- Beranda
- Stories from the Heart
Hidup Itu Berat, Jendral [True Story]
...
TS
Zega2714
Hidup Itu Berat, Jendral [True Story]
Misi para sesepuh SFTH, newbie sistah mau coba nulis story nih.. Real story tepatnya.. Jadi harap maklum klo penulisannya masih belepotan yak.. Mohon bantuan saran dan kritik nya biar tulisan ini bisa berada di jalan yang benar..
Cerita nyata ini terjadi dari taun 2006 sampe sekarang.. Perjalanan panjang ya.. Tapi jujur ane rada2 lupa di kisah2 awal.. Kenapakah? Amnesiakah ane??
Cerita nyata ini terjadi dari taun 2006 sampe sekarang.. Perjalanan panjang ya.. Tapi jujur ane rada2 lupa di kisah2 awal.. Kenapakah? Amnesiakah ane??

Nama-nama yang tercantum sengaja disamarkan untuk menghindari kepo yang merajalela..
Spoiler for The Rules:
Ane ga ngarep cendol ato rate 5.. Tapi tetep makasi klo ada yang ngasi.. Ane lebih ngarep komen, jangan jadi SR.. Komen adalah semangat terbesar ane buat apdet
No KEPO 
Dilarang keras buat nge junk
Spoiler for Sinopsis:
Gw Zega, cewe 26 tahun, dan berdomisili di Semarang.. Sejak lahir sampe SMA, gw tinggal di sebuah kota kecil di Jawa Tengah.. Tapi bukan Semarang.. Gw pernah menjadi seorang mahasiswi Psikologi di salah satu universitas swasta di Bandung.. Dari awal perkuliahan gw itulah, kisah ini berawal.. Gw ketemu sama beberapa sosok pria.. Tapi ga semuanya seindah cerita dongeng.. Gw pun dapet banyak pandangan tentang arti cinta dan persahabatan.. Sampe akirnya gw menemukan seseorang yang gw anggep sebagai cinta terakhir gw.. Tapi semuanya tetap tidak berjalan mulus..
Keluarga gw pun termasuk keluarga yang luar biasa.. Gw dibesarkan oleh keluarga keturunan Tiong Hoa dan gw sendiri beragama Katolik.. Sampai suatu saat ada hal yang bikin gw ngrasa jauh dari keluarga gw sendiri..
Apa aja yang gw alami? Kisah seperti apa yang gw dapatin dari para pria di luar sana? Ada apa dengan keluarga gw?
Happy Reading.. Enjoy it..
Keluarga gw pun termasuk keluarga yang luar biasa.. Gw dibesarkan oleh keluarga keturunan Tiong Hoa dan gw sendiri beragama Katolik.. Sampai suatu saat ada hal yang bikin gw ngrasa jauh dari keluarga gw sendiri..
Apa aja yang gw alami? Kisah seperti apa yang gw dapatin dari para pria di luar sana? Ada apa dengan keluarga gw?
Happy Reading.. Enjoy it..
NB: bukan bermaksud SARA dengan memberitau latar belakang keluarga dan agama gw.. Gw hanya memberi info nyata karena ini adalah real story.. Dan tolong jangan ambil kesimpulan awal berdasar itu semua.. Gw yakin reader di sini cerdas kok..
Spoiler for Kepada Sahabat2ku yang patah hati:
Sakit hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya...
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi, melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmahnya...
Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi, melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmahnya...
Spoiler for Quote from TS:
-Jika ingin benar2 mencintai, belajarlah untuk memaafkan.. (Mother Teresa)
-Anak dan Ibunya tak pernah benar2 berpisah.. Menyatu dalam detak jantung keduanya.. (Charlotte Gray)
-Semakin lanjut usia Ayah, tak ada yang lebih disayang daripada seorang anak perempuannya.. (Euripides)
-Cinta menyembuhkan manusia.. Baik yang memberikan maupun yang menerima.. (Karl Menninger)
-Aku bukan hanya ingin dicintai.. Tapi juga mendengar ungkapan bahwa aku dicintai.. (George Eliot)
-Hanya perlu ditunjukkan.. Tidak ada kata terlambat untuk cinta.. (Denise Jacoby)
-Cinta itu sederhana.. Jika engkau tidak mampu membuatnya tertawa, cukuplah untuk membuatnya tidak terluka..
