- Beranda
- The Lounge
Mengenal Kandang Jurang Doank
...
TS
jajang100
Mengenal Kandang Jurang Doank
Quote:
WELCOME TO MY THREAD[/CENTER]
Spoiler for KJD 1:
Dik Doank Bangun Kandang Jurank Doank Dengan Doa

Jakarta - Jika selebriti tanah air setelah sukses membangun rumah megah, beli mobil berharga miliaran rupiah tapi tidak bagi penyanyi Dik Doank, 45 tahun.
Justru di masa kejayaannya menjadi pembawa acara olahraga, ia menyisihkan uang guna membangun Kandang Jurank Doank (KJD).
Ini bukan jadi sekadar rumah tinggal bagi Dik, tapi juga sekaligus tempat bagi komunitas kreativitas buat anak-anak dan remaja. Di sini Dik membebaskan siapa saja bermain. Semua fasilitas gratis kecuali outbond.
Di sini, ia menaruh segala koleksi seni rupa dan instalasi sekaligus setiap Minggu rajin mengajarkan menggambar. Di hari Minggu (13/10/2013) lalu, detikHOT diajak mampir ke Kandang Jurank Doank.
Justru di masa kejayaannya menjadi pembawa acara olahraga, ia menyisihkan uang guna membangun Kandang Jurank Doank (KJD).
Ini bukan jadi sekadar rumah tinggal bagi Dik, tapi juga sekaligus tempat bagi komunitas kreativitas buat anak-anak dan remaja. Di sini Dik membebaskan siapa saja bermain. Semua fasilitas gratis kecuali outbond.
Di sini, ia menaruh segala koleksi seni rupa dan instalasi sekaligus setiap Minggu rajin mengajarkan menggambar. Di hari Minggu (13/10/2013) lalu, detikHOT diajak mampir ke Kandang Jurank Doank.

Bagi Dik Doank, segala jerih payahnya selama membangun Kandang Jurank Doank akan terbayarkan suatu saat nanti. Nilainya bukan lagi materi tapi kepuasan batin.
"Ini semua berkat doa. Dari awal pembangunan pelan-pelan sudah dikasih jalan-Nya," katanya kepada detikHOT di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu lalu (13/10/2013).
Kandang Jurank Doank terletak di komplek Alvita, Pondok Sawah Indah Blok Q Nomor 14, Ciputat, Tangerang Selatan. Jika Anda dari arah Lebak Bulus, menuju lokasi ini cukup sulit.
Pasalnya, harus melewati Pasar Ciputat terlebih dahulu dan masih ada 20 menit perjalanan berikutnya. Namun berbeda halnya jika dari arah Bintaro maupun Stasiun Jurangmangu.
Dik Doank merupakan pencetus adanya Kandang Jurank Doank. Staf pengurus, Indah Nirmala, menceritakan filosofi arti di baliknya.
Kata 'kandang' bukanlah arti sebenarnya. "Kandang itu penggambaran dari rasa cinta yang salah terhadap sesuatu. Misalnya dengan burung," katanya kepada detikHOT.
Menyayangi binatang tersebut, tak harus mengurungnya dalam sangkar. Tapi, kata dia, bisa melalui cara menanam pohon, membuatnya rindang sehingga burung akan datang.
Sedangkan kata 'Jurank' bukan karena stasiun yang dekat dengan kawasan tersebut. Jika di sana, jurang bukanlah pemisah antaran dataran rendah dan tinggi, melainkan semuanya setara.
Serta kata 'Doank' diambil dari nama belakang Dik Doank. Kata tersebut jika dibuang huruf n dan k, akan menjadi doa.
"Ini semua berkat doa. Dari awal pembangunan pelan-pelan sudah dikasih jalan-Nya," katanya kepada detikHOT di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu lalu (13/10/2013).
Kandang Jurank Doank terletak di komplek Alvita, Pondok Sawah Indah Blok Q Nomor 14, Ciputat, Tangerang Selatan. Jika Anda dari arah Lebak Bulus, menuju lokasi ini cukup sulit.
Pasalnya, harus melewati Pasar Ciputat terlebih dahulu dan masih ada 20 menit perjalanan berikutnya. Namun berbeda halnya jika dari arah Bintaro maupun Stasiun Jurangmangu.
Dik Doank merupakan pencetus adanya Kandang Jurank Doank. Staf pengurus, Indah Nirmala, menceritakan filosofi arti di baliknya.
Kata 'kandang' bukanlah arti sebenarnya. "Kandang itu penggambaran dari rasa cinta yang salah terhadap sesuatu. Misalnya dengan burung," katanya kepada detikHOT.
Menyayangi binatang tersebut, tak harus mengurungnya dalam sangkar. Tapi, kata dia, bisa melalui cara menanam pohon, membuatnya rindang sehingga burung akan datang.
Sedangkan kata 'Jurank' bukan karena stasiun yang dekat dengan kawasan tersebut. Jika di sana, jurang bukanlah pemisah antaran dataran rendah dan tinggi, melainkan semuanya setara.
Serta kata 'Doank' diambil dari nama belakang Dik Doank. Kata tersebut jika dibuang huruf n dan k, akan menjadi doa.

