Kaskus

Entertainment

violabonverAvatar border
TS
violabonver
Asal usul julukan PERSITA pendekar cisadane
Pendekar Cisadane

Hari itu, ketika zaman sedang dilikupi rasa ketakutan. Tangerang adalah kota yang dialiri sungai yang membentang dan melingkari kota tersebut. Aliran sungai itu berasal dari pegunungan di daerah Bogor yang jernih. Sungai yang perkasa dan tidak ada yang berani melewati dan beraktivitas di sana. Hal itu disebabkan karena sungai tersebut terdapat banyak sekali buaya, diantara buaya-buaya tersebut salah satunya merupakan Ratu Siluman Buaya.
Ratu siluman buaya adalah jin yang menyerupai seekor buaya. Siluman ini sering mengganggu warga sekitar, bahkan warga yang baru tinggal di daerah bantaran sungai pun tak lepas dari gangguannya. Apalagi terhadap warga yang bersikap tidak sopan dan tidak baik. Bukan hanya itu, perbuatan menyimpang yang dilakukan manusia terhadap kelestarian sungai Cisadane membuat penghuni sungai itu yakni Ratu siluman buaya merasa terganggu dan jengah atas tindakan dan perilaku tersebut. Setiap warga yang melewati sungai itu harus selalu berhati-hati. Begitupula penduduk yang sering mandi, mencuci, dan memancing di tepi sungai itu.
Pada suatu hari, kejadian yang mengerikan itu terjadi. Seorang lelaki tampan yang bernama Sarif tiba-tiba hilang saat memancing di tepi sungai itu. Sarif adalah anak dari Pak Sanusi yang merupakan seorang Kepala Dusun. Anehnya, walaupun warga sudah berhari-hari mencarinya dengan menyusuri tepi sungai, tapi tidak juga menemukannya. Lelaki itu hilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Dia sirna bagaikan ditelan bumi. Warga pun berhenti melakukan pencarian, karena menganggap bahwa Sarif telah mati dimakan Ratu siluman buaya.
Setelah kejadian itu, warga pun terus diteror dan dibayangi rasa ketakutan yang terus berkelanjutan. Warga menjadi resah dan tertekan.
“Apa yang telah kami lakukan, sehingga musibah ini harus menimpa dan menghantui kami. Gerak kami seolah-olah selalu terseret rasa takut untuk menjadi korban selanjutnya, kami sangat takut.” kecemasan warga yang takut akan teror Ratu siluman buaya.
Begitulah selama lima tahun, desa sekeliling bantaran sungai itu selalu dibayangi ketakutan dan kegelisahan akan Ratu siluman buaya. Selama itu pula kabar burung tersebut sampai kepada seorang pemuda yang baik dan mempunyai kekuatan yang luar biasa. Pemuda itu datang dengan karisma seorang ksatria. Ia memakai kain yang diikat di kepala dengan warna ungu. Pemuda itu bernama Aby.
“Permisi Pak, benarkah di sungai ini terdapat banyak buaya?” tanya Aby kepada salah seorang warga.
“Benar, di sungai Cisadane ini banyak sekali buaya, diantara buaya tersebut ada Ratu siluman buaya. Ia selalu meneror warga dengan berbagai cara, memang Kisanat ada perlu apa?” tegur warga kepada Aby.
“Oh, saya hanya ingin memastikan kabar yang saya dengar dari orang-orang tentang kejadian yang sering meresahkan warga disini.” jawab Aby dengan sangat bijak.
“Sebenarnya Kisanat siapa dan dari mana, perkenalkan saya adalah kepala Dusun disini, nama saya Sanusi.” ucap Kepala Dusun yang bingung dengan pemuda misterius itu.
“Saya dari Desa seberang yang berjarak sekitar lima Desa dari sini, nama saya Aby.” jawab Aby dengan menorehkan senyuman.
