TS
Zaxion
[Fanfict] RF Online- The Hero Of Novus
misi semua numpang posting fanfict 
gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop
udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali
jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
episode 1
episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7
Episode 8
Episode 9
episode 10
Epiode 11
episode 12
Interlude
Episode 13
part 1
part 2
part 3

gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop

udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali

jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
Spoiler for Index:
Spoiler for The Beginning Arc:
Prolog
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
Spoiler for The Vegeance Arc:
Spoiler for Prologue:
episode 1
Spoiler for :
episode 2
Spoiler for :
Episode 3
Spoiler for :
Episode 4
Spoiler for :
Episode 5
Spoiler for :
Episode 6
Spoiler for :
Episode 7
Spoiler for :
Episode 8
Spoiler for :
Episode 9
Spoiler for :
episode 10
Spoiler for :
Epiode 11
Spoiler for :
episode 12
Spoiler for :
Interlude
Spoiler for :
Episode 13
part 1
part 2
part 3
Spoiler for side story:
Diubah oleh Zaxion 14-01-2016 15:57
0
95.6K
Kutip
521
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
Zaxion
#143
Spoiler for part 2
:
Zaxion memutuskan pembicaraan, dia segera kembali ke sisi Gisel yang masih duduk bersandar, keringat yang membasahinya mulai mengering, dan wajahnya sudah kembali sedikit lebih cerah di banding sebelumnya.
“apa kita akan berangkat?”
“ tidak” jawab Zaxion
“38 menit 42 detik lagi, istirahatkan tubuhmu sebaik mungkin agar kau mampu bertahan sampai tujuanmu” lanjutnya
Gisel tidak menjawab, dia menudukan kepalanya dengan lesu.
Keheningan menyelimutin mereka selama beberapa menit, Zaxion tampak tidak peduli dengan hal itu dan tetap mengawasi keadaan sekeliling dengan penuh waspada.
“hei “ Gisel memanggilnya, dan Zaxion segera memutar kepalanya menuju arah wanita itu
“kapan kau akan membunuhku ? “
Sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan keluar dari mulutnya, Zaxion hanya diam membatu tanpa memberikan sebuah jawaban, dia hanya memandang Gisel dengan tajamnya. Selama beberapa saat mereka saling pandang satu sama lain.
“ternyata benar ya” ujar Gisel dengan lemah, dia menundukan kepalanya kembali
Entah kenapa, Zaxion merasakan sesuatu yang aneh, dadanya terasa sakit namun bukan rasa sakit yang biasa ia rasakan dari luka pertempuran, suatu rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan seolah ada sesuatu dalam dadanya yang di cabik-cabik dengan sangat ganas.
Dia duduk di depan Gisel dengan sendirinya, dia tidak tahu kenapa dia melakukan ini tapi hanya merasa ini harus di lakukannya, menggunakan tangan kanannya dia menyentuh dagu Gisel dan mengangkat wajahnya yang tertunduk lemah tersebut. Mata Gisel tampak memerah karena menangis, air mata membasahi pipinya.
“apa ini ?” tanya Zaxion saat menyekat air mata yang membasahi pipi Gisel dengan perlahan dengan rasa ingin tahu.
“kau tidak akan mengerti “ jawab Gisel pelan
Zaxion memperhatikannya dengan penuh seksama, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia merasa harus melakukan sesuatu terhadap wanita bertubuh kecil itu, tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan mengapa.
“maaf, aku membuatmu khawatir ya” Gisel memaksakan diri untuk tersenyum, walau sebenarnya dia merasakan ketakutan yang luar biasa di dalam hatinya
“aku sama sekali tidak khawatir padamu “ bantah Zaxion
“kau pembohong yang payah Zaxion, jika kau tidak khawatir kau seharusnya kau biarkan saja aku, tidak perlu mendekatiku seperti ini “
“ aku hanya memastikan agar kau tidak diri, karena itu akan mengacaukan segala, dan entah kenapa aku merasa harus melakukan sesuatu tapi aku tidak tahun apa yang harus aku lakukan”
Gisel tersenyum kembali mendengar perkataan makhluk bertubuh besi itu, dia lalu melepaskan kalung yang dikenakannya, terdapat sebuah benda kecil yang mengantung di kalung itu, sejenis batuan mulia yang sangat indah dan berkilauan.