"Jadi Om Dik membangun ini semuanya atas dasar doa. Ia ingin menjadikan sesuatu yang berbeda dari yang pernah ada," katanya.
Menurut Indah, Dik sudah sejak 1993 mengajar anak-anak menggambar. Saat itu, ia masih berdomisili di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lima tahun kemudian, kawasan tersebut sering kebanjiran. Dik mendapatkan hadiah dari ibunya berupa lahan di Ciputat.
"Ia pindahlah ke sini. Rumah di depan KJD itu dari ibunya. Om Dik lama kelamaan beli lahan dan ngebangun KJD sampai sebesar ini," ujar Indah.
Tadinya kompleks perumahan itu adalah milik dari karyawan Bank Indonesia. Hingga kini, KJD masih terus berproses membangun dan menuju lebih baik lagi.
Menurut Indah, Dik sudah sejak 1993 mengajar anak-anak menggambar. Saat itu, ia masih berdomisili di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.
Lima tahun kemudian, kawasan tersebut sering kebanjiran. Dik mendapatkan hadiah dari ibunya berupa lahan di Ciputat.
"Ia pindahlah ke sini. Rumah di depan KJD itu dari ibunya. Om Dik lama kelamaan beli lahan dan ngebangun KJD sampai sebesar ini," ujar Indah.
Tadinya kompleks perumahan itu adalah milik dari karyawan Bank Indonesia. Hingga kini, KJD masih terus berproses membangun dan menuju lebih baik lagi.
http://hot.detik..com/read/2013/10/17/102849/2387855/1059/1/dik-doank-bangun-kandang-jurank-doank-dengan-doa
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/102849/2387855/1059/2/dik-doank-bangun-kandang-jurank-doank-dengan-doa[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/102849/2387855/1059/3/dik-doank-bangun-kandang-jurank-doank-dengan-doa[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/102849/2387855/1059/2/dik-doank-bangun-kandang-jurank-doank-dengan-doa[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/102849/2387855/1059/3/dik-doank-bangun-kandang-jurank-doank-dengan-doa[/url]
Spoiler for KJD 2:
Semua Bangunan di Kandang Jurank Doank Menyatu dengan Alam

Jakarta - Jauh dari hiruk pikuk ibukota, masih hijaunya lingkungan tempat tinggal, dan mampu datangkan ide kreativitas merupakan rumah ideal terhadap siapa pun. Termasuk bagi Dik Doank, 45 tahun.
Rumahnya tepat berseberangan dengan Kandang Jurank Doank. Di sinilah, ia banyak menghabiskan waktu membuat lagu, melukis, dan mengajar.
Menurut Indah Nirmala, pengurus KJD, konsep semua bangunan yang ada lebih menyatu ke alam dan ramah lingkungan. "Enggak ada bahan material yang merusak alam," katanya kepada detikHOT.
Rumahnya tepat berseberangan dengan Kandang Jurank Doank. Di sinilah, ia banyak menghabiskan waktu membuat lagu, melukis, dan mengajar.
Menurut Indah Nirmala, pengurus KJD, konsep semua bangunan yang ada lebih menyatu ke alam dan ramah lingkungan. "Enggak ada bahan material yang merusak alam," katanya kepada detikHOT.

Lulusan desain grafis Universitas Mercubuana, Jakarta Barat ini juga mengatakan pendirinya Dik Doank memikirkan makna silaturahmi selain kepada Tuhan dan manusia.
"Silaturahminya bukan ke manusia saja, tapi ke lingkungan juga. Memang Om Dik mau semuanya menyatu dengan alam. Banyak pepohonan, jadi kelihatan teduh," katanya.
Seperti di Kampung Doank. Jika Anda dari parkiran dan gerbang pintu masuk, kampung tersebut sudah terlihat. Anda bisa bermain dan berteduh di empat bangunan berbahan material kayu tersebut.
"Silaturahminya bukan ke manusia saja, tapi ke lingkungan juga. Memang Om Dik mau semuanya menyatu dengan alam. Banyak pepohonan, jadi kelihatan teduh," katanya.
Seperti di Kampung Doank. Jika Anda dari parkiran dan gerbang pintu masuk, kampung tersebut sudah terlihat. Anda bisa bermain dan berteduh di empat bangunan berbahan material kayu tersebut.

