- Beranda
- Stories from the Heart
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
...
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2018/01/25/2511688_201801250912110005.png)
Spoiler for Segelas Es Kosong:
Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.1K
1.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
OblOOOOOOO
#295
Having You - Bagian Terakhir
"Terus?" Tanya gue penuh dengan rasa keingintahuan.
"...." Dia hanya tersenyum lebar sambil menatap mata gue. Senyumnya tidak bisa gue definisikan, karena di saat itu otak gue sedang tertutupi oleh kabut bernama cemburu.
"Dah ah! Makan dulu, aja.
" Ujarnya berbalik arah dan berlari-lari kecil menuju tempat makan. Baru saja duduk di bangku salah satu tempat makan di Jatos itu, gue bertanya lagi, tidak sabaran.
"Jadi gimana?"
"
Enggak sabaran banget sih.
Gue nggak mau ada yang nangis di sini.
" Ujarnya sambil tersenyum. Jujur, senyumnya itu membuat perih.Gue tahu dia sudah tahu perasaan gue dari Karin, cuma kenapa dia mempermainkan gue saat ini, ya.
"Anyway, selamat ya.
" Ujar gue. Dia membalasnya dengan tatapan dan sebuah kerutan.
"Gue tahu lu sudah tahu perasaan gue kan, jadi perasaan gue nggak akan berubah sama lo Nin.
Dengan siapa pun elu jadian, gue cuma mau sampaikan, gue tetap mau jadi teman dekat lo." Ujar gue merasa sudah putus asa dan tidak ada lagi harapan."
Apaan sih Gas!
""Makanya bilang aja, gue nggak bakal nangis juga kok di sini" Paling gue nangis sama bantal di kosan nanti, dan curhat sama langit-langit kamar.
"...." Dia menatap gue lama. Raut wajahnya terlihat mulai serius.
"Hehe.
Gue... udah jadian.
""Huahaha! Sudah kuduga.
Selamat ya... selamat sekali lagi.
"Mungkin senyum gue saat itu cuma alibi untuk menutupi rasa perih di hati gue ketika mendengar dia udah jadian.
Namun sekuat apapun otot-otot mulut gue mencoba untuk menahan senyum ini, sekuat itu pula elastisitasnya untuk kembali cemberut. Gue mencoba tersenyum kecil sambil menatap lantai, gue kalah, gue kalah.
Mungkin benar kata Nino, saat dia bilang kayak gitu gue rasanya pengin nangis, tapi gue tahan-tahan air mata gue biar nggak mengucur dari pelupuk mata ini.
Kami pun melanjutkan makan dengan ngobrol-ngobrol biasa, tawanya, candanya, suaranya, sentuhannya, gue bakal rindu semuanya. Saat bercanda mungkin gue lupa sesaat kalau dia bukan milik gue, tapi saat gue diam, jantung ini terasa ditimpa batu besar.
Gue nonton, duduk di sampingnya, tersenyum lagi sama dia, mungkin ini kenangan indah terakhir yang gue punya bersama Nino. Gue pengin menikmati malam ini berdua lebih lama dengannya, karena gue sadar bahwa besok gue mungkin akan jarang ketemu dia.
"Yuk, balik yuk, Gas!
" Ujarnya pada gue setelah keluar dari bioskop."
" Gue mengangguk, namun, "Nin, bisa nggak kita lebih lama berdua malam ini?" Ujar gue menarik tangannya yang seperti biasanya, dia pasti berlari duluan.
"Hah?
Kenapa?" Tanyanya polos. Gue tahu dia pura-pura nggak paham."Mungkin besok dan seterusnya gue bakal jarang bisa bareng lo lagi kayak malam ini.
Jadi boleh kan, ya, gue menikmati malam ini sama sahabat gue yang udah jadiahn ini? Anggap aja, perpisahan.
" Ujar gue mencubit pipinya."
Hahahaha!" Dia malah tertawa."Besok masih bisa kan, besok gue kuliah pagi, jadi sorenya bisa main.