“ini untukmu, agar kau bisa terus ingat padaku selamanya jika kita berpisah atau aku mati nanti”
Zaxion tidak mengerti apa maksud Gisel
“kenapa aku harus memakai benda seperti itu ? kami dirancang untuk terus mengingat apa yang kami lakukan setiap detiknya selama-lamanya “
Gisel tertawa pelan, tawanya itu membuatnya tampak berkilau dan lebih cantik
“di Bellato, kami memiliki sebuah kebiasaan, mungkin Cora juga memiliki kebiasaan yang sama seperti kami. Kami akan memberikan sebuah benda yang sangat berarti bagi kami, kepada orang lain yang kami sayangi saat akan berpisah,saat-saat berharga atau pada hari penting. Tradisi yang sudah ada pada kami selama ribuan tahun bahkan tidak ada yang tahu bagaimana tradisi seperti ini di lahirkan “
Gisel memasangkan kalung miliknya kepada Zaxion, Zaxion pasrah menerimanya karena tahu wanita itu tetap akan memaksanya walau dia menolak.
“nah cocok kan “ seru Gisel dengan gembira
Kalung berwarna perak dengan batu mulia berwarna kehijauan itu tergantung di leher Zaxion, kalung tersebut tampak terlalu kecil untuk Zaxion dan terselip di antara rongga armor nya
“kenapa kau berikan ini padaku ? bukankah tradisi kalian hanya memberikan sesuatu pada orang yang kalian sayangi?” tanya Zaxion dengan jengkel
“tentu saja, karena aku menyayangimu Zaxion “
“hah?”
“selama 3 bulan ini kita terus bersama, kau terus datang setiap hari padaku, menemaniku,berbicara denganku dan lain sebagainya, aku sangat senang karenanya, saat-saat itu sangat membahagiakan bagiku dan tanpa sadar aku sudah mememiliki perasaan seperti itu padamu Zaxion “
Zaxion semakin tidak mengerti dan memahami apa yang berada dalam pikiran Gisel, semua tindakannya memang tidak bisa di terima oleh Zaxion secara logikanya, Gisel sangat paham jika Zaxion tidak mungkin mengerti.
“kau sama sekali tidak perlu mengerti Zax, kau tidak perlu memahaminya, aku hanya ingin kau mendengarkannya, apa isi hatiku yang sebenarnya, aku ingin mengeluarkan semua yang terpendam sebelum aku terlambat untuk mengatakannya dan menyesalinya” lanjut Gisel lagi, dia mendekati Zaxion secara perlahan dan memeluk tubuh besi yang ada di hadapannya itu.
“apa...apa yang kau lakukan!!!” ujar Zaxion panik, namun entah kenapa secara perlahan, rasa paniknya berangsur-angsur lenyap, dan dia merasa sangat tenang, suatu hal yang nyaris tidak pernah dia rasakan. Ketenangan serta rasa damai yang sangat lembut, secara reflek tangan Zaxion meniru apa yang di lakukan oleh Gisel. Dia merangkul tubuh kecilnya dengan sangat perlahan dan hati-hati.
Mereka saling berpelukan selama beberapa saat, hingga akhirnya Zaxion secara perlahan mendorong tubuh Gisel menjauh secara perlahan.
“sudah waktunya kita berangkat “ ujarnya dengan sangat tegas
Raut muka Gisel berubah menjadi murung kembali.
“kita akan menuju wilayah kekuasaan Bellato Union, untuk itu alat yang terpasang di lehermu akan kumatikan agar tidak jatuh ke tangan Union, setelah itu di cabut kita tidak akan bisa saling memahami satu sama lain lagi, selamanya “
Gisel tampak semakin sedih mendengar hal itu
“ada yang ingin kau katakan sebelum itu?” tanya Zaxion
“menunduklah sebentar” ujar Gisel lemah
Tanpa banyak tanya, Zaxion melakukannya dan secara tiba-tiba saja Gisel menempelkan wajahnya pada wajah Zaxion dan mengecupnya.
