TS
Zaxion
[Fanfict] RF Online- The Hero Of Novus
misi semua numpang posting fanfict 
gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop
udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali
jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
episode 1
episode 2
Episode 3
Episode 4
Episode 5
Episode 6
Episode 7
Episode 8
Episode 9
episode 10
Epiode 11
episode 12
Interlude
Episode 13
part 1
part 2
part 3

gw bikinnya udh lama sih waktu sma dulu pas rf lagi ngetop

udh ada beberapa chapter gw post di web lain sih cuma sepi sekali

jadi post di sini juga deh
mohon kritikan dan komennya ya
Spoiler for Index:
Spoiler for The Beginning Arc:
Prolog
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
part 1
part 2
Episode 1
part 1
part 2
Episode 2
part 1
part 2
Episode 3
part 1
part 2
Episode 4
part 1
part 2
Episode 5
part 1
part 2
Episode 6
Part 1
Part 2
Episode 7
Part 1
Part 2
Episode 8
part 1
part 2
Episode 9
1 part doang
Episode 10
Part 1
part 2
Episode 11
part 1
part 2
Episode 12
part 1
part 2
episode 13
part 1
part 2
Episode 14
part 1
part 2
Episode 15
part 1
part 2
part 3
Episode 16
part 1
part 2
Episode 17
part 1
part 2
episode 18
part 1
part 2
episode 19
part 1
part 2
part 3
part 4
episode 20
part 1
part 2
episode 21
part 1
part 2
episode 22
part 1
part 2
episode 23
part 1
part 2
episode 24
part 1
part 2
part 3
Epiloge
part 1
part 2
part 3
part 4
Spoiler for The Vegeance Arc:
Spoiler for Prologue:
episode 1
Spoiler for :
episode 2
Spoiler for :
Episode 3
Spoiler for :
Episode 4
Spoiler for :
Episode 5
Spoiler for :
Episode 6
Spoiler for :
Episode 7
Spoiler for :
Episode 8
Spoiler for :
Episode 9
Spoiler for :
episode 10
Spoiler for :
Epiode 11
Spoiler for :
episode 12
Spoiler for :
Interlude
Spoiler for :
Episode 13
part 1
part 2
part 3
Spoiler for side story:
Diubah oleh Zaxion 14-01-2016 15:57
0
95.6K
Kutip
521
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
Zaxion
#142
Episode 19
Gisel and Zaxion
“apa maksudmu ?” tanya Gisel
“kau tuli ya? Sudah kubilang kan, kau akan aku antar kembali ke Solus. Itu perintah yang baru saja aku dapatkan, jangan tanya apa alasannya karena aku hanya di perintahkan seperti itu” jawab Zaxion. Dari gaya bicaranya terlihat bahwa ada sesatu yang dia sembunyikan, Gisel menyadari hal itu dan dia bisa menduga apa yang sebenarnya akan terjadi.
Kemungkinan besar dia akan di jadikan sandera dalam penyerangan ke solus untuk memperlemah semangat juang pasukan Union, atau mungkin pertukaran tahan jika pasukan Bellato Union memang memiliki tahanan Accretia atau mungkin dia akan di jadikan umpan untuk menjebak orang penting di Union, banyak skenario yang mungkin bisa terjadi yang ada di dalam pikiran Gisel, namun ada 1 hal yang tetap dia camkan di kepalanya, kemungkinan dirinya akan di bunuh sangat besar dan dia harus siap untuk itu.
“ini peralatanmu yang kami sita, pakailah kembali tapi tentu saja senjatamu tidak akan kami kembalikan” Zaxion melemparkan peralatan milik Gisel yang di bungkus dalam sebuah kain
Gisel memeriksanya dan meletakannya secara teratur di lantai secara beruturan sesuai ukurannya.
Alat komunikasi miliknya tampak di rusak, beberapa peralatan seperti teropong, alat pendeteksi, beberapa botol potion dan peta digital juga tampak hancur berantakan.
Dia mengumpat dengan kesal dalam hatinya, untuk apa mereka mengembalikan peralatanku jika sebagian besar alatnya sudah tidak bisa di gunakan lagi.
“kenapa?” tanya Zaxion
“kenapa harus di kembalikan jika semuanya sudah tidak bisa di gunakan lagi” keluh Gisel dengan kesal, dia memeriksa beberapa peralatannya dengan lebih teliti, berharap masih ada yang bisa di gunakan.
“aku hanya menjalankan perintah yang di terima, jika tidak mau kau ambil kembali tinggalkan saja dan bersiaplah, 2jam lagi aku akan kembali dan kita langsung berangkat saat itu “
Dia keluar dari ruang tahanan Gisel, menutup pintunya dan meninggalkan Gisel seorang diri di sana.
Gisel memandang Zaxion dengan wajah yang menunjukan kesedihan sebelum akhirnya sosok Zaxion lenyap seiring pintu tertutup.
Dia menghelakan nafasnya dengan cukup panjang, gugup dia rasakan saat ini dan keringat dingin bercucuran membasahi sekujur tubuhnya. Entah apa yang akan terjadi nanti dia tidak tahu walau bisa menduga yang mungkin akan terjadi, tapi dia harus tetap tegar menghadapinya dan siap menerima apapun yang akan terjadi walau itu bisa saja kematiannya, dia harus kuat menghadapinya tanpa rasa takut dan gentar sedikitpun, karena dia adalah prajurit Union. Di saat dia mendaftarkan diri sebagai prajurit dan menngucapkan sumpah setia, dia saat itu pula dia sadar bahwa dia bisa mati kapanpun tanpa terduga dan kini dia harus menghadapinya.