" Ujarnya.Gue pun mengalah, sudahlah. Mungkin, suatu saat nanti gue bakal punya kesempatan lagi bareng Nino kayak malam ini.
Gue hanya menatapi punggungnya yang berjalan di malam berbintang itu, langkah kakinya yang merdu, membuat rasa sayang gue sama dia semakin mendalam. Namun, apa daya tangan gue saja saat ini tidak bisa menggapainya, langkah kaki gue lemas, dan hati gue terkunci dalam kesakitan.
"Makasih ya Nin, buat malam ini.
" Ujar gue ketika kami sampai di depan kosannya. Gue sengaja nggak masuk karena gue nggak mau berlama-lama menahan sakit."Makasih buat?
""Sampaikan salam buat Sigit, semoga langgeng ya.
", Nin, ini adalah malam terindah buat gue. Malam ini tak akan pernah terhapus di memori gue, begitu juga elo. Jangan lupakan malam ini, ya. Pinta gue kelu dalam hati, namun tak terucapkan di lidah.Hati gue bener-bener terpuruk.
"Emang kenapa sih, Gas. Lo bahas-bahas Sigit mulu!
Kenapa emangnya kalau gue jadian sama Sigit?
" Tanyanya saat gue mau pulang."...." Gue terdiam, tak sanggup mulut gue berkata kalau gue cemburu.
"Enggak, enggak apa-apa.
Dah, duluan ya." Ujar gue datar berpura-pura tenang.Gue melangkah balik.
"Gas, kamu cemburu?
""Hah?
Cemburu?" Langkah gue terhenti ketika Nino bertanya seperti itu seolah-olah mendengar isi hati gue."A-a-aku nggak pernah tahu perasaan kamu. Karena kamu selalu nutupin di balik senyum kamu itu." Ujarnya sambil meneteskan air mata.
Refleks melihat dia menangis, gue menghampirinya.
Dia tersenyum ketika gue berdiri di hadapannya.
"Aku bohong.
Tentang aku dan Kak Sigit.
Dan aku memang punya cowok yang aku suka.
" Ujarnya.What? Seriously? Anjir, gue kira dia beneran sudah jadian.
TERIMA KASIH TUHAN."Siapaaa?
" Gue dong, gue dong!!! Detak jantung gue bertambah cepat. Tunggu ada yang aneh dari bahasanya Nino. 
"Siapa ya?
Ada deh!
" Nino berjalan ke kamarnya. Meletakkan tasnya dan mengambil sesuatu."Ini, foto pertama aku berdua sama dia!
" Ujarnya sambil memandangi foto itu.Gue langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya dan merampas foto itu.
"Haaa!! Entar sobek!!
" Dia mencubit gue.Gue hanya bisa terpaku melihat orang di dalam di foto itu. Orang itu tidak bisa senyum, namun terlihat dia bisa menjadi dirinya sendiri di samping Nino. Orang yang ada di dalam foto itu adalah diri gue sendiri.
OH MY GOD, senangnyaaa!!! 
"Anjir, ganteng juga ya, cowok yang lu suka.
""Apanya ganteng, kayak ampas kopi gitu masa ganteng.
""
" Gue nggak bisa berkata apa-apa di situ, gue benar-benar terbang karena kegirangan."Kenapa lu bohong sama gue? Sakit tahu nggak!
" Ujar gue."Kamu dulu yang bohong sama aku, ya! Bilangnya ditolak Karin, dasar!
""Lah emang kenapa? Hehe. Aku kan nyari rasa kasihan kamu.
Berarti sekarang kita pacaran dong?
" Tanya gue tersenyum lebar di dekatnya."ENGGAK!
" Dia menggeleng."Lah kok enggak, kan, lu sendiri yang bilang.
""ENGGAK! Aku cuma bilang aku suka.
wooo
Aku nggak bilang pacaran." Jawabnya malu-malu sambil memalingkan wajahnya."Oh ya udah, kalau gitu gue pamit yaaa!