Di sana, juga terdapat pepohonan yang rimbun dan lebat. Saat detikHOT mengunjunginya di hari Minggu pekan lalu, banyak pengunjung keluarga yang datang dan terasa seperti piknik.
Mayoritas bangunan tersebut mempunyai dua lantai. Di lantai bawah seperti sebuah pendopo luas. Di atas, ada ruangan kosong guna istirahat.
Indah mengatakan dari keseluruhan bangunan yang ada, Kampung Doank merupakan kawasan yang kali pertama dibangun Dik.
"Saat itu Om Dik dapat inspirasi buat sketsa awalnya itu di sana. Jadilah gambar itu dan direalisasikan. Saat itu cuma ada tiga rumah di kampung," katanya.
Di dalam Kampung Doank, tak hanya ada bangunan saja, tapi Dik Doank juga meletakkan beberapa barang-barang antik dan kuno.
Seperti dua buah bangku antik yang usianya sudah puluhan tahun, gerobak andong, kendi tempat mencuci tangan, dan ukiran-ukiran Jawa di tiap sisi bangunan.
Bahkan ada meja yang dibuat dari kaki mesin jahit Singer jadul dan bantalan rel kereta api.
Mayoritas bangunan tersebut mempunyai dua lantai. Di lantai bawah seperti sebuah pendopo luas. Di atas, ada ruangan kosong guna istirahat.
Indah mengatakan dari keseluruhan bangunan yang ada, Kampung Doank merupakan kawasan yang kali pertama dibangun Dik.
"Saat itu Om Dik dapat inspirasi buat sketsa awalnya itu di sana. Jadilah gambar itu dan direalisasikan. Saat itu cuma ada tiga rumah di kampung," katanya.
Di dalam Kampung Doank, tak hanya ada bangunan saja, tapi Dik Doank juga meletakkan beberapa barang-barang antik dan kuno.
Seperti dua buah bangku antik yang usianya sudah puluhan tahun, gerobak andong, kendi tempat mencuci tangan, dan ukiran-ukiran Jawa di tiap sisi bangunan.
Bahkan ada meja yang dibuat dari kaki mesin jahit Singer jadul dan bantalan rel kereta api.

http://hot.detik..com/read/2013/10/17/111826/2387925/1059/semua-bangunan-di-kandang-jurank-doank-menyatu-dengan-alam
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/111826/2387925/1059/2/semua-bangunan-di-kandang-jurank-doank-menyatu-dengan-alam[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/111826/2387925/1059/2/semua-bangunan-di-kandang-jurank-doank-menyatu-dengan-alam[/url]
Spoiler for KJD 3:
Mushola Kayu Ala Kampung, Bangunan Favorit Dik Doank

Jakarta - Tak ada ruangan maupun bangunan yang lebih indah dari mushola. Itulah yang dikatakan oleh pendiri Kandang Jurank Doank yakni Dik Doank.
"Mushala jadikan tempat mencurahkan semua masalah sekaligus beribadah kepadaNya," katanya kepada detikHOT di Ciputat, Tangerang Selatan Minggu lalu (13/10/2013).
Dik mengibaratkan Kandang Jurank adalah sebuah masjid, meski tanpa kubah di atasnya. "Jangan pikir membuat masjid itu sulit, tapi lakukanlah demi Allah."
"Mushala jadikan tempat mencurahkan semua masalah sekaligus beribadah kepadaNya," katanya kepada detikHOT di Ciputat, Tangerang Selatan Minggu lalu (13/10/2013).
Dik mengibaratkan Kandang Jurank adalah sebuah masjid, meski tanpa kubah di atasnya. "Jangan pikir membuat masjid itu sulit, tapi lakukanlah demi Allah."

Inilah yang dipikirkannya ketika kali pertama membangun mushola di lokasi tersebut. Sebuah rumah dengan konsep bangunan Jawa itu terletak di Kampung Doank.
Cara Dik membuat mushola tersebut terbilang unik dan lain dari biasanya. Bangunannya laiknya pendopo. Di setiap sisi terdiri dari kaca-kaca besar sebagai ventilasi udara.
Kaca-kaca itu menggunakan jenis art deco, dengan warna hijau, merah, dan kuning. Ditambah dengan lampu yang senada.
Cara Dik membuat mushola tersebut terbilang unik dan lain dari biasanya. Bangunannya laiknya pendopo. Di setiap sisi terdiri dari kaca-kaca besar sebagai ventilasi udara.
Kaca-kaca itu menggunakan jenis art deco, dengan warna hijau, merah, dan kuning. Ditambah dengan lampu yang senada.
Bahan materialnya semuanya dari kayu. Di depan mushola terdapat bedug. Sedangkan kanan kirinya ditaruh pot-pot bunga yang membuatnya tampak asri.

