TS
mabdulkarim
Random world
Dunia random Beta verison:Majapahit modern era

Selesai juga novel ane.. lanjut!

Quote:
Genre:Comedy,Advanture,Action,Parody,School life,Slice of life(bab 1)
Quote:
Sinopsi Bab 1:
alkisah dijaman majapahit direa modern,hiduplah seorang anak bernama kosim yang STMnya sering tawuran dengan 4 sekolah didaerahnya dan ia menghadapi konflik antara dua kampung yang bisa mengakibatkan perang saudara nusantara ke-2,bagaimanakah kosim bisa mencegah terjadinya perang saudara?,bagaimana kosim bisa menghentikan tawuran STMnya dengan sekolah lain?
alkisah dijaman majapahit direa modern,hiduplah seorang anak bernama kosim yang STMnya sering tawuran dengan 4 sekolah didaerahnya dan ia menghadapi konflik antara dua kampung yang bisa mengakibatkan perang saudara nusantara ke-2,bagaimanakah kosim bisa mencegah terjadinya perang saudara?,bagaimana kosim bisa menghentikan tawuran STMnya dengan sekolah lain?
Spoiler for Pronolog:
Quote:
Di dunia random,ada nama negara yang bernama negara nusahindia(nusahindia itu majapahit) yang dipimpin oleh hayam muruk dan perdana menterinya gajah mada.negara nusahindia punya ibukota yang bernama jabar.
dikota jabar ada beberapa distrik yang bernama karawang,cirebon,pasundan,galuh dan banten.
dikota jabar ada beberapa distrik yang bernama karawang,cirebon,pasundan,galuh dan banten.
Quote:
Majapahit menjadi satu negara yang cukup disegani di asia diera perang dingin antara amerika serikat dengan uni soviet.
Quote:
dikota jabar ada 10 kampung utama seperti kampung sparta yang dihuni penduduk sparta,kampung liu bei kampung yang dihuni pengikut liu bei,kampung zulu yang dihuni suku zulu dan kampung betawi yang dihunin orang betawi
Quote:
Bhayangkara adalah polisi yang bertugas untuk menjaga keamanan kota dari kejahataan,mereka berpakaian seperti para tokoh wayang kulit dan membawa kris serta pistol polisi
Spoiler for Bab 1:
Tawuran total war:tawuran yang terjadi antara kampung liu bei dengan kampung sparta yang sudah menjadi tradisi mereka
Quote:
1.dunia Random
Hari minggu ditanggal 28 juli 900 TR
Didunia acak-acakan(Random world),dimana kerajaan-kerajaan masa lalu bercampur dengan kerajaan masa depan menjadikan dunia menjadi aneh.dinegara Nusahindia,kota Jabar,distrik Pasundan dan kampung betawi tepatnya diwarungkopi,ada seorang anak berusia 17 tahun yang bernama kosim yang meminum kopi diwarung tersebut.
“Fuh...!”ujar Kosim sambil meminum kopi diwarung empok edah,”Woi...lu belum bayar kontrakan gue!”ujar Empok Edah sambil membersihkan piring kotor dengan serbetnya ,Empok Edah marah karena Kosim belum membayar uang sewaan kontrakan selama 12 bulan,”sabar empok,gue belum dapat duit dari orang tua gue!!”ujar Kosim lalu menaruh gelas kopinya yang sudah habis.
“Sabar?,kalo lo belum bayar kontrakan,gue...bakal sunatin LO lagi!”ujar empok edah yang marah-marah kepada kosim.kosim menoleh kejalan raya dan melihat para pedagang bersiap menjajakan dagangannya dipinggir jalanan.
“Nasib hidup di kota jabar,apalagi di distrik Pasundan!”ujar kosim sambil mengupil yang tak menghiraukan peringatan empok edah,”WOI...Lo lagi ngomong sama siapa kosim?”tanya empok edah,”ente siapa?”tanya kosim pada empok edah yang ada didalam warungnya dan kosim duduk dibangku warungnya.
Empok edah mengambil golok dari mejanya dan mengadahkan golok kehidung pesek Kosim lalu berteriak “Gue juragan kontrakan dikampung ini dan lo nyewa kontrakan dikontrakan gue dan lo belum bayar kontrakan selama 1 tahun,lo harus bayar Rp 12.000.000 karena lo belum bayar kontrakan,udah 1 tahun gue tunggu tuh duit!”ujar Empok Edah.
"buset...berarti 1 bulan itu 1.000.000 rupiah,fasilitas dikontrakan aja jelek amat cuma ada kamar mandi dan kamar tidur!,masa segitu duit sewaannya!"ujar Kosim dalam hatinya."orang tua gue aja pendapatannya kagak nyampe satu juta sebulan karena orang tua gue petani!"ujar Kosim dalam hatinya.
"pura-pura lupa ingatan ah!"ujar Kosim dalam hatinya,“Uang apa?,siapa kau?”tanya Kosim yang pura-pura lupa ingatan,”Lo jangan jadi orang lupa ingatan ya kayak disinetron-sinetron!”ujar Empok Edah,”ohh.iya empok ane ngerasa lupa sesuatu,apa itu ya?”tanya Kosim pada Empok Edah.
“Gue nggak peduli apa yang lo lupa,sekarang bayar uang kopi yang lo minum,Rp 6.000!”ujar Empok Edah pada Kosim,Kosim melihat jam dinding warung empok edah dan berteriak “GUE LUPA MASUK STM,UDAH JAM 9.00 Nih!”ujar kosim.
Kosim yang berpakaian seragam stm yang bajunya putih dan celananya abu-abu langsung mengambil tasnya dimeja warung dan kabur dari warung empok edah.”WOI BAYAR UANG KOPI,KALO LU KETEMU GUE LAGI,GUE BUNUHLU!”ujar empok edah.”namaku kosim,aku hidup dikota jabar,aku keturunan SULE,sunda bule eh maksudku sunda!!”ujar Kosim dalam hatinya sambil berlari dijalan raya.
"Aku hidup dikota ini untuk bersekolah diSTM Panzer untuk bisa mengubah nasib keluargaku yang perkerjaan kedua orang tuaku dan kakakku adalah petani dan perternak domba!"ujar Kosim dalam hatinya.Kosim melihat puluhan Bhayangkara yang sedang sarapan diwarung angkirngan dijalanan,”woi,tambah lagi nasi kucingnya!”ujar Brigadir Joko tingkir pada pelayan warung Angkirangan,”eh..pak nasi kucingnya udah habis,lagi pula bapak sudah makan 20 nasi kucing tapi kenapa belum kenyang juga?”tanya pelayan warung angkirangan tersebut pada Brigadir Joko Tingkir.