" Ujar gue. Saat itu, separuh nyawa gue yang seolah sudah mati itu kembali hidup."Dahh Ninooo!!!
" Ujar gue sambil tersenyum lebar. Gadis itu hanya manyun sambil memegangi foto kami.Gue melangkah keluar pagar kosannya dan berhenti lalu tersenyum lebar.
Ya Tuhan, sumpah seneng banget hambaMu ini!

HOREEE!!!
Gue berdiam diri dulu di samping kosannya sambil tersipu-sipu malu. Menggeleng-gelengkan kepala gue dan tanpa sadar air mata terharu mengalir di pipi gue. Gue memutuskan untuk balik ke kosannya, gue pengin segara memiliki Nino tanpa harus berbohong lagi mengenai perasaan gue.
Tok Tok Tok
"Ngapain balik!
Pulang sana!" Ujarnya kesel-kesel gemes gitu.
"Kesini lagi cuma pengen bilang I Love You kok.
""Apa sih, ah!
Pulaaaaangggg!!!" Dia mendorong-dorong gue."Hahaha!
Oh ya, Nin...." Ujar gue mempersiapkan tembakan cinta."Apa?!
""Malam ini indah, dihiasi oleh ribuan kilau bintang,
dekorasi dari sang Maha Pencipta.
Aku, adalah satu dari ribuan manusia yang menikmati bintang-bintang itu.
Ada yang berpijar seperti kristal,
dan ada yang redup terselip di balik awan.
Mungkin bagi orang awam, sinar bintang yang benderang akan mempesona mereka.
Tapi, aku berbeda.
Aku ini, pengamat angkasa.
Aku punya teropong.
Mampu melihat berjuta-juta kali lebih jelas dari sekadar pandangan mata.
Dan aku temukan, bintang redup itu.
Terselip saat bersanding dengan kilau bintang yang mempesona.
Ingin ku pindahkan letaknya, namun rasanya tak mungkin.
Sehingga kulukiskan sebuah cerita
tentang bintang yang terang dalam malamnya sendiri.
Sinarnya memang tak pernah sampai pada mata,
namun lewat teropong hatiku,
sinarnya lebih terang dari kejora sekalipun.
Aku mengaguminya, lebih dari sebuah cerita.
Aku ingin menyentuhnya, lebih dari sebuah rasa.
Di kala sang embun pagi mulai menyapa,
aku takut kehilangannya
takut tak akan bisa berjumpa lagi dengannya
esok malam.
Bintang redup itu, sekarang ada di hadapanku,
memberikan sinar istimewanya padaku.
Ku jelajahi ia. Ku pelajari orbitnya.
Ternyata semakin lama kuperhatikan, ia bukan lagi si bintang redup.
Ia adalah jutaan rasi bintang.
Bernama, Nabila Mahar Dewi.
***
Nino, saat bersamamu
rasanya senyummu, hangatmu, candamu
adalah sebuah tugu yang terpatri dan tak pernah lepas di hatiku.
Kasih sayangmu tulus, sehingga aku bisa menjadi diriku sendiri di hadapanmu.
Apakah aku boleh untuk memilikimu?"
dekorasi dari sang Maha Pencipta.
Aku, adalah satu dari ribuan manusia yang menikmati bintang-bintang itu.
Ada yang berpijar seperti kristal,
dan ada yang redup terselip di balik awan.
Mungkin bagi orang awam, sinar bintang yang benderang akan mempesona mereka.
Tapi, aku berbeda.
Aku ini, pengamat angkasa.
Aku punya teropong.
Mampu melihat berjuta-juta kali lebih jelas dari sekadar pandangan mata.
Dan aku temukan, bintang redup itu.
Terselip saat bersanding dengan kilau bintang yang mempesona.
Ingin ku pindahkan letaknya, namun rasanya tak mungkin.
Sehingga kulukiskan sebuah cerita
tentang bintang yang terang dalam malamnya sendiri.
Sinarnya memang tak pernah sampai pada mata,
namun lewat teropong hatiku,
sinarnya lebih terang dari kejora sekalipun.
