- Beranda
- Lounge Pictures
Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]
...
TS
j1j4y
Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]
Merdeka!
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://s.kaskus.id/images/2013/08/17/3_20130817120927.png)
Hot Thread Perdana thx mimin 
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://dl.kaskus.id/101jakfm.com/uploads/article-images/maju-bulutangkis-201210221254026794.jpg)
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://s.kaskus.id/images/2013/08/13/730228_20130813043656.gif)
Spoiler for buka dolo:
Tolong komen dan di
demi kemajuan Bulu Tangkis Indonesia. Komen anda mungkin membantu menginspirasi Calon atlet kita.
demi kemajuan Bulu Tangkis Indonesia. Komen anda mungkin membantu menginspirasi Calon atlet kita.Jakarta - Sejak dihelat di tahun 1977, Kejuaraan Dunia Bulutangkis sudah tergelar sebanyak 20 edisi, termasuk tahun ini di Guangzhou, China, di mana Indonesia memperoleh dua titel.
Kedua titel tersebut atas nama pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, setelah mengalahkan lawan-lawannya di final hari ini, Minggu (11/8/2013).
Dari 20 edisi kejuaraan, total 20 gelar dimenangi oleh pemain-pemain Indonesia. Yang terbanyak masih China dengan total 55 nomor. Denmark berada di posisi ketiga dengan total 10 gelar, diikuti Korea Selatan (9).
Berikut ini daftar juara dunia asal Indonesia berdasarkan tahun kemenangan:
Spoiler for 2013 :
Spoiler for Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan:
Spoiler for Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir:
Spoiler for videonya:
[YOUTUBE]z45dadfVtK8&feature=related[/YOUTUBE]
Flash Back...
Spoiler for 1977 :
Spoiler for Tjun Tjun/Johan Wahyudi:
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://dl.kaskus.id/www.pbdjarum.org/app/webroot/upload/Image/1972%20-christian%20&%20ade%20candra(1).jpg)
Spoiler for Profil:
Spoiler for Tjun tjun:
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://dl.kaskus.id/3.bp.blogspot.com/-L4ZAEqJY8qo/UT78p8C72AI/AAAAAAAAAo4/1yWDu8D7HyA/s320/BBC.jpg)
Tjun Tjun ialah pemain bulu tangkis putra dari Indonesia yang terkenal sebagai spesialis ganda pada tahun 1970-an. Di masa jayanya, ia berpasangan dengan Johan Wahjudi, dan berhasil beberapa kali memenangi kejuaraan bulu tangkis paling terhormat pada masa itu, All England.
Spoiler for Prestasi:
Tunggal Putra
1973: Semifinalis All England Open
Ganda Putra
1971: Finalis Kejuaraan Asia (bersama Tatat)
1972: Juara Denmark Open, Juara German Open (bersama Johan Wahjudi)
1973: Juara Denmak Open, Finalis All England Open (bersama Johan Wahjudi)
1974: Juara Denmark Open, Juara All England Open, Juara Asian Games (bersama Johan Wahjudi)
1975: Juara All England Open (bersama Johan Wahjudi)
1976: Semifinalis All England Open (bersama Johan Wahjudi), Juara Kejuaraan Asia (bersama Ade Chandra)
1977: Juara Dunia, Juara All England Open (bersama Johan Wahjudi), Juara Swedia Open (bersama Ade Chandra)
1978: Juara All England Open (bersama Johan Wahjudi)
1979: Juara All England Open (bersama Johan Wahjudi)
1980: Juara All England Open (bersama Johan Wahjudi)
1981: Finalis All England Open (bersama Johan Wahjudi)
Ganda Campuran
1974: Juara Denmark Open (bersama Regina Masli), Finalis Asian Games (bersama Sri Wiyanti)
Beregu Putra
1973: Juara Piala Thomas (Tim Indonesia - bersama Muljadi, Rudy Hartono, Christian Hadinata, Ade Chandra, A. Nurman)
1976: Juara Piala Thomas (Tim Indonesia - bersama Rudy Hartono, Liem Swie King, Johan Wahjudi, Christian Hadinata, Ade Chandra)
1979: Juara Piala Thomas (Tim Indonesia - bersama Rudy Hartono, Liem Swie King, Iie Sumirat, Johan Wahjudi, Christian Hadinata, Ade Chandra)
Spoiler for Johan Wahyudi:
Spoiler for Cerita singkatnya:
Johan mengakui, modal yang dia miliki kala itu untuk menekuni dunia bulu tangkis adalah modal nekad. Hidup dalam keluarga pas-pasan, Johan kecil sudah dididik ayahnya, Mangku Prayitno, menjadi orang sportif. Karena ayahnya suka olahraga, Johan kecil terbawa untuk ikut berolahraga tiap pagi. "Saya dahulu setiap pagi lari mengitari alun-alun tugu. Bisa empat sampai lima kali," kata Johan.