“betul itu pak,kenapa pak Brigadir belum kenyang juga?,saya saja sudah kenyang makan 1 nasi kucing!”ujar Bhayangkara jaka yang duduk disebelah brigadir joko tingkir,”diam kau,kalo tidak,saya bunuh kau!”ujar brigadir Joko Tingkir.
Joko Tingkir tingginya sekitar 170 cm,berbadan sixpack dan kurus,gagah namun tak bagus dalam makannya karena ia rakus dalam makanan,jaka juga sama tingginya dan ia saudara tiri dari joko tingkir serta tak serakus Brigadir dalam hal makanan.
Joko tingkir,Jaka dan 4 bhayangkara duduk dibangku warung angkirang dipinggir jalan.Kosim melihat itu dari trotoar sambil berkata dalam hati “Bhayangkara yang aneh...!”ujar Kosim,”Tapi aku udah telat nih,kan bel masuk STM jam 7 pagi,nah ini jam 9,sebagai anak STM yang baik ane harus masuk sekolah meskipun ane males masuk sekolah!”ujar Kosim dalam hatinya.
Kosim berlari dengan tergesa-gesa dijalan trotoar,ia melihat tawuran antara 200 pasukan Sparta dengan 200 pasukan Liu Bei dijalan raya yang letaknya 300 m dari warung angkirangan yang diada para Bhayangkara polisi yang sedang makan pagi diwarung tersebut.
“waduh,ada tawuran nih,bisa mati aku kalo aku lewat tuh jalan walaupun itu jalan jalan tercepat ke STM gue!,bener nggak ya?”ujar kosim dalam hatinya ketika melihat tawuran itu.”THIS IS SPARTA!”teriak Leonidas,pemimpin kampung Sparta sambil melempar tombak kearah salah satu pasukan liu Bei yang mencoba menyerang leonidas dengan tombaknya.
“oh!”teriak prajurit Liu bei yang tertancap tombak dijantungnya lalu ia meninggal,pasukan sparta yang semuanya infateri bersenjata pedang,tameng sparta dan tombak,mereka semua hanya memakai celana dalam dan jubah merah saja sedangkan pasukan liu bei lengkap memakai seragam zirah han,tombak,pedang,busur dan anak panah,dan crossbow.
“Hiya!!”teriak Zhou Yu yang berlari dari jauh dengan membawa tombak dan mengarahkannya kearah kepala Leonidas namun leonidas menahan serang zhou yu dengan tamengnya,lalu leonidas menyerang Zhou Yu dengan pedangnya namun dia menahannya dengan tombaknya.
”aduh...tawurannya serem,lebih seram dari tawuran sekolah!.ane kabur aja ah!”ujar Kosim,Kosim melewati gang sempit untuk kabur dari tempat terjadinya tawuran tersebut dan ia sampai di STMnya setelah melewati gang tersebut,”harusnya stm lewat jalan raya,kok ane lewat gang bisa cepet sampai?”tanya Kosim pada dirinya sendiri.
“Hoi!”sahut Shaka dari belakang,”Shaka?”tanya kosim yang menoleh kebelakang dan melihat Shaka,”iya,ayo masuk ke stm,gue baru dateng nih!”jawab Shaka.”ente juga telat?”tanya Kosim pada shaka,”iya,gue kagak dibangunin sama bapak gue sih!”jawab Shaka.
“HAHA!”ujar Kosim yang tertawa akibat penderitaan Shaka,Kosim dan Shaka menaiki pagar belakang sekolah mereka dan mereka turun dari pagar sekolah dan sampai dihalaman belakang sekolah mereka.mereka ketahuan kepala sekolah,Zhung liang.Zhung Liang yang melihat mereka menuruni pagar belakang sekolah.
Zhung Liang yang sedang minum teh dimeja batu dihalaman belakang sekolah meilhat Shaka dan Kosim yang menaiki pagar belakang sekolah.
“Hai kalian!”sahut Zhung Liang pada mereka berdua,”Waduh..Kepsek nih...gimana nasib gue nih!”ujar kosim dalam hatinya,"mampus dah gue,ada kepsek!!.bisa dihukum bersihin empang kalo ngelakuin kesalahan!"ujar Shaka dalam hatinya.
”apa kalian tidak tahu hari ini hari minggu?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua yang Kosim dan Shaka sudah gemetaran karena ketahuan kepsek STM masuk sekolah terlambat dan masuk kehalaman sekolah lewat pagar belakang sekolah.
“apa?”tanya Shaka dan Kosim yang terkejut atas penyataan kepsek mereka,”iya,hari ini libur,kenapa kalian masuk?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua.mereka berdua menjatuhkan tas mereka dan berteriak “APA,HAMIL?”teriak mereka berdua yang terkejut ini hari minggu namun mereka malah mengucapkan kata yang tidak pas ditempatnya.
"Bukan!,tapi saya bilang ini hari minggu!"ujar Zhung Liang dengan tenang dalam menghadapi dua orang tersebut,"ohh maaf,kami salah ngucapin kata pak kepsek!"ujar mereka berdua."itu kesalah kecil,saya maafkan!"ujar Zhung Liang.
“ohh..gue lupa ini hari minggu!”ujar kosim yang baru sadar ini hari minggu,”itu mah kebiasaan lo sim!”ujar Shaka,”kenapa lo masuk sekolah?,kagak tahu ini hari minggu?”tanya Kosim pada Shaka,”gue lupa ini hari minggu sim!”jawab Shaka yang merupakan anak dari suku Zulu.
“kita senasib!”ujar Kosim,”fuh!”ujar mereka berdua yang mengelahkan nafas mereka,”Ayo,minum teh dulu!”ujar Zhung Liang pada mereka berdua.”baik pak!”ujar Kosim dan Shaka lalu berjalan ketempat Zhung Liang minum teh dimejanya yang ada dihalaman belakang sekolah.
Kosim dan Shaka duduk dibangku meja,Zhung Liang menaruh dua buah gelas dimeja batu tersebut dan menuangkan teh dari panci yang tehnya ia buat sendiri,”permisi pak!”ujar Kosim pada Zhung Liang,”iya?”tanya Zhung Liang yang lalu memberikan dua buah gelas isi teh pada Shaka dan Kosim.
