- Beranda
- The Lounge
Misteri kasus pembunuhan Fransisca Yofie
...
TS
Cathary
Misteri kasus pembunuhan Fransisca Yofie
seminggu lebih setelah peristiwa pembunuhan yg menimpa branch manager sebuah perusahaan leasing PT Venera Finance perlahan-lahan mulai terkuak, berikut kronologisnya
Sadis! Wanita Cantik Tewas Dibacok dan Diseret Motor di Bandung
Bandung, - Wanita berparas cantik menjadi korban penganiayaan sadis di Bandung. Pelaku tak dikenal membacok dan menyeret wanita muda yang tanpa mengantongi identitas.
Peristiwa ini terjadi di dekat Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, beberapa saat warga setempat berbuka puasa atau sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (5/8/2013).
"Korban berusia sekitar 20 hingga 25 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya luka terbuka karena dibacok. Saksi melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan," jelas Kapolsek Sukajadi AKP Suminem di kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Polisi hingga kini masih mengidentifikasi jasad wanita berhidung mancung dan berkulit putih itu. "Kami masih mencari identitasnya. Sebab tidak ditemukan tanda pengenal," jelas Suminem.
Ia menyebut, saat ditemukan sekarat di tempat kejadian perkara oleh warga, korban menggunakan baju blezeer hitam dan celana panjang katun hitam. "Baju dan celananya sobek-sobek karena bekas diseret. Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Suminem.
Pantauan detikcom, pukul 21.00 WIB, warga masih berkurumun di lokasi kejadian. Menurut warga sekitar, Denin (21), wanita itu ditemukan sekarat dengan posisi tertelungkup di tengah jalan berbeton. "Wajahnya geulis (cantik). Tapi enggak ada warga yang mengenalnya," kata Deni.
Korban kini berada di kamar mayat di RSHS Bandung setelah diangkut menggunakan mobil patroli polisi. Bagian kaki hingga dada korban terdapat lebam lantaran bekas seretan. Polisi masih menyelidiki perkara tersebut.
sumber:http://news.detik..com/read/2013/08/05/214631/2324766/10/sadis-wanita-cantik-tewas-dibacok-dan-diseret-motor-di-bandung?n992204fksberita
CCTV di Sekitar Lokasi Pembunuhan Sisca Diperiksa
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Pada saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang kasus pembunuhan Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Kepolisian memeriksa beberapa closed circuit television (CCTV) yang terpasang di beberapa lokasi dekat kejadian, Selasa (6/8). Mulai dari tempat korban diseret hingga tempat korban ditelantarkan dan diduga dibacok pelaku.
Dari hasil olah TKP tersebut, polisi berhasil menemukan ceceran darah dan potongan rambut yang diduga milik korban. Polisi pun tidak menemukan barang korban yang hilang.
"Tidak ada barang yang hilang. Dari hasil olah TKP ulang ini, jarak dari pertama kali diseret sampai ditemukan oleh warga itu, jaraknya sekitar 1 kilometer. Dalam CCTV terlihat ada yang bergerak, namun tak terlihat jelas karena gelap. Tapi, kami masih dalami lagi," ujar Kapolsek Sukajadi, AKP Sumi kepada wartawan di lokasi olah TKP di kawasan Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Bandung.
Kepolisian melakukan olah TKP ulang di lokasi tewasnya Sisca pada Senin (5/8) malam. Meski beberapa saat, usai peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, polisi sudah melakukan olah TKP. Namun saat itu, sempat terkendala kurangnya alat penerang dan lokasi yang gelap, membuat Kepolisian sedikit mengalami kesulitan.
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, -- Keluarga membawa jasad Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Setelah menginap semalam di Kamar Mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
Seorang wanita paruh baya yang disebut sebagai kakak Sisca itu dipapah seorang pria yang juga masih kerabat korban, tak henti menangis. Keduanya, berjalan di depan peti mati berwarna putih yang berisi jasad Sisca lalu masuk ke mobil ambulans.
"Tadi yang mengurus administrasi, keluarganya atas nama Elfie. Dari keterangan dia, langsung dibawa ke rumah duka Nana Rohana," ujar salah seorang petugas kamar mayat RSHS.
Warga sempat menolongnya dan wanita yang belakangan diketahui bernama Sisca ini mengembuskan napas saat dalam perjalanan ke RSHS.
Korban yang berusia 34 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya mengalami luka terbuka diduga karena luka bacokan. Saksi di lokasi kejadian, tak jauh dari Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, , Bandung sempat melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekitar pukul 22.00. (dic)
Psikolog Forensik: Pembunuh Sebatas Ingin Cederai Sofie
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaku pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie, manajer salah satu perusahaan multifinance di Bandung, Senin (5/8/2013) lalu, masih diidentifikasi polisi.
Polisi juga masih mendalami dan menyelidiki kemungkinan apakah pembunuhan yang dilakukan dengan cara cukup sadis ini, dilakukan dengan terencana atau tidak.
Namun Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan, setelah menganalisa kasus ini, ia justru menduga, niat pelaku awalnya hanya ingin sebatas mencederai korban saja atau tidak ingin sampai membunuh korban.
Pencederaan pada korban, kata Reza, sangat mungkin ingin dilakukan maksimal atau sampai membuat korban cacat permanen sekaligus menghilangkan kecantikannya.
Tidak adanya niat membunuh korban, menurut Reza, bisa dilihat dari cara pelaku dalam menyiksa korbannya, yakni dengan membacok korban dibagian yang tidak mematikan.
Bahkan, pelaku menyeret korban dengan sepeda motor hingga 1 km, yang tentunya akan meninggalkan jejak atau bukti-bukti tentang pembunuhan.
"Kenapa pelaku melukai dahi korban yang jelas-jelas tidak mematikan, Kenapa juga pelaku menyeret korban, dan bukan meninggalkan korban? Melukai dahi dan menyeret korban, sangat tidak efisien jika sejak awal pelaku memang berniat membunuh korban," kata Reza kepada Warta Kota, Rabu (7/8/2013).
Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Universitas Indonesia ini, menjelaskan dalam aksi kejahatan apalagi pembunuhan, pelaku akan melakukannya dengan cara yang paling efisien yakni dengan cepat melarikan diri dan meninggalkan bukti sesedikit mungkin. "Tapi dalam kasus di Bandung ini, pelaku tidak memenuhi misi efisiensi itu," kata Reza.
Karenanya, Reza, memastikan peristiwa ini bukanlah intentional murder yakni dimana sejak awal pelaku memang berniat ingin menghabisi atau membunuh korban.
"Ini sepertinya bukan intentional murder, namun collateral damage dimana niatan sebatas mencederai, akhirnya menjadi tragedi atau menjadi accidental murder. Pelaku sepertinya kebablasan. Emosi pelaku meluap hingga merusak rencana awal mereka," papar Reza.
Pelalu juga membacok kening dan wajah Sisca sembari menyeretnya dengan sepeda motor. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan saat ditemukan, kondisi wanita cantik 34 tahun itu, sangat mengenaskan dengan wajah dan tubuh penuh luka gores dan memar.
Saat itu, Sisca masih bernyawa dan kondisinya sekarat. Sisca yang bersimbah darah dengan wajah dan tubuhnya penuh luka, sempat berada di lokasi kejadian, sekitar satu jam lebih, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.
Usut Pembunuhan Sadis Franceisca Yofie alias Sisca, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polisi membentuk tim khusus pemburu pelaku pembunuhan terhadap Franceisca Yofie alias Sisca yang dibunuh secara kejam di Cipedes Tengah, Bandung pada Senin (5/8/2013).
Hal tersebut itu disampaikan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno saat dihubungi wartawan, Kamis (8/8/2013).
“Kami membentuk tim khusus yang di back up oleh Polda. Itu sesuai dengan instruksi Kapolda,” ujar Sutarno.
Saat ini polisi masih fokus mencari bukti-bukti melalui lama facebook korban, yaitu https://www.facebook.com/franceisca.yofie
Polisi: Sudah Ada yang Mengaku Pembunuh Sisca
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian akhirnya menemukan titik terang terkait siapa pelaku misterius pembunuhan sadis terhadap Fransisca (Sisca), yang dibunuh di Jalan Cipedes Senin (5/8/2013) lalu.