Menginjak SMP, sekitar tahun 1965, dia mulai menekuni bulu tangkis. Tempat berlatihnya adalah sebuah lapangan milik kepolisian di Jl Kelud. "Ya saya main sama anak-anaknya polisi di Jl Kelud. Klubnya kalau tidak salah Gajahputih," ungkap Johan.
Naik ke bangku SMA, Johan memilih sekolah di SMA Petra Surabaya. Di sinilah karir Johan dimulai. Sekitar tahun 1968, dia dilirik salah seorang pelatih bulu tangkis dari klub Rajawali. Dia kemudian digembleng untuk dikirim ke pelatnas. Saat di Rajawali, dia bertemu dengan Rudi Hartono.
"Januari 1971, saya mulai masuk pelatnas. Mei 1971, saya sudah ikut kejuaraan dunia bulu tangkis di Singapura tapi kalah," katanya.
Menanggapi kondisi bulu tangkis sekarang, Johan melihat bibit-bibit pebulu tangkis kurang unggul. Dia melihat pembinaan sudah bagus. Masalah dana, sebenarnya juga relatif baik. "Pemainnya yang saat ini kurang bagus. Kalau saya lihat, kurang disiplin," katanya.
Spoiler for 1980 :
Spoiler for Rudy Hartono:
Spoiler for videonya:
Spoiler for Profil:
Rudy Hartono Kurniawan (Hanzi: 梁海量, Nio Hap Liang; translasi fonetik nama Indonesianya ke bahasa Tionghoa: 哈托诺 Hatuonuo; lahir di Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1949; umur 63 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia. Ia pernah memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 1980, dan Kejuaraan All England selama 8 kali pada tahun 1960'an dan 1970'an.
Masa Kecil
Rudy Hartono adalah anak ketiga dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Zulkarnain Kurniawan. Orang tua Rudy tinggal di Jalan Kaliasin 49 (sekarang Jalan Basuki Rahmat), Surabaya, Jawa Timur dan bekerja sebagai penjahit pakaian pria. Selain itu orang tua Rudy juga mempunyai usaha pemrosesan susu sapi di Wonokromo, Jawa Timur.
Seperti anak-anak seumuran lainnya, Rudy kecil juga tertarik dengan berbagai macam olahraga sejak SD, terutama atletik dan renang. Pada masa SMP dia juga berkecimpung di olahraga bola voli dan pada masa SMA dia juga adalah pemain sepak bola yang handal. Tapi dari semua olahraga yang dia ikuti, keinginan terbesarnya akhirnya hanya jatuh pada permainan bulu tangkis. Pada usia 9 tahun, Rudy kecil sudah menunjukkan bakatnya di bulu tangkis. Tetapi ayahnya baru menyadarinya ketika Rudi sudah berumur 11 tahun. Sebelum itu Rudy hanya berlatih di jalan raya aspal di depan kantor PLN di Surabaya, yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Gemblongan -- ditulis oleh Rudy Hartono dalam bukunya Rajawali Dengan Jurus Padi (1986). Rudy berlatih hanya pada hari Minggu, dari pagi hari hingga pukul 10 malam. Setelah merasa cukup, Rudy memutuskan utuk mengikuti kompetisi-kompetisi kecil yang ada di sekitar Surabaya yang pada masa itu biasanya hanya diterangi oleh sinar lampu petromax.
Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulu Tangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya. Sekedar informasi, ayah Rudy juga pernah menjadi pemain bulu tangkis pada masa mudanya. Zulkarnain pernah bermain di kompetisi kelas utama di Surabaya. Zulkarnain pertama kalinya bermain untuk Asosiasi Bulu Tangkis Oke yang dia dirikan sendiri pada tahun 1951. Di asosiasi ini ayah Rudy juga melatih para pemain muda. Program kepelatihannya ditekankan pada empat hal utama yaitu: kecepatan, pengaturan napas yang baik, konsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Tidak mengherankan banyak program kepelatihannya lebih menekankan pada sisi atletik, seperti lari jarak panjang dan pendek dan juga latihan melompat (high jump).
Ketika Rudy mulai berlatih di Asosiasi yang dimiliki ayah pada saat itulah Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya. Pada saat itu asosiasi tempat ayah Rudy melatih hanya mempunyai ruangan latihan di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmenjangan. Dengan kondisi seperti itu Rudy tetap berlatih dengan bersemangat bahkan dia merasa bahwa tempat latihan ayahnya jauh lebih baik dari tempat latihan sebelumnya karena ruangan gedung telah memakai cahaya lampu listrik sehingga dia bisa tetap berlatih dengan maksimal sampai malam hari. Selain itu lapangan yang disediakan juga lebih baik dibanding sebelumnya dan juga ada kantin yang berada di samping gedung latihan.