Sinar mentari yang sangat terik dan gersang menyambut Zaxion begitu dia keluar dari gedung penjara, angin yang kuat berhembus tidak lama kemudian, angin ini tidaklah memberikan suasana yang lebih segar ataupun adem, sebaliknya justru mendatangkan hawa yang jauh lebih panas dari sebelumnya. Sensor tubuh Zaxion menunjukan perubahan suhu yang menjadi lebih panas, dan secara otomatis mesin-mesin pendingin yang berada di dalam tubuhnya segara bekerja secepat mungkin untuk menurunkan suhu tubuh Zaxion agar tidak terlalu panas, dengan begitu Zaxion akan tetap bisa bertarung dengan optimal tanpa takut mesinnya akan rusak karena terlalu panas.
“malam ini kelihatannya akan sangat dingin ya, tuan Zaxion”
“kalian sudah siap ? “
Zaxion menjawab sapaan itu, 3 unit Accretia berdiri di hadapannya sambil bersujud memberi hormat padanya, mereka tidak bergerak sedikitpun dari posisi hormatnya.
“Arks sudah pergi lebih dahulu untuk melakukan pengintaian “ jawab salah satu Accretia berwarna hitam dengan corak keemasan, berbeda dengan unit lainnya yang rata-rata berlapiskan armor tebal dan kokoh, unit ini memiliki armor yang lebih sedikit dan ringan di banding yang lain, sebagai sebuah unit Ranger dia di ciptakan untuk bisa bergerak dengan gesit dan cepat. karena itulah armornya di buat lebih sedikit dan tipis di banding unit lainnya.
“seharusnya kau yang mengintai kan Dirge?” Zaxion bertanya
“ Arks memaksa agar dia yang melakukannya, dia bilang sekalian jalan-jalan dan mencari hiburan” jawab Dirge
Zaxion mengelengkan kepalanya, terlihat dia sangat kesal dengan ulah Arks yang seenaknya dan mengacaukan rencana yang sudah di buat olehnya, namun tidak ada yang bisa dia perbuat lebih lanjut, Arks sudah pergi cukup jauh. Menyuruhnya kembali hanya akan membuang waktu dan mengacaukan kelanjutan misi mereka, mau tidak mau Zaxion terpaksa melanjutkannya.
“kalau begitu Dirge kau yang akan menggantikan posisinya “ perintah Zaxion
“siap “jawab unit itu
“akan kuulangi rencanannya, 2 jam dari sekarang aku dan makhluk cebol itu akan berangkat menuju Crag Mine. Tujuannya adalah wilayah utara dari pusat tambang Crag mine atau lebih tepatnya perbatasan wilayah Cora dan Bellato. Kalian akan berangkat 2 jam lebih awal untuk menijau situasinya dan jika memungkinkan lakukan penyergapan pada pasukan patroli Cora dan buat mereka terprovokasi agar mengejar kalian ke wilayah Bellato dan kemudian-“
“wanita cebol itu akan kita bunuh dan buat seolah Cora yang melakukannya sehingga Bellato akan terprovokasi untuk menyerang Cora” lanjut sebuah unit lain
“tepat sekali Zero”
“tapi tuan Zaxion, bukankah rencana ini terlalu bodoh ? bagaimana mungkin kita bisa membuat Bellato itu percaya bahwa Cora yang membunuhnya ?” tanya unit ketiga bernama Kroix
“ ini hanya rancangan awal Jed, di lapangan nanti kita akan lakukan improvasi sesuai kondisi nanti, mungkin kita akan tinggalkan wanita itu sendirian di tengah kepungan pasukan Cora, membiarkan para cora itu menghabisinya atau melakukan apapun yang mereka mau terhadapannya sementara kita memancing Bellato kesana. Kita akan lakukan apapun dan bagaimanapun, yang terpenting tujuan kita tercapai yaitu membuat Bellato menyerang Cora secara besar-besaran. Ketika mereka saling berperang satu sama lain kita akan segera memanfaatkannya untuk menyerang Cauldron Volcano dan menguasai tempat itu” Zaxion menjelaskannya dengan panjang lebar dan sangat terperinci, ketiga unit bawahannya mendengarkan dengan seksama lalu menjawab dengan serentak
“ooh”
2 jam berlalu dengan sangat cepat bagi Gisel, dia sama sekali tidak menemukan apapun atau berhasil mendapatkan rencana apapun untuk bisa melarikan diri, kondisi tubuhnya memang tidak terlalu buruk tapi tidak bisa juga di bilang optimal. Pertama kalinya dia berjalan keluar dari penjara yang mengurung dan mengekang kebebasannya selama 3 bulan lebih, pertama kalinya dia bisa menghirup udara bebas setelah selama 3 bulan lebih dia hanya menghirup udara kotor ruangan tertutup yang sangat tidak sehat dan bau, dan pertama kalinya dia bisa melihat matahari setelah 3 bulan lebih berada dalam kurungan yang sangat gelap. Tanpa ia sadari air mata menetes membasahi pipinya yang kusam.