“Lalu Kisanat akan berbuat apa? Apakah Kisanat bisa membantu? Kami semua berharap agar Kisanat atau siapapun bisa membantu menyelesaikan masalah yang ada di Desa ini. Sudah bertahun-tahun desa kami dilanda masalah yang tak kunjung henti. Banyak pula warga yang hilang dan keberadaannya tidak diketahui, termasuk anak saya yang bernama Sarif hilang ketika memancing disungai itu, tetapi sebelum Sarif menghilang ada salah seorang warga yang melihat Sarif sedang bersama perempuan nan ayu dengan pakaian yang lusuh.” ujar Pak Sanusi menceritakan kejadian yang menimpa desa tersebut dengan kesedihan yang mendalam.
“Insya Allah Pak. Kita sama-sama berusaha dan berdoa kepada Tuhan YME agar apa yang terjadi di Desa ini cepat terselesaikan dan warga di Desa ini bisa hidup dengan tenang, tentram, dan damai kembali.” jawab Aby dengan kerendahan hati yang sangat percaya diri.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, setelah mendengar cerita Pak Sanusi tadi, Aby langsung menuju ke tepian sungai, kemudian tanpa sengaja ia bertemu dengan seorang perempuan yang cantik nan ayu. Perempuan itu sedang duduk di pinggiran sungai dengan perasaan sedih yang terlihat dari raut wajahnya. Bahkan pakaian yang digunakan oleh perempuan itu sangat lusuh hingga membuat Aby merasa iba kepadanya, padahal perempuan itu adalah jelemaan Ratu siluman buaya yang mengubah dirinya menjadi seorang perempuan karena telah mengetahui keberadaan Aby yang akan membantu warga. Aby pun menghampiri perempuan itu dengan rasa penasaran dan keingintahuan yang tinggi mengenai siapa perempuan itu. Aby merasakan aura yang sangat berbeda dari perempuan itu. Aura yang terpancar dari perempuan itu membuat Aby berpikir bahwa perempuan itu bukan manusia biasa melainkan jelmaan Ratu siluman buaya. Kemudian Aby berpura-pura tidak mengetahui bahwa peremuan itu adalah Ratu siluman buaya dan ia mengikuti permainan yang dilakukan siluman itu, karena Aby telah mengetahui tentang keberadaan seorang perempuan lusuh itu dari Pak Sanusi.
”Maaf, dari kejauhan saya melihat kau sedang duduk sendiri dan termangu. Kalau saya boleh tahu apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Aby kepada perempuan itu.
“Saya baru saja kehilangan orang yang sangat saya cintai yaitu anak saya.” jawab perempuan itu.
“Memangnya apa yang terjadi dengan anakmu?” tanya Aby
“Anakku tenggelam ketika sedang bermain di tepian sungai ini.” jawab perempuan itu.
“Apa jasad anakmu sudah ditemukan?” tanya Aby
“Belum, apakah Anda mau menolongku untuk menemukan jasad anakku yang tenggelam di dasar sungai ini?” ujar perempuan itu sambil mengeluarkan air mata.
Aby pun berhati-hati dalam menghadapi siluman itu, ia terus berpikir dan mencari cara agar dapat mengetahui tempat persembunyiaannya. Sedangkan perempuan itu terus membujuk rayu Aby agar dapat menyelam ke dasar sungai. Dengan rasa percaya akan sesuatu yang melindunginya, Aby menyelam dan tiba-tiba ia tak sadarkan diri.
Di sebuah tempat di dasar sungai tampak seorang lelaki tergolek lemas. Ia adalah Aby. Ia baru saja tersadar dari pingsannya.
“Aku ada di mana?” gumam Aby setengah sadar.
Dengan sekuat tenaga, Aby bangkit dari tidurnya kemudian betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa dirinya berada dalam sebuah penjara. Penjara itu berada pada sebuah gua. Yang lebih mengejutkannya lagi, ketika ia melihat sekelilingnya, dinding-dinding gua itu dipenuhi oleh harta benda yang tak ternilai harganya. Ada permata, emas, intan, maupun pakaian indah yang memancarkan sinar berkilauan karena terkena cahaya obor yang menempel di dinding-dinding gua tersebut. Dalam penjara, Aby tidak sendiri. Di penjara itu ada Sarif dan orang-orang yang menjadi korban siluman buaya itu.