Aku mengaguminya, lebih dari sebuah cerita.
Aku ingin menyentuhnya, lebih dari sebuah rasa.
Di kala sang embun pagi mulai menyapa,
aku takut kehilangannya
takut tak akan bisa berjumpa lagi dengannya
esok malam.
Bintang redup itu, sekarang ada di hadapanku,
memberikan sinar istimewanya padaku.
Ku jelajahi ia. Ku pelajari orbitnya.
Ternyata semakin lama kuperhatikan, ia bukan lagi si bintang redup.
Ia adalah jutaan rasi bintang.
Bernama, Nabila Mahar Dewi.
***
Nino, saat bersamamu
rasanya senyummu, hangatmu, candamu
adalah sebuah tugu yang terpatri dan tak pernah lepas di hatiku.
Kasih sayangmu tulus, sehingga aku bisa menjadi diriku sendiri di hadapanmu.
Apakah aku boleh untuk memilikimu?"
Lebay, ya.

"Hah?
Hehe.
Terharuuu, Bagas! Sedih juga! Jahat lah, aku dibilang bintang redup....
" Ujarnya sambil mengilap ingus dan air matanya. Perlahan dia maju ke hadapan gue. Memasukkan tangannya ke sela-sela antara lengan dan badan gue. Memeluk gue."Gue punya mimpi. Gue pengin pacar gue yang sekarang, bakal jadi istri gue nanti."
"
Haaaa! Jadi aku di lamar nih?
""Jodoh emang nggak kemana Nin, namun mau nggak lu jadi pacar gue sekarang, dan gue akan berusaha menjaga hubungan sama lu agar suatu hari nanti, lu ada di samping gue, di pelaminan?
""Hahaha!
Mau nggak ya! Terlalu jauh kamu mikirnya sampai pelaminan.
""Serius, kalau nggak bisa, jawab enggak gitu.
""Tapi kamu janji satu hal yaaa!
""Apa?"
"Jangan pernah nutup-nutupin sesuatu sama aku, Gas, dan aku juga nggak bakal pernah nutup-nutupin segala sesuatunya sama kamu.
Bisa? Aku jujur nggak suka satu hal di diri kamu. Kalau sedih, bilang sedih. Kalau terluka, bilang terluka.""
Bisa, Insyaallah." Gue tersenyum.Dia terdiam sejenak, menatap ke dalam mata gue. Namun rasanya seolah hati kita yang saling menatap.
"Ya, Gas, aku mau jadi pacar kamu.
"
Di saat itu sebuah senyum terbesit di bibir gue. Rasa senang tiada dua, gue punya pacar. Gue janji, masa pembelajaran tentang cinta sudah tamat, gue harus serius kali ini. Gue janji, gue nggak akan pernah melepaskan lu. Dia menyandarkan kepalanya ke pundak gue.Dan di saat mata kita saling bertatapan, tak terasa jarak di antara hidung kami bertambah dekat, dekat dan semakin dekat.... :*
"Auuu!
""Ehh, kenapa, Gas?
""Mata gue kepencet sama frame kacamata. Sakit."
"Hahaha!
" Dia tersenyum dalam pelukan gue."By the way, Happy Birthday. Kadonya, diri gue cukup, kan?"
"Haha! Makasih sudah jadi kado buat aku."
Aku bahagia karena memilikimu, di sisiku - Bagas, 28 Nopember 2011
Aku bahagia Bagas, karena aku akhirnya bisa menggapaimu. - Nino, 28 Nopember 2011
THE END.
Ditulis Tanggal 13 September 2013, Selesai tanggal 30 Oktober 2013
Diubah oleh OblOOOOOOO 24-11-2021 02:54
0

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2019/05/12/2511688_20190512083535.jpg)

Seketika kepala gue ditampol pake sebuah kepalan tangan.

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2018/01/25/2511688_201801250913370673.png)

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2019/05/12/2511688_20190512093202.jpg)