Kaskus

Story

OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)

Spoiler for Segelas Es Kosong:


Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:


Quote:



Quote:


Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
amdar07Avatar border
fahmibusterAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.7K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.7KAnggota
Tampilkan semua post
OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
#54
Into The Battle - Bagian I

"Pokoknya lu pura-pura nggak kenal sama gue, Nda!" Ujar gue sama Nanda ketika Nanda ke kosan gue.

Nanda adalah teman satu kosan Ihsan yang lama, karena gue sering main ke kosan Ihsan, otomatis gue kenal sama seluruh teman kosan Ihsan karena mereka sering main game bareng dan bentuk kosannya semacam rumah gitu.

"Eh, iya. Kalo ngomong, pake 'saya-kamu' aja biar keliatan ramah! emoticon-Big Grin"

"Hahaha emoticon-Big Grin padahal aslinya mah, hardcore ya, Nda. Pake 'aku-kamu' aja!"

"Ahh, kalo pake 'aku' nggak bisa gue."

"Iya sih, Nda. Muka lu sangar badan kekar, kalo ngomong pake aku mending lu nggak usah kenal sekalian sama gue. emoticon-Big Grin" Celetuk gue bercanda.

"Anjrit sialan! By the way, yang cakep di KKN kita sedikit."

"Jangankan yang cakep, kamvret! emoticon-Nohope Ceweknya aja cuma 6 orang, 12 orang lagi batang semua. Rugi gue milih tempat KKN yang sama kayak lu! emoticon-Big Grin"

"Haha emoticon-Big Grin Gue juga salah pilih Gas, makanya gue ajak elu. emoticon-Big Grin"

"emoticon-Nohope"

Mau bagaimana lagi? Saat pertama kali tempat KKN diumumkan, gue langsung kepo apakah ada mutiara-mutiara yang terselip di tempat KKN yang notabene daerah sangat-sangat terpelosok di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, negeri Ciamis. Namun, alhasil dari 6 orang, yang memenuhi syarat tipe gue ada 2. Either udah punya pacar, atau banyak saingan. Hal ini membuat gue pengen cepat-cepat selesai KKN dan bertemu kembali dengan Karin. emoticon-Embarrassment

======

Senin, 17 Oktober 2011

"Gimana, Nyet? Malam ini mau ikut rapat atau nggak? Nyerah begitu aja?"SMS Nino malam itu.

"Sebenernya gue malas sih Nin, tapi lu udah memberikan kesempatan buat gue, yaudah, Jendral.emoticon-Big Grin"

"Nah gitu dong! Buruan, cepetan ke kosan Karin!" Balasnya singkat.

Mendengar tujuan kami adalah ke kosan Karin, gue langsung bergegas mengganti celana, menyisir rambut dan pergi kesana.

"Aloha!" Sapa gue ketika gue sampai di kosan Karin. Mereka sedang kumpul di ruang tamu, tempat dimana gue dan Karin mendesain poster saat pertama kali gue ke kosannya.

"Lho, Bagas, kamu juga ikutan?" Kata-kata itu terlontar dari mulut Karin seperti dia nggak tau kalau gue ikutan.

"Kenapa? Gue nggak boleh ikutan Rin? emoticon-Frown" Goda gue.

"Boleh kok. emoticon-Embarrassment Kamu yang ngajak, Nin?" Tanya Karin kepada Nino.

"Iya, kemarin dia ke kosan gue mohon-mohon, terus gue ajak deh. emoticon-Big Grin"

"Mohon-mohon? Hellow?" Gue pites kepala Nino. Dia balas dengan cubitan.

Gue nggak ngerasa celetukan Nino salah. Namun raut muka Karin berubah. Senyum di bibirnya sumringah ketika gue datang itu seolah memudar. Saat rapat pun dia nggak pernah melirik gue. emoticon-Bingung (S)

"Eh, Nyet. Perhatiin deh, si Karin nggak pernah ngelirik gue dari tadi?" Bisik gue ke Nino yang duduk di samping gue. Bersender ke dinding.

"Berisik lo, lagi RAPAT!" Sanggah Nino. Kemudian dia mendekatkan mulutnya ke telinga gue. "Dia merhatiin lo mulu kali."

"Mana ada! Lihat aja...," saat gue mau menyelesaikan kalimat gue, mata gue tertangkap oleh dua sorot mata Karin. Menghilangkan rasa bersalah, mungkin, karena bisikan gue terdengar, gue pura-pura menyimak Maki yang sedang menjelaskan idenya.

"Hati-hati jalan pulang ya!" Ujar Karin ramah kepada Maki dan pacarnya, Rio, yang pamit duluan setelah rapat.

"Dah! Gue juga pulang duluan ya! Bye, Nyet, Rin, Kak Rei. emoticon-Smilie" Ujar Nino kepada kami.

"Eh, lu jalan kaki?" Tanya gue yang baru sadar Nino nggak bawa mobil. Entah kenapa gue merasa khawatir Nino pulang sendiri. Kosannya dia dan kosan Karin lumayan jauh, dan lewat ke gang kecil yang banyak cerita menyeramkan.

"Iya, tenang aja. Hidung lo aja bisa gue patahin, Nyet. emoticon-Big Grin" Ujarnya seperti bisa membaca kekhawatiran gue.