“jalan” perintah Zaxion yang berada tidak jauh di depannya
Walau tubuhnya terasa sedikit kaku karena lama tidak di gerakan dia melakukannya, berjalan mengikuti Zaxion dari ruangan tahanan, melintasi area kependudukan Accretia, melewati ratusan Accretia yang aktivitas hariannya terhenti sejenak melihat pemandangan yang sangat janggal ini, seorang Bellato berada di dalam markas Accretia dan masih bernafas serta bergerak, pemandangan yang sangat tidak lazim bahkan beberapa unit Accretia tampak menahan diri untuk menyerangnya. Mereka sadar jika bertindak gegabah dengan menyerang Bellato tersebut akan memancing kemarah Zaxion, dan jika Zaxion menjadi sangat marah hanya Chao Chao yang mampu menghentikannya.
Gisel tertawa pelan saat mereka mendekati gerbang menuju area luar.
“kenapa? Apa yang lucu?” tanya Zaxion
“ tidak rasanya aneh saja, selama ratusan tahun kami berusaha untuk menghancurkan tempat ini namun tidak seorangpun yang mampu menembus pertahanan benteng ini, tapi kini aku berjalan dengan santainya di dalam menuju pintu keluar, rasanya lucu saja dan ini akan menjadi cerita yang menarik untuk adikku nanti saat aku pulang “ ujar Gisel dengan senyuman ceria di wajahnya
Zaxion tidak memberikan jawaban apapun dan terus berjalan, namun langkahnya terhenti tepat sebelum dia menginjakkan kaki di tanah luar Armory 213, sebuah unit perang Accretia menghadangnya, seorang Dewan militer yang sama sepertinya, MZ-001 Megatron
“membawa peliharaanmu jalan-jalan ya ZRX-076” nada suara yang keluar darinya terdengar sangat tidak bersahabat, entah apa maunya unit tersebut namun sudah pasti bukan suatu hal yang baik.
“minggir MZ-001, aku tidak ada urusan denganmu” hardik Zaxion
“oh ya, kau tidak lupa 3 bulan sebelumnya kau menghancurkan salah satu bawahanku kan ? dan kau sama sekali tidak minta maaf padaku karena itu bajingan? “
“bawahanmu? Aku tidak ingat pernah melakukan hal seperti itu” jawab Zaxion tanpa rasa bersalah
“jangan pura-pura keparat ? bawahanku yang lain menyaksikan sendiri perbuatan bejatmu itu, bahkan kamera keamanan benteng kita merekamnnya dengan sangat jelas!!” balas Megatron dengan murka
Zaxion berusaha mengingat-ingat dan tidak lama kemudian dia berkata
“oh yang waktu itu, dia Accretia toh aku kira benda rongsokan yang sudah tidak berfungsi karena hancur dengan 1 cengkraman tanganku, maaf Megatron tapi maklumilah aku tidak suka kalau harus menyimpan data di memoriku untuk tiap sampah yang aku hancurkan, hanya memakan tempat saja”
“ tadinya aku bermaksud melepaskanmu jika kau berkata maaf atau sejenisnya, tapi tampaknya aku harus menjadikanmu kaleng rongsokan “Megatron menarik keluar pedang yang dia sarungkan di punggungnya, sebuah pedang yang besarnya nyaris seukuran tubuhnya, pedang tumpul yang tidak di rancang untuk memotong, melainkan untuk meremukkan dan menghancurkan apapun yang di kenai olehnya.
Gisel menjadi sangat cemas melihat situasi ini, Zaxion sendiri tampak hendak melayani tantangan Megatron. Dia semakin panik begitu Zaxion mengeluarkan kapak miliknya dan tampak bersiap untuk melawan Megatron.
Di saat keduanya hendak saling menyerang satu sama lain, secara tiba-tiba Gisel berteriak dengan histeris
“HENTIKAAAAAAAAAAAAAAAAN!!!!”
Teriakannya menarik perhatian kedua unit pemimpin pasukan yang siap untuk saling membantai satu sama lain tersebut.
“kenapa......kenapa kalian harus bertarung bukannya kalian teman seperjuangan “
“ini bukan urusanmu makhluk cebol “ ujar Megatron dengan sinis
Jelas sekali Megatron tampak sangat memusuhi Zaxion, hubungan antara keduanya memang sangat buruk sejak dahulu, mereka memiliki sejarah yang sangat buruk dan alasannya akan di ceritakan lain kali.
“ jadi kau inggin menggangu Zaxion yang hendak menjalankan misinya ya? Ternyata ada juga Accretia yang bertindak egois sepertimu “
Megatron terpancing dengan perkataannya, namun dia tampak berpikir sejenak dan kemudian menyarungkan kembali senjatanya. Dia berjalan memasuki Armory 213 melewati Zaxion tanpa berbuat apapun
“ untuk sekarang kau aku lepas Zaxion, selesaikan misimu terlebih dahulu setelah itu baru aku akan menghancurkanmu. Aku tidak mau kau menjadikan aku sebagai alasan jika kau sampai gagal dan merugikan kekaisaran kita “ Megatron segera beranjak pergi setelah menyelesaikan perkataannya
“bodoh, kau bisa saja di bunuh olehnya jika berbuat nekat seperti itu” ujar Zaxion
“aku tidak akan khawatir itu terjadi, karena aku yakin kau pasti akan melindungiku kan Zax” Gisel berkata sambil tersenyum lagi, seolah memancarkan sebuah sinar yang akan menenangkan hati siapapun yang melihatnya.
