara.
Aku menutup peta dan aku keluar dari kemah, aku melihat pasukanku sudah memasak makan siang dan mereka sedang makan siang. Aku pergi menggambil piring dan mengambil sup yang dibuat pasukan Dacian, setelah itu aku bergabung makan siang di tempat para jenderal berada. Sup Sapi ini cukup enak dan aku suka sup ini daripada sup bikinan aku sendiri yang rasanya hambar.
Pada sore hari….
Pasukan kalaveri kembali kamp dan mengkonfirmasikan kepadaku bahwa mereka berhasil menemukan jembatan dan jembatan tersebut merupakan jembatan masuk ke kota Barash, mereka mengkonfirmasikan juga bahwa ada sekitar 4.000 pasukan Turk yang berjaga di Barash dan sekitar kota Barash ada tembok setinggi 4 meter yang ada meriam-meriam di sekitar tembok yang membuat penyerang akan di hujani meriam oleh pasukan Turk. Aku membawa sekitar 30.000 pasukan namun aku tak boleh mengerahkan semua pasukanku karena takut banyak yang mati, aku harus memikirkan matang-matang penyerangan ke Barash dan aku harus secepat mungkin menaklukan Barash karena aku mendengar dari mata-mataku bahwa sekitar 10.000 prajurit Yama dan 25.000 prajurit Turk akan mendatangi Barash sebelum 6 Juli 1830 untuk bersiap menyerang kami. Dengan menaklukan Barash dan mempertahankan Barash maka musuh tak akan bisa menyerbangi sungai Afarat mengingat hanya ada satu jembatan di sungai ini yaitu jembatan Barash, jika mau menyerbangi sungai maka harus memutar jauh dan bisa memakan beberapa minggu.
Aku dan para jenderal memutuskan rapat pada mala mini untuk membicarakan penyerangan ke Barash.
0
Kutip
Balas