“kenapa kepsek buat teh sendiri?,kan bisa beli yang sudah jadinya disupermarket!”tanya kosim pada Zhung Liang,”saya lebih suka buat teh sendiri langsung dari daun tehnya karena lebih alami!”jawab Zhung Liang.
“aku mau tanya sama kalian,siapa nama kalian wahai murid-muridku!,kita sudah bertemu waktu aku kekelas kaliankan!,kalian murid 11-1kan?”tanya Zhung Liang pada Kosim dan Shaka,”eh..bapak tidak kenal siapa kami ya?”tanya balik kosim pada Zhung Liang,”tidak..banyak murid disekolah ini sehingga bapak tak bisa meningat semuanya!”jawab Zhung Liang.
“namaku Kosim,rumahku ada dikampung betawi!”ujar Kosim pada Zhung Liang,”kampung betawi ya!”ujar zhung liang,”aku Shaka dari Zulu!”ujar Shaka.”kampung Zulu ya yang ada didistrik Karawang.jauh juga,aku sudah tahu kau itu orang Zulu Shaka,aku tahu dari kulit hitammu!”ujar Zhung Liang pada Shaka.
“oohh!”ujar Shaka.tiba-tiba,datang seorang pelayan Zhung Liang yang berbicara pada Zhung Liang dengan bahasa mandarin.setelah berbicara dengan Zhung Liang, dia pergi.”pak..apa yang kalian bicarakan ya,maaf kalo pertanyaan saya itu agak tidak sopan!”tanya Kosim pada Zhung Liang.
“kalian tak bisa bahasa mandarin ya,entar saya buat pelajaraan bahasa mandarin disekolah ini!”ujar Zhung Liang pada Kosim,”JANGAN!!”ujar Kosim dan Shaka,”kenapa?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua.
”karena...kami tidak bagus belajar bahasa Inggris dan Jawa yang ada diSTM ini,apalagi bahasa Mandarin,bisa mati kami!”jawab Kosim dan Shaka.
“ohh,wkwkwk!"ketawa zhung liang,"bahasa bisa dipelajari kalo kalian serius dan enak-enak saja dalam mempelajarinya!"ujar Zhung Liang.
"jadi tadi ngomogin apa pak kepsek?"tanya Kosim pada Zhung Liang,"tadi kami berbicara soal tawuran antara kampung Sparta dengan kampungku,Liu Bei!”ujar Zhung Liang pada mereka berdua.
”bapak kampungnya di Liu Bei yang ada didistrik Karawang?”tanya shaka pada zhung liang,”ya..aku itu penasehat dari Liu Bei,pemimpin kampung Liu Bei!”jawab Zhung Liang.
“ohh.. kampung Sparta dengan kampung Liu Bei saya lihat lagi tawuran dijalan raya Gajah mada!”ujar Kosim pada Zhung Liang dan Shaka,”saya tahu,tadi orang yang berbicara denganku memintaku untuk memberi saran pada Zhou Yu yang sedang bertempur dengan Leonidas dijalan raya,aku beri Zhou Yu saran lewat perantara orang tersebut dan orang tersebut pergi meninggalkan tempat ini!”ujar Zhung Liang.
“ohh..bisa bapak ceritakan kenapa kampung Sparta dan kampung Liu Bei sering tawuran?”tanya Kosim pada Zhung Liang,”baiklah..dengan senang hati!”jawab Zhung Liang.
Hari minggu ditanggal 28 juli 900 TR
Didunia acak-acakan(Random world),dimana kerajaan-kerajaan masa lalu bercampur dengan kerajaan masa depan menjadikan dunia menjadi aneh.dinegara Nusahindia,kota Jabar,distrik Pasundan dan kampung betawi tepatnya diwarungkopi,ada seorang anak berusia 17 tahun yang bernama kosim yang meminum kopi diwarung tersebut.
“Fuh...!”ujar Kosim sambil meminum kopi diwarung empok edah,”Woi...lu belum bayar kontrakan gue!”ujar Empok Edah sambil membersihkan piring kotor dengan serbetnya ,Empok Edah marah karena Kosim belum membayar uang sewaan kontrakan selama 12 bulan,”sabar empok,gue belum dapat duit dari orang tua gue!!”ujar Kosim lalu menaruh gelas kopinya yang sudah habis.
“Sabar?,kalo lo belum bayar kontrakan,gue...bakal sunatin LO lagi!”ujar empok edah yang marah-marah kepada kosim.kosim menoleh kejalan raya dan melihat para pedagang bersiap menjajakan dagangannya dipinggir jalanan.
“Nasib hidup di kota jabar,apalagi di distrik Pasundan!”ujar kosim sambil mengupil yang tak menghiraukan peringatan empok edah,”WOI...Lo lagi ngomong sama siapa kosim?”tanya empok edah,”ente siapa?”tanya kosim pada empok edah yang ada didalam warungnya dan kosim duduk dibangku warungnya.
Empok edah mengambil golok dari mejanya dan mengadahkan golok kehidung pesek Kosim lalu berteriak “Gue juragan kontrakan dikampung ini dan lo nyewa kontrakan dikontrakan gue dan lo belum bayar kontrakan selama 1 tahun,lo harus bayar Rp 12.000.000 karena lo belum bayar kontrakan,udah 1 tahun gue tunggu tuh duit!”ujar Empok Edah.
"buset...berarti 1 bulan itu 1.000.000 rupiah,fasilitas dikontrakan aja jelek amat cuma ada kamar mandi dan kamar tidur!,masa segitu duit sewaannya!"ujar Kosim dalam hatinya."orang tua gue aja pendapatannya kagak nyampe satu juta sebulan karena orang tua gue petani!"ujar Kosim dalam hatinya.
"pura-pura lupa ingatan ah!"ujar Kosim dalam hatinya,“Uang apa?,siapa kau?”tanya Kosim yang pura-pura lupa ingatan,”Lo jangan jadi orang lupa ingatan ya kayak disinetron-sinetron!”ujar Empok Edah,”ohh.iya empok ane ngerasa lupa sesuatu,apa itu ya?”tanya Kosim pada Empok Edah.
“Gue nggak peduli apa yang lo lupa,sekarang bayar uang kopi yang lo minum,Rp 6.000!”ujar Empok Edah pada Kosim,Kosim melihat jam dinding warung empok edah dan berteriak “GUE LUPA MASUK STM,UDAH JAM 9.00 Nih!”ujar kosim.
