Kisah bermulai saat gw masuk SMA. Saat pembagian kelas. Gue terlambat sekitar setengah jam karena telat bangun (efek liburan masih terasa). Gue tergesa-gesa mencari kelasnya. Saat sampai ke papan nama daftar kelas. Gue ada di kelas paling akhir. “X.5”
“ah sial, kelas buangan nih pasti. Pada gak asik lah orangnya” Hati gue mengumpat pada saat itu.
Gue mulai berjalan menuju kelas gue di lantai 3 gedung sekolah itu. Sebenarnya sekolah ini memang sekolah pilihan gue sendiri, tanpa campur tangan orang tua. Gue memilih sekolah ini karena banyak temen SMP gue juga yang masuk sekolah ini. Yah, bisa dibilang gue ikut-ikutan temen. Tapi sekolah ini termasuk sekolah favorit di kota gue.
----
Saat tiba di kelas. Gue bengong. Ga ada satupun temen gue yang masuk di kelas itu. Semuanya berasal dari sekolah lain. Jujur, gue termasuk orang yang kurang bisa bersosialisasi. Cenderung pendiam kalo nggak ada yang negor gue duluan dan sifat itu juga yang sering buat gue dibilangin sombong sama orang-orang
tok, tok, tok.. gue ngetok pintu ruang kelas yang sudah penuh. Karena gue telat.
“
heh kamu! Kamu tau jam berapa ini?” Cewek berseragam SMA yang ada di depan kelas membentak gue. Sepertinya dia kakak kelas yang ngurusin Masa Orientasi Siswa.
“err, 07.45 kak. Maaf kak” Gue bicara sambil merunduk. Serem abis mukanya.
“Oh yaudah, hukumannya. Kamu joget dulu di depan kelas” Dia memberikan jawaban dengan enteng. Seakan-akan joget di depan kelas itu enak. Tapi begitulah, senioritas itu segalanya.
“hah? Joget kak? Gabisa yang lain?” Gue mencoba menawar dan mencari solusi lain.
Dan sepertinya dia marah karena gue membantah.
“Baru masuk aja udah ngebantah ! gimana sih lo ! gakbisa ! pokoknya joget !” Senior itu membentak gue, suaranya keras banget. Mungkin sampe kelas sebelah kedengeran
Agar tidak memperpanjang masalah, gue langsung aja joget-joget random. Campuran dangdut sama shuffle.
Setelah itu, gue diperbolehkan duduk dan anak-anak yang lain ketawa ngeliatin gue. Termasuk senior itu. Saat ngeliat senior itu ketawa. Ternyata cantik juga.
“oke, mulai hari ini kan kalian udah masuk SMA, tolong kebiasaan-kebiasaan bocah di SMP itu ditinggalin.” Senior itu kembali memulai pembicaraan di depan kelas.
“Nama kakak Syeila. jangan sampe lupa ! nanti kalo ditanyain sama senior yang lain sampe gak tau siapa pembimbing MOS nya. Dikasih hukuman !” Sambungnya.
“dan tolong ingat, kalian di sini untuk belajar, bukan tawuran. Jadi berlakulah sopan.”
Setelah pengarahan-pengarahan tentang apa yang harus dilakukan besok, lusa, dan selama
“Masa Orientasi Siswa”. Karena masih ada sisa waktu. Senior itu, errr.. Kak Syeila maksud gue. Menyuruh kami berkenalan satu-persatu.
Gila dah, gue paling males disuruh maju, ngomong ke depan kelas. Mungkin karena gue orangnya pemalu.
Satu-persatu murid pun maju, gue di urutan terakhir. Karena dateng terakhir dan duduk di kursi yang paling belakang.
Tapi selama perkenalan itu, ada satu cewek di kelas gue yang menarik perhatian. Bukan Cuma menarik perhatian gue. Tetapi seisi kelas. Kelas yang ribut tiba-tiba menjadi diam saat cewek itu melakukan perkenalan diri.
“Kenalin nama saya Velicia, dari SMP xxxxxx” Suaranya keluar dengan sangat halus. Gue juga sampe bengong liatin dia.
“Heh heh,udah liatinnya! Kayak ga pernah liat yang cantik aja. Sampe pada bengong gitu!” Bentaknya membuyarkan fokus gue terhadap Velicia.
Setelah itu perkenalan dilanjutkan kembali, sampai orang yang duduk di sebelah gue selesai dan akhirnya giliran gue.
Tiba-tiba.
Kringgggggg, kringgggggg, kringggggggg. !! Bel yang menandakan akhir sekolah berbunyi.
“Nah, semua udah perkenalan kan? Yaudah kita tutup aja kelasnya” Kak Syeila ngomong polos banget, tanpa dosa. Seakan ngelupain keberadaan gue dan gue Cuma diem.
Dia menoleh ke arah gue, gue gabisa bilang apa-apa.
“hahaha, bercanda kok.. kamu yang dibelakang itu. Kenalin diri kamu !” Kak Syeila ketawa. Cantik....
“Errrr, nama saya Rian, dari SMP xxxxxx” gue ngomong dengan gugup. Karena emang ga biasa ngomong di depan kelas.
“Oke semuanya sudah ya, persiapin untuk MOS besok. Jangan lupa bawa peralatan yang udah dicatet tadi. Boleh bubar deh sekarang. Sampai ketemu besok!” Kak Syeila mengakhiri kelas dengan senyumnya lagi.
"Sebenernya Kak Syeila itu cantik. tapi galak banget." Gue bicara dalam hati dan beranjak keluar dari kelas.