Kaskus

Story

OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)

Spoiler for Segelas Es Kosong:


Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:


Quote:



Quote:


Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
amdar07Avatar border
fahmibusterAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.4K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
#109
Nabila Mahar Dewi - Bagian II

Sabtu Malam, 22 Oktober 2011
Sudut Pandang Nino

Kenapa Kak Sigit muncul lagi? Cowok yang nembak gue pas SMP, kendati pun saat itu gue dalam kondisi menyamar sebagai cowok.

Kenapa gue mau aja digandeng? Kenapa gue malu-malu di depan Kak Sigit? Kenapa luka lama ini terbuka lagi? emoticon-Frown

"Eh, temen lo tadi mana?" Tanya Kak Sigit setelah kita duduk di sebuah restoran.

Gue pun sontak kaget dan kehilangan arah, Bagas menghilang. emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) Disaat itu gue berpikir bahwa Bagas mungkin ke toilet atau nunggu di luar. Gue berharap dia ada di samping gue saat ini, menjadi pengobat buat hati gue yang sedang kacau, atau, atau, setidaknya gue bisa minta bantuan dia atau ngobrol sama dia saat gue merasa keki.

"Enggak tau."

"Bagus deh. emoticon-Smilie Ada hal pribadi yang pengen gue omongin sama lo." Jawab Kak Sigit yang sepertinya senang dengan situasi ini.

Hal pribadi? Jangan! Gue tau lo bakal mengungkit luka itu lagi!

"Apa lo masih marah sama gue, Bil?"

Pertanyaan itu akhirnya terlontar dari mulut Kak Sigit. Orang yang pertama kali membuat gue jatuh hati, orang pertama yang membuat gue terlibat dalam percintaan dan orang yang membuat gue menjadi sahabatnya Karin. emoticon-Frown emoticon-Frown

======


Minggu Pagi, 23 Oktober 2011

"Duh, baterai gue abis pula, Cep. Minjem charger dong."

Pagi itu gue masih berharap akan adanya SMS dari Nino. Dengan harap-harap cemas, gue menyalakan ponsel gue yang sedang di charge. Gue tungguin sampai bisa nyala!

32 New Message

emoticon-BeloWhaaaaaat?! Siapa aja nih?!

AXIS : Nomer 085xxxxxxxxx telah menghubungi Anda 1x pada pukul 22.12

AXIS: Nomer 085xxxxxxxxx telah menghubungi Anda 1x pada pukul 22.13

SMS dari Provider menyatakan ada sebanyak 28 buah panggilan tak terjawab dari nomer yang sama.

Nino: Gas, dimana? Gue mau balik nih!

Nino: Angkat telepon gue. WOI!! emoticon-Mad (S)

Nino: Gas, tadi gue pas makan ketemu Karin, lho. Bener ternyata mereka juga ke Ciwalk. Ayo tebak? Mereka jadian apa enggak?

Nino: Anyway, gue tanya si Rei, dia belum jadi nembak Karin emoticon-Big Grin Makanya angkat dong, gue mau pulang nih. emoticon-Smilie

Nino: Gas, gue kedinginan. Gue juga mau cerita sesuatu...

Hati gue SENENG BANGET saat itu. Bulu roma gue berdiri seperti sedang panas dingin. Otot pipi gue terasa kaku. Dan, langkah kaki gue bergerak dengan sigap, membasuh muka, berpamitan dengan Cecep dan mengambil travel dari Dipatiukur ke Jatinangor.

Setelah sampai di Halte Jatinangor, gue segera berlari menuju kosan Nino. Namun tidak ada tanda-tanda dia ada di kosan. Gue gedor, tidak kunjung dibuka. Gue coba telepon dia, namun ponselnya mati.

Gue pun berlari ke kosan Karin. Mana tahu dia di sana.

"Ada Nino nggak?" Tanya gue terengah-engah ketika Karin membukakan pintu buat gue.

"Bagas? Kamu dari mana? Nino nyariin kamu tau tadi malam."

"Iya, dia dimana?!" Tanya gue agak ngegas.

"Enggak tahu, semalam jam 1-an dia masih di sana Gas. Dia khawatir banget kamu tiba-tiba hilang." Jawab Karin, "Gas, by the way....

Otak gue sudah nggak bisa mikir tenang lagi, gue langsung berlari ke kosan gue. Mungkin Nino sedang menunggu gue di sana, pikir gue. Orang-orang memperhatikan gue yang berlari dari halte ke Ciseke lalu ke Sukawening seperti di kejar polisi.

Langkah kaki gue berhenti ketika gue mencapai pintu pagar kosan gue. Berharap ketika gue membuka pintu, ada mobil Jazz merah dan Nino menunggu gue disana.

Dan, mobil Jazz itu ADA terparkir di sana! Gue mencari sekeliling, dimana Nino? Lalu, seorang gadis berambut sebahu itu ternyata sedang duduk menekur di depan pintu kosan gue.

Matanya terperanjat ketika melihat gue. Tanpa ekspresi dia berdiri. Matanya sembab, agak hitam. Dia pun berjalan ke arah gue, lalu...

TAAAP!!

Sebuah tamparan keras, melesat di pipi kiri gue.

"...." Tanpa kata, gue hanya bisa menatap matanya yang tergenang air.

Diubah oleh OblOOOOOOO 20-11-2021 23:51
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.