Suara air pancuran juga terdengar di sana. Asalnya dari kolam yang berada di depan mushola. "Bangunan favorit Om Dik ini karena ini salah satu yang paling awal dibuat," katanya.
Mushola ini hanya muat sekitar 10 orang saja. Jika kebetulan, pengunjung yang ingin beribadah di sana lagi banyak, terpaksa antri terlebih dahulu.
Anda juga tak akan kecewa dengan pemandangan dari mushola dan Kampung Doank. Sepanjang memandang, bagian belakang, KJD terdapat hamparan sawah menghijau dan mampu memanjakan mata Anda.
Mushola ini hanya muat sekitar 10 orang saja. Jika kebetulan, pengunjung yang ingin beribadah di sana lagi banyak, terpaksa antri terlebih dahulu.
Anda juga tak akan kecewa dengan pemandangan dari mushola dan Kampung Doank. Sepanjang memandang, bagian belakang, KJD terdapat hamparan sawah menghijau dan mampu memanjakan mata Anda.

http://hot.detik..com/read/2013/10/17/121541/2388020/1059/mushola-kayu-ala-kampung-bangunan-favorit-dik-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/121541/2388020/1059/2/mushola-kayu-ala-kampung-bangunan-favorit-dik-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/121541/2388020/1059/2/mushola-kayu-ala-kampung-bangunan-favorit-dik-doank[/url]
Spoiler for KJD 4:
[CENTER]Pohon Ketapang Kencana, Si Peneduh di Kandang Jurank Doank

Jakarta - Pendiri Kandang Jurank Doank, Dik Doank, punya cara jitu untuk membuat teduh sekolah alam miliknya. "Biar neduhin dan enggak buat jadi gersang dan panas, ditanamlah ketapang kencana," kata staf pengurus, Indah Nirmala kepada detikHOT.
Pohon ketapang kencana sudah terlihat sejak ada di pintu masuk. Pepohonan ini menghiasi di lokasi depan kantor Doank hingga ke tempat bermain Slink (Setengah Lingkaran).
Mengapa pohon ini dipilih? Menurut Indah, semakin tinggi pohon tersebut, dedaunannya akan makin lebar dan meneduhkan.
Pohon ketapang kencana sudah terlihat sejak ada di pintu masuk. Pepohonan ini menghiasi di lokasi depan kantor Doank hingga ke tempat bermain Slink (Setengah Lingkaran).
Mengapa pohon ini dipilih? Menurut Indah, semakin tinggi pohon tersebut, dedaunannya akan makin lebar dan meneduhkan.

"Tahun 2008, Om Dik banyak beli bibitnya dan ditanamlah awalnya di Slink. Di situ, masih gersang banget," katanya.
Pasalnya, lokasi ini ketika awal dibangun memang masih tandus. Dik pun ingin membuatnya rindang. Jerih payahnya memang berbuah hasil.
Pohon ketapang kencana memang membuat teduh di Kandang Jurank Doank yang mempunyai luas satu hektar. Namun, Indah lupa ada berapa pohon yang ditanam oleh pengurus dan Dik.
Pasalnya, lokasi ini ketika awal dibangun memang masih tandus. Dik pun ingin membuatnya rindang. Jerih payahnya memang berbuah hasil.
Pohon ketapang kencana memang membuat teduh di Kandang Jurank Doank yang mempunyai luas satu hektar. Namun, Indah lupa ada berapa pohon yang ditanam oleh pengurus dan Dik.
"Saya lupa, tapi paling banyak itu di Slink. Lihat, pohon ketapang kencana di depan kantor. Sekarang sudah tinggi dan bikin teduh panggung," ujar Indah.

Pohon ini adalah tumbuhan khas yang gampang dijumpai di kawasan Asia Tenggara kecuali di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pada umumnya, tingginya bisa mencapai tiga meter dengan lebar batang sebesar 1,5 meter.
Cabangnya yang tubuh ke samping atau mendatar dan seperti bertingkat-tingkat memiliki keunikan tersendiri. Banyak orang juga menyebutkan sama seperti bangunan pagoda.
Tak hanya batang dan dedaunannya saja yang unik, tapi jika sedang berbunga akan terdapat bunga-bunga kecil yang berwarna hijau dan kuning. Buahnya juga berbentuk seperti telur gepeng.
Cabangnya yang tubuh ke samping atau mendatar dan seperti bertingkat-tingkat memiliki keunikan tersendiri. Banyak orang juga menyebutkan sama seperti bangunan pagoda.
Tak hanya batang dan dedaunannya saja yang unik, tapi jika sedang berbunga akan terdapat bunga-bunga kecil yang berwarna hijau dan kuning. Buahnya juga berbentuk seperti telur gepeng.

