- Beranda
- Stories from the Heart
7 Sinners - 7 Pendosa
...
TS
Torpedo_Joe
7 Sinners - 7 Pendosa
7 Pendosa
Index:
1. BANGUN - I
2. KEBANGKITAN - II
Mohon saran, kritik, dan komentarnya ya gan/ganwati
Cerita ini murni buatan ane terinspirasi dari film Limitless, Rumah Dara, SAW,dan Fight Club.
Sesuai dengan judulnya, 7 Pendosa bercerita tentang 7 orang yang melakukan dosa-dosa yang mematikan. Suatu hari ada satu orang yang begitu peduli tentang betapa busuknya dosa-dosa ini, sehingga dia berniat untuk menyembuhkan mereka semua dengan cara-caranya. Sialnya, meski orang ini ingin membersihkan 7 dosa tersebut, dia tidak peduli apakah orang lain harus mati. Baginya sembuh atau mati itu pilihan. Tapi jika masih terus busuk, lebih baik mati.
Index:
1. BANGUN - I
2. KEBANGKITAN - II
Mohon saran, kritik, dan komentarnya ya gan/ganwati

Cerita ini murni buatan ane terinspirasi dari film Limitless, Rumah Dara, SAW,dan Fight Club.
Diubah oleh Torpedo_Joe 29-11-2018 10:34
anasabila memberi reputasi
1
2.1K
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Torpedo_Joe
#1
BANGUN - 1
“Bangun!” tiba-tiba aku mendengar teriakan seseorang yang suaranya hampir mirip dengan suaraku tetapi suaranya lebih berat dan menyedihkan.
Kamar ini tiba-tiba begitu silau. Rasanya seperti matahari hanya berjarak 10 jengkal di atas kepalaku. Aku ingat bahwa aku sama sekali tidak mengganti lampu kamar sebelum aku tidur. Aku bahkan ingat aku mematikan semua lampu di kamarku sebelum aku minum obat itu dan tertidur pulas, tetapi aku tidak ingat apa pun yang terjadi dua sampai tiga jam sebelum aku tertidur. Aku hanya ingat sekitar dua jam sebelum tidur aku sedang melakukan kebiasaan-kebiasaanku yaitu membaca beberapa postingan di Kaskus.
Sambil mengusap mataku yang belum beradaptasi dengan terangnya cahaya kamar, aku terpaksa terbangun dari mimpi indah malam itu. Jam menunjukkan pukul 03:13 pagi.
Makhluk misterius ini berjubah hitam dengan kepala memakai topeng serigala menyeringai yang ditiap sela giginya seperti terdapat darah segar bekas menggigit korbannya. Tingginya sekitar 175 cm—ku rasa tinggi aslinya hanya sekitar 170 cm, sepatu boot hitamnya lah yang membuatnya terlihat lebih tinggi. Tubuhnya serba hitam. Ia juga membawa kapak, tetapi kapaknya tidak berwarna hitam dan terlihat bersih ketimbang dirinya.
“Bangun! Bangun!” makhluk ini tetap berteriak meski aku sudah membuka kedua mataku.
Aku merinding karena kebingunan dengan apa yang sedang terjadi di kamarku ini. Bagaimana rasanya jika tiba-tiba di kamarmu ada orang misterius dengan jubah hitam yang menyuruhmu untuk bangun? Dan bagaimana rasanya jika tiba-tiba cahaya kamarmu menjadi sangat terang seakan-akan kau sedang dijemput dan momen tersebut adalah momen terakhir merasakan nikmatnya oksigen merasuki paru-parumu? Oh Tuhan, dosa apa yang telah aku perbuat hingga aku harus berakhir seperti ini? Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi, leher, dan pundakku.
![kaskus-image]()
source: images.wikia.com
“Minum air itu! Minum air itu!” teriakannya semakin keras.
Makhluk ini menyuruhku untuk meminum cairan hijau dari gelas bening yang berada di atas meja samping tempat tidurku. Baunya seperti rebusan daun sirih tapi lebih menyengat. Aku lebih baik cepat-cepat meminum air ini ketimbang harus menjadi korban dari kapaknya.