-Bila kamu sering diam dan mengalah hanya untuk mempertahankan hubungan, maka kamu telah menjadikan dia orang yang egois dan selalu menganggapmu salah dalam kondisi apapun...
-Keputusan yang salah dalam pernikahan adalah keputusan untuk tidak setia.. Keluarga tanpa kesetiaan adalah keluarga yang pasti hancur.. Keputusan untuk menomor duakan keluarga, dibanding kesibukan.. Uang memang perlu dalam keluarga, namun bukan berarti demi uang boleh meninggalkan keluarga.. Pada dasarnya dalam pernikahan, kejujuran dan keterbukaan serta ketulusan adalah 3 modal utama...
-Anak dan Ibunya tak pernah benar2 berpisah.. Menyatu dalam detak jantung keduanya.. (Charlotte Gray)
-Semakin lanjut usia Ayah, tak ada yang lebih disayang daripada seorang anak perempuannya.. (Euripides)
-Cinta menyembuhkan manusia.. Baik yang memberikan maupun yang menerima.. (Karl Menninger)
-Aku bukan hanya ingin dicintai.. Tapi juga mendengar ungkapan bahwa aku dicintai.. (George Eliot)
-Hanya perlu ditunjukkan.. Tidak ada kata terlambat untuk cinta.. (Denise Jacoby)
-Cinta itu sederhana.. Jika engkau tidak mampu membuatnya tertawa, cukuplah untuk membuatnya tidak terluka..
-Bila kamu sering diam dan mengalah hanya untuk mempertahankan hubungan, maka kamu telah menjadikan dia orang yang egois dan selalu menganggapmu salah dalam kondisi apapun...
-Keputusan yang salah dalam pernikahan adalah keputusan untuk tidak setia.. Keluarga tanpa kesetiaan adalah keluarga yang pasti hancur.. Keputusan untuk menomor duakan keluarga, dibanding kesibukan.. Uang memang perlu dalam keluarga, namun bukan berarti demi uang boleh meninggalkan keluarga.. Pada dasarnya dalam pernikahan, kejujuran dan keterbukaan serta ketulusan adalah 3 modal utama...
Spoiler for Quote from Reader:
Quote:
Original Posted By flashercupz►Manusia Kalo sudah ketemu titik jenuh ya begitu....
padahal dalam hidup itu yang susah itu mempertahankan apa yang sudah di dapat bukan mendapatkan apa yang ingin di dapat
padahal dalam hidup itu yang susah itu mempertahankan apa yang sudah di dapat bukan mendapatkan apa yang ingin di dapat
Quote:
Original Posted By almondholic►Memang c,, cobaan akan selalu ada dalam berbagai hal dan berbagai bentuk.. dan aku yakin semua akan indah pada waktu-Nya.. tapi ga semua orang bisa menyadari dan tetap menjalani cobaan yang diberikan..
Quote:
Original Posted By excalib►Emang ya, hidup itu penuh misteri. Kita ga bakal pernah tau seperti apa kedepannya. Ga kayak pelem horor yg gampang ketebak, apalagi sinetron!
Quote:
Original Posted By flashercupz►Kadang tuhan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan
Quote:
Original Posted By excalib►Namanya manusia pasti berubah2, kadang dikit kadang banyak kadang malah drastis. Itulah namanya jalan kehidupan.
Akhirnya sih, masa lalu ya masa lalu, kedewasaan terbentuk dari masa lalu kita dan pandangan kita ke masa depan. Tinggal gimana menyikapinya aja sih
Akhirnya sih, masa lalu ya masa lalu, kedewasaan terbentuk dari masa lalu kita dan pandangan kita ke masa depan. Tinggal gimana menyikapinya aja sih

Quote:
Original Posted By flashercupz►sabar itu tidak ada batasnya, yang membuat batas kesabaran manusia ya manusianya sendiri
Quote:
Original Posted By phitx►Pengen buat bangkit tapi kadang susah atau cuma bisa sesaat
Tapi ane yakin Tuhan ga tidur. Semua dah di atur sama Dia.