Awal Karier Profesional
Setelah beberapa lama bergabung dengan grup ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke grup bulu tangkis yang lebih besar yaitu Grup Rajawali, grup yang telah melahirkan banyak pemain bulu tangkis dunia. Pada awal dia bergabung dengan grup ini, Rudy merasa sudah menemukan grup terbaik untuk mengembangkan bakat bulu tangkisnya. Akan tetapi setelah berdiskusi dengan ayahnya, Rudy mengakui bahwa jika dia ingin kariernya di bulu tangkis meningkat maka dia harus pindah ke tempat latihan yang lebih baik, oleh sebab itu Rudy memutuskan untuk pindah pada Pusat Pelatihan Thomas Cup pada akhir tahun 1965. Tak lama setelah itu, penampilan Rudy semakin membaik. Bahkan dia turut ambil bagian dalam memenangkan Thomas Cup untuk Indonesia pada tahun 1967. Pada umur 18 tahun, untuk pertama kalinya Rudy memenangkan titel Juara All England dengan mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan hasil akhir 15-12 dan 15-9. Setelah itu dia terus memenangkan titel ini sampai dengan tahun 1974.
Masa Kecil
Rudy Hartono adalah anak ketiga dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Zulkarnain Kurniawan. Orang tua Rudy tinggal di Jalan Kaliasin 49 (sekarang Jalan Basuki Rahmat), Surabaya, Jawa Timur dan bekerja sebagai penjahit pakaian pria. Selain itu orang tua Rudy juga mempunyai usaha pemrosesan susu sapi di Wonokromo, Jawa Timur.
Seperti anak-anak seumuran lainnya, Rudy kecil juga tertarik dengan berbagai macam olahraga sejak SD, terutama atletik dan renang. Pada masa SMP dia juga berkecimpung di olahraga bola voli dan pada masa SMA dia juga adalah pemain sepak bola yang handal. Tapi dari semua olahraga yang dia ikuti, keinginan terbesarnya akhirnya hanya jatuh pada permainan bulu tangkis. Pada usia 9 tahun, Rudy kecil sudah menunjukkan bakatnya di bulu tangkis. Tetapi ayahnya baru menyadarinya ketika Rudi sudah berumur 11 tahun. Sebelum itu Rudy hanya berlatih di jalan raya aspal di depan kantor PLN di Surabaya, yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Gemblongan -- ditulis oleh Rudy Hartono dalam bukunya Rajawali Dengan Jurus Padi (1986). Rudy berlatih hanya pada hari Minggu, dari pagi hari hingga pukul 10 malam. Setelah merasa cukup, Rudy memutuskan utuk mengikuti kompetisi-kompetisi kecil yang ada di sekitar Surabaya yang pada masa itu biasanya hanya diterangi oleh sinar lampu petromax.
Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulu Tangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya. Sekedar informasi, ayah Rudy juga pernah menjadi pemain bulu tangkis pada masa mudanya. Zulkarnain pernah bermain di kompetisi kelas utama di Surabaya. Zulkarnain pertama kalinya bermain untuk Asosiasi Bulu Tangkis Oke yang dia dirikan sendiri pada tahun 1951. Di asosiasi ini ayah Rudy juga melatih para pemain muda. Program kepelatihannya ditekankan pada empat hal utama yaitu: kecepatan, pengaturan napas yang baik, konsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Tidak mengherankan banyak program kepelatihannya lebih menekankan pada sisi atletik, seperti lari jarak panjang dan pendek dan juga latihan melompat (high jump).
Ketika Rudy mulai berlatih di Asosiasi yang dimiliki ayah pada saat itulah Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya. Pada saat itu asosiasi tempat ayah Rudy melatih hanya mempunyai ruangan latihan di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmenjangan. Dengan kondisi seperti itu Rudy tetap berlatih dengan bersemangat bahkan dia merasa bahwa tempat latihan ayahnya jauh lebih baik dari tempat latihan sebelumnya karena ruangan gedung telah memakai cahaya lampu listrik sehingga dia bisa tetap berlatih dengan maksimal sampai malam hari. Selain itu lapangan yang disediakan juga lebih baik dibanding sebelumnya dan juga ada kantin yang berada di samping gedung latihan.
