- Beranda
- Stories from the Heart
[Reborn] .: (Hidupku) Sebuah Cerita.......yang belum berakhir :. [By GG16Proff]
...
TS
peppy.69
[Reborn] .: (Hidupku) Sebuah Cerita.......yang belum berakhir :. [By GG16Proff]
Selamat malam para reader SFTH semua 
Disini ane mau nge-Reborn sebuah thread dari agan GG16Proffyang berjudul
===========================================
(Hidupku) Sebuah Cerita.......yang belum berakhir
===========================================
oke, selamat membaca

Disini ane mau nge-Reborn sebuah thread dari agan GG16Proffyang berjudul
===========================================
(Hidupku) Sebuah Cerita.......yang belum berakhir
===========================================
oke, selamat membaca

Indeks
CHAPTER 1
Quote:
- Part I : Pelatihan
- Part II(a) : The D Day, Pengibaran
- Part II(b) : The D Day, Setelah pengibaran
- Part III : Film Hororkah Ini? Sayangnya Tidak
- Part IV : Pagi Menjelang
- Part V : Akhirnya Kudapatkan....
- Part VI : My...... First Call
- Part VII : OOT
- PART VIII : Dasar Teorema Penjumlahan [bag 1]
- Part VIII : Dasar Teorema Penjumlahan [bag 2]
- Part IX : Disaat Senja
- Part X : Akhir Penantian, Sebuah Jawaban
- Part XI : M.A.A.F [Part A]
- Part XI : M.A.A.F [Part B]
CHAPTER 2
Quote:
Diubah oleh peppy.69 13-12-2013 19:59
anasabila memberi reputasi
1
16.7K
Kutip
78
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
peppy.69
#54
Part X – Akhir Penantian, Sebuah Jawaban
Quote:
Menunggu, sebuah kegiatan yang membosankan (kalau tidak bisa dibilang menjengkelkan). Untuk mereka yang sedang jatuh cinta bisa saja tidak muncul pengakuan jujur,Namun janganlah terlalu sering membohongi hati sendiri
.
Menunggu jawaban Dira yang dijanjikan dalam waktu seminggu, itu sama saja memberikan sebuah kesia-siaan kedalam perjalanan hidupku. Karena baru pertama kalinya nembak cewek secara serius, ternyata respon yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Mau kupikir sampai rambut dikepala botak, tidak akan ada jawaban yang muncul, Mau bertindak bodoh untuk menarik perhatian Dira agar segera memberikan jawaban, bukanlah jiwaku, Not Me Banget.
“Bukankah Dira tidak menyebutkan selama seminggu ini dia tidak mau menerima telfon dariku?”
“ Bukankah Dira tidak mengatakan selama seminggu ini aku tidak boleh datang ke rumahnya?”
Minggu
Bangun siang, makan, nonton tipi, menjelang sore kelayapan mpe jam 10 malem
Senin
Dibangunin Pagi, belajar, Sekolah, pulang, buat laporan PSG
Selasa
Dibangunin Subuh, molor lagi, bangun, siap-siap sekolah, Sekolah
Nelfun dira disore hari (waktu istirahat) hanya untuk bilang say Hi, pulang, bikin laporan PSG
Rabu
Dibangunin subuh, molor, Bangun, Belajar, Sekolah, pulang, cabut ma temen-temen PASKIB
Kamis
Nothing happen
Jum’at
Seperti biasa, plus ditambah deg-degan di malam hari, ngelamun hal gak penting, ngelamun gak jelas ditemani lagu-lagu mellow dari radio (knp y radio-radio kalau malem demen banget nyiarin lagu-lagu mellow
)
Sabtu
[Again] Dibangunin Subuh, molor lagi, gak sekolah, libur, berusaha meredam suasana hati, ntar malam akan ada jawaban.
IYA..TIDAK…MAU…NGGAK
ufhhhhhh, kemarin-kemarin masih terasa biasa, kenapa sekarang membentuk menjadi sebuah rasa penasaran?????
Makan Nggak Enak …
Nggak juga, aku masih terasa lapar, masih makan dengan porsi seperti biasa
Mandi Nggak enak….
Nggak juga, aku masih bisa merasakan kesegaran air bumi Ngalam
Kegiatanku hari itu berjalan seperti biasa, namun tetap seperti ada yang mengganjal di Hati dan menggumpal di Kepala.
Aku tahu sebabnya, karena hari ini jawaban dira akan kuterima!!!!