Jenis ketapang kencana atau yang memiliki bahasa ilmiah Terminalia ini yang paling sering ditanam di halaman rumah. Pertama kali dikembangkan di Madagaskar.
Banyak pohon jenis ini juga ditanam di sisi-sisi jalan dan kompleks perumahan modern bernuansa tropis. "Karena alasan itulah, Om Dik menanamnya."
Banyak pohon jenis ini juga ditanam di sisi-sisi jalan dan kompleks perumahan modern bernuansa tropis. "Karena alasan itulah, Om Dik menanamnya."
http://hot.detik..com/read/2013/10/17/132059/2388106/1059/1/pohon-ketapang-kencana-si-peneduh-di-kandang-jurank-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/132059/2388106/1059/2/pohon-ketapang-kencana-si-peneduh-di-kandang-jurank-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/132059/2388106/1059/2/pohon-ketapang-kencana-si-peneduh-di-kandang-jurank-doank[/url]
Diubah oleh jajang100 20-10-2013 12:39
0
14.5K
Kutip
20
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jajang100
#4
LANJUTAN POST #1
Spoiler for KJD 4:
Ada Menara Sutet di Museum Dik Doank

Jakarta - Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar nama museum? Apakah bangunan jadul menakutkan dan barang-barang kuno yang membuat siapa pun yang berkunjung bosan?
Namun tidak di Museum Karya Pustaka Kandang Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan. Bangunan yang selesai dibangun 2008 lalu ini berisikan segala hasil karya dari Dik Doank dan murid-muridnya.
"Di sini ada karya-karya Om Dik, lukisan dan instalasi tiga dimensinya, karya menggambar anak-anak, dan juga benda-benda perjalanan Om Dik," kata staf pengajar Kandang Jurank Doank, Indah Nirmala.
Namun tidak di Museum Karya Pustaka Kandang Jurank Doank, Ciputat, Tangerang Selatan. Bangunan yang selesai dibangun 2008 lalu ini berisikan segala hasil karya dari Dik Doank dan murid-muridnya.
"Di sini ada karya-karya Om Dik, lukisan dan instalasi tiga dimensinya, karya menggambar anak-anak, dan juga benda-benda perjalanan Om Dik," kata staf pengajar Kandang Jurank Doank, Indah Nirmala.

Bangunan museum yang menjadi satu dengan kantor, aula, dan ruang multimedia ini dibuat dengan arsitektur atraktif. Di dalamnya juga terdapat dua ruang perpustakaan dewasa dan anak-anak.
"Lukisan Om Dik kebanyakan temanya anak-anak dan ada seni instalasinya. Jadi enggak stuck di lukisan saja," ujar Indah.
Sosok pendiri sekolah alam tersebut, kata Indah, memang peduli dengan pendidikan anak-anak. Seperti lukisan anak-anak sekolah yang naik di atas mobil bak terbuka.
"Lukisan Om Dik kebanyakan temanya anak-anak dan ada seni instalasinya. Jadi enggak stuck di lukisan saja," ujar Indah.
Sosok pendiri sekolah alam tersebut, kata Indah, memang peduli dengan pendidikan anak-anak. Seperti lukisan anak-anak sekolah yang naik di atas mobil bak terbuka.
Di depan lukisan yang didominasi warna merah tersebut, Dik Doank membuat meja belajar senada. "Ini menunjukkan kalau naik ke mobil baik terbuka berbahaya lho."
Di seberangnya terdapat lukisan anak-anak memegang bola. Di belakangnya, banyak gedung-gedung pencakar langit. Ia pun menggantung kaos Del Piero dan Bambang Pamungkas.
Di seberangnya terdapat lukisan anak-anak memegang bola. Di belakangnya, banyak gedung-gedung pencakar langit. Ia pun menggantung kaos Del Piero dan Bambang Pamungkas.

Kaos Bambang didapatkannya ketika ia berkunjung ke KJD dan sempat bermain bola dengan murid-muridnya.
Sedangkan kaos milik pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero diperolehnya karena membintangi minuman berenergi. Ia bertemu Del Piero bertepatan dengan event FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang.
Tak hanya itu saja, gambar karya murid-murid Dik Doank juga ditempel di dinding. Seperti gambar dengan tema 'transportasi masa depan,' boneka kayu Jepang, berbagai gambar tangan di tembok, gambar di ubin, dan sebagainya.
Instalasi unik lainnya juga terdapat di bagian langit-langit museum. Di atasnya terdapat belasan sangkar burung berwarna hitam yang digantung. "Ini sebagai simbolisasi dari cinta dari kata 'kandang'," ujar Indah.
Sedangkan kaos milik pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero diperolehnya karena membintangi minuman berenergi. Ia bertemu Del Piero bertepatan dengan event FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang.
Tak hanya itu saja, gambar karya murid-murid Dik Doank juga ditempel di dinding. Seperti gambar dengan tema 'transportasi masa depan,' boneka kayu Jepang, berbagai gambar tangan di tembok, gambar di ubin, dan sebagainya.
Instalasi unik lainnya juga terdapat di bagian langit-langit museum. Di atasnya terdapat belasan sangkar burung berwarna hitam yang digantung. "Ini sebagai simbolisasi dari cinta dari kata 'kandang'," ujar Indah.