Ini saatnya pembelajaran biar ane bisa lebih baik dari sebelumnya
Tapi ane yakin Tuhan ga tidur. Semua dah di atur sama Dia.
Ini saatnya pembelajaran biar ane bisa lebih baik dari sebelumnya
Quote:
Original Posted By excalib►
I'm what i'm.
Take it as a whole.
But never try to change me.
If you can't take it.
Don't get in my way.
Take it as a whole.
But never try to change me.
If you can't take it.
Don't get in my way.
Quote:
Original Posted By flashercupz►Berucap minta maaf itu mudah yang susah itu menjaga agar kata maaf itu ngga keluar lagi....
Ada Quote dari Alm. Nelson Mandela
Masa lalu harus di maafkan, tapi jangan di lupakan
Ada Quote dari Alm. Nelson Mandela
Masa lalu harus di maafkan, tapi jangan di lupakan
Spoiler for Index:
Part 1. Old and New
Part 2. Bye Mr Idiot
Part 3. Who is she?
Part 4. The Moment of Truth
Part 5. What should i do?
Part 6. Again?
Part 7. I'm so fucked up
Part 8. Like Alien
Part 9. She was so Misterious
Part 10. World is Stoped
Part 11. Mystery has been Solved
Part 12. Between Dark and Light
Part 13. Time is Running Out
Part 14. Thy will be done on Earth as it is in Heaven
Part 15. Last Time for My Eyes
Part 16. In Silence, there is Place
Part 17. Damn.. Again??
Part 18. The Worst Part
Part 19. I'm (not) OK
Part 20. My Superman
Part 21. New People
Part 22. Detro
Part 23. Between Green and Blue
Part 24. Smart Plan
Part 25. 1st Time
Part 26. Detro's Day
Part 27. Detro's Pal
Part 28. Little reunion
Part 29. Bad Habbit
Part 30. The Family
Part 31. And the winner is.....
Part 32. Bad Luck
Part 33. Simple Plan
Part 34. The Promise
Part 35. 1st Christmas
Part 36. Man with many Skills
Part 37. Crying? LOL
Part 38. The Research Begin
Part 39. Man of Steel
Part 40. God always Exist
Part 41. Heart is always Fragile
Part 42. Graduation!!!
Part 43. Pursuit of Happiness
Part 44. Happiness is Simple
Part 45. 1st Anniversary
Part 46. Surprise!!!
Part 47. Detro's B'Day
Part 48. Fiuuuhh...
Part 49. Gamers
Part 50. Lesbian? So what?
Part 51. New World
Part 52. Thank you, Detro
Part 53. Trial
Part 54. My Day!!!
Part 55. Life is Never Flat
Part 56. Preparation
Part 57. 2nd Anniversary
Part 58. My 1st Long Trip
Part 59. You did it again
Part 60. I don't know what sould i do
Part 61. My Diary (Part 1)
Part 62. Deep Inside
Part 63. One for Sorrow
Part 64. Depression
Part 65. My Diary (Part 2)
Part 66. Detro's 25th Birthday
Part 67. Move on
Part 68. Forgiving
Part 69. Sorry Dad
Part 70. Bottom of My Broken Heart
Part 71. Right Time
Part 72. Hardwork
Part 73. Hello Goodbye
Part 74. Liar
Part 75. You drive me Crazy
Part 76. The Answer and My Diary (Part 3)
Part 77. From the past
Part 78. Home
Part 79. Behind the Scene
Part 80. 4th anniversary
Part 81. Packing
Part 82. Bye Bandung
Part 83. Welcome Back
Part 84. Big Trouble
Part 85. This Means War
Part 86. You Raise me Up (Part 1)
Part 87. You Raise me Up (Part 2)
Part 88. Thank u, Dad
Part 89. My Last B'Day
Part 90. His name is Onta
Part 91. Prepare for Wedding
Part 92. What the hell with you?
Part 93. Change
Part 94. I still love you
Part 95. The Fact (Part 1)
Part 96. The Fact (Part 2)
Part 97. My Big Family
Part 98. Goodbye
Part 99. My Neighbour
Part 100. Busy!!!!