"Ada titik terang. Sudah ada yang mengaku kalau dia yang membunuh. Tapi perihal identitasnya siapa orang itu masih belum tahu," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Sabtu (10/8/2013) di Mabes Polri.
Lalu saat ditanya terkait pengakuan seseorang yang mengaku membunuh Sisca, Ronny menjawab belum mengetahui secara rinci. Namun Ronny memastikan memang hari ini ada yang mengaku pada penyidik terkait pembunuhan sadis tersebut.
"Soal cara pengakuannya telpon atau datang menyerahkan diri juga belum tahu. Saya hanya dapat informasi dari penyidik ada yang mengaku," tegas Ronny.
Ronny menjelaskan nantinya pengakuan dari orang tersebut akan dikembangkan oleh penyidik. Namun pastinya penyidik juga tidak akan percaya seratus persen pada pengakuan tersebut.
Dikatakan Ronny, pengakuan itu nantinya akan dibuktikan lagi dengan keterangan para saksi dan barang bukti yang ada. Termasuk pula apakah pelakunya tunggal atau ada yang lain.
"Pengakuannya akan dibuktikan, dicocokkan. Kalau seandainya pelakunya berkelompok, kalau yang ngaku hanya satu kan bisa kita cari lagi yang lainnya. Bisa juga pelaku ini suruhan atau memang pelaku yang memang berhubungan langsung dengan korban," kata Ronny.
percaya g percaya, komen agan ini di post sebelum berita ada hubungan antara kompol AB dgn sisca nongol
Satu Terduga Pelaku Pembunuh Sisca Ditangkap di Cianjur
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polda Jawa Barat kembali menangkap seorang yang diduga turut serta dalam pembunuhan sadis Sisca.
Sisca, dibunuh di Jalan Cipedes RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/8/2013) pekan lalu.
Kabid Humas Polda Jabar Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada seorang pelaku yang sudah ditangkap dan saat ini menjalani pemeriksaan karena diduga terlibat pembunuhan terhadap Sisca.
"Memang ada yang sudah tertangkap, berinisial W usianya sekitar 30 tahunan. W baru saja ditangkap beberapa jam lalu," ujar Martinus saat dihubungi wartawan, Minggu (11/8/2013)
Martinus menuturkan, W ditangkap di kediamannya di Cirajang, Cianjur, Minggu siang. Kekinian, W masih diperiksa secara intensif oleh penyidik.
Ketika ditanya mengenai adanya pelaku lain yang kemarin mengaku dan dikabarkan menyerahkan diri.
"W ini pelaku baru, bukan sama dengan orang yang menyerahkan diri kemarin," kata Martinus.
W berperan sebagai eksekutor yang menarik rambut Sisca. Sementara pelaku A, yang menyerahkan diri kemarin, Sabtu (10/8/2013) berperan sebagai pengendara motor.
Betulkah Siska Dibunuh Penjambret? Polisi Masih Diselidiki
VIVAnews - Kepolisian terus melakukan pengembangan pada kasus tewasnya Franciesca Yofie (34) di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin malam, 5 Agustus 2013 lalu. Pembunuhan itu dilakukan oleh dua orang pelaku, dan salah satu di antaranya berhasil diamankan oleh petugas Satreskrim Polrestabes Bandung.
Dari informasi yang dihimpun, terdapat dugaan motif lain yang dilakukan oleh pelaku, yaitu hanya ingin mengambil tas korban atau penjambretan.
"Pengakuannya seperti itu (menjambret), namun masih sedang kami dalami," jelasnya, Minggu 11 Agustus.
Sutarno meminta agar seluruh pihak tidak tergesa-gesa untuk membuka identitas pelaku karena masih dalam penyelidikan.
Terungkap, Hubungan Khusus Sisca dengan Anggota Polisi
Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.
"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).
Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.
Sang Polisi Teman Dekat Sisca Diperiksa Propam
Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.
"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).
Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sisca menjadi korban pembunuhan di kawasan Cipedes, Bandung, beberapa waktu lalu. Sisca yang kritis ditemukan warga tak jauh dari lokasi kosnya dalam kondisi penuh luka. Sisca mengembuskan napas terakhir di RS Hasan Sadikin, Bandung.
Senin, 12 Agustus 2013
Kompol A Kirim Anak Buah Kuntit Terus Gerak-gerik Sisca
Bandung - Kompol A ternyata selalu membayangi langkah Sisca Yofie (34). Informasi yang diperoleh kepolisian, perwira di Polda Jabar itu menurunkan anak buahnya menguntit gerak-gerik Sisca, sang kekasih.
"Kompol A menyuruh anak buahnya mengamati korban. Satpam di kompleks itu mengakui. Anak buah Kompol A berpangkat bintara inisial EE," jelas Kapolrestabes Kombes Pol Sutarno di kantornya, Selasa (13/8/2013).
Sisca sudah menjauh dari Kompol A yang sudah beristri. Tapi sang pacar tak mau putus, Sisca bahkan sampai pindah kos 3 kali.
"Sudah lama anak buahnya disuruh mengamati Sisca," jelas Sutarno.
Tapi, lagi-lagi Sutarno menegaskan, walau melakukan tindakan demikian tak ditemukan kaitan pembunuhan dan penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan dengan A.
"Tak ada kaitan Kompol A dengan pembunuhan Sisca," tutupnya.
Sisca Pindah Kos 3 Kali Guna Hindari Kompol A
Bandung - Sisca Yofie (34) berusaha menjauh dari Kompol A. Sisca beberapa kali berpindah-pindah kos. Sisca kabarnya ketakutan dan sengaja menjauhi A.
"Berpindah kos, memang betul begitu informasinya. Tiga kali pindah kos. Alasannya tak tahu. Tapi dugaan dari oknum itu. Saya menduga, Sisca menghindar," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (13/8/2013).
Sutarno mendapat informasi, Sisca sudah tak mau lagi bertemu A. Namun sang kekasih yang sudah beristri dan bertugas di Polda Jabar selalu mengejarnya.
"Dalam catatan dia nggak mau ketemu lagi. Oknum seolah mengejar seperti dalam surat," jelas Sutarno.
Polisi mengamini bahwa ditemukan surat dan foto-foto keduanya di kamar Sisca. Sang perwira itu juga sudah diperiksa Propam Polda. Namun belum ditemukan adanya kaitan pembunuhan yang dilakukan tersangka Ade dan Wawan dengan A.
Polisi pastikan Kompol A tak terlibat pembunuhan Sisca
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno memastikan Kompol A tidak terlibat dalam pembunuhan manajer cantik Sisca Yofie (30). Sebab, polisi tidak menemukan bukti kuat kaitan Kompol A dengan tewasnya Sisca.
"Tidak ditemukan bukti-bukti hukum pasti. Contohnya gini kalau anda punya pacar, terus anda berantem dan pulang pacar anda sudah tewas, apakah anda pelakunya? Kan belum tentu," ujar Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Selasa (13/8).
Menurutnya, hasil pengembangan awal memang ada dugaan keterlibatan Kompol A. Tapi proses berjalan hingga akhirnya tidak ditemukan bukti dan fakta bahwa Kompol A menjadi dalang tewasnya Sisca.
"Apalagi sekarang sudah ada pengakuan dari pelaku bahwa itu murni dilakukan sendiri tanpa ada yang menyuruh," ungkapnya. Dia menerangkan sejauh ini motif pelaku murni tindak pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seseorang.
Sementara itu Wawan eksekutor pembunuh Sisca mengaku bahwa itu tindakan murni pencurian. "Ga ada yang nyuruh," ungkapnya. Wawan menambahkan motif penjambretan dilakukan karena butuh uang. Terkait golok yang dibawanya, kata dia, bahwa senjata tajam itu hanyalah untuk menjaga diri.
"Saya bawa golok untuk jaga diri saja," ujar Wawan yang bekerja sebagai pengepul barang bekas.
Atas perbuatannya Wawan dijerat Pasal 365 ayat (4) KUHP dan Pasal 338. Wawan dan Ade terancam hukuman mati.
