- Beranda
- Stories from the Heart
Anjing husky
...
TS
hafidkurnia
Anjing husky
Quote:
terima kasih
Cinta macam apa yang tak sanggup menampung keluasan makna, dari kata 'kita'
'Semoga kalian berbahagia, tentu saja'
'Semoga kalian berbahagia, tentu saja'
Quote:
Polling
0 suara
Apa yang harus di pilih 'Aku'
Diubah oleh hafidkurnia 19-08-2013 17:37
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
5
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
hafidkurnia
#3
1 bulan yang lalu
Sehabis pementasan aku hanya terdiam, aku bingung akan perasaan ku sendiri. Untuk pertama kalinya aku bisa ‘mengambil langkah baru’ dalam urusan cinta. Malam itu kau langsung berpamitan pulang ‘aku pulang dulu ya, udah malam’ aku dan teman teman membalas pamitnya. Tiba tiba ada rasa yang sangat mengganjal ‘rasa apa ini? apa ini yang di namakan kehilangan? Apa kita akan bertemu lagi esok, walaupun hanya sekedar bertegur sapa dan melihat senyum mu?’ kelabu merajai tubuhku, seakan menjadi candu rindu yang tiada habisnya. Lalu aku membakar semua properti pementasan di halaman ‘ini lambang aku membakar semua kasih ku selama tujuh tahun dan memulai halaman baru’ pikirku saat itu dan aku terduduk diam melihat semua masa laluku terbakar menanti terbitnya matahari yang baru. ‘Sudah aku putuskan aku akan mengejarmu, tapi penyakit ku tiada habis’ ya, memang rasa malu yang dari dulu tak pernah hilang entah mengapa.
Ingat kamu bercerita tentang suasana kampus mu? ‘eh di kampus ku suasananya beda banget lo sama di sini, charmly gitu di sini enak, bisa ngedan haha’ ‘lah emang di kampus mu kayak gimana’ aku bertanya. ‘pokoknya enak .... gimana ya hmmm..’ ‘oke besok coba aku main di kampus mu biar tahu kayak gimana hahaha’ ‘sms dulu ya kalau mau kesana, itung itung ketemu habis pementasan’ ya itulah mengapa aku ingin mengadakan rapat di sana, karena aku sudah janji.
Ketika rapat sudah selesai, kamu datang. Seketika entah mengapa terpikir untuk ‘ayo main truth or dare’ kataku. ‘ayuk ayuk’. Putaran pertama, putaran kedua, putaran ke tiga dan ‘asemb yang muterin malah yang kena’ celetuk ku. Beberapa memberi pertanyaan dan sampai giliran mu memberi pertanyaan ‘sebutkan 5 cewek yang paling kamu senangi ... ‘ tanya mu. Gugup dan agak berkeringat sambil aku memikirkannya ‘aku malu harus mengakui kalau aku suka padamu ....’ tanyaku dalam hati, tapi ah sudahlah ku ungkapkan saja secara tidak langsung dan sedikit berbohong. ‘pertama ni, kamu .... masalahnya kamu tipeku ... hehe’ ku katakan dengan mantap. ‘makasih ....’ kamu menjawab agak sedikit malu. Sebenarnya aku suka kamu karena kamu bukan tipe ku, aku suka kamu karena aku suka! Tak tahu alasan apa yang membuat aku jatuh dalam lubang besar ini, lubang yang di namakan cinta. Maafkan aku karena berbohong.
Permainan masih berlanjut, dan tiba giliran kamu yang di tunjuk oleh sang korek api. ‘ eh .... ada cinlok nggak? Terus sebutkan 5 cowok yang paling kamu sukai ‘ tanyaku dengan semangat berharap aku akan di sebutkan, entah di bagian mana. ‘hmmm... gak si kalau cinlok, eh ada tapi sama anak di luar pementasan’ katamu. ‘siapa .... ?’ aku bertanya dengan ekspresi penasaran. ‘itu lo yang sering bareng kamu ....’ ‘ haaa si .....?’ untuk memastikan kalau aku bersiap untuk tunduk kembali rupanya. ‘iya’ kamu menjawab malu malu. Semua orang kaget ‘hmmm orang pertama dalam pementasan ya, pertama hmm.. kamu .... karena ngobrolnya nyambung kalau sama kamu’ di teruskan dengan ekspresi agak serius bercampur malu. Kata kata itu membuyarkan semua lamunanku akan kesempatan yang sudah hiilang. tak apalah, hanya kembali mengulang kisah ku yang dulu ‘mencintai secara diam’ tapi, hanya saja berbeda kasih. dan dengan entengnya aku berkata ‘mau tak comblangin po? Hahaha’ berharap kamu bahagia
‘indahnya tak berada. dimana semua asa menyatu dan menjadikannya kebahagiaan, untuk sang pujaan. Dari sini lah aku bersaski dengan harapan yang hilang, yang terpenting kamu bahagia, cinta itu kebebasan bukan berarti kita bisa melakukan apa saja bukan? Karena makna kebebasan itu bebas dari kesedihan dan kegundahan. tak dosa bukan? bila aku terbebas dari itu semua walaupun dari kumpulan putus asa, dan kesedihan?’