Part 101. His Plan
Part 102. H-7
Part 103. H-6
Part 104. H-5
Part 105. H-4
Part 106. H-3
Part 107. H-2
Part 108. H-1
Part 109. My Last Diary
Part 110. A Few Hours Before the Wedding


The Wedding (Part 1)
The Wedding (Part 2)
Epilog
Tentang Mereka...
Cuap2 dari TS
Part 2. Bye Mr Idiot
Part 3. Who is she?
Part 4. The Moment of Truth
Part 5. What should i do?
Part 6. Again?
Part 7. I'm so fucked up
Part 8. Like Alien
Part 9. She was so Misterious
Part 10. World is Stoped
Part 11. Mystery has been Solved
Part 12. Between Dark and Light
Part 13. Time is Running Out
Part 14. Thy will be done on Earth as it is in Heaven
Part 15. Last Time for My Eyes
Part 16. In Silence, there is Place
Part 17. Damn.. Again??
Part 18. The Worst Part
Part 19. I'm (not) OK
Part 20. My Superman
Part 21. New People
Part 22. Detro
Part 23. Between Green and Blue
Part 24. Smart Plan
Part 25. 1st Time
Part 26. Detro's Day
Part 27. Detro's Pal
Part 28. Little reunion
Part 29. Bad Habbit
Part 30. The Family
Part 31. And the winner is.....
Part 32. Bad Luck
Part 33. Simple Plan
Part 34. The Promise
Part 35. 1st Christmas
Part 36. Man with many Skills
Part 37. Crying? LOL
Part 38. The Research Begin
Part 39. Man of Steel
Part 40. God always Exist
Part 41. Heart is always Fragile
Part 42. Graduation!!!
Part 43. Pursuit of Happiness
Part 44. Happiness is Simple
Part 45. 1st Anniversary
Part 46. Surprise!!!
Part 47. Detro's B'Day
Part 48. Fiuuuhh...
Part 49. Gamers
Part 50. Lesbian? So what?
Part 51. New World
Part 52. Thank you, Detro
Part 53. Trial
Part 54. My Day!!!
Part 55. Life is Never Flat
Part 56. Preparation
Part 57. 2nd Anniversary
Part 58. My 1st Long Trip
Part 59. You did it again
Part 60. I don't know what sould i do
Part 61. My Diary (Part 1)
Part 62. Deep Inside
Part 63. One for Sorrow
Part 64. Depression
Part 65. My Diary (Part 2)
Part 66. Detro's 25th Birthday
Part 67. Move on
Part 68. Forgiving
Part 69. Sorry Dad
Part 70. Bottom of My Broken Heart
Part 71. Right Time
Part 72. Hardwork
Part 73. Hello Goodbye
Part 74. Liar
Part 75. You drive me Crazy
Part 76. The Answer and My Diary (Part 3)
Part 77. From the past
Part 78. Home
Part 79. Behind the Scene
Part 80. 4th anniversary
Part 81. Packing
Part 82. Bye Bandung
Part 83. Welcome Back
Part 84. Big Trouble
Part 85. This Means War
Part 86. You Raise me Up (Part 1)
Part 87. You Raise me Up (Part 2)
Part 88. Thank u, Dad
Part 89. My Last B'Day
Part 90. His name is Onta
Part 91. Prepare for Wedding
Part 92. What the hell with you?
Part 93. Change
Part 94. I still love you
Part 95. The Fact (Part 1)
Part 96. The Fact (Part 2)
Part 97. My Big Family
Part 98. Goodbye
Part 99. My Neighbour
Part 100. Busy!!!!
Part 101. His Plan
Part 102. H-7
Part 103. H-6
Part 104. H-5
Part 105. H-4
Part 106. H-3
Part 107. H-2
Part 108. H-1
Part 109. My Last Diary
Part 110. A Few Hours Before the Wedding


The Wedding (Part 1)
The Wedding (Part 2)
Epilog
Tentang Mereka...