Kompol A adalah perwira polisi yang diduga menjadi kekasih gelap Sisca Yofie. Perwira polisi ini sudah memiliki istri, kemudian berselingkuh dengan manajer cantik tersebut. Saat sudah putus, Kompol A dikabarkan masih saja mengejar-ngejar Sisca bahkan memata-matainya.
update
UPDATE di post 3
UPDATE di post 6


motor yg digunakan pelaku
Sadis! Wanita Cantik Tewas Dibacok dan Diseret Motor di Bandung
Bandung, - Wanita berparas cantik menjadi korban penganiayaan sadis di Bandung. Pelaku tak dikenal membacok dan menyeret wanita muda yang tanpa mengantongi identitas.
Peristiwa ini terjadi di dekat Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, beberapa saat warga setempat berbuka puasa atau sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (5/8/2013).
"Korban berusia sekitar 20 hingga 25 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya luka terbuka karena dibacok. Saksi melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan," jelas Kapolsek Sukajadi AKP Suminem di kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Polisi hingga kini masih mengidentifikasi jasad wanita berhidung mancung dan berkulit putih itu. "Kami masih mencari identitasnya. Sebab tidak ditemukan tanda pengenal," jelas Suminem.
Ia menyebut, saat ditemukan sekarat di tempat kejadian perkara oleh warga, korban menggunakan baju blezeer hitam dan celana panjang katun hitam. "Baju dan celananya sobek-sobek karena bekas diseret. Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Suminem.
Pantauan detikcom, pukul 21.00 WIB, warga masih berkurumun di lokasi kejadian. Menurut warga sekitar, Denin (21), wanita itu ditemukan sekarat dengan posisi tertelungkup di tengah jalan berbeton. "Wajahnya geulis (cantik). Tapi enggak ada warga yang mengenalnya," kata Deni.
Korban kini berada di kamar mayat di RSHS Bandung setelah diangkut menggunakan mobil patroli polisi. Bagian kaki hingga dada korban terdapat lebam lantaran bekas seretan. Polisi masih menyelidiki perkara tersebut.
sumber:http://news.detik..com/read/2013/08/05/214631/2324766/10/sadis-wanita-cantik-tewas-dibacok-dan-diseret-motor-di-bandung?n992204fksberita
Spoiler for Selasa, 6 Agustus 2013:
CCTV di Sekitar Lokasi Pembunuhan Sisca Diperiksa
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, - Pada saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang kasus pembunuhan Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Kepolisian memeriksa beberapa closed circuit television (CCTV) yang terpasang di beberapa lokasi dekat kejadian, Selasa (6/8). Mulai dari tempat korban diseret hingga tempat korban ditelantarkan dan diduga dibacok pelaku.
Dari hasil olah TKP tersebut, polisi berhasil menemukan ceceran darah dan potongan rambut yang diduga milik korban. Polisi pun tidak menemukan barang korban yang hilang.
"Tidak ada barang yang hilang. Dari hasil olah TKP ulang ini, jarak dari pertama kali diseret sampai ditemukan oleh warga itu, jaraknya sekitar 1 kilometer. Dalam CCTV terlihat ada yang bergerak, namun tak terlihat jelas karena gelap. Tapi, kami masih dalami lagi," ujar Kapolsek Sukajadi, AKP Sumi kepada wartawan di lokasi olah TKP di kawasan Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Bandung.
Kepolisian melakukan olah TKP ulang di lokasi tewasnya Sisca pada Senin (5/8) malam. Meski beberapa saat, usai peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, polisi sudah melakukan olah TKP. Namun saat itu, sempat terkendala kurangnya alat penerang dan lokasi yang gelap, membuat Kepolisian sedikit mengalami kesulitan.
Spoiler for Selasa, 6 Agustus 2013:
TRIBUNNEWS.COM BANDUNG, -- Keluarga membawa jasad Fransisca Yofie (30) atau Sisca, Setelah menginap semalam di Kamar Mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
Seorang wanita paruh baya yang disebut sebagai kakak Sisca itu dipapah seorang pria yang juga masih kerabat korban, tak henti menangis. Keduanya, berjalan di depan peti mati berwarna putih yang berisi jasad Sisca lalu masuk ke mobil ambulans.
"Tadi yang mengurus administrasi, keluarganya atas nama Elfie. Dari keterangan dia, langsung dibawa ke rumah duka Nana Rohana," ujar salah seorang petugas kamar mayat RSHS.
Warga sempat menolongnya dan wanita yang belakangan diketahui bernama Sisca ini mengembuskan napas saat dalam perjalanan ke RSHS.
Korban yang berusia 34 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya mengalami luka terbuka diduga karena luka bacokan. Saksi di lokasi kejadian, tak jauh dari Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, , Bandung sempat melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan. Polisi masih menyelidiki kasus ini dan sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekitar pukul 22.00. (dic)
Spoiler for Rabu, 7 Agustus 2013:
Psikolog Forensik: Pembunuh Sebatas Ingin Cederai Sofie
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaku pembunuhan sadis terhadap Sisca Yofie, manajer salah satu perusahaan multifinance di Bandung, Senin (5/8/2013) lalu, masih diidentifikasi polisi.
Polisi juga masih mendalami dan menyelidiki kemungkinan apakah pembunuhan yang dilakukan dengan cara cukup sadis ini, dilakukan dengan terencana atau tidak.
Namun Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan, setelah menganalisa kasus ini, ia justru menduga, niat pelaku awalnya hanya ingin sebatas mencederai korban saja atau tidak ingin sampai membunuh korban.
Pencederaan pada korban, kata Reza, sangat mungkin ingin dilakukan maksimal atau sampai membuat korban cacat permanen sekaligus menghilangkan kecantikannya.
Tidak adanya niat membunuh korban, menurut Reza, bisa dilihat dari cara pelaku dalam menyiksa korbannya, yakni dengan membacok korban dibagian yang tidak mematikan.
Bahkan, pelaku menyeret korban dengan sepeda motor hingga 1 km, yang tentunya akan meninggalkan jejak atau bukti-bukti tentang pembunuhan.
"Kenapa pelaku melukai dahi korban yang jelas-jelas tidak mematikan, Kenapa juga pelaku menyeret korban, dan bukan meninggalkan korban? Melukai dahi dan menyeret korban, sangat tidak efisien jika sejak awal pelaku memang berniat membunuh korban," kata Reza kepada Warta Kota, Rabu (7/8/2013).
Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Universitas Indonesia ini, menjelaskan dalam aksi kejahatan apalagi pembunuhan, pelaku akan melakukannya dengan cara yang paling efisien yakni dengan cepat melarikan diri dan meninggalkan bukti sesedikit mungkin. "Tapi dalam kasus di Bandung ini, pelaku tidak memenuhi misi efisiensi itu," kata Reza.
Karenanya, Reza, memastikan peristiwa ini bukanlah intentional murder yakni dimana sejak awal pelaku memang berniat ingin menghabisi atau membunuh korban.
"Ini sepertinya bukan intentional murder, namun collateral damage dimana niatan sebatas mencederai, akhirnya menjadi tragedi atau menjadi accidental murder. Pelaku sepertinya kebablasan. Emosi pelaku meluap hingga merusak rencana awal mereka," papar Reza.
Pelalu juga membacok kening dan wajah Sisca sembari menyeretnya dengan sepeda motor. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan saat ditemukan, kondisi wanita cantik 34 tahun itu, sangat mengenaskan dengan wajah dan tubuh penuh luka gores dan memar.
Saat itu, Sisca masih bernyawa dan kondisinya sekarat. Sisca yang bersimbah darah dengan wajah dan tubuhnya penuh luka, sempat berada di lokasi kejadian, sekitar satu jam lebih, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit, namun meninggal dalam perjalanan.
Spoiler for Kamis, 8 Agustus 2013:
Usut Pembunuhan Sadis Franceisca Yofie alias Sisca, Polisi Bentuk Tim Khusus
Polisi membentuk tim khusus pemburu pelaku pembunuhan terhadap Franceisca Yofie alias Sisca yang dibunuh secara kejam di Cipedes Tengah, Bandung pada Senin (5/8/2013).
Hal tersebut itu disampaikan oleh Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno saat dihubungi wartawan, Kamis (8/8/2013).
“Kami membentuk tim khusus yang di back up oleh Polda. Itu sesuai dengan instruksi Kapolda,” ujar Sutarno.
