Kaskus

Story

erdyweiAvatar border
TS
erdywei
90 Hari Menggapai Impian
ADA BANYAK HAL YANG MENYANGKUT DI KEPALAKU. TAPI AKU COBA UNTUK MERANGKUMNYA.


UPDATE:
Karena banyaknya strategi yang saya tuliskan di hari ke-21 sampai 29, (saya agak keberatan untuk mengeksposenya), jadi saya tidak akan menuliskan catatan ini secara online.

PERTAMA
Aku ingin meminta izin kepada momod dan mimin agar aku diizinkan membuat sebuah thread tentang catatan pribadiku. Seperti permintaan-permintaan para kaskuser sedunia, "jika salah kamar tolong dipindahkan, jika mengganggu tolong ingatkan, dihapus juga boleh, yang penting akunku ini tidak di banned.

KEDUA
Kenapa ditulis? Sebagai pengingat saja. Berawal dari pemikiranku yang selalu bertanya, "Apakah aku memiliki kemajuan setiap harinya? Setiap minggunya? Setiap bulannya? Apa yang sudah dicapai? Lebih baik atau lebih buruk?" Dan yang penting dari semua itu adalah... "Kapan aku akan mewujudkan impianku?"
Aku ingin tahu, aku orang seperti apa hari ini, dan AKAN MENJADI SEPERTI APA di hari ke-90 nanti. Tidak peduli apakah aku akan berhasil mencapai impianku atau tidak. Yang jelas aku ingin mengetahui prosesnya.

KETIGA
Bagi agan yang berkunjung. Ini hanya catatan kecilku saja, pemikiranku saja. Mungkin akan sedikit boring. Boleh diabaikan. Karena aku berniat untuk mengukur diri saja.

KEEMPAT
Tapi bagi agan yang ingin tertarik untuk komeng, memberi masukan melalui komentar, aku akan membuka pintu pemikiranku selebar-lebarnya.

MULAI BERAKSI
Spoiler for DAYS:


NOTE:
Spoiler for penting:
Polling
0 suara
Kira-kira Bisa Ga TS Menggapai Impiannya?
Diubah oleh erdywei 03-11-2013 22:21
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4.9K
46
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
erdyweiAvatar border
TS
erdywei
#21
Day 10: PRE-ACTION part 2
Catatan ditulis pada pukul 11:17 WIB

Pagi ini aku bangun pukul 03:00 WIB. Sudah beberapa hari ini aku lakukan secara rutin, sepertinya sudah mulai ringan. Padahal tadi malam aku tidur pada pukul 23:30 WIB, namun entah kenapa tiba-tiba langsung terbangun pada pukul 3. Benar-benar ajaib, kebiasaan akan masuk ke dalam alam bawah sadarku dan kemudian mengendalikan sesuatu hal yang sangat berat sekalipun. Jadi kuncinya adalah Membiasakan Diri. Inilah kekuatan "kebiasaan" dan kekuatan "otak alam bawah sadar" yang sudah terprogram.

Bagaimana jika kasusnya adalah "membiasakan diri menjadi orang kaya?", tentu saja akan menjadi orang kaya betulan, dan prosesnya tentu tidak akan terlalu berat. Ini sudah aku lakukan semenjak di hari keduaku menulis catatan ini. Selintas memang tidak logistik, tapi melihat kejadian "membiasakan diri bangun pagi", sepertinya semuanya sudah mulai menampakkan penjelasan yang masuk di akal.

Membiasakan diri jadi orang kaya, sebagian orang pasti berifikir harus "banyak jajan, menghambur-hamburkan uang, pelit, membeli barang mewah, membeli mobil baru, membeli baju mahal, liburan ke luar negeri, dan segala bentuk aktivitas berfoya-foya yang banyak orang "tidak sukses" selalu fikirkan kepada orang-orang kaya. Sudah cukup! Jangan suudzon. Meskipun ada benarnya, ini hanyalah curahan ekspresi kesuksesan mereka. Ini adalah hasil dari kerja keras mereka.

Orang-orang tidak sukses selalu sirik dan menilai dari apa yang orang-orang kaya dapatkan, tapi selalu melupakan apa yang dikerjakan oleh orang-orang kaya tersebut. Mungkin lebih tepatnya mereka tidak mau tahu apa yang orang-orang kaya lakukan, agar mereka bisa mengeluh dan berkata "nasib gw kok begini mulu ya", atau kata seperti ini "lu mah jadi orang enak, ya". Itu adalah kata-kata yang selalu aku dengar dari orang-orang yang berputus asa, pecundang.