Awal Karier Profesional
Setelah beberapa lama bergabung dengan grup ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke grup bulu tangkis yang lebih besar yaitu Grup Rajawali, grup yang telah melahirkan banyak pemain bulu tangkis dunia. Pada awal dia bergabung dengan grup ini, Rudy merasa sudah menemukan grup terbaik untuk mengembangkan bakat bulu tangkisnya. Akan tetapi setelah berdiskusi dengan ayahnya, Rudy mengakui bahwa jika dia ingin kariernya di bulu tangkis meningkat maka dia harus pindah ke tempat latihan yang lebih baik, oleh sebab itu Rudy memutuskan untuk pindah pada Pusat Pelatihan Thomas Cup pada akhir tahun 1965. Tak lama setelah itu, penampilan Rudy semakin membaik. Bahkan dia turut ambil bagian dalam memenangkan Thomas Cup untuk Indonesia pada tahun 1967. Pada umur 18 tahun, untuk pertama kalinya Rudy memenangkan titel Juara All England dengan mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan hasil akhir 15-12 dan 15-9. Setelah itu dia terus memenangkan titel ini sampai dengan tahun 1974.
Spoiler for Prestasinya:
1968: Menang - mengalahkan Tan Aik Huang, (Malaysia)
1969: Menang - mengalahkan Darmadi (Indonesia)
1970: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
1971: Menang - mengalahkan Muljadi (Indonesia)
1972: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
1973: Menang - mengalahkan Christian Hadinata (Indonesia)
1974: Menang - mengalahkan Punch Gunalan (Malaysia)
1975: Kalah - dikalahkan Svend Pri (Denmark)
1976: Menang - mengalahkan Liem Swie King (Indonesia)
1977: - Tidak ikut
1978: Kalah - dikalahkan Liem Swie King (Indonesia)
Spoiler for Verawaty Fajrin:
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://dl.kaskus.id/2.bp.blogspot.com/-eY-HkyLgTn0/UM6ASG2CvuI/AAAAAAAAAuo/rEfUl8nNHDA/s1600/ve-1.jpg)
Spoiler for videonya:
Spoiler for Profil dan prestasi:
Verawaty Wiharjo (lahir di Jakarta, 1 Oktober 1957; umur 55 tahun) adalah pemain bulu tangkis terkenal Indonesia era tahun 1980an. Ia berhasil meraih banyak gelar juara baik di nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Imelda Wigoena, Ivanna Lie, Yanti Kusmiati, Bobby Ertanto, dan Eddy Hartono.
Verawaty Wiharjo kemudian dikenal dengan nama Verawaty Fajrin setelah memeluk agama Islam pada bulan April 1979. Nama Fajrin di belakang namanya diambil dari nama suaminya, Fajrin Biduin Aham.
Tunggal Putri
Juara Kejuaraan Dunia 1980
Finalis All England Open 1980
Juara SEA Games 1981
Juara Indonesia Terbuka 1982
Ganda Putri
Juara Belanda Terbuka 1977 (Verwaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara Denmark Terbuka 1977-1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Medali Emas Asian Games 1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara All England 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara Kanada Terbuka 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Finalis Kejuaraan Dunia 1980 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Medali Emas SEA Games 1981 (Verawaty Fajrin/ Ruth Damayanti)
Juara Indonesia Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Juara Cina Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Juara Taiwan Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Finalis World Badminton Grand Prix Final 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Medali Emas SEA Games 1987 (Verawaty Fajrin/ Rosiana Tendean)
Juara Indonesia Terbuka 1988 (Verawaty Fajrin/ Yanti Kusmiati)
Medali Perunggu Asian Games 1990 (Verawaty Fajrin/ Lili Tampi)
Ganda Campuran
Juara Malaysia Terbuka 1986 (Bobby Ertanto/ Verawaty Fajrin)
Juara Malaysia Terbuka 1988 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Juara Indonesia Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Juara Belanda Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Finalis Kejuaraan Dunia 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Finalis Asian Games 1990 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Verawaty Wiharjo kemudian dikenal dengan nama Verawaty Fajrin setelah memeluk agama Islam pada bulan April 1979. Nama Fajrin di belakang namanya diambil dari nama suaminya, Fajrin Biduin Aham.