Saat ini polisi masih fokus mencari bukti-bukti melalui lama facebook korban, yaitu https://www.facebook.com/franceisca.yofie
Spoiler for Jumat, 9 Agustus 2013:
Polisi: Sudah Ada yang Mengaku Pembunuh Sisca
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian akhirnya menemukan titik terang terkait siapa pelaku misterius pembunuhan sadis terhadap Fransisca (Sisca), yang dibunuh di Jalan Cipedes Senin (5/8/2013) lalu.
"Ada titik terang. Sudah ada yang mengaku kalau dia yang membunuh. Tapi perihal identitasnya siapa orang itu masih belum tahu," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F Sompie, Sabtu (10/8/2013) di Mabes Polri.
Lalu saat ditanya terkait pengakuan seseorang yang mengaku membunuh Sisca, Ronny menjawab belum mengetahui secara rinci. Namun Ronny memastikan memang hari ini ada yang mengaku pada penyidik terkait pembunuhan sadis tersebut.
"Soal cara pengakuannya telpon atau datang menyerahkan diri juga belum tahu. Saya hanya dapat informasi dari penyidik ada yang mengaku," tegas Ronny.
Ronny menjelaskan nantinya pengakuan dari orang tersebut akan dikembangkan oleh penyidik. Namun pastinya penyidik juga tidak akan percaya seratus persen pada pengakuan tersebut.
Dikatakan Ronny, pengakuan itu nantinya akan dibuktikan lagi dengan keterangan para saksi dan barang bukti yang ada. Termasuk pula apakah pelakunya tunggal atau ada yang lain.
"Pengakuannya akan dibuktikan, dicocokkan. Kalau seandainya pelakunya berkelompok, kalau yang ngaku hanya satu kan bisa kita cari lagi yang lainnya. Bisa juga pelaku ini suruhan atau memang pelaku yang memang berhubungan langsung dengan korban," kata Ronny.
percaya g percaya, komen agan ini di post sebelum berita ada hubungan antara kompol AB dgn sisca nongol

Quote:
Original Posted By dj_waxx►
jgn percaya yg media beritakan gan... beberapa hari sebelum siska terbunuh, ada kejadian yg luput diberitakan, pertengkaran tentang perselingkuhan, dan pertengkaran yg terjadi di media sosial milik siska yg berhubungan dengan salah 1 pejabat POLDA, dan menurut sumber yg berbicara dgn saya, sepertinya kasus ini tidak akan (secara sengaja maupun tidak) diungkap sampai ke intinya... mungkin hanya akan berakhir sampai ditangkapnya sang eksekutor (pembunuh bayaran) atau joki hukuman (jasa tahan badan)
contoh simpel : baru 10 menit lalu saya lihat di salah 1 siaran televisi swasta RC*I, yg memberitakan bahwa ini adalah kasus perampokan... namun, mobil yg SISKA yg diparkir di depan kost2an tempat SISKA dijemput oleh eksekutor tidak dicuri padahal pintu terbuka, kamar kost2an pun masih lengkap tidak ada yg dijarah... silakan dinilai saja sama agan... apakah perampok biasa mau menggusur korban sejauh 500m dari kostan dan mencuri perhatian penduduk hanya untuk sebuah dompet?
percaya atau tidak saat kejadian berlangsung, TKP eksekusi tidak sesepi yg diberitakan (sumber: CCTV seberang KOST)
jgn percaya yg media beritakan gan... beberapa hari sebelum siska terbunuh, ada kejadian yg luput diberitakan, pertengkaran tentang perselingkuhan, dan pertengkaran yg terjadi di media sosial milik siska yg berhubungan dengan salah 1 pejabat POLDA, dan menurut sumber yg berbicara dgn saya, sepertinya kasus ini tidak akan (secara sengaja maupun tidak) diungkap sampai ke intinya... mungkin hanya akan berakhir sampai ditangkapnya sang eksekutor (pembunuh bayaran) atau joki hukuman (jasa tahan badan)
contoh simpel : baru 10 menit lalu saya lihat di salah 1 siaran televisi swasta RC*I, yg memberitakan bahwa ini adalah kasus perampokan... namun, mobil yg SISKA yg diparkir di depan kost2an tempat SISKA dijemput oleh eksekutor tidak dicuri padahal pintu terbuka, kamar kost2an pun masih lengkap tidak ada yg dijarah... silakan dinilai saja sama agan... apakah perampok biasa mau menggusur korban sejauh 500m dari kostan dan mencuri perhatian penduduk hanya untuk sebuah dompet?
percaya atau tidak saat kejadian berlangsung, TKP eksekusi tidak sesepi yg diberitakan (sumber: CCTV seberang KOST)
Spoiler for Sabtu, 10 Agustus 2013:
Satu Terduga Pelaku Pembunuh Sisca Ditangkap di Cianjur
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polda Jawa Barat kembali menangkap seorang yang diduga turut serta dalam pembunuhan sadis Sisca.
Sisca, dibunuh di Jalan Cipedes RT 07/01, Kelurahan Cipedes, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (5/8/2013) pekan lalu.
Kabid Humas Polda Jabar Besar Martinus Sitompul mengatakan, ada seorang pelaku yang sudah ditangkap dan saat ini menjalani pemeriksaan karena diduga terlibat pembunuhan terhadap Sisca.
"Memang ada yang sudah tertangkap, berinisial W usianya sekitar 30 tahunan. W baru saja ditangkap beberapa jam lalu," ujar Martinus saat dihubungi wartawan, Minggu (11/8/2013)
Martinus menuturkan, W ditangkap di kediamannya di Cirajang, Cianjur, Minggu siang. Kekinian, W masih diperiksa secara intensif oleh penyidik.
Ketika ditanya mengenai adanya pelaku lain yang kemarin mengaku dan dikabarkan menyerahkan diri.
"W ini pelaku baru, bukan sama dengan orang yang menyerahkan diri kemarin," kata Martinus.
W berperan sebagai eksekutor yang menarik rambut Sisca. Sementara pelaku A, yang menyerahkan diri kemarin, Sabtu (10/8/2013) berperan sebagai pengendara motor.
Spoiler for Minggu, 11 Agustus 2013:
Betulkah Siska Dibunuh Penjambret? Polisi Masih Diselidiki
VIVAnews - Kepolisian terus melakukan pengembangan pada kasus tewasnya Franciesca Yofie (34) di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin malam, 5 Agustus 2013 lalu. Pembunuhan itu dilakukan oleh dua orang pelaku, dan salah satu di antaranya berhasil diamankan oleh petugas Satreskrim Polrestabes Bandung.
Dari informasi yang dihimpun, terdapat dugaan motif lain yang dilakukan oleh pelaku, yaitu hanya ingin mengambil tas korban atau penjambretan.
"Pengakuannya seperti itu (menjambret), namun masih sedang kami dalami," jelasnya, Minggu 11 Agustus.
Sutarno meminta agar seluruh pihak tidak tergesa-gesa untuk membuka identitas pelaku karena masih dalam penyelidikan.
Quote:
Original Posted By elliotwave►
copas dari kompas
Si Jampang
Senin, 12 Agustus 2013 | 23:35 WIB
Kata teori, semakin cantik simpanannya - semakin tinggi pangkatnya! Apa iya pantas pangkat Brigadir Kepala? Ya tho ?
copas dari kompasiana
SISCA DENDAM KE OKNUM AB KARENA OKNUM AB ITU TELAH MENYERET IBUNDA SISCA KE POLISI. DAN IBUNDA SISCA MENINGGAL GARA2 OKNUM AB JUGA. OKNUM AB ADALAH KEKASIH SISCA DULUNYA DAN SAMPE MEMILIKI 1 ANAK YG BERNAMA AFGAN. KELUARGA TDK BERANI CERITA KRN OKNUM AB ADALAH SALAH SATU PERWIRA TINGGI. AYO PROPAM INVESTIGASI TERUS. PUBLIK BANDUNG MENDUKUNG ANDA
Copas dari koment detik mungkin bisa menjadi petunjuk
copas dari kompas
Si Jampang
Senin, 12 Agustus 2013 | 23:35 WIB
Kata teori, semakin cantik simpanannya - semakin tinggi pangkatnya! Apa iya pantas pangkat Brigadir Kepala? Ya tho ?
copas dari kompasiana
SISCA DENDAM KE OKNUM AB KARENA OKNUM AB ITU TELAH MENYERET IBUNDA SISCA KE POLISI. DAN IBUNDA SISCA MENINGGAL GARA2 OKNUM AB JUGA. OKNUM AB ADALAH KEKASIH SISCA DULUNYA DAN SAMPE MEMILIKI 1 ANAK YG BERNAMA AFGAN. KELUARGA TDK BERANI CERITA KRN OKNUM AB ADALAH SALAH SATU PERWIRA TINGGI. AYO PROPAM INVESTIGASI TERUS. PUBLIK BANDUNG MENDUKUNG ANDA
Copas dari koment detik mungkin bisa menjadi petunjuk
Spoiler for Senin, 12 Agustus 2013:
Terungkap, Hubungan Khusus Sisca dengan Anggota Polisi
Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.