“wajahmu dingin sekali ya “ ujarnya
Zaxion berusaha untuk tidak memikirkan apa yang baru saja terjadi
“aku lupa, berhati-hati lah terhadap Bellato bernama Max Daybreak, aku dengar dia ingin membunuhmu untuk balas dendam, di Union dia termasuk salah satu prajurit yang paling terkenal karena prestasi dan kekuatannya “
“ Max Daybreak? Siapa dia?” tanya Zaxion
“kau tidak tahu? kau menangkapku kau bertarung dengan seorang Bellato di Sette kan, seorang prajurit Bellato yang menggunakan pedang ganda “
“ya aku ingat, bajingan yang mengacaukan segalanya “
“dari pada yang aku dengar dulu kau membunuh adiknya di sette, tapi entah kenapa kau membiarkannya hidup padahal dia ada di depanmu “
“ah” Zaxion tampak mengingat sesuatu
“begitu ya.......jadi dia........ seharusnya aku bunuh saja waktu itu “ geram Zaxion
“kenapa kau memberitahu hal ini padaku ? “ tanya Zaxion
“entahlah, aku hanya merasa perlu saja “
Mereka saling pandang selama beberapa menit, lalu gisel berkata
“selama tinggal Zaxion “
Tidak jauh dari situ, di bagian dalam Cragmine terdapat 4 prajurit muda Bellato yang tampak berjalan dengan sangat kesal, mereka adalah Silmeria,Chain,Thanos dan Melvina. 4 prajurit muda yang merupakan bawahan Max Daybreak, semenjak Max melakukan penyamaran untuk menyusup masuk ke markas pemberontak yang ada di Elan, dia di cap sebagai penghianat di union sebagai salah satu kamuflasenya, tidak ada seorang pun tahu tentang itu termasuk anak-anak ini. Semenjak itu sebenarnya mereka hendak di alihkan kepada orang lain sebagai pengganti Max namun mereka selalu menolaknya dan berkata “kami hanya mau di bimbing oleh Maximus Max Daybreak” dan karena keegoisan mereka itu juga lah mereka menjadi repot sendiri, tanpa pembimbing yang mengawasi mereka, selama menerima tugas mereka harus menempuh bahaya yang mengancam nyawa mereka tanpa ada yang bisa melindungi mereka.
“ ah sial, gara-gara Lauzardian keparat itu kita jadi masuk terlalu jauh kedalam Crag Mine” gerutu Thanos dari dalam Mau coklat miliknya
“tidak usah mengeluh, ini kan gara-gara kau juga” ucap Chain
“ah, harusnya kau yang di salahkan tahu, jika bukan karena kau yang menyerang pemimpin mereka kita tidak akan kesusahan seperti ini, seharusnya sekarang kita sudah sampai kembali di markas lalu istirahat di kasur yang empuk “
“eh, jadi kau menyalahkanku ya ? “ Thanos menghardik Chain dengan sangat marah
“aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya tuan kacamata “ ejek Chain
“cih jika bukan karena kau ada di dalam MAU aku sudah pasti menghajarmu”
“oh ya, mau kita buktikan sekarang ? “
“sudah hentikanlah, kita berada di wilayah musuh jadi jangan bertengkar seperti itu” Melvina berusaha mendamaikan mereka
“Melvina benar, jika kalian mau berkelahi setelah kita pulang saja, di tempat ini sangat berbahaya “ ujar Silmeria
“kau dengar tuan kacamata !!! begitu kita pulang kita lanjutkan ini “
“baik, jangan lari ya tuan penakut “
Silmeria dan Melvina hanya bisa mengelengkan kepala mereka melihat tingkah kedua temannya itu
“jika tuan Max ada kalian sudah pasti di hajar mereka “ keluh Silmeria
Mereka melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, ini pertama kalinya mereka melangkah keluar dari wilayah kependudukan Union, apa saja bisa terjadi di tempat ini, Cora dan Accretia bisa menyergap mereka kapan saja secara mendadak, karena itu mereka menjadi lebih waspada dari biasanya apa lagi kali ini mereka sendirian tanpa ada ketua kelompok yang membimbing mereka untuk bisa melindungi mereka.
