Kaskus

Story

OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)
.[[SINCE 2013]]. Kimi ga Katta: Having You (Trilogi)

Spoiler for Segelas Es Kosong:


Spoiler for Halaman Belakang Buku 1 & 2:


Quote:



Quote:


Quote:
Polling
0 suara
Di Buku terakhir, siapakah yang akan menjadi pendamping Bagas di akhir cerita?
Diubah oleh OblOOOOOOO 15-11-2021 21:40
amdar07Avatar border
fahmibusterAvatar border
junti27Avatar border
junti27 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
131.5K
1.1K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54KAnggota
Tampilkan semua post
OblOOOOOOOAvatar border
TS
OblOOOOOOO
#7
Dalam Dirinya ada Diriku - Bagian I

Gue nggak bales sms itu. Malas. Gue sudah menghabiskan waktu 2 tahun mengabdi pada organisasi dan tahun ini gue pengin santai dan fokus pada kuliah. emoticon-Malu (S)

Gue berbaring di atas kasur sambil melanjutkan streaming dorama. Disaat yang sama gue malah kepikiran sama SMS tadi. "Dari siapa dia dapat nomer gue?". Gue mau tanya ke dia, tapi pikiran itu langsung gue tepis dengan jawaban gue sendiri, "Mungkin dari Uje".

Gue belum kenal dekat dengan Karin, dia sudah minta tolong lagi aja. Jujur, gue sedikit risih terhadap orang-orang seperti itu. Teman dekat gue aja kalau banyak maunya, gue langsung komplain. Apalagi orang yang baru kemarin sore gue kenal. emoticon-Cape d... (S)

Entah angin apa yang begitu sejuk masuk dari jendela kosan gue, sehingga gue terlelap malam itu. Semua gue sadari ketika ponsel gue berbunyi. Alarm ‘ayam’ yang gue pasang ternyata berfungsi juga kali ini. Gue pun bangkit dan mandi. Tak lupa sholat Subuh. Hingga pada akhirnya gue memulai aktifitas monoton lagi.

Kamis, 22 September 2011

Hari ini adalah hari Kamis. Mata kuliah hari ini ada dua, dan berturut-turut hingga jam 12 siang. Setelah itu pulang. Hari ini itu rasanya pengin segera pulang, lalu melanjutkan streaming dorama kemarin yang belum kelar.

"Das, mau balik nggak? Nebeng dong." Pinta gue kepada Ildas yang nampak berdiam diri dari tadi.

"Yok." Ujarnya.

Kosan Ildas dekat sama kosan gue. Ihsan dan Fadhli mau bermain kartu dengan yang lainnya di ruang himpunan. Diaz, sahabat terdekat gue, yang meracuni gue dengan dorama jepang, pun ikutan bersama mereka. Tapi kali ini gue lagi nggak pengin ngumpul-ngumpul. Mungkin seseorang mempunyai rasa jenuh kali ya, dan hari ini adalah hari jenuh gue.

"Ke ATM dulu ya Gas!" Ujar Ildas.

"Oke sip!"

Ildas parkir di depan ATM dan gue menunggunya di parkiran. Dan disaat itu, di depan gue, semilir angin melintas membawa aroma kasturi. Wangi-wangian ini seperti pernah tercium oleh hidung gue. Entah mengapa, sudah ada sebuah index terdaftar saat aroma itu tercium.

Gue menoleh. emoticon-Takut (S)

Dan ketika melihat sesuai dugaan, gue langsung berpaling. Namun, sepertinya kehadiran gue sudah terdeteksi olehnya.

"Eh, Bagas!"

Gue menyeringai membelakangi panggilan itu. Anjir sialan! Gue gak punya alasan lagi. Saat itu gue bingung, alasan apa yang bagus untuk gue gunakan dan nggak membuat dia tersinggung karena tidak membalas SMS-nya.

"Hoi, Rin." Jawab gue. "Kemarin sorry yak, gue nggak ada pulsa."

Gue menghela napas, sepertinya itu adalah alasan terumum dari alasan-alasan yang lain.

"Oh, iya santai, jadi gimana mau bantu nggak?" emoticon-Kiss (S)

"Bantu apa dulu nih?" emoticon-Bingung (S)

"Aku ada proker lagi, kamu mau nggak jadi panitianya?" emoticon-Kiss (S)

"Proker apa? Entahlah ya, liat sikon." Padahal dalam hati, Haiyaaa, jinjja? Ogah ah, nggak mau!! emoticon-Cape d... (S)

"Bla… bla... bla…." Dia pun mulai menjelaskan dengan semangat membara.

Gue heran kenapa dia banyak banget ikut kepanitiaan. Apa dia nggak pengen punya waktu santai?

"Aduh, sorry nih Rin." Saat itu, hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulut gue.

Aura matanya berubah, dari api yang membara menjadi air yang tenang. Dia simpulkan sedikit senyum di balik terangnya bibir manis itu.

"Oh gitu, yaudah, nggak apa-apa. Maaf, ya."

Sebuah kalimat pendek dengan nada pasrah yang membuat gue nggak tega emoticon-Berduka (S). Inilah penyakit gue yang nggak bisa disembuhkan emoticon-Cape d... (S). Selalu saja berakhir dengan kekalahan.

"Yok Gas." Ildas pun keluar dari ATM dan menyalakan motornya.

Gue melihat punggung Karin yang sudah berjalan menuju ke tempat tadi dia datang. Gue nggak tahu ke arah mana dia menuju, karena kondisi di sana ramai dengan mahasiswa.

"Karin...!” Hati gue terdorong memanggilnya.

"Sini deh gue bantuin, nggak usah dijadiin panitia. Emang lu kenapa nggak bisa?" Ujar gue.

"Aku banyak yang mau dikerjain Gas. emoticon-Frown Yaudah kalau nggak bisa, nggak apa-apa juga kok, Gas." emoticon-Kiss (S)

"Santai, gue bantu editnya pake komputer. Gue minta tolong lu gambarin aja sketsanya bagus-bagus di kertas. Gue buntu inspirasi saat ini." Ujar gue jujur. Untungnya gue masih bisa bernegoisasi.

"Bener nih? Sip deh!"

"Entar SMS aja gimananya yak, kasian teman gue nungguin."

"Oke Gas! Makasiiih!" emoticon-Kiss (S)

Aura matanya kembali berubah. Seperti seseorang yang dituangkan harapan yang benar-benar menjanjikan. Melihat senyumnya saat itu. Ada setetes air, yang sepertinya mulai membasahi gelas di hati gue yang kering.


Diubah oleh OblOOOOOOO 20-11-2021 19:08
dannda17
nuhazainuloh088
9howler3723
9howler3723 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.