Kosim yang berpakaian seragam stm yang bajunya putih dan celananya abu-abu langsung mengambil tasnya dimeja warung dan kabur dari warung empok edah.”WOI BAYAR UANG KOPI,KALO LU KETEMU GUE LAGI,GUE BUNUHLU!”ujar empok edah.”namaku kosim,aku hidup dikota jabar,aku keturunan SULE,sunda bule eh maksudku sunda!!”ujar Kosim dalam hatinya sambil berlari dijalan raya.
"Aku hidup dikota ini untuk bersekolah diSTM Panzer untuk bisa mengubah nasib keluargaku yang perkerjaan kedua orang tuaku dan kakakku adalah petani dan perternak domba!"ujar Kosim dalam hatinya.Kosim melihat puluhan Bhayangkara yang sedang sarapan diwarung angkirngan dijalanan,”woi,tambah lagi nasi kucingnya!”ujar Brigadir Joko tingkir pada pelayan warung Angkirangan,”eh..pak nasi kucingnya udah habis,lagi pula bapak sudah makan 20 nasi kucing tapi kenapa belum kenyang juga?”tanya pelayan warung angkirangan tersebut pada Brigadir Joko Tingkir.
“betul itu pak,kenapa pak Brigadir belum kenyang juga?,saya saja sudah kenyang makan 1 nasi kucing!”ujar Bhayangkara jaka yang duduk disebelah brigadir joko tingkir,”diam kau,kalo tidak,saya bunuh kau!”ujar brigadir Joko Tingkir.
Joko Tingkir tingginya sekitar 170 cm,berbadan sixpack dan kurus,gagah namun tak bagus dalam makannya karena ia rakus dalam makanan,jaka juga sama tingginya dan ia saudara tiri dari joko tingkir serta tak serakus Brigadir dalam hal makanan.
Joko tingkir,Jaka dan 4 bhayangkara duduk dibangku warung angkirang dipinggir jalan.Kosim melihat itu dari trotoar sambil berkata dalam hati “Bhayangkara yang aneh...!”ujar Kosim,”Tapi aku udah telat nih,kan bel masuk STM jam 7 pagi,nah ini jam 9,sebagai anak STM yang baik ane harus masuk sekolah meskipun ane males masuk sekolah!”ujar Kosim dalam hatinya.
Kosim berlari dengan tergesa-gesa dijalan trotoar,ia melihat tawuran antara 200 pasukan Sparta dengan 200 pasukan Liu Bei dijalan raya yang letaknya 300 m dari warung angkirangan yang diada para Bhayangkara polisi yang sedang makan pagi diwarung tersebut.
“waduh,ada tawuran nih,bisa mati aku kalo aku lewat tuh jalan walaupun itu jalan jalan tercepat ke STM gue!,bener nggak ya?”ujar kosim dalam hatinya ketika melihat tawuran itu.”THIS IS SPARTA!”teriak Leonidas,pemimpin kampung Sparta sambil melempar tombak kearah salah satu pasukan liu Bei yang mencoba menyerang leonidas dengan tombaknya.
“oh!”teriak prajurit Liu bei yang tertancap tombak dijantungnya lalu ia meninggal,pasukan sparta yang semuanya infateri bersenjata pedang,tameng sparta dan tombak,mereka semua hanya memakai celana dalam dan jubah merah saja sedangkan pasukan liu bei lengkap memakai seragam zirah han,tombak,pedang,busur dan anak panah,dan crossbow.
“Hiya!!”teriak Zhou Yu yang berlari dari jauh dengan membawa tombak dan mengarahkannya kearah kepala Leonidas namun leonidas menahan serang zhou yu dengan tamengnya,lalu leonidas menyerang Zhou Yu dengan pedangnya namun dia menahannya dengan tombaknya.
”aduh...tawurannya serem,lebih seram dari tawuran sekolah!.ane kabur aja ah!”ujar Kosim,Kosim melewati gang sempit untuk kabur dari tempat terjadinya tawuran tersebut dan ia sampai di STMnya setelah melewati gang tersebut,”harusnya stm lewat jalan raya,kok ane lewat gang bisa cepet sampai?”tanya Kosim pada dirinya sendiri.
“Hoi!”sahut Shaka dari belakang,”Shaka?”tanya kosim yang menoleh kebelakang dan melihat Shaka,”iya,ayo masuk ke stm,gue baru dateng nih!”jawab Shaka.”ente juga telat?”tanya Kosim pada shaka,”iya,gue kagak dibangunin sama bapak gue sih!”jawab Shaka.
“HAHA!”ujar Kosim yang tertawa akibat penderitaan Shaka,Kosim dan Shaka menaiki pagar belakang sekolah mereka dan mereka turun dari pagar sekolah dan sampai dihalaman belakang sekolah mereka.mereka ketahuan kepala sekolah,Zhung liang.Zhung Liang yang melihat mereka menuruni pagar belakang sekolah.
Zhung Liang yang sedang minum teh dimeja batu dihalaman belakang sekolah meilhat Shaka dan Kosim yang menaiki pagar belakang sekolah.
“Hai kalian!”sahut Zhung Liang pada mereka berdua,”Waduh..Kepsek nih...gimana nasib gue nih!”ujar kosim dalam hatinya,"mampus dah gue,ada kepsek!!.bisa dihukum bersihin empang kalo ngelakuin kesalahan!"ujar Shaka dalam hatinya.
”apa kalian tidak tahu hari ini hari minggu?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua yang Kosim dan Shaka sudah gemetaran karena ketahuan kepsek STM masuk sekolah terlambat dan masuk kehalaman sekolah lewat pagar belakang sekolah.
“apa?”tanya Shaka dan Kosim yang terkejut atas penyataan kepsek mereka,”iya,hari ini libur,kenapa kalian masuk?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua.mereka berdua menjatuhkan tas mereka dan berteriak “APA,HAMIL?”teriak mereka berdua yang terkejut ini hari minggu namun mereka malah mengucapkan kata yang tidak pas ditempatnya.
"Bukan!,tapi saya bilang ini hari minggu!"ujar Zhung Liang dengan tenang dalam menghadapi dua orang tersebut,"ohh maaf,kami salah ngucapin kata pak kepsek!"ujar mereka berdua."itu kesalah kecil,saya maafkan!"ujar Zhung Liang.
“ohh..gue lupa ini hari minggu!”ujar kosim yang baru sadar ini hari minggu,”itu mah kebiasaan lo sim!”ujar Shaka,”kenapa lo masuk sekolah?,kagak tahu ini hari minggu?”tanya Kosim pada Shaka,”gue lupa ini hari minggu sim!”jawab Shaka yang merupakan anak dari suku Zulu.