Tetapi kenapa begitu deg-degan, Biasa namun tidak biasa, normal namun tidak normal, Tidak menjadi beban namun terbebani, Penasaran namun tidak bingung…
Urghhh aku sudah tahu sebabnya, namun kenapa aku tidak dapat menemukan penyelesaiannya??
***
Kukenakan Jaket kulit warisan dari ayah, tak lupa kusemprotkan sedikit bodyspray, menuruni tangga berjalan ke ruang keluarga, sudah ada ibuku dan adik-adik yang setelah sholat maghrib selalu menonton televisi.
“ bu’, aku keluar dulu, pake motor ayah” Pamitku sambil tak lupa mencium tangan beliau
“ Mau Kemana ge?”
“ kemana lagi bu’, pasti ketempat mbak Dira” Adikku menimpali
“ Oo, Jangan malem-malem kalau pulang”
“ Hu uh, berangkat dulu, Assalamualaikum”
“ Waalaikumsalam, Hati hati Ge, jangan ngebut” (pesan ibuku seperti biasa
)
***
“ Assalamualaikum”
“ Waalaikumsalam, mau didalam atau diluar Ge?”
Syukurlah yang membuka pintu Dira
“ di luar aja lebih enak Dira”
“ Kok sepi, lagi pada kemana?”
“ Itu risa minta dibeliin buku pelajaran, nggak tahu buku apa”
“ Ooooo”
…..
Aku dan dia terdiam, aku ingin segera mendapatkan jawaban, namun aku sendiri tidak ingin memberikan kesan bahwa kedatanganku sekarang untuk menagih jawabannya.
“ Gege, mo minum apa?” Tanya Dira memecah keheningan
“ Hmm.. yang dingin-dingin aja Dir”
“ Air Got depan dikasih es batu mau? “
“ Wuiksss…emang tega gitu ngasih air got?”
“ Hehe….ya sudah aku bilang ke mbok dulu yah Ge”
“ Ok”
Kembali aku terjebak didalam keheningan dibangku panjang ini, Entah sudah kali keberapa bangku ini kududukin, mungkin kalau dia bisa bicara, dia pasti bilang,
“Ge…jangan kelamaan mendudukiku, capek niy”
Suasana didepan rumah Dira sepi, sebuah suasana yang selalu terlihat di perumahan, berbeda dengan suasana didepan rumahku yang terletak di tengah-tengah kampong. Hanya sesekali lewat pengemudi motor, penjual nasi goreng, hansip yang lagi berpatroli. Bisa jadi bangku panjang ini bisa mengatakan siapa saja yang lewat didepan rumah.
Urghhh Kenapa lama sekali Dira membikin minumnya? Bukankah tadi dia bilang akan pesan ke si-mbok. Penat kelamaan duduk di bangku keras, iseng-iseng aku melihat kedalam jendela yang terletak di atas bangku panjang. Jendela Kamar Dira, terang terlihat dari jendela.
“ Hmm mungkin dia lupa mematikan lampunya”
Rapi, cirri khas kamar seorang wanita.
Emhh…sayang jendelanya tidak terbuka, misalkan terbuka aku pasti bisa mencium harum tubuh Dira.
Keharuman tubuh wanita bukanlah tergantung dari merk dan jenis pewangi yang dia pakai, Bisa jadi 2 faktor tersebut berpengaruh, namun yang paling berpengaruh adalah sejauh mana wanita tersebut merawat tubuhnya. Bedakan antara keharuman tubuh akibat pewangi dengan keharuman tubuh yang alami, terkadang kalau cukup beruntung bisa ditemukan sisa-sisa keharuman tubuh wanita di ruangan yang ditempati
“ Hayooooo Ngapain Gege, kok ngeliatin kamarku?” Seru Dira mengagetkanku
“ Eh nggak papa, cuman pengen liat aja, rapi ya kamar kamu”
“ Namanya juga cewek, khan harus rapi, emang kamarmu nggak rapi ”
“ Enak aja, coba deh di check kamarku kalau nggak rapi”
“ Emang kalau kamarku rapi, aku mo dikasih apa?”
“ Hehe…ya sudah nanti kapan-kapan kuperiksa kamar gege”
“ Bener yah, tapi kalau rapi aku mo dikasi apa?”