“berhubung jalan sebelumnya mustahil kita lewati karena gerombolan Lauzardian itu pasti ada di sana kita terpaksa memutar jauh “ ujar Thanos
“jadi lewat mana?” tanya Chain
“menurut peta sih ada 2 jalan yang bisa kita lewati, jalan jauh ke selatan di antara perbatan wilayah kita dengan Accretia, tapi dari situ kita harus menuju Solus karena itu lebih dekat ketimbang menuju Portal Union, atau menuju utara yang lebih dekat tapi sangat dekat dengan wilayah Cora “ lanjut Thanos
“jadi bagaimana ? “ tanya Chain
Keempat prajurit muda itu tampak berpikir untuk menentukan rute yang akan mereka lalui
“utara” seru Chain
“aku juga berpikir begitu sih, walau terkesan lebih bahaya tapi itu jalan terdekat, jika kita ke selatan akan memakan waktu yang sangat lama dan memakan stamina kita “ ujar Silmeria
Karena mereka semua telah sepakat, mereka segara berjalan menuju rute yang telah mereka pilih.
“apa kita akan berangkat?”
“ tidak” jawab Zaxion
“38 menit 42 detik lagi, istirahatkan tubuhmu sebaik mungkin agar kau mampu bertahan sampai tujuanmu” lanjutnya
Gisel tidak menjawab, dia menudukan kepalanya dengan lesu.
Keheningan menyelimutin mereka selama beberapa menit, Zaxion tampak tidak peduli dengan hal itu dan tetap mengawasi keadaan sekeliling dengan penuh waspada.
“hei “ Gisel memanggilnya, dan Zaxion segera memutar kepalanya menuju arah wanita itu
“kapan kau akan membunuhku ? “
Sebuah pertanyaan yang sangat mengejutkan keluar dari mulutnya, Zaxion hanya diam membatu tanpa memberikan sebuah jawaban, dia hanya memandang Gisel dengan tajamnya. Selama beberapa saat mereka saling pandang satu sama lain.
“ternyata benar ya” ujar Gisel dengan lemah, dia menundukan kepalanya kembali
Entah kenapa, Zaxion merasakan sesuatu yang aneh, dadanya terasa sakit namun bukan rasa sakit yang biasa ia rasakan dari luka pertempuran, suatu rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan seolah ada sesuatu dalam dadanya yang di cabik-cabik dengan sangat ganas.
Dia duduk di depan Gisel dengan sendirinya, dia tidak tahu kenapa dia melakukan ini tapi hanya merasa ini harus di lakukannya, menggunakan tangan kanannya dia menyentuh dagu Gisel dan mengangkat wajahnya yang tertunduk lemah tersebut. Mata Gisel tampak memerah karena menangis, air mata membasahi pipinya.
“apa ini ?” tanya Zaxion saat menyekat air mata yang membasahi pipi Gisel dengan perlahan dengan rasa ingin tahu.
“kau tidak akan mengerti “ jawab Gisel pelan
Zaxion memperhatikannya dengan penuh seksama, dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia merasa harus melakukan sesuatu terhadap wanita bertubuh kecil itu, tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan mengapa.
“maaf, aku membuatmu khawatir ya” Gisel memaksakan diri untuk tersenyum, walau sebenarnya dia merasakan ketakutan yang luar biasa di dalam hatinya
“aku sama sekali tidak khawatir padamu “ bantah Zaxion
“kau pembohong yang payah Zaxion, jika kau tidak khawatir kau seharusnya kau biarkan saja aku, tidak perlu mendekatiku seperti ini “
“ aku hanya memastikan agar kau tidak diri, karena itu akan mengacaukan segala, dan entah kenapa aku merasa harus melakukan sesuatu tapi aku tidak tahun apa yang harus aku lakukan”
Gisel tersenyum kembali mendengar perkataan makhluk bertubuh besi itu, dia lalu melepaskan kalung yang dikenakannya, terdapat sebuah benda kecil yang mengantung di kalung itu, sejenis batuan mulia yang sangat indah dan berkilauan.
“ini untukmu, agar kau bisa terus ingat padaku selamanya jika kita berpisah atau aku mati nanti”
Zaxion tidak mengerti apa maksud Gisel
“kenapa aku harus memakai benda seperti itu ? kami dirancang untuk terus mengingat apa yang kami lakukan setiap detiknya selama-lamanya “
Gisel tertawa pelan, tawanya itu membuatnya tampak berkilau dan lebih cantik
“di Bellato, kami memiliki sebuah kebiasaan, mungkin Cora juga memiliki kebiasaan yang sama seperti kami. Kami akan memberikan sebuah benda yang sangat berarti bagi kami, kepada orang lain yang kami sayangi saat akan berpisah,saat-saat berharga atau pada hari penting. Tradisi yang sudah ada pada kami selama ribuan tahun bahkan tidak ada yang tahu bagaimana tradisi seperti ini di lahirkan “
Gisel memasangkan kalung miliknya kepada Zaxion, Zaxion pasrah menerimanya karena tahu wanita itu tetap akan memaksanya walau dia menolak.
