- Beranda
- Stories from the Heart
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
...
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2018/01/25/2511688_201801250912110005.png)
Spoiler for Segelas Es Kosong:
Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.2K
1.1K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53KAnggota
Tampilkan semua post
TS
OblOOOOOOO
#133
Anak Lelaki di Persimpangan Jalan - Bagian II
Sudut Pandang Karin
Tumben, Bagas mau menggodaku depan Rei. Walaupun ujung-ujungnya cukup menyakitkan tapi mampu melihat Bagas sedikit lebih bersinar dan lebih percaya diri, aku sudah senang.
Bukannya aku nggak mau ngasih perhatian ke dia duluan, tapi aku ini cewek. Dan juga memberi perhatian duluan itu bukan bagian diriku yang asli, takutnya Bagas malah jijik jika aku manja-manja sama dia. Mau jual mahal, sedangkan belum jual mahal saja Bagas sudah terasa jauh.
Padahal aku yang kenal sama Bagas duluan, tapi kenapa jadi Nino yang paling dekat sama Bagas? Melihat kenyataan itu, aku nggak bisa ngapa-ngapain. Aku juga nggak punya hak melarang Bagas untuk dekat sama siapapun.
Ditambah lagi melihat Nino yang khawatir banget sama Bagas malam itu, aku sadar bahwa Nino punya perasaan sama Bagas. Nino sahabatku, dan aku nggak bisa melarang dia suka sama Bagas. Ini adalah rasa sakit hati yang paling dalam yang pernah aku rasain.Selasa, 25 Oktober 2011
Pagi ini aku bangun, dan aku sumringah melihat sebuah SMS dari Bagas pagi itu. Rasanya seperti mimpi, jarang-jarang Bagas SMS. Setiap dapet SMS dari Bagas, entah kenapa bibirku otomatis tersenyum.

"Selamat Pagi Rin.
Udah bangun?" Received 05.55"Pagi Gas, aku baru bangun, mau sholat Subuh dulu, kamu sudah sholat?" Sent 05.56
"Hehe,
iya nih mau sholat juga, baru bangun langsung kepikiran kamu Rin, parah ya!"
Hihihi. Senang sekali. Berjuta bunga tumbuh dalam hatiku saat ini. Aku nggak tahu apakah itu hanya gombalan saja, atau memang kenyataannya dia kepikiran aku. Meskipun sekedar gombalan, jujur aku senang.Sangking senangnya, saat aku sholat pun, yang terpikir di benakku adalah Bagas, Bagas dan Bagas. Ya Allah, Bagas sudah berdosa meracuni pikiranku.
Rasanya pengin cepat-cepat selesai sholat, lalu melihat SMS dari Bagas yang baru masuk."Rin, nanti berangkat ke kampus bareng ya!
Jalan kaki lagi, udah lama kita tak berdua.
Sarapan di Gerlam aja. Hehe."
Duuuuuhhh, rasanya itu gimana ya…. Seolah badanku itu nggak ketarik sama gravitasi bumi. Aku melayang. Terbang."Iya. Boleh, aku tunggu ya di kosan.
"Aku pun bersiap-siap. Enggak sabar rasanya pengin ngobrol bedua lagi sama Bagas. Sudah lumayan lama banget momen-momen kayak gini. Dan jarang juga dapat kesempatan. Aku berharap, mudah-mudahan ini langkah awal aku menjadi semakin dekat dengan Bagas.
Kali ini, kalau Bagas mau pegang tangan aku lagi, aku akan membiarkannya.
Aku rindu dengan sentuhanBagas yang hangat.Tok Tok Tok!
Pintu kamarku seperti ada yang mengetuk. Baru saja selesai mandi, Bagas sudah datang saja. Setelah aku pakai baju, dengan rasa tak sabar aku membuka pintu,
namun..."Pagi Rin, udah siap aja! Yuk berangkat bareng." Lelaki di balik pintu itu, ternyata adalah Kak Rei.
"Eh Kak, tapi aku nunggu Bagas... " Ujarku sedikit kesal.
:"Oh mau nunggu Bagas, yaudah bareng aja ke kampusnya. Naik mobil aku. Hehe.
" Kak Rei malah tersenyum. Apa dia nggak mengerti?
:"Aku mau berangkat jalan kaki sama Bagas, Kak Rei duluan aja." Sanggahku, mengusirnya secara halus.
"Hmm, yaudah, aku numpang parkir di sini aja, ya. Kita jalan kaki bertiga.
"ARGHHHHH!!!
Rasanya ingin kujambak-jambak rambut Kak Rei. Dia nggak ngerti banget sih, apa perlu aku perjelas? 
"Enggak usah Kak Rei. Aku... mau... berangkat... berdua... sama... Bagas!" Ujarku menekankan intonasi di setiap kata.
"Jangan, dong. Kamu boleh temanan sama dia, tapi aku nggak suka kamu dekat sama Bagas!" Entah kenapa nada bicara Kak Rei meninggi.
: Aku sudah nggak tahan lagi!