Sehabis pementasan aku hanya terdiam, aku bingung akan perasaan ku sendiri. Untuk pertama kalinya aku bisa ‘mengambil langkah baru’ dalam urusan cinta. Malam itu kau langsung berpamitan pulang ‘aku pulang dulu ya, udah malam’ aku dan teman teman membalas pamitnya. Tiba tiba ada rasa yang sangat mengganjal ‘rasa apa ini? apa ini yang di namakan kehilangan? Apa kita akan bertemu lagi esok, walaupun hanya sekedar bertegur sapa dan melihat senyum mu?’ kelabu merajai tubuhku, seakan menjadi candu rindu yang tiada habisnya. Lalu aku membakar semua properti pementasan di halaman ‘ini lambang aku membakar semua kasih ku selama tujuh tahun dan memulai halaman baru’ pikirku saat itu dan aku terduduk diam melihat semua masa laluku terbakar menanti terbitnya matahari yang baru. ‘Sudah aku putuskan aku akan mengejarmu, tapi penyakit ku tiada habis’ ya, memang rasa malu yang dari dulu tak pernah hilang entah mengapa.
Ingat kamu bercerita tentang suasana kampus mu? ‘eh di kampus ku suasananya beda banget lo sama di sini, charmly gitu di sini enak, bisa ngedan haha’ ‘lah emang di kampus mu kayak gimana’ aku bertanya. ‘pokoknya enak .... gimana ya hmmm..’ ‘oke besok coba aku main di kampus mu biar tahu kayak gimana hahaha’ ‘sms dulu ya kalau mau kesana, itung itung ketemu habis pementasan’ ya itulah mengapa aku ingin mengadakan rapat di sana, karena aku sudah janji.
Ketika rapat sudah selesai, kamu datang. Seketika entah mengapa terpikir untuk ‘ayo main truth or dare’ kataku. ‘ayuk ayuk’. Putaran pertama, putaran kedua, putaran ke tiga dan ‘asemb yang muterin malah yang kena’ celetuk ku. Beberapa memberi pertanyaan dan sampai giliran mu memberi pertanyaan ‘sebutkan 5 cewek yang paling kamu senangi ... ‘ tanya mu. Gugup dan agak berkeringat sambil aku memikirkannya ‘aku malu harus mengakui kalau aku suka padamu ....’ tanyaku dalam hati, tapi ah sudahlah ku ungkapkan saja secara tidak langsung dan sedikit berbohong. ‘pertama ni, kamu .... masalahnya kamu tipeku ... hehe’ ku katakan dengan mantap. ‘makasih ....’ kamu menjawab agak sedikit malu. Sebenarnya aku suka kamu karena kamu bukan tipe ku, aku suka kamu karena aku suka! Tak tahu alasan apa yang membuat aku jatuh dalam lubang besar ini, lubang yang di namakan cinta. Maafkan aku karena berbohong.
Permainan masih berlanjut, dan tiba giliran kamu yang di tunjuk oleh sang korek api. ‘ eh .... ada cinlok nggak? Terus sebutkan 5 cowok yang paling kamu sukai ‘ tanyaku dengan semangat berharap aku akan di sebutkan, entah di bagian mana. ‘hmmm... gak si kalau cinlok, eh ada tapi sama anak di luar pementasan’ katamu. ‘siapa .... ?’ aku bertanya dengan ekspresi penasaran. ‘itu lo yang sering bareng kamu ....’ ‘ haaa si .....?’ untuk memastikan kalau aku bersiap untuk tunduk kembali rupanya. ‘iya’ kamu menjawab malu malu. Semua orang kaget ‘hmmm orang pertama dalam pementasan ya, pertama hmm.. kamu .... karena ngobrolnya nyambung kalau sama kamu’ di teruskan dengan ekspresi agak serius bercampur malu. Kata kata itu membuyarkan semua lamunanku akan kesempatan yang sudah hiilang. tak apalah, hanya kembali mengulang kisah ku yang dulu ‘mencintai secara diam’ tapi, hanya saja berbeda kasih. dan dengan entengnya aku berkata ‘mau tak comblangin po? Hahaha’ berharap kamu bahagia
‘indahnya tak berada. dimana semua asa menyatu dan menjadikannya kebahagiaan, untuk sang pujaan. Dari sini lah aku bersaski dengan harapan yang hilang, yang terpenting kamu bahagia, cinta itu kebebasan bukan berarti kita bisa melakukan apa saja bukan? Karena makna kebebasan itu bebas dari kesedihan dan kegundahan. tak dosa bukan? bila aku terbebas dari itu semua walaupun dari kumpulan putus asa, dan kesedihan?’
0