Cuap2 dari TS
Spoiler for PDF:
Quote:
Original Posted By slaugh►ane sebagai SR yg kurang kerjaan
ada bikin versi pdf dari cerita sis Zega....
klo sis Zega keberatan, ane akan hapus linknya.
Note: untuk foto2 tdk semua ane masukin karena alasan privasi TS.
ada bikin versi pdf dari cerita sis Zega....
Spoiler for link pdf:
klo sis Zega keberatan, ane akan hapus linknya.
Note: untuk foto2 tdk semua ane masukin karena alasan privasi TS.
Spoiler for Twitter:
And follow my Twitter @Zega2714

Diubah oleh Zega2714 09-08-2014 11:35
efti108 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
224.2K
Kutip
1.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Zega2714
#41
Part 13. Time is Running Out
Spoiler for Part 13:
Mama masih tidur saat gw dan Kak Rian mendekat ke ranjang Mama.. Gw berdiri di sebelah kiri Mama sambil megang tangan kiri Mama, dan Kak Rian di sebelah kanan Mama. megang tangan kanan Mama..
Kak Rian: Tuhan, klo Kau beri kesembuhan pada Mama kami, berikanlah jalan supaya semuanya lancar sampai di China nanti.. Jika Kau berkehendak lain, biarlah mama pergi dengan tenang di tengah2 kami
Air mata gw mengalir perlahan.. Gw ga brenti menatap wajah Mama.. Setelah berdoa, gw masih berdiri di samping Mama..Gw tetep ngajak Mama ngobrol walopun gw tau Mama ga denger apa yang aku ucapin.. Mungkin lebih baik begitu.. Karena gw bisa numpahin emosi gw..
Angan2 gw kembali ke beberapa bulan lalu saat Lebaran.. Kami liburan ke Telaga Sarangan.. Hanya ada kami ber4.. Papa, Mama, Kak Rian, dan gw.. Gw ga pernah nyangka klo beberapa bulan berikutnya harus seperti ini.. Kanker lever stadium akhir..Kalimat itu terus ada di kepala gw.. Gimana bisa? Bukankah kanker itu ada proses berkembangnya? Sangat ga mungkin klo semuanya secepet ini.. Tapi gw sedikit nemu jawaban buat pertanyaan gw sendiri.. Mama paling takut klo diajak ke dokter.. Mama lebih memilih mengobati penyakitnya sendiri dengan obat biasa.. Yah, itulah alesan yang menurut gw paling masuk akal.. Dan karena alesan itulah, semua keluarga ga ngasi tau soal penyakit Mama yang sebenernya.. Karena Mama bakal lebih drop lagi..
Setelah beberapa hari di RS, Mama selalu nanya, "Kapan pulang? Aku sakit apa? Kenapa perutnya besar?".. Keluarga besar bingung harus jawab apa.. Papa cuma bilang, "itu ada cairan di perut.. Makanya perutnya jadi besar"..
Rabu, 12 Desember 2007
Paginya, Papa baru dateng dan sampe di RS.. Malem harinya, dokter dari maskapai penerbangan yang akan dipakai besok berangkat ke China, dateng buat cek kesehatan Mama.. Karena ternyata seperti itulah prosedur dari maskapai klo bawa penumpang pasien..
Gw diem, nunggu di luar kamar selama dokter mriksa keadaan Mama..
"Tuhan, tolong berikan yang terbaik"..
Mungkin sudah jalanNya, dokter itu bilang Mama ga bisa berangkat.. Karena paru2 nya udah mulai membengkak, dan udah pendarahan di dalam... Dengan ketinggian pesawat dan tekanan udara, ditakutkan Mama ga akan kuat.. Dan klo di tengah perjalanan Mama meninggal, pesawat harus brenti dan menurunkan Mama.. Gw sedikit lega karena artinya Mama ga jadi berangkat ke China..
Semua sodara2 Mama di depan kamar udah pada ribut sendiri.. "protes" sama keputusan dokter.. Mereka maksa Papa buat ambil tindakan.. Gw bisa liat papa bingung..
Gw datengin mereka.. Tante gw nunjukkin brosur pengobatan di China.. Gw baca sekilas brosur itu.. Lalu gw senyum sinis ke arah mereka..