"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).
Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.
Spoiler for Senin, 12 Agustus 2013:
Sang Polisi Teman Dekat Sisca Diperiksa Propam
Simpang siur kabar tentang keterkaitan Fransisca Yofie (34) yang dibunuh sadis di Cipedes dengan seorang anggota kepolisian di Bandung akhirnya terkuak.
"Ini terus terang saja, memang ada oknum Polri yang mempunyai hubungan pribadi dengan almarhumah," kata Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (12/8/2013).
Namun ketika ditanya lebih jauh apakah kedekatan Sisca dan anggota Polri tersebut terkait dengan pembunuhan, Sutarno tak bisa memastikannya. "Polri belum menemukan fakta yang mengarah ke sana (oknum polisi terlibat pembunuhan)," jawab Sutarno.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sisca menjadi korban pembunuhan di kawasan Cipedes, Bandung, beberapa waktu lalu. Sisca yang kritis ditemukan warga tak jauh dari lokasi kosnya dalam kondisi penuh luka. Sisca mengembuskan napas terakhir di RS Hasan Sadikin, Bandung.
Senin, 12 Agustus 2013
Quote:
Kompol A Kirim Anak Buah Kuntit Terus Gerak-gerik Sisca
Bandung - Kompol A ternyata selalu membayangi langkah Sisca Yofie (34). Informasi yang diperoleh kepolisian, perwira di Polda Jabar itu menurunkan anak buahnya menguntit gerak-gerik Sisca, sang kekasih.
"Kompol A menyuruh anak buahnya mengamati korban. Satpam di kompleks itu mengakui. Anak buah Kompol A berpangkat bintara inisial EE," jelas Kapolrestabes Kombes Pol Sutarno di kantornya, Selasa (13/8/2013).
Sisca sudah menjauh dari Kompol A yang sudah beristri. Tapi sang pacar tak mau putus, Sisca bahkan sampai pindah kos 3 kali.
"Sudah lama anak buahnya disuruh mengamati Sisca," jelas Sutarno.
Tapi, lagi-lagi Sutarno menegaskan, walau melakukan tindakan demikian tak ditemukan kaitan pembunuhan dan penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan dengan A.
"Tak ada kaitan Kompol A dengan pembunuhan Sisca," tutupnya.
Spoiler for Selasa, 13 Agustus 2013:
Sisca Pindah Kos 3 Kali Guna Hindari Kompol A
Bandung - Sisca Yofie (34) berusaha menjauh dari Kompol A. Sisca beberapa kali berpindah-pindah kos. Sisca kabarnya ketakutan dan sengaja menjauhi A.
"Berpindah kos, memang betul begitu informasinya. Tiga kali pindah kos. Alasannya tak tahu. Tapi dugaan dari oknum itu. Saya menduga, Sisca menghindar," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (13/8/2013).
Sutarno mendapat informasi, Sisca sudah tak mau lagi bertemu A. Namun sang kekasih yang sudah beristri dan bertugas di Polda Jabar selalu mengejarnya.
"Dalam catatan dia nggak mau ketemu lagi. Oknum seolah mengejar seperti dalam surat," jelas Sutarno.
Polisi mengamini bahwa ditemukan surat dan foto-foto keduanya di kamar Sisca. Sang perwira itu juga sudah diperiksa Propam Polda. Namun belum ditemukan adanya kaitan pembunuhan yang dilakukan tersangka Ade dan Wawan dengan A.
Spoiler for Selasa, 13 Agustus 2013:
Polisi pastikan Kompol A tak terlibat pembunuhan Sisca
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno memastikan Kompol A tidak terlibat dalam pembunuhan manajer cantik Sisca Yofie (30). Sebab, polisi tidak menemukan bukti kuat kaitan Kompol A dengan tewasnya Sisca.
"Tidak ditemukan bukti-bukti hukum pasti. Contohnya gini kalau anda punya pacar, terus anda berantem dan pulang pacar anda sudah tewas, apakah anda pelakunya? Kan belum tentu," ujar Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Selasa (13/8).
Menurutnya, hasil pengembangan awal memang ada dugaan keterlibatan Kompol A. Tapi proses berjalan hingga akhirnya tidak ditemukan bukti dan fakta bahwa Kompol A menjadi dalang tewasnya Sisca.
"Apalagi sekarang sudah ada pengakuan dari pelaku bahwa itu murni dilakukan sendiri tanpa ada yang menyuruh," ungkapnya. Dia menerangkan sejauh ini motif pelaku murni tindak pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan tewasnya seseorang.
Sementara itu Wawan eksekutor pembunuh Sisca mengaku bahwa itu tindakan murni pencurian. "Ga ada yang nyuruh," ungkapnya. Wawan menambahkan motif penjambretan dilakukan karena butuh uang. Terkait golok yang dibawanya, kata dia, bahwa senjata tajam itu hanyalah untuk menjaga diri.
"Saya bawa golok untuk jaga diri saja," ujar Wawan yang bekerja sebagai pengepul barang bekas.
Atas perbuatannya Wawan dijerat Pasal 365 ayat (4) KUHP dan Pasal 338. Wawan dan Ade terancam hukuman mati.
Kompol A adalah perwira polisi yang diduga menjadi kekasih gelap Sisca Yofie. Perwira polisi ini sudah memiliki istri, kemudian berselingkuh dengan manajer cantik tersebut. Saat sudah putus, Kompol A dikabarkan masih saja mengejar-ngejar Sisca bahkan memata-matainya.
update
UPDATE di post 3
UPDATE di post 6
Quote:
Original Posted By foto korban semasa hidup






Spoiler for tulisan2 di facebook sisca:

Spoiler for twitter sisca terakhir:
Spoiler for rambut sisca tersangkut di gir?????:

motor yg digunakan pelaku
Quote:
Original Posted By rekaman CCTV pada saat kejadian
Spoiler for salah satu pelaku:
Diubah oleh Cathary 22-08-2013 22:12
amatjozzz memberi reputasi
-1
203.9K
Kutip
1.9K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Cathary
#5
UPDATE
Jumat, 16 Agustus 2013
Kompolnas Mulai Telusuri Kasus Sisca, Kroscek RS dan Polrestabes Bandung
Bandung - Kompolnas menelusuri kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Mereka mendatangi RS Hasan Sadikin Bandung, tempat Sisca diautopsi, dan Polrestabes Bandung.
Rombongan Kompolnas tiba di Mapolrestabes Bandung sekitar pukul 14.45 WIB, Jumat (16/8/2013). Sebelumnya, mereka mengunjungi RSHS. Belum dijelaskan hasil kunjungan tersebut.
"Tadi ke Forensik RSHS dulu," ujar salah satu Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan singkat sebelum masuk ke ruangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno.
Ia mengatakan, setelah dari Polrestabes, mereka akan melanjutkan ke lokasi terjadinya pembunuhan di Cipedes, Sukajadi.
"Habis dari sini kita ke lokasi, lalu baru ke Polda," katanya.
Rombongan Kompolnas yang terdiri dari dua komisioner laki-laki dan satu perempuan itu diterima oleh Kapolres di ruangannya.
Jumat, 16 Agustus 2013
Polda Instruksikan Pembunuh Fransisca Yovie Jalani Tes Kebohongan
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengakuan pembunuh Branch Manager PT Venera Multi Finance Fransica Yovie dianggap banyak pihak janggal. Terkait hal itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat meminta Polrestabes Bandung untuk mendatangkan pendeteksi kebohongan untuk mengetahui kebenaran pengakuan pembunuh Fransisca Yovie.