“kita senasib!”ujar Kosim,”fuh!”ujar mereka berdua yang mengelahkan nafas mereka,”Ayo,minum teh dulu!”ujar Zhung Liang pada mereka berdua.”baik pak!”ujar Kosim dan Shaka lalu berjalan ketempat Zhung Liang minum teh dimejanya yang ada dihalaman belakang sekolah.
Kosim dan Shaka duduk dibangku meja,Zhung Liang menaruh dua buah gelas dimeja batu tersebut dan menuangkan teh dari panci yang tehnya ia buat sendiri,”permisi pak!”ujar Kosim pada Zhung Liang,”iya?”tanya Zhung Liang yang lalu memberikan dua buah gelas isi teh pada Shaka dan Kosim.
“kenapa kepsek buat teh sendiri?,kan bisa beli yang sudah jadinya disupermarket!”tanya kosim pada Zhung Liang,”saya lebih suka buat teh sendiri langsung dari daun tehnya karena lebih alami!”jawab Zhung Liang.
“aku mau tanya sama kalian,siapa nama kalian wahai murid-muridku!,kita sudah bertemu waktu aku kekelas kaliankan!,kalian murid 11-1kan?”tanya Zhung Liang pada Kosim dan Shaka,”eh..bapak tidak kenal siapa kami ya?”tanya balik kosim pada Zhung Liang,”tidak..banyak murid disekolah ini sehingga bapak tak bisa meningat semuanya!”jawab Zhung Liang.
“namaku Kosim,rumahku ada dikampung betawi!”ujar Kosim pada Zhung Liang,”kampung betawi ya!”ujar zhung liang,”aku Shaka dari Zulu!”ujar Shaka.”kampung Zulu ya yang ada didistrik Karawang.jauh juga,aku sudah tahu kau itu orang Zulu Shaka,aku tahu dari kulit hitammu!”ujar Zhung Liang pada Shaka.
“oohh!”ujar Shaka.tiba-tiba,datang seorang pelayan Zhung Liang yang berbicara pada Zhung Liang dengan bahasa mandarin.setelah berbicara dengan Zhung Liang, dia pergi.”pak..apa yang kalian bicarakan ya,maaf kalo pertanyaan saya itu agak tidak sopan!”tanya Kosim pada Zhung Liang.
“kalian tak bisa bahasa mandarin ya,entar saya buat pelajaraan bahasa mandarin disekolah ini!”ujar Zhung Liang pada Kosim,”JANGAN!!”ujar Kosim dan Shaka,”kenapa?”tanya Zhung Liang pada mereka berdua.
”karena...kami tidak bagus belajar bahasa Inggris dan Jawa yang ada diSTM ini,apalagi bahasa Mandarin,bisa mati kami!”jawab Kosim dan Shaka.
“ohh,wkwkwk!"ketawa zhung liang,"bahasa bisa dipelajari kalo kalian serius dan enak-enak saja dalam mempelajarinya!"ujar Zhung Liang.
"jadi tadi ngomogin apa pak kepsek?"tanya Kosim pada Zhung Liang,"tadi kami berbicara soal tawuran antara kampung Sparta dengan kampungku,Liu Bei!”ujar Zhung Liang pada mereka berdua.
”bapak kampungnya di Liu Bei yang ada didistrik Karawang?”tanya shaka pada zhung liang,”ya..aku itu penasehat dari Liu Bei,pemimpin kampung Liu Bei!”jawab Zhung Liang.
“ohh.. kampung Sparta dengan kampung Liu Bei saya lihat lagi tawuran dijalan raya Gajah mada!”ujar Kosim pada Zhung Liang dan Shaka,”saya tahu,tadi orang yang berbicara denganku memintaku untuk memberi saran pada Zhou Yu yang sedang bertempur dengan Leonidas dijalan raya,aku beri Zhou Yu saran lewat perantara orang tersebut dan orang tersebut pergi meninggalkan tempat ini!”ujar Zhung Liang.
“ohh..bisa bapak ceritakan kenapa kampung Sparta dan kampung Liu Bei sering tawuran?”tanya Kosim pada Zhung Liang,”baiklah..dengan senang hati!”jawab Zhung Liang.
Selesai juga novel ane.. lanjut!
Spoiler for Bab 1:
Quote:
Bab 1
Quote:
2.Asal muasal
3.Taktik zhung liang
4.persiapan pertempuran
5.kenakalan remaja
6.berhati-hatilah dengan shaka
7.cerita dari shaka
8.Sunatan dan Asal-usul tawuran
9.Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi
10.Boxing
11.Mucle dan Jackson
12.Boxing Match
12.5 MONTHLY MAGAZINE TIMEZ EDITION JUNE 900
13.Siomay Sparta
14.Aksi Sparta
15.Dukun Jawa
16. Bandar Tanjung Priok
17. Malam hari di bumi Jabar
18. STM PANZER!
19.STM PANZER!! Hilangnya celana dalam kepala sekolah
20.Tawuran...
21.Warrior
22. final
3.Taktik zhung liang
4.persiapan pertempuran
5.kenakalan remaja
6.berhati-hatilah dengan shaka
7.cerita dari shaka
8.Sunatan dan Asal-usul tawuran
9.Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi
10.Boxing
11.Mucle dan Jackson
12.Boxing Match
12.5 MONTHLY MAGAZINE TIMEZ EDITION JUNE 900
13.Siomay Sparta
14.Aksi Sparta
15.Dukun Jawa
16. Bandar Tanjung Priok
17. Malam hari di bumi Jabar
18. STM PANZER!
19.STM PANZER!! Hilangnya celana dalam kepala sekolah
20.Tawuran...
21.Warrior
22. final
Spoiler for Char random:
Quote:
Char-char Random
Spoiler for Kosim:
Ganteng tapi mukanya mirip perempuan, coklat kulitnya, rambutnya hitam dan pendek padahal dulunya panjang kayak cewek, tinggi sekitar 164 cm, kemampuan silatnya cukup tinggi, baik hati, rada aneh dan otaku.