Meski baunya tidak enak, aku tak menyangka bahwa air ini rasanya manis seperti sirup melon. Tidak sadar aku telah menghabiskan hampir setengah gelas cairan hijau ini. Aku terdiam sebentar untuk membersihkan bibirku dari cairan hijau yang baru saja ku minum. Tiba-tiba di dalam perutku rasanya ada sesuatu yang berputar—putaran dalam perutku ini perihnya seperti penyakit gastritis yang dulu pernah aku derita. Aku berdiri memuntahkan seluruh isi perutku ke lantai. Banyak sekali makanan yang belum selesai dicerna keluar dari mulut. Aku tidak ingat aku memakan apa saja sebelum aku tertidur karena efek obat sialan itu. Setelah seluruh isi perutku keluar, badanku kejang-kejang. Kedua kakiku lumpuh, tak bisa digerakkan meski aku masih dalam posisi berdiri. Kedua mata ini terasa berat sekali. Semuanya menjadi gelap walau cahaya kamar ini begitu terang-benderang. Mungkin benar ini saat terakhir aku menikmati hidup. Bruk!!! Aku terjatuh dan tak sadarkan diri bersamaan dengan lagu yang senyap-senyap terdengar ditelinga dan kemudian hilang...
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are...
Kamar ini tiba-tiba begitu silau. Rasanya seperti matahari hanya berjarak 10 jengkal di atas kepalaku. Aku ingat bahwa aku sama sekali tidak mengganti lampu kamar sebelum aku tidur. Aku bahkan ingat aku mematikan semua lampu di kamarku sebelum aku minum obat itu dan tertidur pulas, tetapi aku tidak ingat apa pun yang terjadi dua sampai tiga jam sebelum aku tertidur. Aku hanya ingat sekitar dua jam sebelum tidur aku sedang melakukan kebiasaan-kebiasaanku yaitu membaca beberapa postingan di Kaskus.
Sambil mengusap mataku yang belum beradaptasi dengan terangnya cahaya kamar, aku terpaksa terbangun dari mimpi indah malam itu. Jam menunjukkan pukul 03:13 pagi.
Makhluk misterius ini berjubah hitam dengan kepala memakai topeng serigala menyeringai yang ditiap sela giginya seperti terdapat darah segar bekas menggigit korbannya. Tingginya sekitar 175 cm—ku rasa tinggi aslinya hanya sekitar 170 cm, sepatu boot hitamnya lah yang membuatnya terlihat lebih tinggi. Tubuhnya serba hitam. Ia juga membawa kapak, tetapi kapaknya tidak berwarna hitam dan terlihat bersih ketimbang dirinya.
“Bangun! Bangun!” makhluk ini tetap berteriak meski aku sudah membuka kedua mataku.
Aku merinding karena kebingunan dengan apa yang sedang terjadi di kamarku ini. Bagaimana rasanya jika tiba-tiba di kamarmu ada orang misterius dengan jubah hitam yang menyuruhmu untuk bangun? Dan bagaimana rasanya jika tiba-tiba cahaya kamarmu menjadi sangat terang seakan-akan kau sedang dijemput dan momen tersebut adalah momen terakhir merasakan nikmatnya oksigen merasuki paru-parumu? Oh Tuhan, dosa apa yang telah aku perbuat hingga aku harus berakhir seperti ini? Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi, leher, dan pundakku.

source: images.wikia.com
“Minum air itu! Minum air itu!” teriakannya semakin keras.
Makhluk ini menyuruhku untuk meminum cairan hijau dari gelas bening yang berada di atas meja samping tempat tidurku. Baunya seperti rebusan daun sirih tapi lebih menyengat. Aku lebih baik cepat-cepat meminum air ini ketimbang harus menjadi korban dari kapaknya.
Meski baunya tidak enak, aku tak menyangka bahwa air ini rasanya manis seperti sirup melon. Tidak sadar aku telah menghabiskan hampir setengah gelas cairan hijau ini. Aku terdiam sebentar untuk membersihkan bibirku dari cairan hijau yang baru saja ku minum. Tiba-tiba di dalam perutku rasanya ada sesuatu yang berputar—putaran dalam perutku ini perihnya seperti penyakit gastritis yang dulu pernah aku derita. Aku berdiri memuntahkan seluruh isi perutku ke lantai. Banyak sekali makanan yang belum selesai dicerna keluar dari mulut. Aku tidak ingat aku memakan apa saja sebelum aku tertidur karena efek obat sialan itu. Setelah seluruh isi perutku keluar, badanku kejang-kejang. Kedua kakiku lumpuh, tak bisa digerakkan meski aku masih dalam posisi berdiri. Kedua mata ini terasa berat sekali. Semuanya menjadi gelap walau cahaya kamar ini begitu terang-benderang. Mungkin benar ini saat terakhir aku menikmati hidup. Bruk!!! Aku terjatuh dan tak sadarkan diri bersamaan dengan lagu yang senyap-senyap terdengar ditelinga dan kemudian hilang...
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are...
Diubah oleh Torpedo_Joe 14-11-2013 09:03
0