Tunggal Putri
Juara Kejuaraan Dunia 1980
Finalis All England Open 1980
Juara SEA Games 1981
Juara Indonesia Terbuka 1982
Ganda Putri
Juara Belanda Terbuka 1977 (Verwaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara Denmark Terbuka 1977-1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Medali Emas Asian Games 1978 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara All England 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Juara Kanada Terbuka 1979 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Finalis Kejuaraan Dunia 1980 (Verawaty Fajrin/ Imelda Wigoena)
Medali Emas SEA Games 1981 (Verawaty Fajrin/ Ruth Damayanti)
Juara Indonesia Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Juara Cina Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Juara Taiwan Terbuka 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Finalis World Badminton Grand Prix Final 1986 (Verawaty Fajrin/ Ivanna Lie)
Medali Emas SEA Games 1987 (Verawaty Fajrin/ Rosiana Tendean)
Juara Indonesia Terbuka 1988 (Verawaty Fajrin/ Yanti Kusmiati)
Medali Perunggu Asian Games 1990 (Verawaty Fajrin/ Lili Tampi)
Ganda Campuran
Juara Malaysia Terbuka 1986 (Bobby Ertanto/ Verawaty Fajrin)
Juara Malaysia Terbuka 1988 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Juara Indonesia Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Juara Belanda Terbuka 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Finalis Kejuaraan Dunia 1989 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Finalis Asian Games 1990 (Eddy Hartono/ Verawaty Fajrin)
Spoiler for Christian Hadinata/Ade Chandra:
![Juara bulutangkis Dunia dari Indonesia Siapa Aja (1977-2013) [pic] [Asal Tahu]](https://dl.kaskus.id/stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/10/1349159150591030759.jpg)
Spoiler for video nya:
Spoiler for Profil:
Spoiler for Christian Hadinata:
Christian Hadinata (lahir di Sempor, Jawa Tengah, 11 Desember 1949; umur 63 tahun) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era 1970-an hingga 1980-an. Setelah pensiun, ia berkarier sebagai pelatih dan pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.
Spoiler for Prestasi:
Prestasi
1971
Juara nasional ganda putra berpasangan dengan Atik Jauhari
Juara Asia ganda campuran berpasangan dengan Retno Kustiyah
1972
Juara All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Demonstrasi Olympic Games 1972 ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
1973
Juara All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
1974
Runner-up All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Medali Perak Asian Games ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Asian Games ganda campuran berpasangan dengan Regina Masli
1975
Runner-up All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
1977
Medali Perak Kejuaraan Dunia ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Runner-up All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
1978
Runner-up All England ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Asian Games ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Medali Perunggu Asian Games ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1979
Juara Kanada Terbuka ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Kanada Terbuka ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
Juara All England ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1980
Juara Denmark Terbuka ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Swedia Terbuka ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Dunia ganda putra berpasangan dengan Ade Chandra
Juara Dunia ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1981
Juara Jepang Terbuka ganda putra berpasangan dengan Lius Pongoh
Runner-up All England ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1982
Juara Swedia Terbuka ganda putra berpasangan dengan Lius Pongoh
Juara Asian Games ganda putra berpasangan dengan Icuk Sugiato
Juara Asian Games ganda campuran berpasangan dengan Ivana Lie
Runner-up All England ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1983
Juara Malaysia Terbuka ganda putra berpasangan dengan Boby Ertanto
Medali Perunggu Kejuaraan Dunia ganda putra berpasangan dengan Boby Ertanto
Juara SEA Games ganda campuran berpasangan dengan Ivana Lie
Juara Indonesia Terbuka ganda campuran berpasangan dengan Ivana Lie
1984
Juara Thailand Terbuka ganda putra berpasangan dengan Hadibowo
Juara Indonesia Terbuka ganda putra berpasangan dengan Hadibowo
Juara Indonesia Terbuka ganda campuran berpasangan dengan Ivana Lie
1985
Juara Piala Dunia ganda campuran berpasangan dengan Ivana Lie
Juara SEA Games ganda campuran berpasangan dengan Imelda Wiguna
1972-1986
Memperkuat Tim Piala Thomas selama enam kali dengan berganti-ganti pasangan antara lain dengan Ade Chandra, Hadibowo Susanto dan Liem Swie King
Spoiler for Christian Hadinata/Imelda Wiguna:
Spoiler for 1983:
Spoiler for 1993 :
Spoiler for Joko Surprianto:
Spoiler for Susi Susanti:
Spoiler for Ricky Subagja/Rudy Gunawan:
Spoiler for 1995 :
Spoiler for Heryanto Arbi:
Spoiler for videonya:
Spoiler for Ricky Subagja/Rexy Mainaky:
Spoiler for 1997 :
Spoiler for Candra Wijaya/Sigit Budiarto:
Spoiler for 2001 :
Spoiler for Hendrawan:
Spoiler for videonya:
Spoiler for Tony Gunawan/Halim Haryanto:
Spoiler for videonya:
Spoiler for 2005 :
Spoiler for Taufik Hidayat:
Spoiler for videonya:
Spoiler for Nova Widianto/Liliyana Natsir:
Spoiler for videonya:
Spoiler for 2007 :
Spoiler for Markis Kido/Hendra Setiawan:
Spoiler for videonya:
Spoiler for Nova Widianto/Liliyana Natsir:
Spoiler for LIM SWIE KING:
Spoiler for sumber:
[detik,com; google]
Spoiler for buka:
Maju Terus Bulu tangkis Indonesia!