Spoiler for Shaka IV:
anak dari Shaka III, galak, keras kepala, suka bertempur, hitam, keriting, berjiwa ksatria, tinggi sekitar 165 cm, dan agak licik namun baik
Spoiler for Zhung Liang:
Kepsek sekaligus asisten Liu Bei, tinggi sekitar 170 cm, pintar, cerdik, suka dengan hal-hal alami, baik, sopan santun, putih dan tampan
Spoiler for Leonidas:
kepala kampung Sparta, tegas, bijaksana, berani, ganteng, berbewok, baik tapi galak, kulit rada coklat, tinggi sekitar 171 cm, dan jago bertempur
Spoiler for Shaka III:
pemimpin kaum Zulu, sangat menakutkan bagi musuh-musunya, bijaksana, mirip Shaka IV, tingginya 167, dan sangat pintar berkelahi
Diubah oleh mabdulkarim 24-12-2013 17:16
0
5.6K
Kutip
29
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
mabdulkarim
#24
Spoiler for BAB 1:
16.Bandar Tanjung Priok
Jam 6 sore…
Kosim turun dari mobil Brigadir setelah mereka pulang dari tempat pertandingan boxing, Shaka di turunkan di depan pintu kampung Zulu oleh Brigadir dengan mobilnya . Kosim di antar Brigadir Joko ke tempat kontrakan Kosim, ia di turunkan di depan kontrakan dan mereka berpisah.
Kosim berjalan ke tempat kontrakannya namun ia di hadang oleh mpok Edah di tengah jalan, “waduh!” ujar Kosim yang kaget ada mpok Edah yang muncul tiba-tiba di lorong kontrakan mpok Edah. “Woi, mana duit bayaran kontrakan!” ujar mpok Edah sambil menadahkan tangan kirinya ke Kosim dan tangan kanannya memegang golok yang membuat Kosim ke takutan walaupun si Kosim bisa silat.
“Mpok, tenang! Saya bakar eh bayar lunas!” ujar Kosim sambil mengeluarkan uangnya sebesar 12 juta rupiah dan menyerahkan uang tersebut kepada mpok Edah, mpok Edah mengambil uang tersebut dengan kasar dan memasukan uang tersebut ke dalam kantong baju dasternya.
Ia pergi meninggalkan Kosim tanpa mengucapkan apa-pun, Kosim menghela nafas dan pergi ke tempat kontrakannya, ia membuka pintu dengan kunci yang ia pegang dan melihat di dalam kontrakannya ada televisi LCD, AC, kasur empuk, kulkas terbaru, dan kamar mandi yang ada bathtub serta WC duduk di dalam kamar mandi.
Kosim berkata dalam hatinya “inilah mengapa kontrakan gue bayarnya 1 juta sebulan!” ujar Kosim dalam hatinya, ia membuka bajunya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, ia tak mencuci baju seragamnya karena besok ia akan pakai lagi baju tersebut di sebabkan Kosim hanya punya 3 seragam saja yaitu putih abu-abu, batik, dan baju koko
Jam 21 malam…
Leonidas akhirnya keluar dari Mall Of Nusantara dan ia naik angkot dengan tujuan ke pelabuhan Tanjung Proik untuk pergi menemui pasukan bayaran dan Leonidas ingin meminta bantuan mereka dalam menghadapi Shu Han dan Liu Bei.
Leonidas turun dari angkot dan ia sudah sampai di pelabuhan internasional Tanjung Priok, ia berjalan di pelabuhan tersebut untuk pergi ke tempat bandar kegelapan, ia melihat di setiap sudut pelabuhan Tanjung Priok banyak para prreman dan orang yang berseragam perusahan pelabuhan saling berjudi satu-sama lain.
Leonidas berjalan di tengah ke gelapan tersebut baik kegelapan malam maupun ke gelapan jiwa orang-orang di sana yang mempunyai jiwa yang di tutupi oleh kegelapan. Leonidas akhirnya sampai sebuah kargo yang ada beberapa orang di dalamnya.
Ia melihat dari pintu kargo dan ia melihat orang-orang tersebut mengintrogasi seseorang yang berambut pirang yang memakai baju Victoria yang merupakan pakaian khas orang-orang Inggris yang ratunya yaitu Victoria.
Orang-orang yang mengintrogasi orang Inggris berpakaian jaket dan di sabuk mereka ada golok serta pistol, mereka tampang seram dan hitam yang membuat mereka di takuti di pelabuhan Tanjung Priok.
“Woi, jawab! Kenapa lo lewat daerah ini? Lo tahukan nih daerah mesti minta ijin sama gue!” ujar preman tersebut kepada orang Inggris laki-laki tersebut namun laki-laki tersebut tidak menjawabnya dan memilih bungkam.
Preman yang lain mengeluarkan goloknya dan menodongkan golok tersebut ke muka orang Inggris, “woi jawab pertanyaannya kalo mau masih hidup!” ujar preman tersebut dengan nada galak namun tetap saja orang Inggris tersebut bungkam dari tadi.
Orang Inggris itu membuka mulutnya dan berkata “I don’t Know what are say! Please, speak with English!” ujar orang Inggris tersebut namun ke dua orang tersebut tak mengerti maksud dari omongan orang Inggris tersebut.
Preman tersebut bingung maksud dari orang Inggris tersebut, ia bertanya kepada temannya “Ozi! Dia ngomong apa?” tanya preman tersebut kepada preman temannya yang bernama Ozi, “kagak tahu Boy! Gue kagak lulus SD jadinya kagak ngerti bahasa Inggris!” ujar Ozi kepada preman yang bernama Boy.
“Jadi gimana, gue juga sama kayak lo cuma kagak lulus TK gue!” ujar Ozi kepada Boy.
“What are talking about? Can you put down your Sword please!” ujar orang Inggris tersebut yang tidak enak ada golok yang di todongkan di depan mukanya. “Dia ngomong apa?” tanya Boy kepada Ozi yang bingung maksud dari orang Inggris tersebut apa.
“Entahlah! Mungkin kita di suruh nusuk kepalanya dia pake golok!” ujar Ozi.
“bodoh!” ujar Leonidas yang melihat mereka dari pintu kargo, Leonidas masuk ke dalam kargo dan membuat kaget mereka. Ozi dan Boy kaget melihat ada orang Sparta dan mereka berdua bertanya kepada Leonidas “woi, lo mau ngapain?” tanya Ozi kepada Leonidas.
“Saya mau nyewa tentara bayaran!” ujar Leonidas Ozi dan Boy langsung membawa orang Inggris tersebut ke dalam kardus dan menutup kardus tersebut dengan rapat karena orang Inggris tersebut dan orang tersebut tidak melawan karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ozi langsung duduk di kursi kantornya dan duduk dengan manis, kedua tangan Ozi di letakan di atas meja dan Leonidas di persilahkan duduk oleh Boy, Leonidas duduk dan ia menatap tajam Ozi. Ozi mengeluarkan kertas dari mejanya dan ia memegang pulpen di tangan kirinya sedangkan Boy berdiri di pintu kargo.