“ hmmm apa ya, ih Gege aneh, masa diperiksa kamarnya aja minta sesuatu”
“ Iya donk, lagian siapa yang bilang kamar Gege gak rapi, Ayoo kalau rapi mo minta apa? “
“ emhhh….Minta jawaban”
“ Idih itu khan maunya Gege”
“ Loh khan dira janjinya minggu ini mo ngasih jawaban”
Untunglah waktu itu aku dan dira benar-benar tidak memperhatikan sususan kata yang terangkai, apabila Dia memperhatikan, bisa-bisa dia akan memberikan jawabannya setelah memeriksa kamarku yang entah kapan akan dilakukan. Kalau itu sampai terjadi bisa mampus.
“ Emang jawaban apa Ge?"
“ Jawaban yang kemaren”
“ Emang Gege Nanya apa?”
“ DIRAAAAA………..” aku mulai gemas,
Tak tahukah dia kalau hatiku tak bisa kutentramkan dari pagi tadi, dan dengan santainya dia nanya jawaban dari pertanyaan yang bagaimana
“ hehehe…..”
“ Dih ketawa aja, jawabannya mana?”
“ Kenapa sih ge kok dari tadi yang ditanyain jawaban mulu”
“ Gimana nggak nanya jawaban mulu, Kalau Dira harusnya bisa ngasih jawaban minggu kemarin”
" Emang harus hari ini Ge?, Sekarang Ge?"
" Khan dira sudah janji?"
" Kalau nggak sekarang nggak bisa Ge?"
" Kok gitu????"
Aku bingung, mo marah, tapi masa marah ke Dira?, nggak marah kok keterlaluan
“ Berarti ceritanya marah nih ke Dira?”
“ Kalau Marah ya sudah, Dira terima deh ………..marahnya” Ktanya masih tetep menggodaku untuk semakin penasaran
“ …”
……
“ Ge…”
“ Hemm”
“ Gege minggu kemarin serius?”
“ Serius Dira, kalau nggak serius kenapa aku ngomong gitu”
“ Yaaa khan kamu biasanya bercanda, siapa tahu yang minggu kemarin juga bercanda”
resiko menjadi anak yang terkenal sebagai Tukang huru hara
“ Serius Dira, Aku serius kalau sayang sama Dira, dan pengen jadiin kamu jadi pacarku”
Kutegaskan sekali lagi sambil mengambil dan menggenggam tangannya. Kutatap Matanya
“ Dira sayang nggak ma aku?
“ Mau nggak jadi pacar pertamaku?”
“ Emhh…..”
“ Dira nggak mau ya?” suaraku terdengar melemah
“ Dira…”
“ Ge…”
……
“ Dira juga sayang kok ke Gege, Dira mau jadi pacarnya Gege”
“ Hah, Bener, Dira sayang ke Gege? “ tanyaku tak percaya
“ He eh” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya
Malang; Awal Januari 1997
~~ Jalan Mangga no 4 ~~
Kalau mengingat saat-saat itu, betapa sungguh lucu sekali, hanya karena pertama kali mau menyatakan perasaan, begitu hasilnya sesuai yang diharapkan, berasa memenangkan sebuah pertandingan
Saat-saat yang menyenangkan
.Menunggu jawaban Dira yang dijanjikan dalam waktu seminggu, itu sama saja memberikan sebuah kesia-siaan kedalam perjalanan hidupku. Karena baru pertama kalinya nembak cewek secara serius, ternyata respon yang diberikan tidak sesuai dengan harapan. Mau kupikir sampai rambut dikepala botak, tidak akan ada jawaban yang muncul, Mau bertindak bodoh untuk menarik perhatian Dira agar segera memberikan jawaban, bukanlah jiwaku, Not Me Banget.
“Bukankah Dira tidak menyebutkan selama seminggu ini dia tidak mau menerima telfon dariku?”
“ Bukankah Dira tidak mengatakan selama seminggu ini aku tidak boleh datang ke rumahnya?”
Minggu
Bangun siang, makan, nonton tipi, menjelang sore kelayapan mpe jam 10 malem
Senin
Dibangunin Pagi, belajar, Sekolah, pulang, buat laporan PSG
Selasa
Dibangunin Subuh, molor lagi, bangun, siap-siap sekolah, Sekolah
Nelfun dira disore hari (waktu istirahat) hanya untuk bilang say Hi, pulang, bikin laporan PSG
Rabu
Dibangunin subuh, molor, Bangun, Belajar, Sekolah, pulang, cabut ma temen-temen PASKIB
Kamis
Nothing happen
Jum’at
Seperti biasa, plus ditambah deg-degan di malam hari, ngelamun hal gak penting, ngelamun gak jelas ditemani lagu-lagu mellow dari radio (knp y radio-radio kalau malem demen banget nyiarin lagu-lagu mellow
)Sabtu
[Again] Dibangunin Subuh, molor lagi, gak sekolah, libur, berusaha meredam suasana hati, ntar malam akan ada jawaban.