Zega: Di brosur ini kan ditulis, klo penyakitnya masih tahap awal, mereka bisa obati.. Tapi klo udah akut, mereka sendiri juga ga bisa apa2..
Tante: Tapi kan kita harus usaha..
Zega: Iya, tapi klo Mama kenapa2 di jalan, siapa yang mau tanggung jawab?
Tante: Trus maunya kamu gimana?
Zega: ya diobatin di sini aja lah..
Tante: Di sini pelayanannya ga maksimal.. Gimana klo pindah aja ke RS X? (RS khusus kanker di Jakarta)
Zega: Dipikir dulu lah klo ngomong.. Kalian ga mau ngasi tau penyakit Mama trus tiba2 mau mindahin Mama ke RS khusus kanker.. Hahahaha!!!!! Kalian emang bego, tapi Mama ga bego!!! Lagian ngapain pada ribut sih? emang klo ada apa2 sama Mama, kalian mau tanggung jawab? Mau pada mati smua juga mama tetep ga bisa dgantiin..!!!! Ga usah tolol deh..!!!!
Semua kaget denger gw ngomong gitu.. Terutama Papa.. Kak Rian? Udah biasa dia denger gw ngomong gitu.. Dia tau gw keras.. Bahkan cenderung kasar... Dia sih cuma bisa senyum2 sendiri...
Sifat asli gw akirnya kluar juga.. Karena tiap kali di depan sodara2, gw harus bersikap baik.. Padahal dalem ati gw, udah pengen muntahin tu muka mereka dari dulu..
Zega: Sekarang yang berhak ambil keputusan di sini, cuma Papa, Kak Rian, sama aku.. Lainnya? Cukup ngasi saran.. Klo ga ditrima sarannya ya jangan marah.. Kya bocah!!!!
Gw langsung masuk ke kamar diikuti Kak Rian.. Kak Rian ngejelasin sama mama klo mama ga bisa berangkat.. Reaksinya? Mama marah!!! Mama pengen berangkat karena Mama pengenn sembuh.. Itu alesannya.. Kak Rian pun langsung nyari alesan kenapa Mama ga bisa berangkat.. Entah apa yang Kak Rian bilang, tapi pada akirnya Mama bisa terima alesan itu..
Kamis, 13 Desember 2007
Gw bisa pulang ke Bandung dengan tenang.. Karena gw udah mulai ngerti apa maksud Tuhan.. Gw cuman tinggal siapin mental setebel baja buat kemungkinan apapun itu..
Sabtu, 15 Desember 2007
Setelah ujian, gw ke jakarta lagi.. Pagi2 sebelum berangkat, gw dapet sms dari Kakak sepupu gw yang di Jakarta..

"kamu ntar langsung ke RS X ya (RS di Gatsu, JakSel).. Mama dipindahin ke sana"
pk 13.30
Gw sampe di RS.. Pas sampe di kamar Mama, gw liat semua keluarga kumpul di depan kamar.. Ternyata mama lagi dimandiin.. Tirai di sekeliling kasur Mama ditutup.. Begitu slese, tirai itu dibuka lagi.. Dan yang gw liat adalah hal yang ga pernah gw bayangin sama sekali..
Gw liat badan Mama tambah kurus.. Selang infus dimana2.. Selang oksigen.. Dan ada selang besar yang dimasukkin lewat idung.. Kata Kak Rian, selang itu langsung ke lambung supaya mama bisa makan..
Gw ga sanggup liat itu semua.. Gw langsung keluar kamar.. Kak Rian ngejar gw.. Semua berusaha nenangin gw.. Gw baru tenang setelah salah 1 sodara gw yang nungguin mama di dalem, bilang klo gw dicariin Mama...
Malemnya, mama ngeluh ngantuk tapi ga bisa tidur.. Mama memang dibikin ga bisa tidur.. Karena takutnya klo sewaktu2 Mama koma, dokter ga bisa ksi penanganan lebih lanjut..
