- Beranda
- Stories from the Heart
Si Metro di Kota Metropolitan
...
TS
BatakMetroHT
Si Metro di Kota Metropolitan
tidak semua tulisan merupakan kisah nyata
Quote:
Diubah oleh BatakMetroHT 15-08-2013 15:51
anasabila memberi reputasi
1
2.3K
15
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
BatakMetroHT
#10
Entah hari apa ini, bulan apa, tanggal berapa, ada apa dihari inii, karena gue baru aja dapet hadiah yang paling gua impikan selama ini dari sang ratu istana negara (nyokap). Engga nyangka aja sang ratu istana negara (nyokap) akhirnya beliin motor yang sangat gue idam idamkan dari dulu. Dengan cepat gue melompat keluar untuk menunggangi si kuda perkasa (motor baru) dan segera menggasnya keluar untuk menunjukan betapa macho(mantan chopet) dan perkasanya kami berdua bila bersatu. 
Pas menunggangi si kuda perkasa(motor baru) gue ngerasa, setiap orang yang gue lewatin, setiap motor dan setiap mobil yang gue salip, pada ngeliatin gue dengan kagum sambil berkata “wah gagah dan perkasa sekali si metro saat menunggangi si kuda perkasa”
. Gue ngerti banget yang mereka pikirin, apa lagi para wanita yang ngeliat gue saat menunggangi si kuda perkasa
. Pasti mereka pingin banget penuh harap menjadi orang yang beruntung untuk ikut duduk bareng gue menunggangi si kuda perkasa sambil mengelilingi kota Djakarta.Dengann pede sangat amat gue mondar mandi di kota metropolitan ini, sebenernya tujuannya sederhana sih, Cuma mau memamerkan keperkasaan gue dan si kuda perkasa (motor baru) dikota yang penuh macet
. Disepanjang perjalanan, tibatiba ada sesuatu yang menggagu perjalanan gue. “TOMMYY..!!(bukan nama sebenarnya) BANGUN!! DASAR PEMALAS!!”, teriakan dari sang ratu istana negara (nyokap)
Dengan segera gue membuka mata dan tersadar. Sungguh sangat kecewa, ternyata semua yang tadi gue dapet dan lakukan bersama si kuda perkasa hanyalah mimpi disiang terik dan panas bolong..

Dengan raut muka yang seberaut gue menuju kamar mandi, setelah selesai membersihkan tubuh yang perkasa ini, gue segera menuju ruang pribadi (kamar) untuk berpakaian sambil mendengarkan Black Amplifier dari The S.I.G.I.T, salah satu band indie asal Indonesia yang rekomen banget buat dienger. Mungkin ada yang bilang “the sigit? Mainstream (pasaran) banget sih”, dengan santai gue bakal jawab “yahh Cuma dengan music rock macem mereka yang bisa buat gue moodboster dipagi hari”. Bagi gue music bukan soal gaul saat lu denger, tapi nyaman dan tentram saat lu denger. *aihhsss sadisss*
Selesai mendandani tubuh perkasa ini
, gue segera menuju garasi untuk berjumpa pacar kedua(motor) untuk segera bergegas kekampus tercintah. Dalam perjalanan yang lumayan panjang ditemani teriknya matahari dan dipenuhi dengan kemacetan, sungguh sangat diwajarkan sekali bila suhu emosi menjadi 69(koma)696969derajat Celcius
. Yah itulah keseharian berhadapan dengan jalanan kota metropolitan ini. Kadang gue befikir
“kalo kekampus naik jet seru kali ya, cepet sampe dan engga usah ngadepin jalanan ibukota yang sesak itu”, tapi setelah itu gue juga mikir “nanti kalo naik jet mau parkirin dimana? Masa diparkirin dikampus? Yang ada nanti pas gue mendarat, gedung gedung dikampus bisa jadi miniature”
.Ditengah lamunan aneh yang disebabkan oleh macetnya kota Jakarta, dengan seketika suhu emosi meningkat menuju kemaximal 100derajat celcius
. Kenaikan emosi secara mendadak tersebut disebabkan karena ada metro mini yang ngetem (berhenti lama mencari penumpang) dan menghambat jalan, sehingga menyebabkan mencret yang panjang
, ehh maksutnya macet. 
Klakson pun mulai ber bunyian, karena kesal gue juga tidak mau kalah dan ikut membunyikan klakson, dalam hati gue berkata “metro anj*ng ngalangin jalan, engga punya aturan apa ini kenek sama supir metro. Settdahh ini metro bego apa engga punya otak sih”
, seketika juga gue berfikir “metro? Nama gue kan metro, berarti sama aja ngatain diri gue sendiri dong
. Tapi metro kan nama panggilan, nama aslikan tommy (bukan nama sebenarnya). Ehh sama aja tapi, kan gue dipanggil metro *sekip*”
. “ngrungggggggggggg ngrreeennggggg”
suara metro mini melaju dengan penuh gas, dan menyebabkan jalanan dipenuhi kabut hitam dari knalpotnya, dan kemundian jalanan kembali lancar.Tibatiba seketika dan sekejap garagara pikiran aneh yang disebabkan metromini yalsi (bahasa gaulnya “sial”) tadi, gue keinget sama cerita tentang “Kenapa gue dipanggil metro?” yang belum selesai diceritain. Sepanjang perjalanan gue coba ingetinget lagi dan sampe akhirnya lengkap sudah semua runtutan cerita akhir dari “Kenapa gue dipanggil metro?”.

Berhubung ane ngampus dulu gan, jadi nanti ya ceritanya.. nangtee materi masa lalunya udah kekumpul semua kok..

0
:

Sering bau sih emang, tapi kan engga ngebul kaya knalpot metromini!! (sewot sendiri). Apa karena gaya dan penampilan gue yang amat modis kaya orang orang metropolis? Kayaknya yang ini bener, (teriak macem acara itbulaga)IYAAAAA!! IYAAAA.. BISA JADEEEE!! BISAAA JADEEE!! 