"Bahkan saya minta ke Polrestabes Bandung untuk mendatangkan lie decetcor untuk memastikan pelaku berkata jujur atau tidak," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius, di Bandung, Jumat.
Ditemui usai menghadiri sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-68 Kemerdekaan RI Tahun 2013 di ruang sidang Gedung DPRD Jawa Barat, Kapolda menuturkan hingga saat ini penyelidikan dan penyidikan kasus Fransisca Yovie belum selesai.
"Belum, itu kan masih di Polrestabes Bandung," kata Suhardi.
Menurut dia, pihaknya sudah menginstrusikan Kapolrestabes Bandung untuk menuntaskan dan memeriksa semua yang terlibat dalam kasus Fransisca Yovie.
"Kan saya minta ke Polrestabes Bandung semuanya diperiksa," ujarnya.
Selain itu, kata Suhardi, pihaknya juga telah mengerahkan segala cara untuk menuntaskan kasus pembunuhan keji yang terjadi di penghujung Bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriah.
Ia mengatakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan datang ke Mapolrestabes Bandung dan Mapolda Jawa Barat.
"Mereka (Kompolnas) nanya ke kami, ya kami persilahkan. Siang ini Kompolnas akan datang ke Polrestabes, Polda akan bertemu tersangka," katanya.
Arwah Sisca genyangan hantui warga
http://daerah.sindonews.com/read/201...n-hantui-warga
Sindonews.com - Pasca tewasnya Sisca Yofie, di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, pada Senin 5 Agustus 2013, kisah mistik pun bermunculan, dan menjadi buah bibir warga sekitar.
Salah seorang warga Cipedes Tengah, Reza (30) menuturkan, setelah kejadian muncul cerita-cerita mistik dari warga sekitar. Terlebih warga yang berdekatan dengan lokasi ditemukannya tubuh Sisca, dekat Lapangan Abra.
"Ada yang bilang pernah liat kaki tanpa badan, ada juga yang mendengar suara perempuan nangis, bahkan ada juga yang lihat penampakan (Sisca)," kata Reza, saat ditemui disekitar lokasi kejadian, Kamis (15/8/2013).
Bahkan, kata dia, bau amis dari darah Sisca masih tercium hingga tiga hari setelah kejadian. "Kayanya banyak yang takut. Soalnya pas malam takbiran biasanya ramai, tiba-tiba jadi sepi," tuturnya.
Reza yang ikut menggotong jasad Sisca pun merasa selalu diikuti oleh arwah korban. Tidak sampai di situ, Reza pun sempat sakit beberapa saat setelah kejadian.
Di tempat yang sama, kakak Reza, Ade mengaku sempat tak sadarkan diri sesaat setelah melihat tubuh korban yang banyak darah.
"Habis liat saya enggak kuat dan langsung pulang. Pas nyusuin anak saya, tiba-tiba saya gak sadar dan kata suami saya seperti orang yang lagi ngobrol," tuturnya.
Disaat tak sadarkan diri itu, Ade merasa kesakitan dan tidak bisa bergerak. Dan secara tiba-tiba, ada bisikan kearah telinganya.
"Dia bilang, 'Ibu kenapa gak tolongin saya'. Saya jawab, 'saya gak nolongin karena saya kira boneka'. Pas saya balik nanya, 'kamu namanya siapa', dia langsung nangis," bebernya.
Namun, hal tersebut pun sirna setelah sang suami menyadarkannya, ditambah dengan tangisan bayi yang tengah digendong dirinya.
Jumat, 16 Agustus 2013
4 Fakta baru kasus pembunuhan Sisca bantah keterangan polisi
http://www.merdeka.com/peristiwa/4-f...an-polisi.html
Polrestabes Bandung menyebut jika pembunuhan terhadap Sisca Yofie murni bermotif penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan. Polisi juga menutup rapat kemungkinan pembunuhan sadis tersebut bermotif dendam.
Polisi pun sudah menjelaskan kronologi pembunuhan wanita cantik berusia 34 tahun itu. Namun kini ditemukan fakta baru soal kasus tersebut yang jauh berbeda dengan versi polisi.
Kesaksian baru soal pembunuhan Sisca Yofie disampaikan oleh Rudi, anak pemilik indekos Sisca. Rudi menuturkan kronologi kejadian tewasnya Sisca dan mengungkap pengakuan sosok bernama Yadi.
Pengakuan Yadi kepada Rudi inilah yang berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai pembunuhan Sisca.
Berikut empat fakta baru tersebut:
1. Sisca tidak dijambret tapi langsung dibacok
Cerita Rudi mengenai pengakuan Yadi ini disampaikan di indekos Sisca Yofie di kawasan Setra Sari, Bandung, Kamis (15/8). Rudi bersedia menemui wartawan setelah keluarga Sisca mengambil barang-barang di indekos tersebut. Saat itu, tidak ada anggota keluarga Sisca yang bersedia memberi keterangan.
Dari dalam rumah indekos, datang Rudi Artur, putra pemilik kos. Dia mengaku tahu kejadian pada hari tewasnya Sisca sekitar pukul 19.30 WIB saat keluar rumah. Dia kaget mendapati mobil Sisca dalam kondisi pintu terbuka dan mesin masih menyala.
"Kondisi mobil sudah terbuka, tapi tidak ada orangnya. Mobilnya masih menyala. Kejadian 18.30 WIB, saya keluar sekitar 19.30 WIB," kata Rudi.
Dia mengaku berbincang dengan seorang saksi bernama Yadi. Saksi Yadi menyampaikan kepada Rudi dua hari setelah kejadian tentang malam nahas Sisca.
"Dia (Yadi) orang yang sedang bertamu, yang tidak jauh dari Sisca," ujar Rudi.
Saat itu, Yadi berada di mulut Gang Tuker, sekitar 20 meter dari indekos Sisca. Keluar dari Gang Tuker dengan mengendarai motor, Yadi melihat pelaku dua orang ini turun dari motor yang diparkir sekitar 10 meter dari lokasi Sisca.
Saat itu Sisca lagi turun dari mobil dan sedang membuka pagar.
"Dua pelaku turun dari motor, lalu teriak 'woi'. Sisca nengok, lalu dibacok mengenai dahi kanan," ujar Rudi menirukan keterangan yang disampaikan Yadi.
2. Pelaku sempat memapah Sisca
Dari penuturan saksi Yadi, pelaku tiba-tiba langsung membacok Sisca saat sedang membuka gerbang. Sisca yang dibacok di dahi langsung lemah.
"Sisca melemah, kemudian dipapah ke motor sekitar 10 meter dari lokasi. Sisca diapit. Sisca dipapah," ujar Rudi menirukan Yadi.
Pengakuan Yadi ini sangat berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai kronologis kejadian pembunuhan.
3. Pelaku menyeret Sisca dengan cara menjambak rambut
Polisi menyebut jika pelaku tidak berniat menyeret Sisca. Namun usai tasnya dijambret, Sisca lalu berusaha mengejar pelaku dan terjatuh sehingga rambutnya masuk ke gir motor.
Dengan panik, pelaku lalu tetap melaju sehingga Sisca terseret karena rambutnya tergulung di gir motor. Keterangan polisi ini sangat janggal.
Keterangan versi polisi ini pun berbeda dengan apa yang dilihat oleh saksi Yadi. Yadi mengaku melihat pelaku menyeret kepala Sisca pakai tangan kiri.
Keterangan Yadi ini pun sepaham dengan saksi Uju. Uju juga melihat pelaku penyeret tubuh Sisca dengan cara menjambak rambutnya.
4. Tas Sisca ada di mobil tidak diambil pelaku
Polisi menyebut bahwa pembunuhan Sisca diawali dengan penjambretan tas milik wanita cantik itu. Namun lagi-lagi saksi di lokasi berkata lain.
Rudi tidak yakin bahwa kasus pembunuhan ini hanya sebatas kasus penjambretan. Hal tersebut dikarenakan tas korban tidak dibawa oleh pelaku.
"Setahu saya tas (Sisca) tidak hilang karena waktu masukkin mobil ada tas warna coklat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," ujar Rudi.