Spoiler for Penting:
tar ane lanjutin profil2 lengkapnyaa... mohon di
ato
dolo... huehueeuhuehplease bookmarks updated trus sampe lengkap, jgn lupaaa
ama 
Diubah oleh j1j4y 18-08-2013 08:27
4iinch memberi reputasi
1
32.2K
Kutip
398
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Lounge Pictures
69.1KThread•14.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
j1j4y
#1
Spoiler for Ahmad Ahsan dan Hendra Setiawan:
Spoiler for Ahmad Ahsan:

Mohammad Ahsan adalah salah satu pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia yang biasa berpasangan dengan Bona Septano. Dalam rangking dunia, ia dan Bona berada di peringkat ke-6 pemain bulu tangkis kelas ganda putra terbaik berdasarkan BWF (Badminton World Federation).
Pemain bulu tangkis asal Palembang ini diarahkan untuk bermain secara serius di bulu tangkis oleh orangtuanya. Ahsan beserta dengan kakaknya hijrah ke Jakarta setelah lulus SMP di Palembang untuk bersekolah dan berlatih bulu tangkis. Ahsan akhirnya bergabung dengan pelatnas di tahun 2006 di mana sebelumnya ia dibina di klub PB Djarum.
Pasangan Ahsan/Bona cukup mengejutkan masyarakat dalam maupun luar negeri karena tiba-tiba mereka muncul di papan 10 besar dunia dan menjadi pasangan pelapis ganda utama Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan. Bahkan saat SEA Games 2011, Ahsan/Bona mampu mengalahkan senior mereka Kido/Hendra dan menyabet medali emas.
Ahsan dikenal sebagai pemain bulu tangkis yang memiliki pertahanan kuat, pukulan yang cukup menekan walaupun tidak sembarangan, dan seringnya melakukan gaya akrobatik, baik sebagai bentuk pertahanannya dari gempuran smes bertubi-tubi maupun mengambil bola dari balik badan atau dari antara kedua kaki.
Target Ahsan selanjutnya adalah keberhasilan menjuarai pertandingan Super Series dan menjadi peringkat satu dunia. Dia selalu berusaha dengan bekerja keras untuk mewujudkan apa yang saya cita-citakan yaitu menjadi Juara Dunia dan tidak lupa agar selalu berdoa.
KARIR
Atlet bulutangkis
PENGHARGAAN
Medali Emas SEA Games 2011 (Beregu Putra)
Medali emas SEA Games 2011 (Ganda Putra)
Juara Indonesia Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Putra)
Semifinalis BWF World Championships 2011
Semifinalis Indonesia Open Super Series Premier 2011
Semifinalis Piala Sudirman 2011
Perempatfinalis Malaysia Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Putra)
Perempatfinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2011 (Ganda Putra)
Perempatfinalis All England 2011 (Ganda Putra)
Juara III Djarum Superliga Badminton Indonesia 2011 (Beregu Putra)
Semifinalis Malaysia Open Super Series 2011
Juara I India Open Grand Prix 2010 (Ganda Putra)
Perempatfinalis Hongkong Open Super Series 2010 (Ganda Putra)
Juara I Kejurnas Antar Klub 2010 (beregu campuran)
Medali Perunggu Asian Games 2010 (Ganda Putra)
Medali Perunggu Asian Games 2010 (Beregu Putra)
Juara I Indonesia Open Grand Prix Gold 2010 (Ganda Putra)
Juara Vietnam Open Grand Prix 2010 (Ganda Putra)
Semifinalis Japan Open Super Series 2010 (Ganda Putra)
Perempatfinalis Djarum Indonesia Open 2010 (Ganda Putra)
Finalis Piala Thomas 2010
Juara I Philippine Open Grand Prix Gold 2009
Juara II Japan Super Series 2008
Perempat Final Djarum Indonesia Open 2008
Juara I Vietnam Challenge 2007
Juara II Thailand Series 2007
Juara II Singapore Series 2007
Spoiler for Hendra Setiawan:

Hendra Setiawan (lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 24 Agustus 1984; umur 28 tahun) adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Mengawali karirnya berpasangan dengan Markis Kido sekarang dengan ahmad ahsan dan menduduki peringkat ke-2 dunia IBF untuk ganda putra. Gelar yang pernah didapat adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga menjadi pasangan Kido/Setiawan juara di Malaysia Super Series.
Hendra Setiawan bersama pasangannya Markis Kido berhasil meraih medali emas keenam untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. Di partai final pada tanggal 16 Agustus 2008 itu, mereka berhasil menaklukkan pasangan RRC Cai Yun/Fu Haifeng melalui pertarungan sengit 3 set dengan skor 12-21, 21-11, 21-16.
Semenjak penghujung tahun 2012, Hendra Setiawan berpasangan dengan Mohammad Ahsan yang sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano sedangkan Markis Kido bermain tandem di ganda putra dengan Alvent Yulianto dan di ganda campuran dengan sang adik; Pia Zebadiah.