“nah cocok kan “ seru Gisel dengan gembira
Kalung berwarna perak dengan batu mulia berwarna kehijauan itu tergantung di leher Zaxion, kalung tersebut tampak terlalu kecil untuk Zaxion dan terselip di antara rongga armor nya
“kenapa kau berikan ini padaku ? bukankah tradisi kalian hanya memberikan sesuatu pada orang yang kalian sayangi?” tanya Zaxion dengan jengkel
“tentu saja, karena aku menyayangimu Zaxion “
“hah?”
“selama 3 bulan ini kita terus bersama, kau terus datang setiap hari padaku, menemaniku,berbicara denganku dan lain sebagainya, aku sangat senang karenanya, saat-saat itu sangat membahagiakan bagiku dan tanpa sadar aku sudah mememiliki perasaan seperti itu padamu Zaxion “
Zaxion semakin tidak mengerti dan memahami apa yang berada dalam pikiran Gisel, semua tindakannya memang tidak bisa di terima oleh Zaxion secara logikanya, Gisel sangat paham jika Zaxion tidak mungkin mengerti.
“kau sama sekali tidak perlu mengerti Zax, kau tidak perlu memahaminya, aku hanya ingin kau mendengarkannya, apa isi hatiku yang sebenarnya, aku ingin mengeluarkan semua yang terpendam sebelum aku terlambat untuk mengatakannya dan menyesalinya” lanjut Gisel lagi, dia mendekati Zaxion secara perlahan dan memeluk tubuh besi yang ada di hadapannya itu.
“apa...apa yang kau lakukan!!!” ujar Zaxion panik, namun entah kenapa secara perlahan, rasa paniknya berangsur-angsur lenyap, dan dia merasa sangat tenang, suatu hal yang nyaris tidak pernah dia rasakan. Ketenangan serta rasa damai yang sangat lembut, secara reflek tangan Zaxion meniru apa yang di lakukan oleh Gisel. Dia merangkul tubuh kecilnya dengan sangat perlahan dan hati-hati.
Mereka saling berpelukan selama beberapa saat, hingga akhirnya Zaxion secara perlahan mendorong tubuh Gisel menjauh secara perlahan.
“sudah waktunya kita berangkat “ ujarnya dengan sangat tegas
Raut muka Gisel berubah menjadi murung kembali.
“kita akan menuju wilayah kekuasaan Bellato Union, untuk itu alat yang terpasang di lehermu akan kumatikan agar tidak jatuh ke tangan Union, setelah itu di cabut kita tidak akan bisa saling memahami satu sama lain lagi, selamanya “
Gisel tampak semakin sedih mendengar hal itu
“ada yang ingin kau katakan sebelum itu?” tanya Zaxion
“menunduklah sebentar” ujar Gisel lemah
Tanpa banyak tanya, Zaxion melakukannya dan secara tiba-tiba saja Gisel menempelkan wajahnya pada wajah Zaxion dan mengecupnya.
