Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
103.3K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#1141
10. Ragu
Kulirik jam yang menunjukkan pukul 7 pagi.
Sial, semalaman tidurku tidak nyenyak.
Pertama, karena efek alkohol yang membuatku bolak balik ke toilet hampir 3x
Kedua, karena setiap tidur yang kumimpikan hanya potongan scene
horror dimana Sammy mencium Pak Grandy, kemudian mereka berpelukan.
Dan otakku yang menyebalkan mengembangkan imajinasi itu berlanjut ke adegan mereka terbang ke Belanda dan menikah sesama jenis.

Tidak tahan lagi dengan ranjang, aku bangkit dan bersiap menuju kantor.
Sesampainya di sana, aku menuju pantry dan membuat secangkir coklat hangat dan roti bakar.
Salah satu hal yang kusukai dari creative advertising ini adalah ketersediaan makanan yang banyak.
Kadang bos yang baik hati 'meninggalkan' sekantong cemilan berupa coklat m&m atau setabung Pringles.

Tapi untuk pagi ini, cukup roti bakar dengan mentega untuk mencairkan otakku kembali bekerja.
Saat kembali ke meja, kulirik meja kerja Sammy yang masih kosong.
Sepertinya aku datang terlalu pagi hari ini.
Kubuka file IRX yang baru setengah kuutak atik.

Aku mendapat tugas membuat Graphic Standard Manual untuk IRX.
Awal yang baik untuk junior sepertiku.
Karena selain company profile, GSM adalah salah satu identitas perusahaan yang penting.
Isinya berupa warna-warna, logo, hingga atribut yang diseragamkan oleh perusahaan.
Jika disetujui, GSM-ku nantinya akan menjadi pedoman setiap divisi ataupun partner IRX dalam membuat produk atau iklan tentang IRX.

Sambil membangun semangat pagi ini, kuputar lagu Owl City yang berjudul Hello Seattle.
Suara khas penyanyinya dan dentingan synthesizer mengisi gendang telingaku.
Beberapa saat aku mulai fokus ke pekerjaan, hingga muncul pop-up skype di layarku.

"Wow... Udah mau kiamat kayaknya. Elo nggak telat!"

Kulirik meja Sammy yang tertawa iseng.
Aku agak tertegun melihat matanya yang bengkak dan kurang tidur.

"Lebih kiamat lagi kalo elo ngaca. Your face looks horrible." Aku membalas se-cool mungkin. "Semalem gak langsung tidur?"

"Nggak bisa tidur. Kepikiran sesuatu."

Aku menaikkan sebelah alis seolah sudah menebak jawabannya.
Tapi kuputuskan untuk menyimpan pertanyaan itu hingga jam makan siang dan melanjutkan pekerjaanku.
Creativity can't be forced.
Dan karena itu, otak kananku tidak mau bekerja menghasilkan rancangan yang menarik dan rapi sementara isi otakku berantakan seperti kapal Titanic.

"Ahh... Gue stres hari ini. Nggak bisa konsen kerjanya." Aku menyeruput iced lemon tea saat makan siang.

"Makanya minum kopi lah... Jangan ayam terus. Eh, tau nggak? Ayam itu punya penyakit short term memory loss! Jadi, kalo kebanyakan makan ayam..."

"Gue berharap gue amnesia sekalian." Aku menggerutu.

Ah, seandainya Sammy berada di sudut pandangku semalam dan menyaksikan pemandangan yang sama,
Pasti dia akan 3x lipat lebih stres daripadaku sekarang.
Tapi jujur, aku tidak berani bertanya mengapa dan bagaimana kissing incident itu bisa terjadi.

"So, apa yang bikin elo nggak tidur?" Aku mengalihkan topik sambil memotong stik ayamku.

"Soalnya gue semalem mimpi basah."

Makananku hampir muncrat dan membuatku tersedak.
Sammy tertawa ngakak, puas dengan reaksiku.
Aku memukul tangannya pelan.

"Enggak, bercanda kok..." Sammy mengatur nafasnya sehabis tertawa. "Sebenernya, gue semalem... Menyadari sesuatu."

Nada suara Sammy berubah serius.

"Bahwa elo seharusnya bawa Pak Grandy ke rumah elo semalem?" Aku menggoda.

"Hahahha... Enggak. Bahkan sejujurnya, gue jadi ragu sama perasaan gue sendiri."

Atmosfir percakapan kami berubah menjadi serius stadium 3.

"Apa yang membuat elo mikir gitu?"

"Semalem gue nyium Pak Grandy."

Aku terdiam 3 detik dan hanya mengangkat sebelah alis.

"... Ahh! Elo ngeliat ya?!" Sammy langsung menunjukku. "Kok elo nggak kaget kayak tadi??"

"Eh..." Aku salah tingkah. "Mestinya gue pura-pura kaget yaa..."

Sammy salting setengah mati.
Kalau dilihat-lihat, imut juga dia seperti ini.
Satu lagi ekspresi yang belum pernah kulihat.

"Ehem... Berhubung elo udah ngeliat, jadi gue nggak usah jelasin detil lagi." Sammy merapikan posisi duduknya. "Ya intinya, setelah 'itu' gue merasa aneh. It seems there's something wrong."

Elo suka cowok aja dari awal udah WRONG banget, Sam!!
Rasanya aku ingin berteriak seperti itu.

"Mungkin selama ini yang gue sukain adalah personality dan kesetiaan Pak Grandy ke Lita. He's dependable, nggak seperti mantan gue yang lebih banyak mengandalkan gue... But still cheat on me in the end. Tapi rasa suka dan kagum gue, sepertinya salah diartiin sebagai cinta."

Aku mengangguk-angguk paham.

"But after that kiss,... Honestly I got goosebumps. Merinding sendiri gitu..."

"Berarti elo belum jadi gay seutuhnya?" Aku bertanya setengah berbisik. "Masih bisa sembuh dong?"

"Emangnya elo kira gue kena penyakit menular??" Sammy mendelik. "Gue nggak tahu deh Cher..."

Aku hanya bungkam dan tidak berani berkomentar terlalu jauh.
Takut menyinggung perasaan Sammy

"Long weekend ada planning, Cher?"

"Enggak. Kenapa?"

Setelah kuingat-ingat, memang kalender menunjukkan bahwa jumat ini tanggalan merah.
Itu artinya aku punya hari Jumat hingga Minggu untuk bersantai.

"Ikut gue ke Semarang."

Mataku terbelalak.

"Hahh?? Ikut elo? Ngapain?!"

"Kakak gue, Leo, ulang tahun. Jadi gue diminta pulang untuk ikut ngerayain. Temenin gue ya."

Aku menimbang-nimbang dengan seksama.
Kutatap potongan ayam yang sudah kugerogoti dan sisa nasi yang ada di sana.

"Entar keluarga elo mikir aneh-aneh lagi... Seperti bawa pulang calon menantu."

Aku melirik sedikit untuk melihat reaksi Sammy.

"Kalo salah pahamnya sama elo, gue nggak keberatan deh." Sammy nyengir dengan khas.

Tanpa sadar senyum sumringah melebar di bibirku.
Stupid me.
Bukan sekali ini Sammy mencoba flirting tanpa tujuan dan maksud khusus.
Tapi bukan sekali ini aku lagi-lagi terhanyut oleh kalimatnya.

"Jadi...? Mau kan' temenin gue?"

Aku mengangguk pelan tanpa berusaha menunjukkan ekspresi berlebihan.
Sepertinya ini akan menjadi long weekend paling bersejarah dalam hidupku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.