IYA..TIDAK…MAU…NGGAK
ufhhhhhh, kemarin-kemarin masih terasa biasa, kenapa sekarang membentuk menjadi sebuah rasa penasaran?????
Makan Nggak Enak …
Nggak juga, aku masih terasa lapar, masih makan dengan porsi seperti biasa
Mandi Nggak enak….
Nggak juga, aku masih bisa merasakan kesegaran air bumi Ngalam
Kegiatanku hari itu berjalan seperti biasa, namun tetap seperti ada yang mengganjal di Hati dan menggumpal di Kepala.
Aku tahu sebabnya, karena hari ini jawaban dira akan kuterima!!!!
Tetapi kenapa begitu deg-degan, Biasa namun tidak biasa, normal namun tidak normal, Tidak menjadi beban namun terbebani, Penasaran namun tidak bingung…
Urghhh aku sudah tahu sebabnya, namun kenapa aku tidak dapat menemukan penyelesaiannya??
***
Kukenakan Jaket kulit warisan dari ayah, tak lupa kusemprotkan sedikit bodyspray, menuruni tangga berjalan ke ruang keluarga, sudah ada ibuku dan adik-adik yang setelah sholat maghrib selalu menonton televisi.
“ bu’, aku keluar dulu, pake motor ayah” Pamitku sambil tak lupa mencium tangan beliau
“ Mau Kemana ge?”
“ kemana lagi bu’, pasti ketempat mbak Dira” Adikku menimpali
“ Oo, Jangan malem-malem kalau pulang”
“ Hu uh, berangkat dulu, Assalamualaikum”
“ Waalaikumsalam, Hati hati Ge, jangan ngebut” (pesan ibuku seperti biasa
)***
“ Assalamualaikum”
“ Waalaikumsalam, mau didalam atau diluar Ge?”
Syukurlah yang membuka pintu Dira
“ di luar aja lebih enak Dira”
“ Kok sepi, lagi pada kemana?”
“ Itu risa minta dibeliin buku pelajaran, nggak tahu buku apa”
“ Ooooo”
…..
Aku dan dia terdiam, aku ingin segera mendapatkan jawaban, namun aku sendiri tidak ingin memberikan kesan bahwa kedatanganku sekarang untuk menagih jawabannya.
“ Gege, mo minum apa?” Tanya Dira memecah keheningan
“ Hmm.. yang dingin-dingin aja Dir”
“ Air Got depan dikasih es batu mau? “
“ Wuiksss…emang tega gitu ngasih air got?”
“ Hehe….ya sudah aku bilang ke mbok dulu yah Ge”
“ Ok”
Kembali aku terjebak didalam keheningan dibangku panjang ini, Entah sudah kali keberapa bangku ini kududukin, mungkin kalau dia bisa bicara, dia pasti bilang,
“Ge…jangan kelamaan mendudukiku, capek niy”
Suasana didepan rumah Dira sepi, sebuah suasana yang selalu terlihat di perumahan, berbeda dengan suasana didepan rumahku yang terletak di tengah-tengah kampong. Hanya sesekali lewat pengemudi motor, penjual nasi goreng, hansip yang lagi berpatroli. Bisa jadi bangku panjang ini bisa mengatakan siapa saja yang lewat didepan rumah.
Urghhh Kenapa lama sekali Dira membikin minumnya? Bukankah tadi dia bilang akan pesan ke si-mbok. Penat kelamaan duduk di bangku keras, iseng-iseng aku melihat kedalam jendela yang terletak di atas bangku panjang. Jendela Kamar Dira, terang terlihat dari jendela.
“ Hmm mungkin dia lupa mematikan lampunya”
Rapi, cirri khas kamar seorang wanita.
Emhh…sayang jendelanya tidak terbuka, misalkan terbuka aku pasti bisa mencium harum tubuh Dira.