Ozi bertanya kepada Leonidas “mau pasukan bayaran mana mas? Kami punya pasukan bayaran dari Viking, Soviet, Mamulk, Persia, Bali, Aceh, Mughal, Texas, Teuton, dan lain-lain! Pasukan bayaran terbaik di dunia yaitu Teuton dan Viking namun bayaranya seminggu 7 juta mas!” ujar Ozi kepada Leonidas.
“Ehm, yang paling kuat itu Teuton atau Viking?” tanya Leonidas kepada Ozi bingung soal hal itu.
“Teuton!” ujar Ozi.
“Oke, pesen 100 orang Teuton Knigth buat pertengahan Agutus!” ujar Leonidas.
“Wah, maaf mas! 100 Teuton Knigth bisa datengnya pas bulan September, kalo mau bulan Agustus bisanya hanya 50 orang mas!” ujar Ozi.
“Ehm, 50 aja deh! Berapa uangnya?” tanya Leonidas.
“Rp 10.000.000 uang mukanya, Rp 5.000.000 uang sewaannya perminggu!” ujar Ozi sambil membaca buku tentang harga-harga sewaan pasukan bayaran.
“Ehm oke! Entar pasukannya pergi ke kampung Sparta ya mas kalo sudah datang!” ujar Leonidas, “oke!” ujar Ozi. Leonidas mengambil uang dari celana dalamnya dan memberikan uang Rp 10.000.000 kepada Ozi, Ozi mengambil uang tersebut dan memasukannya ke dalam laci mejanya. Ia langsung menulis folmulir dan ia memberikan folmulir tersebut kepada Leonidas.
Leonidas membaca folmulir tersebut yang berisi bahwa pasukan Teuton di bawha komando Gilbert akan datang ke tempat kampung Sparta dan memasukan folmulir tersebut ke dalam celana dalamnya, ia berdiri dan Ozi ikut berdiri, mereka berdua bersalam dan berkata “senang bisa berkerja dengan anda!” ujar Ozi kepada Leonidas sambil tersenyum, “ya!” ujar Leonidas sambil tersenyum.
Leonidas pergi namun ia di hadang oleh Boy di pintu dengan goloknya, Leonidas langsung memegang pedangnya yang ada di sabuk namun Ozi menodongkan goloknya ke arah kepala belakang Leonidas. Leonidas terkejut dan bertanya kepada mereka berdua “apa-apaan ini?” tanya Leonidas.
“Kasih duit lo sebesaar Rp 100.000 sebagai dana keluar masuk tempat ini kalo nggak kami akan membatalkan pengiriman pasukan bayaran dan kami akan membunuhmu!” ujar Ozi dengan nada keras.
“Oke!” ujar Leonidas yang pasrah karena hal itu, Leonidas mengeluarkan uangnya sebesar Rp 100.000 yang merupakan uang yang terakhir yang ia bawa dan memberikannya kepada dua orang tersebut. Kedua orang tersebut mengambil uang tersebut dengan tidak sopan dan mereka mempersilahkan Leonidas untuk pulang.
Leonidas keluar dari tempat tersebut dan berjalan di pelabuhan tersebut, “ha, duit gue kagak ada! Gimana mau pulang?” ujar Leonidas yang berfikir hal tersebut. “Jalan kaki aja ah!” ujar Leonidas sambil tersenyum sedikit, Leonidas keluar dari pelabuhan tersebut dan berjalan kaki untuk pulang ke kampung Sparta yang jaraknya 40 km dari pelabuhan.
Bersambung..
Jam 6 sore…
Kosim turun dari mobil Brigadir setelah mereka pulang dari tempat pertandingan boxing, Shaka di turunkan di depan pintu kampung Zulu oleh Brigadir dengan mobilnya . Kosim di antar Brigadir Joko ke tempat kontrakan Kosim, ia di turunkan di depan kontrakan dan mereka berpisah.
Kosim berjalan ke tempat kontrakannya namun ia di hadang oleh mpok Edah di tengah jalan, “waduh!” ujar Kosim yang kaget ada mpok Edah yang muncul tiba-tiba di lorong kontrakan mpok Edah. “Woi, mana duit bayaran kontrakan!” ujar mpok Edah sambil menadahkan tangan kirinya ke Kosim dan tangan kanannya memegang golok yang membuat Kosim ke takutan walaupun si Kosim bisa silat.
“Mpok, tenang! Saya bakar eh bayar lunas!” ujar Kosim sambil mengeluarkan uangnya sebesar 12 juta rupiah dan menyerahkan uang tersebut kepada mpok Edah, mpok Edah mengambil uang tersebut dengan kasar dan memasukan uang tersebut ke dalam kantong baju dasternya.
Ia pergi meninggalkan Kosim tanpa mengucapkan apa-pun, Kosim menghela nafas dan pergi ke tempat kontrakannya, ia membuka pintu dengan kunci yang ia pegang dan melihat di dalam kontrakannya ada televisi LCD, AC, kasur empuk, kulkas terbaru, dan kamar mandi yang ada bathtub serta WC duduk di dalam kamar mandi.
Kosim berkata dalam hatinya “inilah mengapa kontrakan gue bayarnya 1 juta sebulan!” ujar Kosim dalam hatinya, ia membuka bajunya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, ia tak mencuci baju seragamnya karena besok ia akan pakai lagi baju tersebut di sebabkan Kosim hanya punya 3 seragam saja yaitu putih abu-abu, batik, dan baju koko
Jam 21 malam…
Leonidas akhirnya keluar dari Mall Of Nusantara dan ia naik angkot dengan tujuan ke pelabuhan Tanjung Proik untuk pergi menemui pasukan bayaran dan Leonidas ingin meminta bantuan mereka dalam menghadapi Shu Han dan Liu Bei.
Leonidas turun dari angkot dan ia sudah sampai di pelabuhan internasional Tanjung Priok, ia berjalan di pelabuhan tersebut untuk pergi ke tempat bandar kegelapan, ia melihat di setiap sudut pelabuhan Tanjung Priok banyak para prreman dan orang yang berseragam perusahan pelabuhan saling berjudi satu-sama lain.
Leonidas berjalan di tengah ke gelapan tersebut baik kegelapan malam maupun ke gelapan jiwa orang-orang di sana yang mempunyai jiwa yang di tutupi oleh kegelapan. Leonidas akhirnya sampai sebuah kargo yang ada beberapa orang di dalamnya.