"HAH? Emang Kak Rei siapa??!! Posesif banget sih!!! Apa perlu aku perjelas? Aku… suka… sama… Bagas!!! Kak Rei itu selalu jadi penghalang aku terus biar sama dia!!! Aku muak tau nggak!!!"
Kak Rei terdiam.
"Rin, sadar... aku tahu kamu suka Bagas. Terlihat dari caramu memandangnya. Bahkan lebih terlihat jelas lagi pas kamu nangis malam Minggu kemarin dalam mobil. Kamu nangis karena cemburu kan? Melihat gimana Nino meraung-raung saat Bagas ninggalin dia sendirian? Terlebih lagi, mengetahui fakta bahwa Bagas jalan sama Nino, dan Nino tampil beda demi Bagas? Terus kamu masih DENIAL kah, Kalau Nino suka sama Bagas?! Aku tahu, kamu juga pasti sadar, Bagas juga perhatian sama Nino! Kamu cuma jadi pelarian doang!"
Ucapan Kak Rei, membuatku nggak bisa berkata apa-apa. Perih banget. Kak Rei benar. Kekhawatiran Nino ke Bagas lebih besar dari yang aku punya. Nino suka sama Bagas. Aku… takut.
"Biarin Kak, aku nggak peduli. Aku cuma mau bareng Bagas, udah gitu aja. Melihat Bagas aja aku udah senang. Apalagi kalau berdua sama dia. Lagian, Bagas dan Nino pun belum jadian. Tolong Kak, jangan ganggu aku lagi." Ujarku. Air mata mengalir deras dari mataku. Rasanya bukan keluar dari mata, tapi keluar dari hati.
Kak Rei menghela napas. Lalu bilang,
"Oke. Kalau kamu disakitin sama Bagas, ingat ya, ada aku. Bagiku nggak masalah kalau kamu mau jadikan aku pelarian. Aku bakal melakukan sama seperti yang kamu lakukan sekarang!”
Air mataku berhenti. Aku sadar betapa dalam luka di hati Kak Rei, sama seperti lukaku sekarang. Aku rela dijadikan pelarian doang ketika Bagas bosan dengan Nino.
======
Selasa, 25 Oktober 2011
Sudut Pandang Bagas
"Hahhhhh!"Badan gue remuk. Kasur gue saat ini benar-benar menggoda untuk ditidurin. Malas sekali rasanya untuk beranjak dari kasur.
Gue seketika ingat senyum Karin ketika gue lihat layar ponsel gue. Kenapa wallpaper gue mirip Karin yak?

"Anjir! Nino! BANGKE! Pantas dia pinjam ponsel gue semalam. Iseng aja ganti wallpaper gue!
"Tapi gue senang. Melihat ulah Nino. Jiwa isengnya telah kembali.
"Anyeong… Pagi Bu Ketua, sudah sarapan?"
"Apa lo? Gue belom tiduuuurrrr…." Keluhnya manja.
"
Tidur udah, nggak usah kuliah hari ini.""Ada tugas sama kuis gueeee, Gas. Gimana dong?
""Saran gue jangan dipaksain. Izin aja, ikut ujian susulan. Lo masih kuat emangnya? Apa gue jemput?" Perasaan gue nggak enak tiba-tiba, gue khawatir.
"Udah nggak usah, masih kuat kok!
Ada apa lo telepon? Jangan bilang cuma mau ngasih ucapan selamat pagi doang? Basi!
""Idihhh!
Enggak juga kali. Gue mau protes lu pasang wallpaper Karin! Udah ah, mending gue SMS Karin, berangkat sama Karin aja gue! Huhu.
""Silahkan, Kang!
GAK PEDULI! Udahan dulu, gue mau mandi! Bye!
"JLEB. Sepotong duri menancap di jantung gue mendengar Nino bilang nggak peduli gue jalan sama Karin.
Pagi itu pun gue SMS Karin, mudah-mudahan senyumnya Karin bisa mengobati dahaga gue akan wanita pagi ini.

======
Selasa, 25 Oktober 2011
Sudut Pandang Nino
Awalnya sudah senang, Bagas mau telepon gue pagi-pagi. Hati gue langsung berbunga-bunga. Serasa gue seperti wanita seutuhnya. Namun sekali lagi, ketika gue pengin menganggap Bagas sebagai gebetan, gue nggak bisa. Enggak bisa!Mungkin hubungan kami, hanya akan sebatas sahabat. Karena gue sadar kalau gue sangat, sangat, sangat salah untuk sayang sama Bagas saat ini.

Diubah oleh OblOOOOOOO 23-11-2021 11:59
0

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2019/05/12/2511688_20190512083535.jpg)

Seketika kepala gue ditampol pake sebuah kepalan tangan.

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2018/01/25/2511688_201801250913370673.png)

![.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)](https://s.kaskus.id/images/2019/05/12/2511688_20190512093202.jpg)