Prestasi pertama yang diraih oleh Hendra Setiawan dengan pasangan Mohammad Ahsan adalah pada tahun 2012 sebagai semi finalis di YONEX Denmark Open 2012 sedangkan pada tahun 2013 berhasil menyabet dua gelar superseries yakni sebagai juara di Maybank Malaysia Open Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier. Dalam kedua laga final kejuaraan tersebut, pasangan Hendra dan Ahsan mengalahkan lawan yang sama yaitu Lee Yong-dae dan Ko Sung-hyun dua set langsung.
2004:
Juara 2 untuk ganda putra Realkredit Denmark Open di Denmark
2005:
Juara 3 untuk ganda putra German Open di Jerman
Juara pertama untuk ganda putra Djarum Indonesia Open di Indonesia
Juara pertama untuk ganda putra Kejuaraan Asia di Hyderabad, India
2006:
Juara 3 untuk ganda putra Noonnoppi Korea Open di Korea
Juara 2 untuk ganda putra Djarum Indonesia Open di Indonesia
Juara pertama untuk ganda putra China Open di Cina
Juara pertama untuk ganda putra Hongkong Open di Hongkong
Juara 3 untuk tim beregu Piala Thomas di Jepang
Perempatfinal untuk ganda putra Kejuaraan Dunia di Madrid, Spanyol
Perempatfinal untuk ganda putra Kejuaraan Asia di Johor Bahru, Malaysia
2007:
Juara pertama untuk ganda putra Kejuaraan Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia
Juara 2 untuk tim beregu Piala Sudirman di Glasgow, Britania Raya
Juara pertama untuk ganda putra Hongkong Open di Hongkong
Juara pertama untuk ganda putra China Open di Cina
Juara pertama untuk ganda putra China Taipei Open di Cina
Juara 2 untuk ganda putra Wilson Swiss Open di Swiss
Juara 2 untuk ganda putra China Masters di Cina
Juara 3 untuk ganda putra Denmark Open di Denmark
Juara 3 untuk ganda putra Macau Open di Makau
Juara 3 untuk ganda putra Yonex Japan Open di Jepang
Juara 3 untuk ganda putra Aviva Singapore Open di Singapura
Juara 3 untuk ganda putra Proto Eon Malaysia Open di Malaysia
2008:
Juara pertama untuk ganda putra Olimpiade Beijing di Beijing, Cina
Juara 3 untuk tim beregu Piala Thomas di Jakarta, Indonesia
Juara pertama tim ganda putra Proton Malaysia Open di Malaysia
Spoiler for Tontowi Ahmad Liliyana Natsir:
Spoiler for Tontowi Ahmad:
Tontowi Ahmad (lahir di Banyumas, 18 Juli 1987; umur 26 tahun) adalah pemain bulu tangkis ganda Campuran Indonesia yang berpasangan dengan Lilyana Natsir.
Pada tournament All England 2012 Tontowi Ahmad yang bermain di sektor ganda campuran bersama Lilyana Natsir, yang berhasil merebut gelar Juara All England 2012. Setelah mengalami penantian panjang di sektor ganda campuran selama 33 tahun. Gelar terakhir dipersembahkan oleh pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna pada tahun 1979. Gelar juara ini adalah titel premier pertama bagi Tontowi & Liliyana, sebelumnya pasangan ini pernah mejuarai dua gelar superseries di India dan Singapura, serta dua gelar grand prix gold di Malaysia dan Macau. Tontowi/Liliyana juga merupakan peraih medali emas SEA Games 2011.Dan Akhirnya Tontowi/Lilyana berhasil menpertahankan gelar di All England.Tontowi/Lilyana juga pernah Hattrick di Yonex-Sunrise India Open Superseries dan Macau Open GP Gold
Ganda putra[sunting]
Perempat final Yonex German Open 2008 (bersama Muhammad Rijal)
Ganda Campuran[sunting]
Juara Vietnam GP 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
Juara Vietnam International Challenge 2009 (bersama Richi Puspita Dili)
Perempat final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2010 (bersama Greysia Polii)
Bersama Lilyana Naysir :
Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2010
Runner-Up Chinese Taipei GP Gold 2010
Juara Indonesia Open GPG 2010
Juara Sunrise India Open Super Series 2011
Juara Malaysia Open GP Gold 2011
Juara Singapura Open Super Series 2011
Runner-up Indonesia Open Super Series Premier 2011
Juara SEA GAMES 2011
Juara Kumpoo Macau Open 2011
Juara Yonex All England Open Badminton Championships 2012
Juara Swiss Open 2012
Juara Yonex Sunrise India Open 2012
Runner-Up Djarum Indonesia Open Super Series 2012
Juara Indonesia Open GP Gold 2012
Runner-Up Yonex Denmark Open 2012
Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2012
Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
Juara BWF World Championship 2013
Spoiler for Liliyana Natsir:
Lilyana Natsir (lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 September 1985; umur 27 tahun) adalah pemain bulu tangkis ganda Indonesia yang berpasangan dengan Tantowi Ahmad dalam nomor ganda campuran. Lilyana berasal dari Klub Tangkas Alfamart Jakarta. Pengalamannya antara lain berlaga dalam perebutan Piala Uber (2004, 2008 dan 2010), Piala Sudirman (2003 , 2005, 2007, 2009 dan 2011), serta merebut medali perak Olimpiade Beijing 2008 nomor ganda campuran bersama Nova Widianto.