Menuju ke ruangan berikutnya di museum, Anda akan sampai ke ruang instalasi bernama Menara Sutet atau Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.
Karya tiga dimensi berbentuk piramida itu bergambarkan anak-anak sedang bermain tersebut dilapisi dengan kaca-kaca art deco.
Di sisi-sisi piramida jika dilampu dinyalakan akan muncul cahaya merah yang menggambarkan bahaya bermain di arena sutet.
Karya tiga dimensi berbentuk piramida itu bergambarkan anak-anak sedang bermain tersebut dilapisi dengan kaca-kaca art deco.
Di sisi-sisi piramida jika dilampu dinyalakan akan muncul cahaya merah yang menggambarkan bahaya bermain di arena sutet.

Di setiap sisi ruangan juga ada kaca senada. Bagian atasnya menggantung gambar origami berbentuk burung.
"Menara Sutet ini menggambarkan sudah semakin miskinnya lahan anak-anak untuk bermain. Radiasinya juga membahayakan penduduk."
Selanjutnya, di ruangan terakhir berisikan koleksi sepeda mesin milik Dik Doank. Lulusan desain grafis IKJ ini sengaja menyusunnya meningkat hingga ke mesin motor dengan bentuk mirip masa kini.
"Menara Sutet ini menggambarkan sudah semakin miskinnya lahan anak-anak untuk bermain. Radiasinya juga membahayakan penduduk."
Selanjutnya, di ruangan terakhir berisikan koleksi sepeda mesin milik Dik Doank. Lulusan desain grafis IKJ ini sengaja menyusunnya meningkat hingga ke mesin motor dengan bentuk mirip masa kini.
http://hot.detik..com/read/2013/10/17/143241/2388230/1059/1/ada-menara-sutet-di-museum-dik-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/143241/2388230/1059/2/ada-menara-sutet-di-museum-dik-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/143241/2388230/1059/3/ada-menara-sutet-di-museum-dik-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/143241/2388230/1059/2/ada-menara-sutet-di-museum-dik-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/143241/2388230/1059/3/ada-menara-sutet-di-museum-dik-doank[/url]
Spoiler for KDJ 6:
Vespa Kuning Seharga Rp 500 Ribu, Motor Pertama Dik Doank

Jakarta - Di dalam museum Dik Doank, masih ada satu benda kesayangannya yakni vespa berwarna kuning. Vespa yang mentereng ini dipajang bersamaan dengan lukisan potret dirinya.
"Ini pemberian dari ibunya Om Dik. Selalu dipakainya ke mana pun dia pergi," kata Indah Nirmala, staf pengurus Kandang Jurank Doank kepada detikHOT Minggu (13/10/2013).
Kendaraan ini yang menemani Dik Doank ketika bersekolah dan bekerja. "Om Dik itu termasuk orang yang amanah. Kakaknya dikasih mobil dan dia malah dikasih skuter, dia enggak pernah ngeluh," katanya.
"Ini pemberian dari ibunya Om Dik. Selalu dipakainya ke mana pun dia pergi," kata Indah Nirmala, staf pengurus Kandang Jurank Doank kepada detikHOT Minggu (13/10/2013).
Kendaraan ini yang menemani Dik Doank ketika bersekolah dan bekerja. "Om Dik itu termasuk orang yang amanah. Kakaknya dikasih mobil dan dia malah dikasih skuter, dia enggak pernah ngeluh," katanya.

Suami dari Myrna Yuanita ini pun selalu memakainya tanpa absen. Skuter kesayangannya ini ternyata memiliki kisah unik di baliknya.
Hadiah pemberian ibunya ini didapatkan Dik ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Kala itu, ibu menanyakan apakah mau dibelikan skuter? Tentu saja Dik mengiyakannya.
Vespa kuning tersebut ternyata dibeli ibunya dari seorang penjual beras, dengan harga Rp 500 ribu. Kemudian, ia memperbaiki dan merenovasinya.
Hadiah pemberian ibunya ini didapatkan Dik ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Kala itu, ibu menanyakan apakah mau dibelikan skuter? Tentu saja Dik mengiyakannya.
Vespa kuning tersebut ternyata dibeli ibunya dari seorang penjual beras, dengan harga Rp 500 ribu. Kemudian, ia memperbaiki dan merenovasinya.
"Alhamdulillah, setahuku skuter ini masih dipakai, meski Om Dik saat itu sudah jadi pembawa acara olahraga terkenal. Akhirnya dimuseumkan juga di sini," ujar Indah.