“wajahmu dingin sekali ya “ ujarnya
Zaxion berusaha untuk tidak memikirkan apa yang baru saja terjadi
“aku lupa, berhati-hati lah terhadap Bellato bernama Max Daybreak, aku dengar dia ingin membunuhmu untuk balas dendam, di Union dia termasuk salah satu prajurit yang paling terkenal karena prestasi dan kekuatannya “
“ Max Daybreak? Siapa dia?” tanya Zaxion
“kau tidak tahu? kau menangkapku kau bertarung dengan seorang Bellato di Sette kan, seorang prajurit Bellato yang menggunakan pedang ganda “
“ya aku ingat, bajingan yang mengacaukan segalanya “
“dari pada yang aku dengar dulu kau membunuh adiknya di sette, tapi entah kenapa kau membiarkannya hidup padahal dia ada di depanmu “
“ah” Zaxion tampak mengingat sesuatu
“begitu ya.......jadi dia........ seharusnya aku bunuh saja waktu itu “ geram Zaxion
“kenapa kau memberitahu hal ini padaku ? “ tanya Zaxion
“entahlah, aku hanya merasa perlu saja “
Mereka saling pandang selama beberapa menit, lalu gisel berkata
“selama tinggal Zaxion “
Tidak jauh dari situ, di bagian dalam Cragmine terdapat 4 prajurit muda Bellato yang tampak berjalan dengan sangat kesal, mereka adalah Silmeria,Chain,Thanos dan Melvina. 4 prajurit muda yang merupakan bawahan Max Daybreak, semenjak Max melakukan penyamaran untuk menyusup masuk ke markas pemberontak yang ada di Elan, dia di cap sebagai penghianat di union sebagai salah satu kamuflasenya, tidak ada seorang pun tahu tentang itu termasuk anak-anak ini. Semenjak itu sebenarnya mereka hendak di alihkan kepada orang lain sebagai pengganti Max namun mereka selalu menolaknya dan berkata “kami hanya mau di bimbing oleh Maximus Max Daybreak” dan karena keegoisan mereka itu juga lah mereka menjadi repot sendiri, tanpa pembimbing yang mengawasi mereka, selama menerima tugas mereka harus menempuh bahaya yang mengancam nyawa mereka tanpa ada yang bisa melindungi mereka.
“ ah sial, gara-gara Lauzardian keparat itu kita jadi masuk terlalu jauh kedalam Crag Mine” gerutu Thanos dari dalam Mau coklat miliknya
“tidak usah mengeluh, ini kan gara-gara kau juga” ucap Chain
“ah, harusnya kau yang di salahkan tahu, jika bukan karena kau yang menyerang pemimpin mereka kita tidak akan kesusahan seperti ini, seharusnya sekarang kita sudah sampai kembali di markas lalu istirahat di kasur yang empuk “
“eh, jadi kau menyalahkanku ya ? “ Thanos menghardik Chain dengan sangat marah
“aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya tuan kacamata “ ejek Chain
“cih jika bukan karena kau ada di dalam MAU aku sudah pasti menghajarmu”
“oh ya, mau kita buktikan sekarang ? “
“sudah hentikanlah, kita berada di wilayah musuh jadi jangan bertengkar seperti itu” Melvina berusaha mendamaikan mereka
“Melvina benar, jika kalian mau berkelahi setelah kita pulang saja, di tempat ini sangat berbahaya “ ujar Silmeria
“kau dengar tuan kacamata !!! begitu kita pulang kita lanjutkan ini “
“baik, jangan lari ya tuan penakut “
Silmeria dan Melvina hanya bisa mengelengkan kepala mereka melihat tingkah kedua temannya itu
“jika tuan Max ada kalian sudah pasti di hajar mereka “ keluh Silmeria
Mereka melanjutkan perjalanan dengan hati-hati, ini pertama kalinya mereka melangkah keluar dari wilayah kependudukan Union, apa saja bisa terjadi di tempat ini, Cora dan Accretia bisa menyergap mereka kapan saja secara mendadak, karena itu mereka menjadi lebih waspada dari biasanya apa lagi kali ini mereka sendirian tanpa ada ketua kelompok yang membimbing mereka untuk bisa melindungi mereka.
“berhubung jalan sebelumnya mustahil kita lewati karena gerombolan Lauzardian itu pasti ada di sana kita terpaksa memutar jauh “ ujar Thanos
“jadi lewat mana?” tanya Chain
“menurut peta sih ada 2 jalan yang bisa kita lewati, jalan jauh ke selatan di antara perbatan wilayah kita dengan Accretia, tapi dari situ kita harus menuju Solus karena itu lebih dekat ketimbang menuju Portal Union, atau menuju utara yang lebih dekat tapi sangat dekat dengan wilayah Cora “ lanjut Thanos
“jadi bagaimana ? “ tanya Chain
Keempat prajurit muda itu tampak berpikir untuk menentukan rute yang akan mereka lalui
“utara” seru Chain
“aku juga berpikir begitu sih, walau terkesan lebih bahaya tapi itu jalan terdekat, jika kita ke selatan akan memakan waktu yang sangat lama dan memakan stamina kita “ ujar Silmeria
Karena mereka semua telah sepakat, mereka segara berjalan menuju rute yang telah mereka pilih.
0
Kutip
Balas