“Kalian siapa?” tanya Aby.
“Maaf, seharusnya kami yang bertanya seperti itu. Kau siapa?” tegas para tawanan.
“Ya, nama saya Aby. Saya sengaja datang kesini untuk menolong warga desa ini yang sedang dilanda masalah. Pasti kalian adalah korban dari siluman buaya yang hilang di tepian sungai.” ujar Aby.
“Ya, benar. Kami adalah korban yang dijadikan tawanan Ratu siluman buaya yang kemudian akan dijadikan tumbal olehnya. Pada malam Jum’at keliwon, satu per satu dari kami dijadikan tumbal olehnya untuk menjadikan siluman itu tetap hidup abadi. Kami sangat ingin bebas dari tempat ini. Bagaimanakah kami bisa keluar dari tempat ini? Apakah kau bisa menolong kami?” ujar tawanan.
“Justru itu, saya kesini untuk menolong kalian, saya sengaja masuk dalam perangkap siluman itu agar saya bisa mengetahui tempat persembunyiannya. Ini semua saya lakukan karena mendengar hal ini dari warga dan salah satunya yaitu Pak Sanusi Kepala Dusun.” ujar Aby dengan ketenangannya.
“Haa..Itu adalah ayahku! Bagaimana kabarnya?” tanya Sarif.
“Dia sehat dan baik-baik saja. Kalau tidak salah apakah kau yang bernama Sarif? Putra dari Bapak Sanusi yang tak ditemukan selama beberapa tahun itu?” ujar Aby yang begitu serius menatap paras Sarif.
“Bagaimana kau bisa sampai di sini? Apakah Anda ke sini karena sebelumnya ingin menolong seorang perempuan dan akhirnya tidak sadar hingga sampai disini?”
“Ya, begitu sama seperti yang lainya.” ujar Aby. “Namun saya sengaja untuk datang.”
Suara hentakan langkah kaki terdengar dari jauh secara samar-samar ditelinga, begitu terus hingga lambat laun suara itu semakin mendekat dan terlihat perempuan anggun yang menggunakan kebaya indah. Ia tersenyum seketika Aby menatap wajahnya. Dengan tersendu dan menahan malu perempuan itu berujar kepada Aby.
“Akang maukah engkau menemaniku berkeliling?”
Dengan lesung pipit dan raut wajah kemerah-merahan perempuan itu mengulurkan tangannya, sebelum Aby sempat menjawab, Ratu Siluman Buaya langsung menarik tangan Aby, akhirnya Aby ikut serta dengan Ratu Siluman Buaya.
Sambil berjalan mengelilingi gua, Aby berpikir bahwa kesempatan ini bisa dimanfaatkannya untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengenai kerajaan yang ada di gua itu. Karena Ratu buaya memiliki ketertarikan terhadap sosok Aby , maka ia dengan senang hati menjawab seluruh pertanyaan darinya. Dimulai dari menanyakan identitas Ratu buaya, sampai kepada sejarah keberadaan gua itu.
“Begini Aby, sebenarnya ini bukan gua biasa, ini adalah kerajaan saya. Saya adalah ratu di kerajaan ini, kerajaan ini merupakan sebuah alam ghaib, yang berhubungan langsung dengan alam nyata. Tapi, hanya sayalah yang berkuasa untuk mengajak orang yang saya kehendaki untuk masuk.” ujar Ratu buaya.
Sedikit demi sedikit Aby mendapatkan informasi yang ia butuhkan. Sambil sibuk mendengarkan jawaban dari Ratu buaya, Aby pun membayangkan rencananya untuk membebaskan tawanan. Lalu, sontak Aby bertanya.
“ Kalau bisa masuk, lalu bagaimana caranya untuk keluar dari Singgasanamu yang Maha Indah ini? Jujur, aku sangat kagum meihatnya.” ujar Aby.