5 jam berlalu sejak mereka berangkat, setelah melewati panas dan teriknya gurun di daerah Armory 213, mereka tiba di dalam Crag Mine.
“bi-bisakah kita istirahat sejenak.... hah....hah.... aku sangat capek “ ujar Gisel dengan nafas terengah-engah
“yang benar saja, perjalanan kita masih jauh kita baru berjalan selama 5 jam “ Jawab Zaxion dengan kasar.
“maaf, kami para Armor Rider rata-rata memang memiliki fisik yang lebih lemah di banding prajurit lain karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam MAU di banding di luar, di tambah lagi selama 3 bulan lebih aku berada dalam kurungan fisikku secara perlahan menjadi semakin lemah”
“baiklah baiklah, kita istirahat 1jam di sini” ucap Zaxion dengan sangat kesal.
Berbeda dengan Armory 213 yang sangat panas,kering, serta gersang. Wilayah Crag Mine jauh lebih sejuk di bandingkan dengan Armory 213 walau sebenarnya sama-sama wilayah yang cukup kering, debu-debu dari pertambangan yang berada di dalam gunung besar tersebut selalu berhamburan keluar meliputi seluruh wilayahnya.
Gisel duduk sambil bersandar pada sebuah batu besar yang ada, wajahnya tampak memucat dan keringat membasahi tubuhnya, dia menarik nafas dengan sangat cepat karena rasa lelah yang dia rasakan. Sementara itu Zaxion memeriksa keadaan sekeliling memastikan tidak ada ancaman untuk kelangsungan misinya, dia pergi sedikit lebih jauh dari Gisel untuk memastikan agar wanita itu tidak bisa mendengarnya ketika dia berbicara, dia mulai menghubungi rekan-rekannya yang sudah beranjak duluan dengan alat komunikasinya.
“sepertinya kedatangan kami akan sedikit tertunda, bellato itu terlalu letih untuk berjalan dan harus istirahat selama 1 jam atau mungkin lebih, jika memaksanya jalan aku takut dia akan mati dan mengacaukan rencana kita”
“ di mengerti tuan Zaxion, kebetulan kami juga mengalami kesulitan “ balas Kroix
“apa yang terjadi ? “
“ entah mengapa, pasukan Cora berkumpul dalam jumlah yang besar di sekitara Portal mereka dan jalan masuk menuju istana Haram, kelihatannya mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi serangan dari Bellato” jawab Zero
“ya mereka menempatkan pasukan dalam jumlah yang cukup besar di area perbatasan dengan Bellato, tapi tidak terlihat mereka hendak menyerang malah tampaknya hanya meningkatkan penjagaan. Tapi kenapa harus sebanyak ini ya aku hitung ada sekitar 500an “ lanjut Dirge
Hal ini sama sekali di luar dugaan Zaxion, dia tidak menyangka Cora menempatkan pasukan sebanyak itu, ini akan menyulitkan pergerakan mereka bahkan hampir mustahil menyelinap menuju perbatasan Cora-Bellato jika ada pasukan sebanyak itu yang berjaga.
“kondisi Bellato ?”
“ memang ada pasukan patroli seperti biasa tapi tidak sebanyak Cora, tampaknya mereka sama sekali tidak menyadari tindakan agresif Cora atau ada rencana tersendiri “ jawab Zero
Zaxion meninjau ulang kondisinya sekarang, dan memikirkn cara terbaik untuk menyelesaikan misinya. Dia membalikkan badanya dan memandang Gisel selama beberapa saat seolah memikirkan apa yang akan dia lakukan pada wanita itu, dan kemudian berkata pada rekan-rekannya
“ Arks di mana lokasimu “
Tidak ada jawaban darinya, Zaxion berusaha memanggilnya lagi, namun tetap tidak ada balasan dari Arks sama sekali, melihat ini mereka semua menjadi was-was dan khawatir sesuatu yang buruk telah menimpannya.
“keparat apa dia sudah hancur” seru Dirge khawatir
“tidak mungkin, kau tahu kan dia itu susah mati dan kemampuan bertarungnya juga hebat. Mustahil dia hancur semudah itu” balas Zero
“tenanglah, dia mungkin adadalam situasi yang menyulitkannya untuk menjawab “ berbeda dengan 2 unit lainnya Kroix terlihat tetap tenang.
“cih keparat itu, bertindak seenaknya dan sekarang malah membuat repot, sedang apa bajingan itu sih “ Zaxion menjadi sedikit panik, kehilangan bawahan dengan kemampuan sehebat Arks merupakan kerugian yang cukup besar.
Tiba-tiba, dari alat komunikasi terdengar sebuah suara. Awalnya hanyalah suara kecil dan berderit-derit tanpa arah namun perlahan suara itu semakin jelas
“oh akhirnya kalian datang juga ya” Arks berkata dengan santai seolah tidak terjadi apapun
“ARKS!!!!” teriak Kroix, Dirge dan Zero serentak
“apaan sih ? kok kalian heboh sekali “ balas Arks dengan jengkel melihat reaksi mereka
“apa yang terjadi Arks, kenapa kau baru menjawab panggilanku? “ tanya Zaxion
“ oh, tadi aku mematikan seluruh fungsi tubuhku karena mengintai itu ternyata membosankan sekali, dan fungsi tubuhku baru saja hidup kembali tadi”
“.................”