Faktanya, orang kaya melakukan pekerjaan lebih keras dari para pecundang tersebut. Saat orang-orang kaya ini belum kaya - kita sebut sebagai orang calon kaya, mereka memiliki ide dan meng-Action-kannya, para pecundang malah mengeluh atas nasib mereka. Saat orang-orang calon kaya mulai memililiki perkembangan di bisnisnya, para pecundang ini malah mengasihi diri mereka sendiri dan semakin terpuruk. Dan saat orang-orang calon kaya ini berhasil menjadi kaya betulan, para pecundang ini malah memiliki sifat sirik kepada orang-orang kaya. Kadang ditambah dengan sifat penjilat dan ingin selalu diberi. Lihat dulu prosesnya, dodol!

Entah kenapa aku selalu geram jika melihat ada orang yang mengeluh atas nasibnya. Curhat itu memang penting, tapi jangan disamakan dengan keluhan. Perbedaan curhat itu menceritakan masalah dan meminta saran untuk dicarikan jalan keluarnya. Berbeda dengan mengeluh, tahu sendiri bagaimana keluhan itu. Tidak akan sulit mencari tahu keluhan itu bentuknya seperti apa, toh lebih banyak orang yang mengeluh daripada orang yang bersabar. Lebih banyak orang yang mencari alasan daripada orang yang mencari solusi. Makanya, lebih banyak orang miskin daripada orang kaya. Ini dia alasannya. Jadi jangan salahkan lagi pemerintah, intansi tempat seseorang bekerja, apalagi menyalahkan Tuhan. Ngaco itu! Semuanya berpangkal di diri masing-masing.

Selalu ada dua pilihan, akan menjadi apa aku nanti di masa depan, calon orang kaya atau calon pecundang. Ini tidak bisa dijawab oleh mulutku, tapi bisa dijawab oleh ikhtiar yang aku lakukan. Kalau mulut mungkin akan berbohong dan berkata "mau jadi kaya". Berbeda dengan ACTION, dia tidak pernah berbohong. Makanya, Talk Less Do More. Think Less Feel More!

Satu lagi fakta yang ingin aku ungkap di buku catatan ini. Banyak orang berfikir bahwa orang kaya itu pelit. Salah! Justru orang-orang kaya itu dermawan. Aku melihat banyak orang-orang super kaya seperti Bill Gates, Warrent Buffet, Donald Thrump, dan Robert T. Kiyosaki selalu bersedekah besar-besaran. Aku yakin, itu pula yang membuat mereka menjadi kaya dan bertambah kaya. Maha Pemberi akan memberikan kelapangan rezeki tanpa pandang agama, terlebih kepada orang-orang yang senantiasa bersedekah. Mungkin alasan para pecundang ini berfikir bahwa orang-orang kaya itu pelit karena mereka tidak kebagian uang sedekah dari orang-orang kaya? Ntahlah, tapi hukum sifat alamiah kan memang seperti itu.

Orang-orang kaya itu suka berfoya-foya? Salah! Orang-orang kaya itu lebih cerdas dan mengetahui yang mana "liabilitas" dan yang mana "aset". Mereka akan lebih memilih aset yang akan membuat mereka bertambah kaya daripada sebuah liabilitas yang akan membuat mereka bangkrut. Liabilitas itu adalah mobil baru dan mahal, baju perancang terkenal, liburan ke luar negeri, dll.

Tapi banyak kok orang kaya yang memiliki liabilitas? Sekali lagi aku katakan, itu adalah poin akhir dari apa yang mereka "dapatkan". Intinya, jika mereka memiliki banyak liabilitas, sudah dipastikan aset mereka lebih banyak. Jadi tidak seimbang Liabilitas-Aset, melainkan lebih banyak Aset daripada Liabilitas. Sekali lagi, jangan lihat hasilnya, tapi lihat prosesnya, dodol!

Para pecundang selalu berkelit setiap kali aku membicarakan akan hal ini. Ya... sudah. Daripada membuang-buang waktu berbicara dengan mereka yang selalu berakhir di keluhan, lebih baik aku alokasikan waktu tersebut untuk berlatih menjadi orang kaya. Bukan berlatih hasilnya, tapi berlatih prosesnya. Dengan kata lain, aku berpura-pura jadi orang kaya itu bukan berfoya-foya, tapi berlatih bagaimana cara mereka bekerja, berfikir dan ACTION.

Untuk Awalan, begini latihannya:
- Menghargai waktu.
- Membeli Aset.
- Berbisnis (berjualan).
- Bersedekah.