Lilyana merupakan anak bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis.[3] Dia memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Calista Natsir.[3] Sejak duduk di sekolah dasar, Lilyana sudah bergabung dengan klub bulu tangkis Pisok, Menado.[3] Pada tahun 1997, Lilyana yang berusia 12 tahun diterima masuk di PB Tangkas, Jakarta.[3]
Pada tournament All England 2012 Lilyana Natsir yang bermain di sektor ganda campuran bersama Tantowi Ahmad, yang berhasil merebut gelar Juara All England 2012. Setelah mengalami penantian panjang di sektor ganda campuran selama 33 tahun. Gelar terakhir dipersembahkan oleh pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna pada tahun 1979. Gelar juara ini adalah titel premier pertama bagi Tontowi & Liliyana, sebelumnya pasangan ini pernah mejuarai dua gelar superseries di India dan Singapura, serta dua gelar grand prix gold di Malaysia dan Macau. Tontowi/Liliyana juga merupakan peraih medali emas SEA Games 2011.
Liliyana sudah tiga kali mencicipi babak final kejuaraan All England yang merupakan salah satu turnamen tertua ini. Pada tahun 2008, Liliyana yang berpasangan dengan Nova Widianto ditaklukkan pasangan China, Zheng Bo/Gao Ling lewat permainan tiga gim, 21-18, 14-21, 9-21. Pasangan nomor satu dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei yang juga berasal dari China kembali memupuskan harapan Nova/Liliyana untuk menjadi juara All England pada tahun 2010. Nova/Liliyana harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor tipis, 18-21, 25-23, 18-21.
Ganda Putri[sunting]
Medali Perak SEA Games 2003 (bersama Eny Erlangga)
Bersama Vita Marissa :
Juara SEA Games 2007
Juara China Masters Super Series 2007
Juara Indonesia Open Super Series 2008
Ganda Campuran[sunting]
Juara Asia Yunior 2002 (bersama Markis Kido)
Bersama Nova Widianto :
Juara Singapore Open Super Series 2004
Juara BWF World Championships 2005
Juara SEA Games 2005
Juara Indonesia Open 2005
Juara Asian Badminton Championships 2006
Juara Singapore Open Super Series 2006
Juara Chinese Taipei Open GP Gold 2006
Juara Korea Open Super Series 2006
Juara Hongkong Open Super Series 2007
Juara Philippines GP Gold 2007
Juara BWF World Championships 2007
Juara SEA Games 2007
Medali perak Olimpiade Beijing 2008
Juara Singapore Open Super Series 2008
Juara Yonex French Super Series 2009
Juara Malaysia Open Super Series 2009
Juara Malaysia Open GP Gold (bersama Devin Fitriawan Lahardi)
Bersama M.Rijal
Runner Up Japan Open Super Series 2012
Bersama Tontowi Ahmad :
Juara Macau Open GP Gold 2010
Juara Indonesia Open GP Gold 2010
Runner-up Chinese Taipei GP Gold 2010
Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2011
Juara Malaysia Open GP Gold 2011
Juara Singapura Open Super Series 2011
Runner-up Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011
Juara SEA GAMES 2011
Juara Kumpoo Macau Open 2011
Juara Yonex All England Badminton Championships 2012
Juara Swiss Open 2012
Juara India Open Super Series 2012
Runner-Up Djarum Indonesia Open Super Series 2012
Semi final Olympics 2012
Juara Indonesia Open GPG 2012
Runner-up Denmark Open Premiere Super Series 2012
Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships 2012
Perempat Final Victor Korea Open Super Series Premier 2013
Juara Yonex All England Badminton Championships 2013
Semifinalis Swiss Open Grand Prix Gold 2013
Juara Yonex Sunrise India Open Super Series 2013
Semifinal Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013
Juara Li-Ning Singapore Open Super Series 2013
Juara BWF World Championship 2013
Diubah oleh j1j4y 18-08-2013 08:25
0
Kutip
Balas