“kenapa memangnya ? jangan bilang misi sudah selesai? “
“dasar besi rongsokan keparat!!!!! Pengintai macam apa yang mematikan fungsi tubuhnya saat bertugas !!!!!! dan bodoh sekali kau melakukan hal itu di daerah rawan konflik seperti ini !!!!” raungan Zaxion menggema di wilayah sekelilingnya, membuat Gisel yang tengah beristirahat dengan tenang terkejut
“tehehehe” tanpa rasa bersalah Arks tertawa
“aku bersumpah Arks, suatu hari nanti kau pasti akan hancur dengan tanganku sendiri “ maki Zaxion
“tuan Zaxion, mohon tenanglah kita harus fokus pada misi kita” Zero berusaha meredam kemarahan Zaxion
Selama beberapa menit Zaxion diam untuk menenangkan dirinya, lalu berkata
“kau masih di posisi yang sudah di tetapkan Arks?”
“ya” jawabnya singkat
“baik, 40 menit lagi aku akan melanjutkan perjalanan kalian semua tetep laksanakan perintah seperti rencana awal. Aku akan menghubungi kalian semua nanti “
“siap” jawab mereka serentak
Gisel and Zaxion
Spoiler for part 1:
“apa maksudmu ?” tanya Gisel
“kau tuli ya? Sudah kubilang kan, kau akan aku antar kembali ke Solus. Itu perintah yang baru saja aku dapatkan, jangan tanya apa alasannya karena aku hanya di perintahkan seperti itu” jawab Zaxion. Dari gaya bicaranya terlihat bahwa ada sesatu yang dia sembunyikan, Gisel menyadari hal itu dan dia bisa menduga apa yang sebenarnya akan terjadi.
Kemungkinan besar dia akan di jadikan sandera dalam penyerangan ke solus untuk memperlemah semangat juang pasukan Union, atau mungkin pertukaran tahan jika pasukan Bellato Union memang memiliki tahanan Accretia atau mungkin dia akan di jadikan umpan untuk menjebak orang penting di Union, banyak skenario yang mungkin bisa terjadi yang ada di dalam pikiran Gisel, namun ada 1 hal yang tetap dia camkan di kepalanya, kemungkinan dirinya akan di bunuh sangat besar dan dia harus siap untuk itu.
“ini peralatanmu yang kami sita, pakailah kembali tapi tentu saja senjatamu tidak akan kami kembalikan” Zaxion melemparkan peralatan milik Gisel yang di bungkus dalam sebuah kain
Gisel memeriksanya dan meletakannya secara teratur di lantai secara beruturan sesuai ukurannya.
Alat komunikasi miliknya tampak di rusak, beberapa peralatan seperti teropong, alat pendeteksi, beberapa botol potion dan peta digital juga tampak hancur berantakan.
Dia mengumpat dengan kesal dalam hatinya, untuk apa mereka mengembalikan peralatanku jika sebagian besar alatnya sudah tidak bisa di gunakan lagi.
“kenapa?” tanya Zaxion
“kenapa harus di kembalikan jika semuanya sudah tidak bisa di gunakan lagi” keluh Gisel dengan kesal, dia memeriksa beberapa peralatannya dengan lebih teliti, berharap masih ada yang bisa di gunakan.
“aku hanya menjalankan perintah yang di terima, jika tidak mau kau ambil kembali tinggalkan saja dan bersiaplah, 2jam lagi aku akan kembali dan kita langsung berangkat saat itu “
Dia keluar dari ruang tahanan Gisel, menutup pintunya dan meninggalkan Gisel seorang diri di sana.
Gisel memandang Zaxion dengan wajah yang menunjukan kesedihan sebelum akhirnya sosok Zaxion lenyap seiring pintu tertutup.
Dia menghelakan nafasnya dengan cukup panjang, gugup dia rasakan saat ini dan keringat dingin bercucuran membasahi sekujur tubuhnya. Entah apa yang akan terjadi nanti dia tidak tahu walau bisa menduga yang mungkin akan terjadi, tapi dia harus tetap tegar menghadapinya dan siap menerima apapun yang akan terjadi walau itu bisa saja kematiannya, dia harus kuat menghadapinya tanpa rasa takut dan gentar sedikitpun, karena dia adalah prajurit Union. Di saat dia mendaftarkan diri sebagai prajurit dan menngucapkan sumpah setia, dia saat itu pula dia sadar bahwa dia bisa mati kapanpun tanpa terduga dan kini dia harus menghadapinya.
Sinar mentari yang sangat terik dan gersang menyambut Zaxion begitu dia keluar dari gedung penjara, angin yang kuat berhembus tidak lama kemudian, angin ini tidaklah memberikan suasana yang lebih segar ataupun adem, sebaliknya justru mendatangkan hawa yang jauh lebih panas dari sebelumnya. Sensor tubuh Zaxion menunjukan perubahan suhu yang menjadi lebih panas, dan secara otomatis mesin-mesin pendingin yang berada di dalam tubuhnya segara bekerja secepat mungkin untuk menurunkan suhu tubuh Zaxion agar tidak terlalu panas, dengan begitu Zaxion akan tetap bisa bertarung dengan optimal tanpa takut mesinnya akan rusak karena terlalu panas.
“malam ini kelihatannya akan sangat dingin ya, tuan Zaxion”
“kalian sudah siap ? “
Zaxion menjawab sapaan itu, 3 unit Accretia berdiri di hadapannya sambil bersujud memberi hormat padanya, mereka tidak bergerak sedikitpun dari posisi hormatnya.