Ia melihat dari pintu kargo dan ia melihat orang-orang tersebut mengintrogasi seseorang yang berambut pirang yang memakai baju Victoria yang merupakan pakaian khas orang-orang Inggris yang ratunya yaitu Victoria.
Orang-orang yang mengintrogasi orang Inggris berpakaian jaket dan di sabuk mereka ada golok serta pistol, mereka tampang seram dan hitam yang membuat mereka di takuti di pelabuhan Tanjung Priok.
“Woi, jawab! Kenapa lo lewat daerah ini? Lo tahukan nih daerah mesti minta ijin sama gue!” ujar preman tersebut kepada orang Inggris laki-laki tersebut namun laki-laki tersebut tidak menjawabnya dan memilih bungkam.
Preman yang lain mengeluarkan goloknya dan menodongkan golok tersebut ke muka orang Inggris, “woi jawab pertanyaannya kalo mau masih hidup!” ujar preman tersebut dengan nada galak namun tetap saja orang Inggris tersebut bungkam dari tadi.
Orang Inggris itu membuka mulutnya dan berkata “I don’t Know what are say! Please, speak with English!” ujar orang Inggris tersebut namun ke dua orang tersebut tak mengerti maksud dari omongan orang Inggris tersebut.
Preman tersebut bingung maksud dari orang Inggris tersebut, ia bertanya kepada temannya “Ozi! Dia ngomong apa?” tanya preman tersebut kepada preman temannya yang bernama Ozi, “kagak tahu Boy! Gue kagak lulus SD jadinya kagak ngerti bahasa Inggris!” ujar Ozi kepada preman yang bernama Boy.
“Jadi gimana, gue juga sama kayak lo cuma kagak lulus TK gue!” ujar Ozi kepada Boy.
“What are talking about? Can you put down your Sword please!” ujar orang Inggris tersebut yang tidak enak ada golok yang di todongkan di depan mukanya. “Dia ngomong apa?” tanya Boy kepada Ozi yang bingung maksud dari orang Inggris tersebut apa.
“Entahlah! Mungkin kita di suruh nusuk kepalanya dia pake golok!” ujar Ozi.
“bodoh!” ujar Leonidas yang melihat mereka dari pintu kargo, Leonidas masuk ke dalam kargo dan membuat kaget mereka. Ozi dan Boy kaget melihat ada orang Sparta dan mereka berdua bertanya kepada Leonidas “woi, lo mau ngapain?” tanya Ozi kepada Leonidas.
“Saya mau nyewa tentara bayaran!” ujar Leonidas Ozi dan Boy langsung membawa orang Inggris tersebut ke dalam kardus dan menutup kardus tersebut dengan rapat karena orang Inggris tersebut dan orang tersebut tidak melawan karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ozi langsung duduk di kursi kantornya dan duduk dengan manis, kedua tangan Ozi di letakan di atas meja dan Leonidas di persilahkan duduk oleh Boy, Leonidas duduk dan ia menatap tajam Ozi. Ozi mengeluarkan kertas dari mejanya dan ia memegang pulpen di tangan kirinya sedangkan Boy berdiri di pintu kargo.
Ozi bertanya kepada Leonidas “mau pasukan bayaran mana mas? Kami punya pasukan bayaran dari Viking, Soviet, Mamulk, Persia, Bali, Aceh, Mughal, Texas, Teuton, dan lain-lain! Pasukan bayaran terbaik di dunia yaitu Teuton dan Viking namun bayaranya seminggu 7 juta mas!” ujar Ozi kepada Leonidas.
“Ehm, yang paling kuat itu Teuton atau Viking?” tanya Leonidas kepada Ozi bingung soal hal itu.
“Teuton!” ujar Ozi.
“Oke, pesen 100 orang Teuton Knigth buat pertengahan Agutus!” ujar Leonidas.
“Wah, maaf mas! 100 Teuton Knigth bisa datengnya pas bulan September, kalo mau bulan Agustus bisanya hanya 50 orang mas!” ujar Ozi.
“Ehm, 50 aja deh! Berapa uangnya?” tanya Leonidas.
“Rp 10.000.000 uang mukanya, Rp 5.000.000 uang sewaannya perminggu!” ujar Ozi sambil membaca buku tentang harga-harga sewaan pasukan bayaran.
“Ehm oke! Entar pasukannya pergi ke kampung Sparta ya mas kalo sudah datang!” ujar Leonidas, “oke!” ujar Ozi. Leonidas mengambil uang dari celana dalamnya dan memberikan uang Rp 10.000.000 kepada Ozi, Ozi mengambil uang tersebut dan memasukannya ke dalam laci mejanya. Ia langsung menulis folmulir dan ia memberikan folmulir tersebut kepada Leonidas.
Leonidas membaca folmulir tersebut yang berisi bahwa pasukan Teuton di bawha komando Gilbert akan datang ke tempat kampung Sparta dan memasukan folmulir tersebut ke dalam celana dalamnya, ia berdiri dan Ozi ikut berdiri, mereka berdua bersalam dan berkata “senang bisa berkerja dengan anda!” ujar Ozi kepada Leonidas sambil tersenyum, “ya!” ujar Leonidas sambil tersenyum.
Leonidas pergi namun ia di hadang oleh Boy di pintu dengan goloknya, Leonidas langsung memegang pedangnya yang ada di sabuk namun Ozi menodongkan goloknya ke arah kepala belakang Leonidas. Leonidas terkejut dan bertanya kepada mereka berdua “apa-apaan ini?” tanya Leonidas.
“Kasih duit lo sebesaar Rp 100.000 sebagai dana keluar masuk tempat ini kalo nggak kami akan membatalkan pengiriman pasukan bayaran dan kami akan membunuhmu!” ujar Ozi dengan nada keras.
“Oke!” ujar Leonidas yang pasrah karena hal itu, Leonidas mengeluarkan uangnya sebesar Rp 100.000 yang merupakan uang yang terakhir yang ia bawa dan memberikannya kepada dua orang tersebut. Kedua orang tersebut mengambil uang tersebut dengan tidak sopan dan mereka mempersilahkan Leonidas untuk pulang.
Leonidas keluar dari tempat tersebut dan berjalan di pelabuhan tersebut, “ha, duit gue kagak ada! Gimana mau pulang?” ujar Leonidas yang berfikir hal tersebut. “Jalan kaki aja ah!” ujar Leonidas sambil tersenyum sedikit, Leonidas keluar dari pelabuhan tersebut dan berjalan kaki untuk pulang ke kampung Sparta yang jaraknya 40 km dari pelabuhan.
Bersambung..
0
Kutip
Balas