Beberapa sudah aku lakukan, seperti Menghargai waktu (bangun lebih awal), Membeli Aset (memiliki blog), bersedekah (masih harus ditingkatkan). Sementara berjualan, ini baru akan aku mulai. Tinggal menunggu proses domain yang kata penyedia layanan akan jadi esok malam hari.

Ngomong-ngomong kaya itu apa sih? Jika aku masih berfikir kalau kaya itu memiliki banyak liabilitas (punya mobil mahal, gadget keluaran terbaru, baju perancang terkenal, motor Kawasaki Ninja), maka berarti aku adalah orang bodoh. Kaya itu bukan dilihat dari kepemilikan liabilitas, melainkan kepemilikan aset.

Memiliki banyak aset dan liabilitas sekedarnya, itu baru orang kaya. Memiliki banyak liabilitas namun memiliki sedikit aset, ini berada di zona merah. Mungkin ada yang seperti ini, memiliki banyak liabilitas tapi tidak memiliki aset sama sekali, ini namanya bunuh diri secara perlahan. - 11:56

***


Catatan ditulis pada pukul 21:05 WIB

Sore hari, setelah menyelesaikan semua pekerjaan blogku dan menggaji para karyawan ayahku, aku memutuskan untuk bertemu dengan salah seorang temanku yang paling aku percayai. Dia juga memiliki bisnis yang sama denganku, yaitu internet marketing. Sudah 2 tahun ini kami selalu bertukar fikiran mengenai bisnis yang kami jalankan masing-masing, tak jarang kamipun selalu membuat sebuah kerja sama untuk membuat produk baik itu artikel, web, maupun ebook.

Kerja sama, Itupun yang aku lakukan kali ini dengannya. Aku memiliki masalah besar di toko online ku ini. Aku kekurangan tim untuk melakukan riset produk. Aku sebenarnya juga bisa, tapi kemampuanku tidak sebaik temanku tersebut. Mungkin bisa dibilang dia adalah spesialisasi untuk urusan riset keyword produk. Ini penting loh, karena tanpa adanya riset, aku tidak akan tahu produk tersebut banyak peminatnya atau tidak.

Daripada aku menghabiskan waktu untuk belajar lagi atas kekuranganku ini, lebih baik aku membuat dia masuk ke dalam timku. Dan akhirnya hari ini dia resmi menjadi tim pewujud impianku. Lagipula, dia juga memiliki impian yang sama, yaitu ingin kuliah ke Jepang. Memiliki impian yang sama, memiliki spesialisasi di bidang pekerjaan yang sama. Ini artinya impianku akan terwujud secara lebih cepat lagi. KEAJAIBAN akan segera menghampiri.

Malam hari setelah kami pulang bersilaturrahmi dari rumah teman kami yang lainnya yang sedang berulang tahun, Aku membawa temanku ke rumah, agar aku bisa menjelaskan strategi yang akan aku terapkan secara lebih detail. Seperti yang aku katakan, tugasnya adalah:
- Mencari informasi produk terbaru yang dirilis per periode (1 periode = 3 hari).
- Beberapa produk tersebut dianalisa dan dihasilkan 3 produk yang paling berkualitas.
- Kemudian diberikan kepadaku untuk aku berikan review dan artikelnya.

Artikel yang aku buat akan berbahasa Inggris, karena aku memang mentarget pasar Amerika. Tugas kami belum selesai sampai disana. Setelah 3 produk tersebut selesai diberi review dan dipublikasikan beserta produk yang tertera disana. Kami akan melakukan strategi lanjutan yang bernama Off-Page Optimization selama satu periode. Setelah periode ini selesai, maka akan kembali ke awal yaitu merncari informasi produk terbaru yang akan dilakukan oleh temanku. Dan begitu seterusnya hingga aset kami akan semakin besar dan besar nilainya.

Pecundang pasti berfikir, "Kalau memiliki tim berarti harus membayar mereka?"

Tentu saja! Karena aku memutuskan untuk tidak menjadi calon pecundang yang dominannya adalah orang pelit nan kikir. Aku akan menjadi calon orang kaya yang senantiasa membagi-bagikan hartanya kepada tim yang telah menolongnya dan kepada orang yang berhak menerima sedekah.

Aku mesti ingat akan hal ini, tidak ada orang yang berhasil sendirian. Jika ingin sukses, maka buatlah tim dan lakukan bisnis bersama-sama untuk menggapai sebuah impian! Apalagi impiannya sama, pasti bakal lebih cepat!.

Persiapan sudah selesai, baik itu strategi maupun tim. Yang tinggal aku tunggu adalah tersambungnya nama domainku dan blogspotku (situs) yang katanya akan segera online esok malam. -21:23 WIB
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.