Dengan wajah tersipu-sipu dan senyum manis yang merekah, Ratu buaya pun menjawab pertanyaan Aby, yang sebenarnya itu hanyalah taktik Aby untuk menjalankan misi utamanya, yaitu mebebaskan tawanan Ratu buaya di guanya.
“Sebenarnya mudah untuk keluar dari gua ini, yaitu hanya dengan menyusuri jalan sampai ke ujung istanaku ini, dengan jalan sedikit menunduk, karena disana terdapat banyak Jin yang sangat berkuasa dan sedikit jahil. Jika kau menghormatinya, maka jalanmu akan mudah untuk keluar dari sini. Mudah bukan?” ujar Ratu buaya.
Alhasil ia menjadi tahu seluk-beluk tentang situasi gua Ratu buaya ini. Aby mulai merencanakan dan mengatur waktu yang tepat untuk membebaskan semua tawanan yang selama ini ditahan oleh Ratu siluman buaya.
Aby terus mengamati apa yang dilakukan Ratu buaya. Akhirnya ia menemukan waktu yang tepat. Ia merencanakan untuk membebaskan para tawanan saat bulan purnama datang. Waktu itu adalah saat siluman buaya melakukan ritualnya. Aby mengetahui itu karena selama berada di gua ini, sosok perempuan itu selalu berada di sampingnya, ia selalu menceritakan apa yang akan ia lakukan. Aby pun telah mengetahui bahwa Ratu Siluman Buaya memiliki sebuah mustika sebagai kekuatan lain yang dapat membuatnya hidup kekal abadi selain dengan tumbal-tumbal dari tawanannya itu, dan Aby pun berencana untuk mengambilnya pula agar Ratu Siluman Buaya dan kerajaannya itu musnah.
Waktu itu pun tiba, Ratu Siluman Buaya kembali melakukan ritualnya di bulan purnama. Dengan hati-hati Aby mengambil mustika milik Ratu Siluman Buaya tersebut dan bersama para tawanan lain menyusuri jalan hingga ke ujung gua sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada Jin penghuni gua tersebut seperti yang dikatakan Ratu Buaya.
Aby dan para tawanan lain pun berhasil keluar dari gua Siluman itu. Masyarakat desa di tepian sungai Cisadane pun menyambut gembira karena Aby dapat membebaskan para warga yang menghilang di sungai itu. Setelah berhasil menyelelamatkan para warga, Aby menitipkan pesan kepada warga yang tinggal di sekitar sungai Cisadane.
“Kalian jagalah selalu kelestarian sungai ini, karena sungai ini adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk !”
Setelah peristiwa itu keresahan warga dengan adanya Ratu Siluman Buaya pun sirna, karena Aby telah berhasil mengambil sebuah mustika sakti yang selama ini membuat Ratu Siluman Buaya beserta kerajaannya itu kekal. Tetapi saat ini, semua itu telah lenyap. Ratu Siluman Buaya beserta kerajaannya telah mati, dan warga pun dapat hidup tenang tanpa dibayang-bayangi oleh Siluman tersebut. Setelah itu, sebagai tanda terimakasih dari para warga, Aby pun diberi julukan Pendekar Cisadane, karena ia adalah lelaki pemberani yang mampu menghadapi dan mengalahkan Ratu Siluman Buaya. Suasana desa pun kembali tentram sedia kala tak ada lagi teror yang menghantui warga yang tinggal di pesisir sungai Cisadane.
Seiring berlalunya waktu, Pendekar Cisadane hingga saat ini masih dikenang oleh masyarakat. Julukan Pendekar Cisadane saat ini diberikan kepada Tim sepak bola Kabupaten Tangerang yaitu Persita. Julukan itu diberikan karena masyarakat melihat kehebatan para pemain andalan Tim Persita yaitu Ilham Jaya Kusuma yang dahulu membela tim ini. Ia begitu perkasa ketika berada dilapangan, ia seperti menumpas dan melewati musuh-musuhnya dengan kehebatannya dan mengeluarkan kekuatannya untuk menjebol gawang lawan sama dengan Pendekar Cisadane yang begitu perkasa melawan Ratu Siluman Buaya ketika itu. Sepeninggal Ilham Jaya Kusuma julukan itu tetap tersemat pada tim ini hingga sekarang. Menurut cerita pula sisa-sisa dari benteng Ratu Siluman Buaya masih terlihat, Asal usul julukan PERSITA pendekar cisadane ketika sungai surut pada musim kemarau ada yang mengatakan bahwa terdapat bentuk batu di tengah sepanjang sungai yang menyerupai benteng.

