TS
mabdulkarim
Kumpulan cerita Karim
ini thread digunakan selain cerita random world, ini merupakan kumpulan cerita ane yang kagak perlu di jadiin thread..
denah STM Panzer
Quote:
War, new imperilism, industrial age:Hetazania Dacians
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
genre: strategi, aksi, politik
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14.
15
Quote:
Naninu
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
genre: komedi
Naninu:Memory
Naninu:Masih dunia paling lain
Naninu:Cerita paling amburadul
Naninu-panzer short story
Quote:
STM Panzer
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
genre: komedi
STM Panzer: Supranatural
Naninu-Panzer short story
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 1/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan bagian 2/3
STM Panzer: Pekerjaan sambilan 3/3
STM Panzer= melawan gaib 1/2
STM Panzer= melawan gaib 2/2:
Quote:
STM Panzer x Naninu: Laknad project (masuk kategori lain di polling
)
Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
)Genre: Aksi, gore, sci fic, silat,komedi, petualangan
prolog
1
2
3
4
5
6
Quote:
Lain-lainnya
Jung Kosim
Jung Kosim
denah STM Panzer
Polling
0 suara
Lebih suka cerita apa?
Diubah oleh mabdulkarim 08-06-2016 18:42
0
8K
Kutip
69
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#16
Spoiler for Naninu:Memory:
Naninu: Memory
Pada waktu itu, Karim membuka internet dan mendengarkan musik Epic. Karim menjadi teringat sesuatu dan ia berkata dalam hatinya, “Musik ini mengingatkan aku ketika aku masih muda!”
“Tunggu, sekarang juga aku masih muda!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum-senyum sendiri.
“Aku jadi ingat waktu aku kelas 9!” ujar Karim dalam hatinya, “Waktu aku bersama pasukan Naninu yang lengkap dan waktu aku masih sekolah dekat dengan rumah!”
“Waktu kelas 9, aku bisa ranking 3 besar tapi sekarang kelas 11 bisa ranking 20!” ujar Karim dalam hatinya, ia meminum gelas air minum yang ia taruh di depan monitor komputernya.
“Waktu dulu, Matematika paling tinggi 100 tapi sekarang paling tinggi 75!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum sendiri.
“Waktu dulu, berat 70 Kg tapi sekarang 90 Kg!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum, “Pasti gara-gara tidur habis makan!”
“Sekarang, di kelas 11 di tahun 900 merupakan waktu-waktu terburuk gara-gara nilai kecil-kecil padahal waktu kelas 9 dari tahun 898-899 waktu-waktu terbaikku dan bisa mendapatkan rank 1 di akhir waktu kelas 9!” ujar Karim dalam hatinya.
“Kelas 9 merupakan waktu aku Berjaya-jayanya dan kelas dimana aku paling senang setelah kelas 8 yang merupakan kelas paling mendekati buruk karena isinya mayoritas anak badung!” ujar Karim dalam hatinya.
“Kelas 8 merupakan masa-masa gelapku yang dimana aku sering ngamuk dan pernah mukul tangan orang pakai bambu yang membuat korban mesti di jahit di rumah sakit!” ujar Karim dalam hatinya.
“Aku ingat ketika aku perpisahan SMP di Bali, seru dan yang paling seru itu ketika aku menggigit Hanny di lehernya sebelum aku naik bisa tapi dia tidak jadi Werewolf kayak di film-film! Hahaha!” ketawa Karim.
“Aku ingat ketika aku naik sepeda terus kena tai burung dari langit yang membuatku memegang tai burung yang berlumuran di kepala dan mencari tahu bentuk tai burung dengan memegangnya, menjijikan!” ujar Karim.
“Aku ingat ketika mencuci celana dalam di WC sekolah pas UAS gara-gara ngompol pada ujian!” ujar Karim sambil tersenyum sendiri.