“Arks sudah pergi lebih dahulu untuk melakukan pengintaian “ jawab salah satu Accretia berwarna hitam dengan corak keemasan, berbeda dengan unit lainnya yang rata-rata berlapiskan armor tebal dan kokoh, unit ini memiliki armor yang lebih sedikit dan ringan di banding yang lain, sebagai sebuah unit Ranger dia di ciptakan untuk bisa bergerak dengan gesit dan cepat. karena itulah armornya di buat lebih sedikit dan tipis di banding unit lainnya.
“seharusnya kau yang mengintai kan Dirge?” Zaxion bertanya
“ Arks memaksa agar dia yang melakukannya, dia bilang sekalian jalan-jalan dan mencari hiburan” jawab Dirge
Zaxion mengelengkan kepalanya, terlihat dia sangat kesal dengan ulah Arks yang seenaknya dan mengacaukan rencana yang sudah di buat olehnya, namun tidak ada yang bisa dia perbuat lebih lanjut, Arks sudah pergi cukup jauh. Menyuruhnya kembali hanya akan membuang waktu dan mengacaukan kelanjutan misi mereka, mau tidak mau Zaxion terpaksa melanjutkannya.
“kalau begitu Dirge kau yang akan menggantikan posisinya “ perintah Zaxion
“siap “jawab unit itu
“akan kuulangi rencanannya, 2 jam dari sekarang aku dan makhluk cebol itu akan berangkat menuju Crag Mine. Tujuannya adalah wilayah utara dari pusat tambang Crag mine atau lebih tepatnya perbatasan wilayah Cora dan Bellato. Kalian akan berangkat 2 jam lebih awal untuk menijau situasinya dan jika memungkinkan lakukan penyergapan pada pasukan patroli Cora dan buat mereka terprovokasi agar mengejar kalian ke wilayah Bellato dan kemudian-“
“wanita cebol itu akan kita bunuh dan buat seolah Cora yang melakukannya sehingga Bellato akan terprovokasi untuk menyerang Cora” lanjut sebuah unit lain
“tepat sekali Zero”
“tapi tuan Zaxion, bukankah rencana ini terlalu bodoh ? bagaimana mungkin kita bisa membuat Bellato itu percaya bahwa Cora yang membunuhnya ?” tanya unit ketiga bernama Kroix
“ ini hanya rancangan awal Jed, di lapangan nanti kita akan lakukan improvasi sesuai kondisi nanti, mungkin kita akan tinggalkan wanita itu sendirian di tengah kepungan pasukan Cora, membiarkan para cora itu menghabisinya atau melakukan apapun yang mereka mau terhadapannya sementara kita memancing Bellato kesana. Kita akan lakukan apapun dan bagaimanapun, yang terpenting tujuan kita tercapai yaitu membuat Bellato menyerang Cora secara besar-besaran. Ketika mereka saling berperang satu sama lain kita akan segera memanfaatkannya untuk menyerang Cauldron Volcano dan menguasai tempat itu” Zaxion menjelaskannya dengan panjang lebar dan sangat terperinci, ketiga unit bawahannya mendengarkan dengan seksama lalu menjawab dengan serentak
“ooh”
2 jam berlalu dengan sangat cepat bagi Gisel, dia sama sekali tidak menemukan apapun atau berhasil mendapatkan rencana apapun untuk bisa melarikan diri, kondisi tubuhnya memang tidak terlalu buruk tapi tidak bisa juga di bilang optimal. Pertama kalinya dia berjalan keluar dari penjara yang mengurung dan mengekang kebebasannya selama 3 bulan lebih, pertama kalinya dia bisa menghirup udara bebas setelah selama 3 bulan lebih dia hanya menghirup udara kotor ruangan tertutup yang sangat tidak sehat dan bau, dan pertama kalinya dia bisa melihat matahari setelah 3 bulan lebih berada dalam kurungan yang sangat gelap. Tanpa ia sadari air mata menetes membasahi pipinya yang kusam.
“jalan” perintah Zaxion yang berada tidak jauh di depannya
Walau tubuhnya terasa sedikit kaku karena lama tidak di gerakan dia melakukannya, berjalan mengikuti Zaxion dari ruangan tahanan, melintasi area kependudukan Accretia, melewati ratusan Accretia yang aktivitas hariannya terhenti sejenak melihat pemandangan yang sangat janggal ini, seorang Bellato berada di dalam markas Accretia dan masih bernafas serta bergerak, pemandangan yang sangat tidak lazim bahkan beberapa unit Accretia tampak menahan diri untuk menyerangnya. Mereka sadar jika bertindak gegabah dengan menyerang Bellato tersebut akan memancing kemarah Zaxion, dan jika Zaxion menjadi sangat marah hanya Chao Chao yang mampu menghentikannya.
Gisel tertawa pelan saat mereka mendekati gerbang menuju area luar.
“kenapa? Apa yang lucu?” tanya Zaxion
“ tidak rasanya aneh saja, selama ratusan tahun kami berusaha untuk menghancurkan tempat ini namun tidak seorangpun yang mampu menembus pertahanan benteng ini, tapi kini aku berjalan dengan santainya di dalam menuju pintu keluar, rasanya lucu saja dan ini akan menjadi cerita yang menarik untuk adikku nanti saat aku pulang “ ujar Gisel dengan senyuman ceria di wajahnya
Zaxion tidak memberikan jawaban apapun dan terus berjalan, namun langkahnya terhenti tepat sebelum dia menginjakkan kaki di tanah luar Armory 213, sebuah unit perang Accretia menghadangnya, seorang Dewan militer yang sama sepertinya, MZ-001 Megatron
“membawa peliharaanmu jalan-jalan ya ZRX-076” nada suara yang keluar darinya terdengar sangat tidak bersahabat, entah apa maunya unit tersebut namun sudah pasti bukan suatu hal yang baik.
“minggir MZ-001, aku tidak ada urusan denganmu” hardik Zaxion
“oh ya, kau tidak lupa 3 bulan sebelumnya kau menghancurkan salah satu bawahanku kan ? dan kau sama sekali tidak minta maaf padaku karena itu bajingan? “
“bawahanmu? Aku tidak ingat pernah melakukan hal seperti itu” jawab Zaxion tanpa rasa bersalah
“jangan pura-pura keparat ? bawahanku yang lain menyaksikan sendiri perbuatan bejatmu itu, bahkan kamera keamanan benteng kita merekamnnya dengan sangat jelas!!” balas Megatron dengan murka
Zaxion berusaha mengingat-ingat dan tidak lama kemudian dia berkata
“oh yang waktu itu, dia Accretia toh aku kira benda rongsokan yang sudah tidak berfungsi karena hancur dengan 1 cengkraman tanganku, maaf Megatron tapi maklumilah aku tidak suka kalau harus menyimpan data di memoriku untuk tiap sampah yang aku hancurkan, hanya memakan tempat saja”
“ tadinya aku bermaksud melepaskanmu jika kau berkata maaf atau sejenisnya, tapi tampaknya aku harus menjadikanmu kaleng rongsokan “Megatron menarik keluar pedang yang dia sarungkan di punggungnya, sebuah pedang yang besarnya nyaris seukuran tubuhnya, pedang tumpul yang tidak di rancang untuk memotong, melainkan untuk meremukkan dan menghancurkan apapun yang di kenai olehnya.
Gisel menjadi sangat cemas melihat situasi ini, Zaxion sendiri tampak hendak melayani tantangan Megatron. Dia semakin panik begitu Zaxion mengeluarkan kapak miliknya dan tampak bersiap untuk melawan Megatron.
Di saat keduanya hendak saling menyerang satu sama lain, secara tiba-tiba Gisel berteriak dengan histeris
“HENTIKAAAAAAAAAAAAAAAAN!!!!”
Teriakannya menarik perhatian kedua unit pemimpin pasukan yang siap untuk saling membantai satu sama lain tersebut.
“kenapa......kenapa kalian harus bertarung bukannya kalian teman seperjuangan “
“ini bukan urusanmu makhluk cebol “ ujar Megatron dengan sinis
Jelas sekali Megatron tampak sangat memusuhi Zaxion, hubungan antara keduanya memang sangat buruk sejak dahulu, mereka memiliki sejarah yang sangat buruk dan alasannya akan di ceritakan lain kali.
“ jadi kau inggin menggangu Zaxion yang hendak menjalankan misinya ya? Ternyata ada juga Accretia yang bertindak egois sepertimu “
Megatron terpancing dengan perkataannya, namun dia tampak berpikir sejenak dan kemudian menyarungkan kembali senjatanya. Dia berjalan memasuki Armory 213 melewati Zaxion tanpa berbuat apapun
“ untuk sekarang kau aku lepas Zaxion, selesaikan misimu terlebih dahulu setelah itu baru aku akan menghancurkanmu. Aku tidak mau kau menjadikan aku sebagai alasan jika kau sampai gagal dan merugikan kekaisaran kita “ Megatron segera beranjak pergi setelah menyelesaikan perkataannya
“bodoh, kau bisa saja di bunuh olehnya jika berbuat nekat seperti itu” ujar Zaxion
“aku tidak akan khawatir itu terjadi, karena aku yakin kau pasti akan melindungiku kan Zax” Gisel berkata sambil tersenyum lagi, seolah memancarkan sebuah sinar yang akan menenangkan hati siapapun yang melihatnya.
5 jam berlalu sejak mereka berangkat, setelah melewati panas dan teriknya gurun di daerah Armory 213, mereka tiba di dalam Crag Mine.
“bi-bisakah kita istirahat sejenak.... hah....hah.... aku sangat capek “ ujar Gisel dengan nafas terengah-engah
“yang benar saja, perjalanan kita masih jauh kita baru berjalan selama 5 jam “ Jawab Zaxion dengan kasar.
“maaf, kami para Armor Rider rata-rata memang memiliki fisik yang lebih lemah di banding prajurit lain karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam MAU di banding di luar, di tambah lagi selama 3 bulan lebih aku berada dalam kurungan fisikku secara perlahan menjadi semakin lemah”
“baiklah baiklah, kita istirahat 1jam di sini” ucap Zaxion dengan sangat kesal.
Berbeda dengan Armory 213 yang sangat panas,kering, serta gersang. Wilayah Crag Mine jauh lebih sejuk di bandingkan dengan Armory 213 walau sebenarnya sama-sama wilayah yang cukup kering, debu-debu dari pertambangan yang berada di dalam gunung besar tersebut selalu berhamburan keluar meliputi seluruh wilayahnya.
Gisel duduk sambil bersandar pada sebuah batu besar yang ada, wajahnya tampak memucat dan keringat membasahi tubuhnya, dia menarik nafas dengan sangat cepat karena rasa lelah yang dia rasakan. Sementara itu Zaxion memeriksa keadaan sekeliling memastikan tidak ada ancaman untuk kelangsungan misinya, dia pergi sedikit lebih jauh dari Gisel untuk memastikan agar wanita itu tidak bisa mendengarnya ketika dia berbicara, dia mulai menghubungi rekan-rekannya yang sudah beranjak duluan dengan alat komunikasinya.
“sepertinya kedatangan kami akan sedikit tertunda, bellato itu terlalu letih untuk berjalan dan harus istirahat selama 1 jam atau mungkin lebih, jika memaksanya jalan aku takut dia akan mati dan mengacaukan rencana kita”
“ di mengerti tuan Zaxion, kebetulan kami juga mengalami kesulitan “ balas Kroix
“apa yang terjadi ? “
“ entah mengapa, pasukan Cora berkumpul dalam jumlah yang besar di sekitara Portal mereka dan jalan masuk menuju istana Haram, kelihatannya mereka berjaga-jaga untuk mengantisipasi serangan dari Bellato” jawab Zero
“ya mereka menempatkan pasukan dalam jumlah yang cukup besar di area perbatasan dengan Bellato, tapi tidak terlihat mereka hendak menyerang malah tampaknya hanya meningkatkan penjagaan. Tapi kenapa harus sebanyak ini ya aku hitung ada sekitar 500an “ lanjut Dirge
Hal ini sama sekali di luar dugaan Zaxion, dia tidak menyangka Cora menempatkan pasukan sebanyak itu, ini akan menyulitkan pergerakan mereka bahkan hampir mustahil menyelinap menuju perbatasan Cora-Bellato jika ada pasukan sebanyak itu yang berjaga.
“kondisi Bellato ?”
“ memang ada pasukan patroli seperti biasa tapi tidak sebanyak Cora, tampaknya mereka sama sekali tidak menyadari tindakan agresif Cora atau ada rencana tersendiri “ jawab Zero
Zaxion meninjau ulang kondisinya sekarang, dan memikirkn cara terbaik untuk menyelesaikan misinya. Dia membalikkan badanya dan memandang Gisel selama beberapa saat seolah memikirkan apa yang akan dia lakukan pada wanita itu, dan kemudian berkata pada rekan-rekannya
“ Arks di mana lokasimu “
Tidak ada jawaban darinya, Zaxion berusaha memanggilnya lagi, namun tetap tidak ada balasan dari Arks sama sekali, melihat ini mereka semua menjadi was-was dan khawatir sesuatu yang buruk telah menimpannya.
“keparat apa dia sudah hancur” seru Dirge khawatir
“tidak mungkin, kau tahu kan dia itu susah mati dan kemampuan bertarungnya juga hebat. Mustahil dia hancur semudah itu” balas Zero
“tenanglah, dia mungkin adadalam situasi yang menyulitkannya untuk menjawab “ berbeda dengan 2 unit lainnya Kroix terlihat tetap tenang.
“cih keparat itu, bertindak seenaknya dan sekarang malah membuat repot, sedang apa bajingan itu sih “ Zaxion menjadi sedikit panik, kehilangan bawahan dengan kemampuan sehebat Arks merupakan kerugian yang cukup besar.
Tiba-tiba, dari alat komunikasi terdengar sebuah suara. Awalnya hanyalah suara kecil dan berderit-derit tanpa arah namun perlahan suara itu semakin jelas
“oh akhirnya kalian datang juga ya” Arks berkata dengan santai seolah tidak terjadi apapun
“ARKS!!!!” teriak Kroix, Dirge dan Zero serentak
“apaan sih ? kok kalian heboh sekali “ balas Arks dengan jengkel melihat reaksi mereka
“apa yang terjadi Arks, kenapa kau baru menjawab panggilanku? “ tanya Zaxion
“ oh, tadi aku mematikan seluruh fungsi tubuhku karena mengintai itu ternyata membosankan sekali, dan fungsi tubuhku baru saja hidup kembali tadi”
“.................”
“kenapa memangnya ? jangan bilang misi sudah selesai? “
“dasar besi rongsokan keparat!!!!! Pengintai macam apa yang mematikan fungsi tubuhnya saat bertugas !!!!!! dan bodoh sekali kau melakukan hal itu di daerah rawan konflik seperti ini !!!!” raungan Zaxion menggema di wilayah sekelilingnya, membuat Gisel yang tengah beristirahat dengan tenang terkejut
“tehehehe” tanpa rasa bersalah Arks tertawa
“aku bersumpah Arks, suatu hari nanti kau pasti akan hancur dengan tanganku sendiri “ maki Zaxion
“tuan Zaxion, mohon tenanglah kita harus fokus pada misi kita” Zero berusaha meredam kemarahan Zaxion
Selama beberapa menit Zaxion diam untuk menenangkan dirinya, lalu berkata
“kau masih di posisi yang sudah di tetapkan Arks?”
“ya” jawabnya singkat
“baik, 40 menit lagi aku akan melanjutkan perjalanan kalian semua tetep laksanakan perintah seperti rencana awal. Aku akan menghubungi kalian semua nanti “
“siap” jawab mereka serentak
0
Kutip
Balas