“Selesai”
0
17.6K
9
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread106.7KAnggota
Tampilkan semua post
ganongggAvatar border
ganonggg
#6
saya segenap
Presiden
Wakil Presiden
Menteri Agama
Menteri Badan Usaha Milik Negara
Menteri Pertahanan Menteri Dalam Negeri
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
Menteri Kehutanan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Menteri Kelautan dan Perikanan Menteri
Kesehatan
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat
Menteri Keuangan
Menteri Keuangan
Menteri Komunikasi dan Informatika
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah Menteri Lingkungan Hidup
Menteri Luar Negeri Menteri Pekerjaan
Umum
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Menteri Pemuda dan
Olahraga
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan
Reformasi Birokrasi
Menteri Pendidikan Nasional
Menteri Perdagangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional Menteri
Perhubungan Menteri Perindustrian
Menteri Pertahanan Republik
Menteri Pertanian
Menteri Perumahan Rakyat Menteri
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan
Keamanan Menteri Riset dan Teknologi
Menteri Sekretaris Negara
Menteri Sosial
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Gubernur
Walikota
Bupati
Camat
Lurah
Ketua RW Ketua RT
Hansip Hacker
Phreaker
kracker
Scammer
Defacer
Script kiddies Hacker wannabe
Newbie
Floria de Spammerz
Junker
Liker Kaskuser
Facebookers
NMers
Tukang ngaduk semen
Tukang gorengan
Tukang somay
Tukang bakso
Tukang bubur
Tukang ketoprak
Tukang mie ayam
Tukang pompa
Tukang jahit
Tukang palak
Tukang gali kubur
Dokter
Suster
bidan
Insinyur
Hakim
Jaksa
Pengacara Manager Hotel
Manager Restoran
Manager Sea food
Manager Supermarket
Satpam Hotel
Satpam Moll
Satpam Kantor
Satpam Apartemen
Satpam Indomaret
Satpam Discotick
Satpam Ding dong
Mpok Romlah
Mpok Encum
Mpok Jenab
Mpok Ati
Mpok Dom dom
Mpok Cuneh
Bang Toang
Bang Toing (adenya bang toang)
bang towing (iparnya bang toang)
Bang Ale
Bang Satimin
Bang Midun
Bang Kotan
Engkong Riman
Engkong Injih
Engkong Bokir
Ceu inah
Ceu anih (bukan adenya ceu inah.. ga tau
siapanya)
Ceu Lia
ceu tukiem (sepupunya ceu inah)
Ceu Romlah
Emak enok
dukun beranak
dukun cabul
dukun palsu
Emak Onah
Nenek ipah
Nenek tukiem
kakek jumadi
kakek juhri
Pak Carik
Bu Carik
Ketua RT
Ketua RW
Sekretaris
Bendahara
Hansip
Satpol PP
Satpam
Ibu kost
Penjaga warnet
Tukang Sapu
Supir angkot
Supir bajaj
Supir Bemo
Supir truk
Supir bus
Supir m0ntor mabur
Tukang becak
Tukang gebyok
Tukang nebas jengkol
Suzanna
Nyi lanjar
Nyi pelet
Nyi blorong
Mak lampir
si buta N tmn'a
Tukang parkir
Tukang ledeng
Tukang sedot WC
Wong ngarit Wong angon wedhus
Pengemis
Pengamen
tv one
trans
trans 7
sctv
indosiar
global
mnc
rcti
antv
tvRi
dan Seluruh Kampung menyukai Foto
ANDA...
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.