Skuter ini merupakan salah satu benda bersejarah dalam hidup Dik Doank. Pria yang memiliki nama panjang Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini juga mengatakan jika ia sering mendapatkan inspirasi ketika menaikinya.
Khususnya dalam membuat lagu dan berkarya dalam seni rupa. Termasuk ketika dirinya masih berprofesi sebagai fotografer artis sampai menjadi bagian dari selebritas itu sendiri.
Khususnya dalam membuat lagu dan berkarya dalam seni rupa. Termasuk ketika dirinya masih berprofesi sebagai fotografer artis sampai menjadi bagian dari selebritas itu sendiri.
http://hot.detik..com/read/2013/10/17/150705/2388307/1059/1/vespa-kuning-seharga-rp-500-ribu-motor-pertama-dik-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/150705/2388307/1059/2/vespa-kuning-seharga-rp-500-ribu-motor-pertama-dik-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/150705/2388307/1059/2/vespa-kuning-seharga-rp-500-ribu-motor-pertama-dik-doank[/url]
Spoiler for KJD 7:
Bantaran Rel Kereta Api Percantik Kandang Jurank Doank

Jakarta - Kelihaian seni artistik Dik Doank patut diacungi jempol dalam menata Kandang Jurank Doank. Ia tak hanya memakai material ramah lingkungan saja, tapi juga pandai memilih bahan unik.
Seperti pemilihan bantalan rel kereta api yang diletakkan di dekat panggung dan kantor Kandang Jurank. "Nama ruangannya Jamuan Wali di Bulan Rajab," kata Indah Nirmala kepada detikHOT.
Disebut seperti itu lantaran setiap kali di bulan Rajab maupun hari-hari puasa di bulan Ramadhan, di meja panjang terhidang banyak makanan.
"Om Dik dan Tante Myrna selalu siapkan makanan berbuka puasa. Makanya disebut jamuan wali di bulan Rajab. Sampai sekarang tradisi itu masih berjalan," kata Indah.
Seperti pemilihan bantalan rel kereta api yang diletakkan di dekat panggung dan kantor Kandang Jurank. "Nama ruangannya Jamuan Wali di Bulan Rajab," kata Indah Nirmala kepada detikHOT.
Disebut seperti itu lantaran setiap kali di bulan Rajab maupun hari-hari puasa di bulan Ramadhan, di meja panjang terhidang banyak makanan.
"Om Dik dan Tante Myrna selalu siapkan makanan berbuka puasa. Makanya disebut jamuan wali di bulan Rajab. Sampai sekarang tradisi itu masih berjalan," kata Indah.

Ruangan tersebut hanyalah berbentuk pendopo taman. Di bawahnya belasan bantaran rel kereta api dari jaman Belanda berjejer dengan rapi.
Mereka tampak usang dan tua. Sedangkan tiang pendopo dan atap juga menggunakan bantalan rel kereta api. Bahan yang sama berlaku juga bagi meja penjang di ruang itu.
Mereka tampak usang dan tua. Sedangkan tiang pendopo dan atap juga menggunakan bantalan rel kereta api. Bahan yang sama berlaku juga bagi meja penjang di ruang itu.
Sedangkan kaki meja panjang, Dik memilih bahan dari kaki mesin jahit yang sudah tak terpakai. "Merk Butterfly kan punya jaman dulu tuh, sudah enggak terpakai. Justru tambah unik disandingkan sama bantalan rel."
Indah juga menambahkan jika bantalan rel tersebut didapatkan oleh Dik Doank membeli dari kawannya. Saat dibeli, kondisinya pun sudah usang, meski bukan keropos.
"Karena memang orangnya mau yang unik jadi dibeli saja. Bantalannya cakep, ada teksturnya," kata Indah.
Ruangan tersebut jika di hari Sabtu dan Minggu sering digunakan sebagai lokasi latihan vokal menyanyi. Serta bermain alat musik.
Jika dilihat dari segi penempatan, ruangan tersebut memang pas berada di tenga-tengah bangunan utama Kandang Jurank. Ditambah lagi dengan adanya banyak pohon Ketapang Kencana yang membuat teduh.
Indah juga menambahkan jika bantalan rel tersebut didapatkan oleh Dik Doank membeli dari kawannya. Saat dibeli, kondisinya pun sudah usang, meski bukan keropos.
"Karena memang orangnya mau yang unik jadi dibeli saja. Bantalannya cakep, ada teksturnya," kata Indah.
Ruangan tersebut jika di hari Sabtu dan Minggu sering digunakan sebagai lokasi latihan vokal menyanyi. Serta bermain alat musik.
Jika dilihat dari segi penempatan, ruangan tersebut memang pas berada di tenga-tengah bangunan utama Kandang Jurank. Ditambah lagi dengan adanya banyak pohon Ketapang Kencana yang membuat teduh.