Mama juga ga boleh sembarangan diksi minum.. Harus ijin dulu sama suster.. Sampe mama bilang, "Mama haus, tapi sama suster ga bole minum.. Mama mau minum nak".. Gw bingung.. Gw takut salah.. Gw cuma bilang "jangan banyak minum dulu Ma.. Ntar pipisnya susah lho.. dah, aku pijitin aja ya"..
Mama balik badan dan gw mijitin punggungnya.. Hati gw lebih sakit lagi liat semua ini... Bahkan sejak masih di RS yang sebelumnya, Mama sering mukulin perutnya sendiri saking keselnya ga sembuh2..
Kak Rian: Tuhan, klo Kau beri kesembuhan pada Mama kami, berikanlah jalan supaya semuanya lancar sampai di China nanti.. Jika Kau berkehendak lain, biarlah mama pergi dengan tenang di tengah2 kami
Air mata gw mengalir perlahan.. Gw ga brenti menatap wajah Mama.. Setelah berdoa, gw masih berdiri di samping Mama..Gw tetep ngajak Mama ngobrol walopun gw tau Mama ga denger apa yang aku ucapin.. Mungkin lebih baik begitu.. Karena gw bisa numpahin emosi gw..
Angan2 gw kembali ke beberapa bulan lalu saat Lebaran.. Kami liburan ke Telaga Sarangan.. Hanya ada kami ber4.. Papa, Mama, Kak Rian, dan gw.. Gw ga pernah nyangka klo beberapa bulan berikutnya harus seperti ini.. Kanker lever stadium akhir..Kalimat itu terus ada di kepala gw.. Gimana bisa? Bukankah kanker itu ada proses berkembangnya? Sangat ga mungkin klo semuanya secepet ini.. Tapi gw sedikit nemu jawaban buat pertanyaan gw sendiri.. Mama paling takut klo diajak ke dokter.. Mama lebih memilih mengobati penyakitnya sendiri dengan obat biasa.. Yah, itulah alesan yang menurut gw paling masuk akal.. Dan karena alesan itulah, semua keluarga ga ngasi tau soal penyakit Mama yang sebenernya.. Karena Mama bakal lebih drop lagi..
Setelah beberapa hari di RS, Mama selalu nanya, "Kapan pulang? Aku sakit apa? Kenapa perutnya besar?".. Keluarga besar bingung harus jawab apa.. Papa cuma bilang, "itu ada cairan di perut.. Makanya perutnya jadi besar"..
Rabu, 12 Desember 2007
Paginya, Papa baru dateng dan sampe di RS.. Malem harinya, dokter dari maskapai penerbangan yang akan dipakai besok berangkat ke China, dateng buat cek kesehatan Mama.. Karena ternyata seperti itulah prosedur dari maskapai klo bawa penumpang pasien..
Gw diem, nunggu di luar kamar selama dokter mriksa keadaan Mama..
"Tuhan, tolong berikan yang terbaik"..
Mungkin sudah jalanNya, dokter itu bilang Mama ga bisa berangkat.. Karena paru2 nya udah mulai membengkak, dan udah pendarahan di dalam... Dengan ketinggian pesawat dan tekanan udara, ditakutkan Mama ga akan kuat.. Dan klo di tengah perjalanan Mama meninggal, pesawat harus brenti dan menurunkan Mama.. Gw sedikit lega karena artinya Mama ga jadi berangkat ke China..
Semua sodara2 Mama di depan kamar udah pada ribut sendiri.. "protes" sama keputusan dokter.. Mereka maksa Papa buat ambil tindakan.. Gw bisa liat papa bingung..
Gw datengin mereka.. Tante gw nunjukkin brosur pengobatan di China.. Gw baca sekilas brosur itu.. Lalu gw senyum sinis ke arah mereka..
Zega: Di brosur ini kan ditulis, klo penyakitnya masih tahap awal, mereka bisa obati.. Tapi klo udah akut, mereka sendiri juga ga bisa apa2..
Tante: Tapi kan kita harus usaha..
Zega: Iya, tapi klo Mama kenapa2 di jalan, siapa yang mau tanggung jawab?
Tante: Trus maunya kamu gimana?
Zega: ya diobatin di sini aja lah..
