Hari berganti esok, dimana MOS mulai berlangsung. Aku mengeluarkan segala macam peralatan yg disyaratkan untuk dibawa, kemudian diperiksa, dan siap2 dihukum jika membawa barang yg salah. MOS yg aku alami ternyata seperti ini, mendandani diri sendiri bagaikan badut hiburan. Pake topi kerucut, tas selendang dari kantong kresek, rambut habis dikuncir pake pita warna-warni, bawa2 balon, dll, yg akan membuat kita sendiri malu. Jika boleh memilih mending gak usah ikut MOS deh.
Saat panitia mengecek barang2 yg aku bawa ternyata aku salah membawa satu barang, harusnya yg aku bawa adalah pasta gigi. Beberapa orang yg salah membawa barang dikumpulkan menjadi satu kelompok dan dihukum mengukur luas lapangan upacara dengan menggunakan penggaris.

Di tengah2 acara MOS berlangsung, tiba2 saja perasaan ku menjadi tidak nyaman, ada rasa yg memaksa ku untuk menoleh ke sudut lapangan. Ah ternyata si dia sedang memperhatikan ku. Ntah bagaimana cara menyampaikannya jika cinta monyet ini sudah berakhir.
Acara dilanjutkan dengan menghafal lagu Pasundan. Jika tidak salah liriknya seperti ini :
”Bandung…
Kabupaten Bandung…dina iyuh-iyuh gunung…
Dina..kawasan Citarum..
Haget..sumanget..ngagaleuh dayeuh..
(Dan liriknya lupa…)
Jika dijabarkan lagu Pasundan bercerita tentang terbentuknya Kota Bandung. “Dina iyuh-iyuh gunung”, memiliki makna bahwa Bandung adalah kota yg dikelilingi oleh gunung, yg membuatnya menjadi kota yg iyuh (teduh), sejuk dan dingin. “Dina kawasan Citarum”, seperti yg kita tau bahwa sungai yg terkenal di Bandung adalah sungai Citarum. “Haget, sumanget, ngagaleuh dayeuh”, nah ini nih, meskipun orang Bandung asli terkadang ada beberapa bahasa Sunda yg kita sendiri belum tau artinya.
Setelah dihafalkan, masing2 kelompok duduk membentuk lingkaran, dan satu persatu harus tampil menyanyikan lagu Pasundan skaligus berjoget. Arrgh…menyebalkan…

Ketika giliran ku bernyanyi di depan teman2, itu benar2 sangat grogi, hingga lagu itu aku ulang tiga kali karena “lirinya lupa”. Jogetnya pun hanya gerakan kaki ke kanan lalu ke kiri, ke kiri lalu ke kanan.
Acara MOS pun ditutup dengan pelepasan balon berwarna-warni yg dikumpulkan menjadi satu ikat. Aku berpikir kemana balon itu akan terbang, jika di atas sana ada pesawat yg tidak sengaja melintas mungkin orang yg ada di dalam pesawat akan melihat balon itu, perhatiannya akan mengikuti arah balon hingga tertutupi gumpalan awan. Jika gunung itu memiliki puncak tertinggi mungkin saja tali balonnya akan menyangkut di puncaknya, dan balon itu akan berada di puncak berhari-hari hingga balonnya meletus atau mengempis sendiri. Lalu, apakah besok akan ada berita yg menyiarkan telah ditemukannya ratusan balon di sebuah tempat? Heemh...sepertinya tidak pernah ada berita yg mau meliputnya.
Esok adalah hari dimana akan diadakannya pembagian kelas. Aku berharap tidak sekelas dengan Dede, dan akan sekelas dengan Maya. Jujur saja aku tipe orang yg cukup pemalu untuk berkenalan dan akan lebih memilih diam saja jika tidak ada yg mengajak ku berbicara.