"Anterin dong, Gas! Masa lo tega ngebiarin cewek jalan sendirian malam-malam. emoticon-Smilie" Sahut Rei menepuk pundak gue. Sepertinya dia melihat kesempatan berdua dengan Karin. emoticon-Mad

Gue pun memilih mengantarkan Nino ke kosan. Jujur, kalau gue tinggal pun yang ada suasana keki. Gue mengalah lagi. Gue tahu orang macam Rei nggak akan pernah mengalah.

"Nyet, walaupun lo nggak bisa berdua sama Karin malam ini, setelah ini lo langsung SMS dia." Tiba tiba Nino berceletuk saat kami berjalan berdua.

Gue melirik Nino yang tidak menoleh sedikit pun ke arah gue. Dia terlihat fokus memperhatikan gerak kakinya.

"Ya, nanti gue SMS. Haha" emoticon-Big Grin

"Bukannya lo stay aja tadi, kenapa malah nganterin gue, lo!" Lanjutnya.

"Gue juga nggak tau, lebih enak ngobrol sama lo dibanding terjebak di suasana keki kalau gue tetap di sana."

Nino terdiam sejenak.

"Kasih dia perhatian, tapi jangan posesif. Buat masa PDKT ini lo sebaiknya jangan posesif dulu sama dia walaupun gue tahu mungkin dia suka sama lo!"

"Oke, tenang aja kalo masalah memberi kenyamanan mah gue jagonya. emoticon-Big Grin" Celetuk gue.

"Dah, sampai! Thanks ya Gas, udah nganterin gue." Ujar Nino tersenyum lebar. Malam itu matanya terlihat berbinar di bawah sinar rembulan dan bintang-bintang. "Hati hati ya, kalau ada rampok! Entar lo di tusbol, jangan nangis, terima aja. emoticon-Malu"

"emoticon-Big Grin Haha, sialan! Iya, sip! Gue balik dulu ya!" Refleks tangan gue mengacak-ngacak rambutnya. Habisnya lucu banget Nino, ya Allah. Hal itu biasa gue lakuin kalo udah gemas sama orang. Teman gue aja abis gue remas mukanya sangking imutnya. Dan karena sekarang teman gue sudah punya cowok, sekelas malah, gue berhenti melakukan itu dan kangen meremas-remas. emoticon-Malu

Setengah perjalanan pulang ke kosan, tangan gue nggak tahan pengin cepat-cepat SMS Karin.

"Gue udah sampai kosan, Rin. Rei udah balik?"

"Udah, Gas. Bisa ke kosan aku nggak? Aku pengen nangis rasanya. emoticon-Frown" Jawabnya lemas sambil sedikit terisak.

emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) Mendengar permintaan itu, kaki gue langsung berlari ke arah kosan Karin.

"Pak tolong bukain gerbang dong." Ujar gue sama Pak Satpam depan kosannya Karin.

Baru gerbang dibuka, gue langsung meluncur ke kamarnya Karin.

"Ada apa Rin?" Air matanya bercucuran jatuh, melucut dari pipinya yang mulus. Gue duduk bersimpuh di hadapannya. Mengusap air matanya. Berusaha menenangkannya.

"emoticon-Frown" Tangisannya makin menjadi jadi. Sekarang malah ingusnya keluar.

"Kamu kenapa?" Demi memperhalus bahasa gue ke dia, gue memakai kata 'kamu'.

Karin memeluk gue saat itu, terisak dia menangis di pundak gue.

"Kenapa? Kenapa, Rin? Diapain lo sama Rei?" Tanya gue karena barusan dia sama Rei.

"Dia nggak nganggep aku ya, Gas? Aku ngerasa ga di anggep"

"Waduh...," sahut gue pelan. Kenapa dia tiba-tiba curhat. Diapain emangnya dia sama Rei tadi? emoticon-Bingung (S)

"Dia suka sama orang lain, kayaknya, Gas. Aku mesti apa?" Ujarnya.

"Heh. Gue yakin dia suka kok sama lu, kalo dia nggak suka, mana mungkin dia se kekeh itu ngejar lu. Lagian, lu kan cantik, rugi banget cowok nggak suka sama lu. emoticon-Big Grin" Jawab gue sambil menyibak rambut Karin ke belakang telinganya.

Dia menarik badannya, masih dalam posisi dia di pangkuan gue, tangannya masih melingkar di belakang leher gue. Di saat itu tatapan kami beradu, matanya berkilau bekas air mata. Entah kenapa, gue memandangnya dengan sedikit kekecewaan. Ternyata, Karin juga suka sama Rei. Kalau kayak begini, tinggal tunggu mereka berdua jadian. Gue pasrah sudah.

Gue peluk lagi Karin saat itu. Pelukan erat dimana nggak ada jarak di antara kita. Kepalanya menyender di pundak gue, mencari-cari kehangatan.

"Kamu janji, kan, apapun yang terjadi kamu bakal tetep disisi aku?" Ujarnya tiba-tiba.

"Hmm." Jawab gue mengangguk. Walaupun kecewa, gue menikmati pelukan dan manjanya Karin malam ini.

Dia mengehela napas, melepaskan pelukan dan tersenyum. Awalnya, mata kami saling menatap, dan lama kelamaan wajah gue semakin mendekat. Seperti ditarik oleh magnet ke arah wajahnya emoticon-Big Grin. Dia menutup matanya pelan saat hidung kami hampir bersentuhan. Namun, sebuah misscalled menggegerkan first kiss gue. emoticon-thumbdown

"Eh, kamvret. Lihat SMS! Kagak bales, songong amat lo, Tong. emoticon-Tai "

Diubah oleh OblOOOOOOO 20-11-2021 18:32
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.