Tante: Di sini pelayanannya ga maksimal.. Gimana klo pindah aja ke RS X? (RS khusus kanker di Jakarta)
Zega: Dipikir dulu lah klo ngomong.. Kalian ga mau ngasi tau penyakit Mama trus tiba2 mau mindahin Mama ke RS khusus kanker.. Hahahaha!!!!! Kalian emang bego, tapi Mama ga bego!!! Lagian ngapain pada ribut sih? emang klo ada apa2 sama Mama, kalian mau tanggung jawab? Mau pada mati smua juga mama tetep ga bisa dgantiin..!!!! Ga usah tolol deh..!!!!

Semua kaget denger gw ngomong gitu.. Terutama Papa.. Kak Rian? Udah biasa dia denger gw ngomong gitu.. Dia tau gw keras.. Bahkan cenderung kasar... Dia sih cuma bisa senyum2 sendiri...
Sifat asli gw akirnya kluar juga.. Karena tiap kali di depan sodara2, gw harus bersikap baik.. Padahal dalem ati gw, udah pengen muntahin tu muka mereka dari dulu..

Zega: Sekarang yang berhak ambil keputusan di sini, cuma Papa, Kak Rian, sama aku.. Lainnya? Cukup ngasi saran.. Klo ga ditrima sarannya ya jangan marah.. Kya bocah!!!!

Gw langsung masuk ke kamar diikuti Kak Rian.. Kak Rian ngejelasin sama mama klo mama ga bisa berangkat.. Reaksinya? Mama marah!!! Mama pengen berangkat karena Mama pengenn sembuh.. Itu alesannya.. Kak Rian pun langsung nyari alesan kenapa Mama ga bisa berangkat.. Entah apa yang Kak Rian bilang, tapi pada akirnya Mama bisa terima alesan itu..
Kamis, 13 Desember 2007
Gw bisa pulang ke Bandung dengan tenang.. Karena gw udah mulai ngerti apa maksud Tuhan.. Gw cuman tinggal siapin mental setebel baja buat kemungkinan apapun itu..
Sabtu, 15 Desember 2007
Setelah ujian, gw ke jakarta lagi.. Pagi2 sebelum berangkat, gw dapet sms dari Kakak sepupu gw yang di Jakarta..

"kamu ntar langsung ke RS X ya (RS di Gatsu, JakSel).. Mama dipindahin ke sana"
pk 13.30
Gw sampe di RS.. Pas sampe di kamar Mama, gw liat semua keluarga kumpul di depan kamar.. Ternyata mama lagi dimandiin.. Tirai di sekeliling kasur Mama ditutup.. Begitu slese, tirai itu dibuka lagi.. Dan yang gw liat adalah hal yang ga pernah gw bayangin sama sekali..
Gw liat badan Mama tambah kurus.. Selang infus dimana2.. Selang oksigen.. Dan ada selang besar yang dimasukkin lewat idung.. Kata Kak Rian, selang itu langsung ke lambung supaya mama bisa makan..
Gw ga sanggup liat itu semua.. Gw langsung keluar kamar.. Kak Rian ngejar gw.. Semua berusaha nenangin gw.. Gw baru tenang setelah salah 1 sodara gw yang nungguin mama di dalem, bilang klo gw dicariin Mama...
Malemnya, mama ngeluh ngantuk tapi ga bisa tidur.. Mama memang dibikin ga bisa tidur.. Karena takutnya klo sewaktu2 Mama koma, dokter ga bisa ksi penanganan lebih lanjut..
Mama juga ga boleh sembarangan diksi minum.. Harus ijin dulu sama suster.. Sampe mama bilang, "Mama haus, tapi sama suster ga bole minum.. Mama mau minum nak".. Gw bingung.. Gw takut salah.. Gw cuma bilang "jangan banyak minum dulu Ma.. Ntar pipisnya susah lho.. dah, aku pijitin aja ya"..
Mama balik badan dan gw mijitin punggungnya.. Hati gw lebih sakit lagi liat semua ini... Bahkan sejak masih di RS yang sebelumnya, Mama sering mukulin perutnya sendiri saking keselnya ga sembuh2..
Diubah oleh Zega2714 04-12-2013 08:11
khuman dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas