Kaskus

News

adoekaAvatar border
TS
adoeka
[1 kebudayaan hilang di 2014] Mengintip Sejarah Topeng Monyet
[1 kebudayaan hilang di 2014] Mengintip Sejarah Topeng Monyet

[1 kebudayaan hilang di 2014] Mengintip Sejarah Topeng Monyet


“SARIMIN lungo pasar (Sarimin pergi ke pasar),” teriak seorang pawang diiringi tabuhan gamelan. Tanpa menunggu lama, seekor monyet berjalan megal megol memeragakan perintah sang pawang.

Itu hanya sekelumit lakon khas topeng monyet saat kita kecil dulu. Kini, atraksi Ledhek Kethek—istilah topeng monyet di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini—banyak dimodifikasi. Semisal menggunakan miniatur motor balap lengkap dengan helmnya, becak, atau gerobak mini yang didorong sesuai perintah pawangnya.

Mereka kebanyakan pentas di perempatan-perempatan jalan. Tak heran bila kemudian Gubernur Joko Widodo menggagas kebijakan ‘Jakarta Bebas Topeng Monyet 2014’. Petugas Satpol PP diperintahkan untuk merazia para pengamen topeng monyet ini.

Jokowi berdalih, untuk menjaga ketertiban serta mengantisipasi penularan rabies melalui gigitan monyet. Nantinya, kata Jokowi, monyet-monyet ini akan dibebas-liarkan bersama ratusan monyet lain di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Terlepas dari pro dan kontra penerapan kebijakan ini, ada baiknya kita menelaah sejenak tentang asal usul pertunjukan Kethek Ogleng, demikian YB Mangunwijaya mengistilahkan topeng monyet dalam dalam novelnya, Roro Mendut.

Menurut beberapa sumber, topeng monyet sudah ada sejak awal abad 19. Matthew Isaac Cohen, seorang professor budaya teater Indonesia dari Royal Holoway University of London, menyebut topeng monyet sebagai pertunjukan yang menampilkan monyet dan anjing yang direproduksi Indonesia.

Miniatur sirkus ini merupakan salah satu hiburan mengamen paling pepuler di pasar-pasar, jalan pedesaan, dan perkotaan di seluruh barat Indonesia. Pertunjukan ini menjadi umum pada awal 1890-an. Cohen menjelaskan, atraksi monyet dan anjing ini terkait dengan perkembangan seni pertunjukan komersial di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19.

Kala itu, pertunjukan topeng monyet banyak dinikmati oleh anak-anak, baik pribumi maupun Belanda dan Eropa. Hal ini bisa dilihat dari foto koleksi Tropenmuseum Amsterdam, Belanda.

Foto tahun 1900-1920 ini memperlihatkan seorang dalang Arab dengan dua monyetnya yang dirantai. Foto diambil oleh Charles Breijer anggota de Ondergedoken Camera atau persatuan juru foto Amsterdam yang bekerja sebagai juru kamera di Indonesia dari 1947 sampai 1953. Dia kerap membuat foto kehidupan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, kesenian topeng monyet ini berkembang di Jawa Barat dan Jawa Timur. Menurut beberapa peneliti budaya, pertunjukan ini sangat jarang ditemukan di luar Pulau Jawa.

Topeng monyet nyaris tersingkirkan pada dekade 1980-an. Namun kembali muncul beberapa tahun kemudian. Topeng monyet bahkan tak hanya memanfaatkan jalan-jalan desa atau pekarangan rumah warga di perkampungan. Mereka mulai memanfaatkan tempat keramaian lain seperti perempatan jalan. Seperti di Jakarta, banyak perempatan jalan digunakan pengamen topeng monyet untuk mengais rezeki.

Di satu sisi, mereka menghibur, terutama anak-anak. Tetapi di sisi lain, tak bisa dipungkiri, para pengamen ini acap kali mengganggu lalu lintas. Jadi, setujukah Anda dengan ‘Jakarta Bebas Topeng Monyet?

sumber


Tanggapan Ruhut :

Quote:


Tanggapan wa sebagai pembaca berita di kaskus :

jokowi yang mengusung isu berkepribintangan tapi malah ingin monyet monyet dijakarta dimasukkan ke dalam kotak/kandang sampai akhir hayatnya.


[1 kebudayaan hilang di 2014] Mengintip Sejarah Topeng Monyet



sedangkan pawang monyet memerdekakan monyet dengan membebaskan tampil layaknya manusia


[1 kebudayaan hilang di 2014] Mengintip Sejarah Topeng Monyet

sekarang silahkan kalian yang coba menilai, apakah program jokowi "2014 jakarta bebas dari monyet" adalah program yang efektip dan berguna untuk jakarta emoticon-Smilie

Quote:


Polling
0 suara
Apakah program gusur topeng monyet dari Jakarta sangat berguna bagi warga DKI?
Diubah oleh adoeka 23-10-2013 23:00
tien212700Avatar border
tien212700 memberi reputasi
1
17.5K
163
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695KThread58.8KAnggota
Tampilkan semua post
adoekaAvatar border
TS
adoeka
#88
Quote:


insting hewan liar dibatasi dengan rantai , lihat noh pemilik anjing aja bawa anjing yang biaya hidupnya bisa bikin lu kenyang makan nasi kotak 3 bulan tetap merante anjingnya emoticon-Cape d... (S)

Quote:


lu bandingkan saja poto monyet yang udah bertebaran di thread ini, dan lihat mana yang ekspresinya bahagia dan merasakan kebebasan emoticon-Ngakak

Quote:


mak satlonely : sat , hari ini mak mau ke afrika dulu sampai beberapa bulan kedepan
satlonely : sat ikut yah mak , sat mau melihat kudanil di afrika
mak satlonely : sudahlah sat, kamu di kandang aja yah kan enak nanti jatah makan sat dikasih sama pengawas sat kok
satlonely : yah mak , bisa galau sat dikurung terus begini
mak satlonely : sudah ya sat, mak pergi dulu muachhh ( memberi kiss keibuannya dari luar kandang seraya memonyongkan bibirnya)

apa lu mau seperti itu hidup lu yang cuma bisa meratapi nasib didalam kandang sampai akhir hayat emoticon-Ngakak

Quote:


setiap akhir yang buruk pasti ada dalangnya emoticon-Cool

Quote:


enak tidaknya kandangin hewan itu relatip, tapi kalau bicara ekspresi muka monyet yang bahagia silahkan lu lihat2 page page sebelumnya emoticon-Cool

Quote:


jokowi efect adalah membuat programnya seakan akan bener bener program dewa dan hal itu akan berimbas ke daerah lainnya yang ingin ikutin pola program dewanya jokowi emoticon-Embarrassment
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.