Keharuman tubuh wanita bukanlah tergantung dari merk dan jenis pewangi yang dia pakai, Bisa jadi 2 faktor tersebut berpengaruh, namun yang paling berpengaruh adalah sejauh mana wanita tersebut merawat tubuhnya. Bedakan antara keharuman tubuh akibat pewangi dengan keharuman tubuh yang alami, terkadang kalau cukup beruntung bisa ditemukan sisa-sisa keharuman tubuh wanita di ruangan yang ditempati

“ Hayooooo Ngapain Gege, kok ngeliatin kamarku?” Seru Dira mengagetkanku
“ Eh nggak papa, cuman pengen liat aja, rapi ya kamar kamu”
“ Namanya juga cewek, khan harus rapi, emang kamarmu nggak rapi ”
“ Enak aja, coba deh di check kamarku kalau nggak rapi”
“ Emang kalau kamarku rapi, aku mo dikasih apa?”
“ Hehe…ya sudah nanti kapan-kapan kuperiksa kamar gege”
“ Bener yah, tapi kalau rapi aku mo dikasi apa?”
“ hmmm apa ya, ih Gege aneh, masa diperiksa kamarnya aja minta sesuatu”
“ Iya donk, lagian siapa yang bilang kamar Gege gak rapi, Ayoo kalau rapi mo minta apa? “
“ emhhh….Minta jawaban”
“ Idih itu khan maunya Gege”
“ Loh khan dira janjinya minggu ini mo ngasih jawaban”
Untunglah waktu itu aku dan dira benar-benar tidak memperhatikan sususan kata yang terangkai, apabila Dia memperhatikan, bisa-bisa dia akan memberikan jawabannya setelah memeriksa kamarku yang entah kapan akan dilakukan. Kalau itu sampai terjadi bisa mampus.

“ Emang jawaban apa Ge?"
“ Jawaban yang kemaren”
“ Emang Gege Nanya apa?”
“ DIRAAAAA………..” aku mulai gemas,
Tak tahukah dia kalau hatiku tak bisa kutentramkan dari pagi tadi, dan dengan santainya dia nanya jawaban dari pertanyaan yang bagaimana
“ hehehe…..”
“ Dih ketawa aja, jawabannya mana?”
“ Kenapa sih ge kok dari tadi yang ditanyain jawaban mulu”
“ Gimana nggak nanya jawaban mulu, Kalau Dira harusnya bisa ngasih jawaban minggu kemarin”
" Emang harus hari ini Ge?, Sekarang Ge?"
" Khan dira sudah janji?"
" Kalau nggak sekarang nggak bisa Ge?"
" Kok gitu????"
Aku bingung, mo marah, tapi masa marah ke Dira?, nggak marah kok keterlaluan
“ Berarti ceritanya marah nih ke Dira?”
“ Kalau Marah ya sudah, Dira terima deh ………..marahnya” Ktanya masih tetep menggodaku untuk semakin penasaran
“ …”
Quote:
Cukup sudah, kukatakan
Untuk sekian kali, Aku sayang kamu
Cukup sudah, batas waktu
Sudikah dirimu, untuk jadi.. kekasihku o
Glenn Fredly – Cukup Sudah
Untuk sekian kali, Aku sayang kamu
Cukup sudah, batas waktu
Sudikah dirimu, untuk jadi.. kekasihku o
Glenn Fredly – Cukup Sudah
……
“ Ge…”
“ Hemm”
“ Gege minggu kemarin serius?”
“ Serius Dira, kalau nggak serius kenapa aku ngomong gitu”
“ Yaaa khan kamu biasanya bercanda, siapa tahu yang minggu kemarin juga bercanda”
resiko menjadi anak yang terkenal sebagai Tukang huru hara
“ Serius Dira, Aku serius kalau sayang sama Dira, dan pengen jadiin kamu jadi pacarku”
Kutegaskan sekali lagi sambil mengambil dan menggenggam tangannya. Kutatap Matanya
“ Dira sayang nggak ma aku?
“ Mau nggak jadi pacar pertamaku?”
“ Emhh…..”
“ Dira nggak mau ya?” suaraku terdengar melemah
“ Dira…”
“ Ge…”
……
“ Dira juga sayang kok ke Gege, Dira mau jadi pacarnya Gege”
“ Hah, Bener, Dira sayang ke Gege? “ tanyaku tak percaya
“ He eh” jawabnya sambil menganggukkan kepalanya
Y.E.S.S !!!!!!!!!!!




==================================================
Malang; Awal Januari 1997
~~ Jalan Mangga no 4 ~~
Kalau mengingat saat-saat itu, betapa sungguh lucu sekali, hanya karena pertama kali mau menyatakan perasaan, begitu hasilnya sesuai yang diharapkan, berasa memenangkan sebuah pertandingan

Saat-saat yang menyenangkan
0
Kutip
Balas