“Aku ingat ketika kentut di kelas dan orang di belakangku, Kania dan Ghina nggak ngeluh karena udah sering kena bau kentut aku yang menjijikan!” ujar Karim sambil tersenyum sendiri.
“Aku ingat ketika pak Kojay kabur dari kelas gara-gara aku kentut!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku tidur di kelas di depan hadapan guru yang lagi ngajar, hahaha!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika Aerief bikin keributan di tempat les dan itu seru!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku bikin lingkaran di pasir pantai buat anjing nggak masuk ke wilayahku tapi tetap saja masuk dan aku berhasil kabur sebelum anjing masuk ke lingkaran pasir!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku lagi periksa celana dalam di foto Okoy pakai HP Ondel, aneh!” ujar Karim sambil tersenyum, "Nggak tahu kenapa si Okoy foto ane waktu itu!"
“Aku ingat ketika buang air besar di rumah pas istirahat sekolah, enak sekali bisa buang air besar di rumah karena jarak rumah dengan sekolah nggak jauh!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika baca manga Firlay buat mengisi waktu!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku berdiskusi dengan Bandot tentang masalah game!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku teriak di kelas yang lagi ribut hanya untuk tes suara sampai-sampai wali kelas protes gara-gara banyak anak kelas 9-2 yang kaget gara-gara aku!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingin bisa berkumpul dengan pasukan Naninu seperti dulu!” ujar Karim, “Kenapa aku bicara sendiri kayak orang gila? Mendingan aku diam saja dan mengetik cerita!”
Karim berhenti berbicara dan mengetik sebuah cerita yang akan di ikut sertakan ke Fikbul Desember di Kazkuz. Karim sudah sering menulis dari kelas 8 sampai Desember 900, ilmu menulisnya meningkat berkata bantuan orang-orang dari Kazkuz, ia berhasil menulis dua novel dan salah satu novelnya di kirim untuk lomba.
Pasukan Naninu bukan pasukan militer tapi pasukan anak-anak kelas 9 Wescil yang salah satu anggotanya adalah Karim. Pasukan Naninu terdiri dari Otaku, bokepers, gamers seperti Karim, dan lain-lain, tidak ada anak alay di pasukan Naninu karena anak alay bakal di bantai pasukan Naninu. Pasukan Naninu mayoritas anak kelas 9-2, kelas yang dihuni Karim ketika ia SMP. Wescil merupakan sekolah agama di kerajaan Banten dan Wescil terletak di kota Tangerang yang berbatasan dengan kota sekaligus negara Jabar.
Pasukan Naninu terdiri dari beberapa orang seperti Karim sang gamer dan tukang ngamuk serta jika marah, ia bakal menghancurkan apapun yang ada di depannya. Ada juga Ondel sang animator, komunikus, suka BB17, dan suka di ejek anak-anak Naninu karena mukanya jelek, ada Arnob sang komikus dan manik militer Soviet, ada juga yang namanya Adit yang pintar dan punya wawasan luas tentang dunia pesawat, Firlay yang merupakan otaku dan pendiam, Bandot yang gendut kayak kambing bandot dan wawasan militernya cukup bagus, ada Yovan sang otaku dan tukang galau, dan lain-lain. Semuanya merupakan anggota Naninu dan cukup dekat satu sama lain tapi mereka jarang berkumpul karena beda sekolah, mereka merupakan anak-anak yang asyik bagi Karim dan Karim tidak bisa berkumpul dengan mereka karena Karim merupakan anak yang lebih suka berdiam di rumah daripada keluar seperti rata-rata anak remaja kebanyakan.
“Masa lalu!” ucap Karim sambil tersenyum, “Kalo ingat masa lalu pasti aku bisa tersenyum dan malu, aku senang meningat masa lalu namun jangan sampai aku lupakan apa yang ada di depanku!”
“Ya, monitor!” ujar Karim sambil menantap monitor komputernya, “Bukan itu yang aku maksud!”
“Maksud aku itu masa depan, masa depan harus lebih baik dari sekarang yang pada saat ini nilai aku pada jeblok semua!” ujar Karim, “Kalo bisa lulus dengan memuaskan dan bisa masuk universitas terbaik di Nusantara atau kalo perlu di luar negeri!”
“Tapi, kenapa aku bicara sendiri?” bingung Karim pada dirinya sendiri, “Lanjut main komputer!”
Karim berhenti berbicara sendiri karena takut gila dan ia berhenti menulis Fikbul karena ia cape, ia memilih bermain game Touhou untuk menghilangkan kebosanannya.
Pada waktu itu, Karim membuka internet dan mendengarkan musik Epic. Karim menjadi teringat sesuatu dan ia berkata dalam hatinya, “Musik ini mengingatkan aku ketika aku masih muda!”
“Tunggu, sekarang juga aku masih muda!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum-senyum sendiri.
“Aku jadi ingat waktu aku kelas 9!” ujar Karim dalam hatinya, “Waktu aku bersama pasukan Naninu yang lengkap dan waktu aku masih sekolah dekat dengan rumah!”
“Waktu kelas 9, aku bisa ranking 3 besar tapi sekarang kelas 11 bisa ranking 20!” ujar Karim dalam hatinya, ia meminum gelas air minum yang ia taruh di depan monitor komputernya.
“Waktu dulu, Matematika paling tinggi 100 tapi sekarang paling tinggi 75!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum sendiri.
“Waktu dulu, berat 70 Kg tapi sekarang 90 Kg!” ujar Karim dalam hatinya sambil tersenyum, “Pasti gara-gara tidur habis makan!”
“Sekarang, di kelas 11 di tahun 900 merupakan waktu-waktu terburuk gara-gara nilai kecil-kecil padahal waktu kelas 9 dari tahun 898-899 waktu-waktu terbaikku dan bisa mendapatkan rank 1 di akhir waktu kelas 9!” ujar Karim dalam hatinya.
“Kelas 9 merupakan waktu aku Berjaya-jayanya dan kelas dimana aku paling senang setelah kelas 8 yang merupakan kelas paling mendekati buruk karena isinya mayoritas anak badung!” ujar Karim dalam hatinya.
“Kelas 8 merupakan masa-masa gelapku yang dimana aku sering ngamuk dan pernah mukul tangan orang pakai bambu yang membuat korban mesti di jahit di rumah sakit!” ujar Karim dalam hatinya.
“Aku ingat ketika aku perpisahan SMP di Bali, seru dan yang paling seru itu ketika aku menggigit Hanny di lehernya sebelum aku naik bisa tapi dia tidak jadi Werewolf kayak di film-film! Hahaha!” ketawa Karim.
“Aku ingat ketika aku naik sepeda terus kena tai burung dari langit yang membuatku memegang tai burung yang berlumuran di kepala dan mencari tahu bentuk tai burung dengan memegangnya, menjijikan!” ujar Karim.
“Aku ingat ketika mencuci celana dalam di WC sekolah pas UAS gara-gara ngompol pada ujian!” ujar Karim sambil tersenyum sendiri.
“Aku ingat ketika kentut di kelas dan orang di belakangku, Kania dan Ghina nggak ngeluh karena udah sering kena bau kentut aku yang menjijikan!” ujar Karim sambil tersenyum sendiri.
“Aku ingat ketika pak Kojay kabur dari kelas gara-gara aku kentut!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku tidur di kelas di depan hadapan guru yang lagi ngajar, hahaha!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika Aerief bikin keributan di tempat les dan itu seru!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku bikin lingkaran di pasir pantai buat anjing nggak masuk ke wilayahku tapi tetap saja masuk dan aku berhasil kabur sebelum anjing masuk ke lingkaran pasir!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku lagi periksa celana dalam di foto Okoy pakai HP Ondel, aneh!” ujar Karim sambil tersenyum, "Nggak tahu kenapa si Okoy foto ane waktu itu!"
“Aku ingat ketika buang air besar di rumah pas istirahat sekolah, enak sekali bisa buang air besar di rumah karena jarak rumah dengan sekolah nggak jauh!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika baca manga Firlay buat mengisi waktu!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku berdiskusi dengan Bandot tentang masalah game!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingat ketika aku teriak di kelas yang lagi ribut hanya untuk tes suara sampai-sampai wali kelas protes gara-gara banyak anak kelas 9-2 yang kaget gara-gara aku!” ujar Karim sambil tersenyum.
“Aku ingin bisa berkumpul dengan pasukan Naninu seperti dulu!” ujar Karim, “Kenapa aku bicara sendiri kayak orang gila? Mendingan aku diam saja dan mengetik cerita!”
Karim berhenti berbicara dan mengetik sebuah cerita yang akan di ikut sertakan ke Fikbul Desember di Kazkuz. Karim sudah sering menulis dari kelas 8 sampai Desember 900, ilmu menulisnya meningkat berkata bantuan orang-orang dari Kazkuz, ia berhasil menulis dua novel dan salah satu novelnya di kirim untuk lomba.
Pasukan Naninu bukan pasukan militer tapi pasukan anak-anak kelas 9 Wescil yang salah satu anggotanya adalah Karim. Pasukan Naninu terdiri dari Otaku, bokepers, gamers seperti Karim, dan lain-lain, tidak ada anak alay di pasukan Naninu karena anak alay bakal di bantai pasukan Naninu. Pasukan Naninu mayoritas anak kelas 9-2, kelas yang dihuni Karim ketika ia SMP. Wescil merupakan sekolah agama di kerajaan Banten dan Wescil terletak di kota Tangerang yang berbatasan dengan kota sekaligus negara Jabar.
Pasukan Naninu terdiri dari beberapa orang seperti Karim sang gamer dan tukang ngamuk serta jika marah, ia bakal menghancurkan apapun yang ada di depannya. Ada juga Ondel sang animator, komunikus, suka BB17, dan suka di ejek anak-anak Naninu karena mukanya jelek, ada Arnob sang komikus dan manik militer Soviet, ada juga yang namanya Adit yang pintar dan punya wawasan luas tentang dunia pesawat, Firlay yang merupakan otaku dan pendiam, Bandot yang gendut kayak kambing bandot dan wawasan militernya cukup bagus, ada Yovan sang otaku dan tukang galau, dan lain-lain. Semuanya merupakan anggota Naninu dan cukup dekat satu sama lain tapi mereka jarang berkumpul karena beda sekolah, mereka merupakan anak-anak yang asyik bagi Karim dan Karim tidak bisa berkumpul dengan mereka karena Karim merupakan anak yang lebih suka berdiam di rumah daripada keluar seperti rata-rata anak remaja kebanyakan.
“Masa lalu!” ucap Karim sambil tersenyum, “Kalo ingat masa lalu pasti aku bisa tersenyum dan malu, aku senang meningat masa lalu namun jangan sampai aku lupakan apa yang ada di depanku!”
“Ya, monitor!” ujar Karim sambil menantap monitor komputernya, “Bukan itu yang aku maksud!”
“Maksud aku itu masa depan, masa depan harus lebih baik dari sekarang yang pada saat ini nilai aku pada jeblok semua!” ujar Karim, “Kalo bisa lulus dengan memuaskan dan bisa masuk universitas terbaik di Nusantara atau kalo perlu di luar negeri!”
“Tapi, kenapa aku bicara sendiri?” bingung Karim pada dirinya sendiri, “Lanjut main komputer!”
Karim berhenti berbicara sendiri karena takut gila dan ia berhenti menulis Fikbul karena ia cape, ia memilih bermain game Touhou untuk menghilangkan kebosanannya.
0
Kutip
Balas