http://hot.detik..com/read/2013/10/17/155456/2388375/1059/1/bantaran-rel-kereta-api-percantik-kandang-jurank-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/155456/2388375/1059/2/bantaran-rel-kereta-api-percantik-kandang-jurank-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/155456/2388375/1059/2/bantaran-rel-kereta-api-percantik-kandang-jurank-doank[/url]
Spoiler for KJD 8:
Belajar Asyik di Slink, Kandang Jurank Doank

Jakarta - Hidup adalah proses. Proses adalah perubahan. Perubahan itu yang menandakan kita yang hidup.
Jika yang hidup takut akan perubahan, sesungguhnya dia telah mati. Atau tetap hidup dalam kemiskinan jiwa dan hati.
Itulah penggalan filosofi dari Kandang Jurank Doank yang selalu ditanamkan Dik Doank kepada murid-muridnya. "Proses ini juga berlaku terhadap semua bangunan yang ada di sini," ujar Indah Nirmala kepada detikHOT.
Bangunan terakhir yang dibangun Dik adalah slink yang memiliki kepanjangan dari 'setengah lingkaran'. Slink berbentuk berundak-undak dan seperti amphiteater.
Dik sendiri sengaja mendesainnya setengah lingkaran. Lokasi sebagai proses belajar dan mengajar ini juga memiliki makna tersendiri.
"Kenapa enggak satu lingkaran? bukan setengahnya? Karena KJD mau kasih setengahnya saja buat anak-anak. Setengahnya lagi mereka harus cari sendiri," ujar Indah.
Pelajaran ini yang selalu dikatakan Dik Doank kepada muridnya. Hal ini juga yang membuat mereka berusaha mandiri dan tak tergantung kepada Dik.
Jika yang hidup takut akan perubahan, sesungguhnya dia telah mati. Atau tetap hidup dalam kemiskinan jiwa dan hati.
Itulah penggalan filosofi dari Kandang Jurank Doank yang selalu ditanamkan Dik Doank kepada murid-muridnya. "Proses ini juga berlaku terhadap semua bangunan yang ada di sini," ujar Indah Nirmala kepada detikHOT.
Bangunan terakhir yang dibangun Dik adalah slink yang memiliki kepanjangan dari 'setengah lingkaran'. Slink berbentuk berundak-undak dan seperti amphiteater.
Dik sendiri sengaja mendesainnya setengah lingkaran. Lokasi sebagai proses belajar dan mengajar ini juga memiliki makna tersendiri.
"Kenapa enggak satu lingkaran? bukan setengahnya? Karena KJD mau kasih setengahnya saja buat anak-anak. Setengahnya lagi mereka harus cari sendiri," ujar Indah.
Pelajaran ini yang selalu dikatakan Dik Doank kepada muridnya. Hal ini juga yang membuat mereka berusaha mandiri dan tak tergantung kepada Dik.
"Kita kasih fasilitas gratis belajar di sini, jadi sudah kita kasih pondasinya. Mereka sendiri yang menentukan mau jadi apa," katanya.
Slink yang dibangun menghadap ke hamparan sawah, menjadi lokasi yang terunik di sekolah alam Ciputat tersebut.
Slink yang dibangun menghadap ke hamparan sawah, menjadi lokasi yang terunik di sekolah alam Ciputat tersebut.

Menurut Indah, desainnya memang menghadap ke timur bukan ke barat. Di Minggu pagi akan ada banyak kegiatan menggambar anak-anak.
Kawasan Slink ini berada setelah dari lapangan futsal. Di sana, sudah rindang lantaran banyaknya terdapat pohon ketapang kencana.
Saat detikHOT mengunjunginya, banyak murid-murid Dik Doank sedang berlatih teater. Di belakang panggung, terdapat patung seorang dewi.
"Panggung atau drama musik, juga kadang-kadang serih diadakan di Slink. Semuanya sengaja berkonsep lesehan. Muat kira-kira sampai 150an orang," ujarnya.
Kawasan Slink ini berada setelah dari lapangan futsal. Di sana, sudah rindang lantaran banyaknya terdapat pohon ketapang kencana.
Saat detikHOT mengunjunginya, banyak murid-murid Dik Doank sedang berlatih teater. Di belakang panggung, terdapat patung seorang dewi.
"Panggung atau drama musik, juga kadang-kadang serih diadakan di Slink. Semuanya sengaja berkonsep lesehan. Muat kira-kira sampai 150an orang," ujarnya.
http://hot.detik..com/read/2013/10/17/170539/2388501/1059/1/belajar-asyik-di-slink-kandang-jurank-doank
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/170539/2388501/1059/2/belajar-asyik-di-slink-kandang-jurank-doank[/url]
[url]http://hot.detik..com/read/2013/10/17/170539/2388501/1059/2/belajar-asyik-di-slink-kandang-jurank-doank[/url]
0
Kutip
Balas