Kaskus

Story

OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)

Spoiler for Segelas Es Kosong:


Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:


Quote:



Quote:


Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
amdar07Avatar border
fahmibusterAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.4K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
#12
Dalam Dirinya ada Diriku - Bagian IV

Gue pengin ikutan nangis rasanya, ketika melihat orang lain merasakan hal yang sama seperti yang gue rasakan dulu. Ada perasaan nggak enak ketika ingin menolak permintaan tolong orang lain. Takut nggak punya teman, dikucilkan. Mungkin kalau bagi gue, disuruh desain ini dan desain itu nggak masalah, asal emang tahu sikon dan memang lagi gabut. Tapi, gue pernah disuruh (dalam bahasa halusnya: minta tolong) beli nasi di warteg depan gang emoticon-Frown Padahal gue lagi nggak mau keluar ataupun makan. Kalau sekedar nitip, masih mending. Atau saat gue emang lewat wareg itu dan sekalian beli makanan.

Saat itu gue menolak, dan orang itu ngediemin gue berbulan bulan. Awalnya sakit sih, tapi, kesini-sini biasa aja, ah.

Semenjak itu, gue mencoba untuk menolak satu persatu permintaan "tolong" yang merugikan diri gue sendiri. Dan gue, tetep punya temen kok emoticon-Big Grin Gak pernah kesepian. Malah jadinya kadang gue yang merepotkan teman.

Teman yang sebenarnya, pasti akan tahu karakter kita. Mereka nggak akan komplain kalau kita nolak, karena mereka paham dan tahu kita memang lagi nggak bisa.

Gue banyak dapat pelajaran hidup. Gue tumbuh dewasa perlahan. Belajar dari kesalahan, dan memperbaikinya di masa yang datang. Di perkuliahan juga, gue belajar bagaimana caranya agar bisa mendapatkan nilai yang bagus dan membuat bangga orang tua gue. Di organisasi, gue belajar berkomunikasi dan bersosialisasi, serta belajar juga bagaimana dipimpin dan memimpin.

Walaupun gue masih belum banyak memakan asam-garam kehidupan saat ini, dalam hati, gue pengin banget buat menjadi support system Karin dan menjadi bahu untuknya. Melihat dia yang begitu polosnya dan seperti butuh bahu untuk bersandar, gue rela memberikannya tanpa rasa apapun. Gue harap, Karin jadi teman dekat gue. emoticon-Malu (S)

"Yaudah, lanjutin Rin." Ujar gue sumringah ketika dia keluar kamar. Matanya masih terlihat seperti orang habis menangis.

Gue tergelak saat memperhatikannya mengukir konsep poster di kertas HVS. Ternyata, ada juga orang yang merasakan hal yang sama dengan gue, ya. Ini adalah kali pertamanya gue menemukannya. Dalam diri Karin, ada diri gue yang tersembunyi.

Gue pengin mewek, mata gue udah sakit nahan air mata. Ketika teringat dulu gue menangis sendiri di kamar dan mukul-mukul tembok gara-gara sakit hati. Kenapa orang-orang itu bisanya cuma nyuruh-nyuruh orang! Ngebebanin orang dan dirinya sendiri gak mau di bebanin!

Gue emang emosional banget, ya.

Kenapa ya, saat ini ketika melihat Karin, hati gue bahagia. Pengen rasanya gue peluk guling kuat-kuat, sangking senangnya. Namun, gue nggak bakal banyak berharap kali ini. Target gue cuma bakal jadi teman dekatnya. Kalau lebih, ya syukur emoticon-Big Grin.

"Makasih ya Gas, udah ngerepotin orang yang baru dikenal." Ujarnya sambil mengantar gue ke depan pintu, ketika poster itu telah selesai di desain.

Entah meledek, atau memang nggak enakan, gue cuma menyimpulkan senyum.

"Sip, lain kali kalau ada yang perlu di bantu bilang gue aja Rin. emoticon-Smilie Kalau bisa, gue bantu. Kalau enggak, ya gue akan tolak. Jangan maksa ya! Ha ha. Dan jangan banyak-banyak juga emoticon-Big Grin" Tawar gue.

"emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin Siap-siap Gas!"

" emoticon-Smilie ".

Ketika gue mau berbalik badan, seperti ada sesuatu yang menahan kepergian gue. Seperti ada kata yang mau terucap dari mulut gue.

"Karin!" panggil gue.

"Ya?" Dia berbalik ke arah gue. Menatap gue sambil mengatupkan bibirnya.

"Lain kali, dicoba ya. Tolak aja kalau lu ngerasa itu memberatkan lu. Apapun yang terjadi Rin, g-g-gue bakal ada buat lu". Anying, kenapa jadi gagap emoticon-Nohope

Dia tersenyum. Manis sekali emoticon-Kiss (S). Untung saja hati gue bisa menahan ledakan ini, kalau nggak, gue bakal lost control.

Malam itu pun diakhiri dengan sebuah senyuman manis darinya. Senyuman yang langsung menciptakan ceritanya sendiri di hati gue.


Diubah oleh OblOOOOOOO 08-11-2021 23:21
dannda17
dannda17 memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.