Lalu versi siapa yang benar soal pembunuhan sadis ini?
Jumat, 16 Agustus 2013
Mengapa Kompol Albertus Menginap di Hotel Pada Hari Terbunuhnya Sisca?
Jakarta - Polisi menyebut Kompol Albertus Eko Budi berada di sebuah hotel di Bandung saat peristiwa pembunuhan Sisca Yofie (34) pada Senin (5/8) lalu terjadi. Kompol Albertus diketahui bertempat tinggal di Bandung, lalu mengapa dia menginap di hotel?
"Dia orang Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/8/2013) malam.
Martinus mengatakan Kompol Albertus tak ada kaitannya dengan pembunuhan Sisca Yofie. Keberadaan Kompol Albertus di hotel untuk berlibur.
"Dia tidak terlibat. Itu kan hari libur, dibawa istrinya ke hotel," ujarnya.
Martinus sebelumnya telah mengonfirmasi anak buahnya yang saat ini betugas di Bidhumas Polda Jabar tersebut memiliki hubungan khusus dengan Sisca. Mereka berpacaran selama dua tahun atau 2010 hingga 2012, padahal Kompol Albertus adalah pria beristri.
Surat cinta dari Kompol Albertus juga ditemukan di kamar kos Sisca. Selain itu, dia juga diketahui menyuruh anak buahnya untuk menguntit Sisca.
alasan berlibur bener2 gak asuk akal bgt, separah ini kah polisi percaya, aneh aj, org bandung berlibur masa di hotel, di bandung pula
, gak di selidiki lebih lanjut lagi
Minggu, 18 Agustus 2013
Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca
Bandung - Rekonstruksi pembunuhan Sisca Yofie (34) segera digelar Senin mendatang. Desakan agar kejanggalan tewasnya Branch Manager Verena Multi Finance itu diungkap tuntas kian menguat.
Salah satunya dari LSM Masyarakat Pencegah Kejahatan (MPK) yang mendesak meminta polisi untuk bersikap profesional, tegas dan transparan dalam menangani kasus tewasnya Sisca.
"Kami ini adalah bagian dari suara masyarakat. Tugas pokok kami yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan. Kasus ini menjadi perhatian kami karena banyak disoroti," ujar Ketua Pembina MPK, M Jaya, saat ditemui di Polrestabes Bandung, Sabtu (17/8/2013).
Organisasi yang disebut Jaya terdiri dari berbagai unsur kelompok masyarakat itu tergerak untuk bisa ikut mengawal kasus ini. "Kami ingin mengawal proses penyidikan dan proses hukum yang sudah, sedang dan akan berjalan," katanya.
Kedatangannya ke Polrestabes Bandung yaitu untuk menanyakan perkembangan kasus Sisca dan menyatakan akan ikut mengawasi kasus. Namun sayangnya, di Satreskrim Polrestabes Bandung Jaya yang datang dengan sekitar 5 orang anggotanya itu ia tak bisa menemui Kasatreskrim karena sedang tak berada di tempat.
MPK mendesak polisi untuk bersikap profesional jika kasus ini melibatkan anggotanya. "Kami minta polisi transparan jika ada aparat yang terlibat. Kami minta hukum tetap ditegakkan. Jangan sampai karena 1 orang jadi merusak korps Polri," tutur Jaya.
Saat disinggung apakah LSM ini ada hubunganya dengan keluarga Yofie, Jaya mengatakan tak ada hubungannya. Namun mereka menyatakan keinginannya untuk bisa mengadvokasi keluarga Sisca.
LSM ini pun mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini. Di antaranya, jika penjambretan, kenapa pelaku sampai membawa golok. Bagaimana korban memeluk pelaku saat dibonceng di motor, begitu juga keterangan tersangka yang menyebut rambut korban masuk gear motor.
"Saat memeluk dari belakang itu apa bobotnya tidak membuat motor jatuh. Lalu rambut bisa masuk ke gear, itu harus diuji," tuturnya.
Minggu, 18 Agustus 2013
Rekonstruksi Kasus Sisca Batal Digelar Senin Besok, Diundur Jadi Kamis
Bandung - Polisi menjadwalkan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Sisca Yovie, Senin (19/8/2013) besok. Namun rencana itu batal. Rekonstruksi diundur hingga Kamis (23/8/2013) mendatang.
"Tidak jadi besok. Diundur hari Kamis," katanya Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada detikcom melalui telepon selular, Minggu (18/3/2013).
Martinus enggan menjelaskan alasan pengunduran jadwal rekonstruksi Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Dia hanya menyebut penyidikan sudah ditentukan waktunya.
"Sudah ditentukan kapan mengumpulkan bukti, kapan mengumpulkan saksi. Begitu juga rekonstruksi, kita sudah jadwalkan di minggu ketiga. Senin itu kan masuk minggu ketiga, tapi bisa saja diundur Kamis. Yang penting masih di minggu ketiga," ujarnya.
Jadwal awal rekonstruksi disampaikan Martinus di sela-sela upacara peringatan HUT RI ke-68 tingkat Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/8/2013).
"Rekonstruksi digelar Senin (19/8/2013). Rencananya akan dilakukan pagi," ujar Martinus.
Ia mengatakan, rekonstruksi akan dilakukan secara terbuka supaya masyarakat bisa melihat bagaimana kronologis kejadian seperti yang sebenarnya. "Terbuka. Kami tidak akan menutup-nutupi," katanya.
Kamis, 22 Agustus 2013
"Rekonstruksi Penjambretan Sisca Mengalir seperti Air"
BANDUNG, KOMPAS.com — Dian Rahadian, kuasa hukum dua tersangka pembunuhan Franciesca Yofie alias Sisca, mengatakan, proses adegan demi adegan rekonstruksi penjambretan berujung pembunuhan yang diperankan kedua pelaku pembunuhan, Wawan dan Ade, berjalan cukup lancar.
"Pelaku dalam rekonstruksi lancar seperti air mengalir," kata Dian Rahadian saat ditemui seusai rekonstruksi, Kamis (22/8/2013).
Lebih lanjut, Dian menambahkan, kedua pelaku terbilang kooperatif dan menjalankan reka ulang kejadian sejak dimulainya niat menjambret hingga tewasnya Sisca di tangan salah satu pelaku, yaitu Wawan, sesuai dengan keterangan yang disampaikan kepada penyidik.
"Tidak ada yang direkayasa. Kita amati dan saksikan bersama, tersangka tidak canggung," bebernya.
Sebagai kuasa hukum tersangka, Dian mengaku hanya menunggu hasil dari rekonstruksi tersebut.
"Tinggal pembuktikan, kita kuasa hukum memberikan seluas-luasnya kepada polisi untuk penyelidikan," terangnya.
Ia pun berharap kasus tersebut bisa segera terungkap kebenarannya. Pasalnya, hingga saat ini, kasus tersebut sudah terlalu jauh melebar.
"Kalau bisa, ada pola penyelidikan yang baru untuk menepis segala keraguan di masyarakat," pungkasnya.
Kamis, 22 Agustus 2013






sumber:detik..com
UPDATE DI BAWAH GAN
Quote:
Original Posted By juangmahmud►Nih gan liat... Video amatir warga sekitar. Warganya juga cacat nih... Masak tau orang sekarat dibiarin jadi tontonan,.. Malah direkan kayak tidak ada tindakan..
Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
Original Posted By 3onlinesell►KOMPOLNAS Sambangi Polda Jabar Telisik Kejanggalan Tewasnya Sisca
http://www.kompolnas.go.id/kompolnas...ewasnya-sisca/
(Kompolnas bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden. Saran yang diberikan oleh Kompolnas berkaitan dengan anggaran Polri, pengembangan sumber daya Polri , dan pengembangan sarana dan prasarana Polri, dalam upaya mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri. Kompolnas juga menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian dan menyampaikannya kepada Presiden. Keluhan yang diterima Kompolnas adalah pengaduan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang, dugaan korupsi, pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminasi, dan penggunaan diskresi kepolisian yang keliru. Pengumpulan data dan keluhan masyarakat ini dilakukan melalui jalur media komunikasi elektronik, terutama internet, dimana masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan staf Kompolnas yang sedang aktif di situs www.kompolnas.go.id/hubungi-kami)
http://www.kompolnas.go.id/kompolnas...ewasnya-sisca/
(Kompolnas bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden. Saran yang diberikan oleh Kompolnas berkaitan dengan anggaran Polri, pengembangan sumber daya Polri , dan pengembangan sarana dan prasarana Polri, dalam upaya mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri. Kompolnas juga menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian dan menyampaikannya kepada Presiden. Keluhan yang diterima Kompolnas adalah pengaduan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang, dugaan korupsi, pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminasi, dan penggunaan diskresi kepolisian yang keliru. Pengumpulan data dan keluhan masyarakat ini dilakukan melalui jalur media komunikasi elektronik, terutama internet, dimana masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan staf Kompolnas yang sedang aktif di situs www.kompolnas.go.id/hubungi-kami)
Quote:
Kompolnas Mulai Telusuri Kasus Sisca, Kroscek RS dan Polrestabes Bandung
Bandung - Kompolnas menelusuri kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Mereka mendatangi RS Hasan Sadikin Bandung, tempat Sisca diautopsi, dan Polrestabes Bandung.
Rombongan Kompolnas tiba di Mapolrestabes Bandung sekitar pukul 14.45 WIB, Jumat (16/8/2013). Sebelumnya, mereka mengunjungi RSHS. Belum dijelaskan hasil kunjungan tersebut.
"Tadi ke Forensik RSHS dulu," ujar salah satu Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan singkat sebelum masuk ke ruangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno.
Ia mengatakan, setelah dari Polrestabes, mereka akan melanjutkan ke lokasi terjadinya pembunuhan di Cipedes, Sukajadi.
"Habis dari sini kita ke lokasi, lalu baru ke Polda," katanya.
Rombongan Kompolnas yang terdiri dari dua komisioner laki-laki dan satu perempuan itu diterima oleh Kapolres di ruangannya.
Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
Polda Instruksikan Pembunuh Fransisca Yovie Jalani Tes Kebohongan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengakuan pembunuh Branch Manager PT Venera Multi Finance Fransica Yovie dianggap banyak pihak janggal. Terkait hal itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat meminta Polrestabes Bandung untuk mendatangkan pendeteksi kebohongan untuk mengetahui kebenaran pengakuan pembunuh Fransisca Yovie.
"Bahkan saya minta ke Polrestabes Bandung untuk mendatangkan lie decetcor untuk memastikan pelaku berkata jujur atau tidak," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius, di Bandung, Jumat.
Ditemui usai menghadiri sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-68 Kemerdekaan RI Tahun 2013 di ruang sidang Gedung DPRD Jawa Barat, Kapolda menuturkan hingga saat ini penyelidikan dan penyidikan kasus Fransisca Yovie belum selesai.
"Belum, itu kan masih di Polrestabes Bandung," kata Suhardi.
Menurut dia, pihaknya sudah menginstrusikan Kapolrestabes Bandung untuk menuntaskan dan memeriksa semua yang terlibat dalam kasus Fransisca Yovie.
"Kan saya minta ke Polrestabes Bandung semuanya diperiksa," ujarnya.
Selain itu, kata Suhardi, pihaknya juga telah mengerahkan segala cara untuk menuntaskan kasus pembunuhan keji yang terjadi di penghujung Bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriah.
Ia mengatakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan datang ke Mapolrestabes Bandung dan Mapolda Jawa Barat.
"Mereka (Kompolnas) nanya ke kami, ya kami persilahkan. Siang ini Kompolnas akan datang ke Polrestabes, Polda akan bertemu tersangka," katanya.
Quote:
Arwah Sisca genyangan hantui warga
http://daerah.sindonews.com/read/201...n-hantui-warga
Sindonews.com - Pasca tewasnya Sisca Yofie, di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, pada Senin 5 Agustus 2013, kisah mistik pun bermunculan, dan menjadi buah bibir warga sekitar.
Salah seorang warga Cipedes Tengah, Reza (30) menuturkan, setelah kejadian muncul cerita-cerita mistik dari warga sekitar. Terlebih warga yang berdekatan dengan lokasi ditemukannya tubuh Sisca, dekat Lapangan Abra.
"Ada yang bilang pernah liat kaki tanpa badan, ada juga yang mendengar suara perempuan nangis, bahkan ada juga yang lihat penampakan (Sisca)," kata Reza, saat ditemui disekitar lokasi kejadian, Kamis (15/8/2013).
Bahkan, kata dia, bau amis dari darah Sisca masih tercium hingga tiga hari setelah kejadian. "Kayanya banyak yang takut. Soalnya pas malam takbiran biasanya ramai, tiba-tiba jadi sepi," tuturnya.
Reza yang ikut menggotong jasad Sisca pun merasa selalu diikuti oleh arwah korban. Tidak sampai di situ, Reza pun sempat sakit beberapa saat setelah kejadian.
Di tempat yang sama, kakak Reza, Ade mengaku sempat tak sadarkan diri sesaat setelah melihat tubuh korban yang banyak darah.
"Habis liat saya enggak kuat dan langsung pulang. Pas nyusuin anak saya, tiba-tiba saya gak sadar dan kata suami saya seperti orang yang lagi ngobrol," tuturnya.
Disaat tak sadarkan diri itu, Ade merasa kesakitan dan tidak bisa bergerak. Dan secara tiba-tiba, ada bisikan kearah telinganya.
"Dia bilang, 'Ibu kenapa gak tolongin saya'. Saya jawab, 'saya gak nolongin karena saya kira boneka'. Pas saya balik nanya, 'kamu namanya siapa', dia langsung nangis," bebernya.
Namun, hal tersebut pun sirna setelah sang suami menyadarkannya, ditambah dengan tangisan bayi yang tengah digendong dirinya.
Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
4 Fakta baru kasus pembunuhan Sisca bantah keterangan polisi
http://www.merdeka.com/peristiwa/4-f...an-polisi.html
Polrestabes Bandung menyebut jika pembunuhan terhadap Sisca Yofie murni bermotif penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan. Polisi juga menutup rapat kemungkinan pembunuhan sadis tersebut bermotif dendam.
Polisi pun sudah menjelaskan kronologi pembunuhan wanita cantik berusia 34 tahun itu. Namun kini ditemukan fakta baru soal kasus tersebut yang jauh berbeda dengan versi polisi.
Kesaksian baru soal pembunuhan Sisca Yofie disampaikan oleh Rudi, anak pemilik indekos Sisca. Rudi menuturkan kronologi kejadian tewasnya Sisca dan mengungkap pengakuan sosok bernama Yadi.
Pengakuan Yadi kepada Rudi inilah yang berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai pembunuhan Sisca.
Berikut empat fakta baru tersebut:
1. Sisca tidak dijambret tapi langsung dibacok
Cerita Rudi mengenai pengakuan Yadi ini disampaikan di indekos Sisca Yofie di kawasan Setra Sari, Bandung, Kamis (15/8). Rudi bersedia menemui wartawan setelah keluarga Sisca mengambil barang-barang di indekos tersebut. Saat itu, tidak ada anggota keluarga Sisca yang bersedia memberi keterangan.
Dari dalam rumah indekos, datang Rudi Artur, putra pemilik kos. Dia mengaku tahu kejadian pada hari tewasnya Sisca sekitar pukul 19.30 WIB saat keluar rumah. Dia kaget mendapati mobil Sisca dalam kondisi pintu terbuka dan mesin masih menyala.
"Kondisi mobil sudah terbuka, tapi tidak ada orangnya. Mobilnya masih menyala. Kejadian 18.30 WIB, saya keluar sekitar 19.30 WIB," kata Rudi.
Dia mengaku berbincang dengan seorang saksi bernama Yadi. Saksi Yadi menyampaikan kepada Rudi dua hari setelah kejadian tentang malam nahas Sisca.
"Dia (Yadi) orang yang sedang bertamu, yang tidak jauh dari Sisca," ujar Rudi.
Saat itu, Yadi berada di mulut Gang Tuker, sekitar 20 meter dari indekos Sisca. Keluar dari Gang Tuker dengan mengendarai motor, Yadi melihat pelaku dua orang ini turun dari motor yang diparkir sekitar 10 meter dari lokasi Sisca.
Saat itu Sisca lagi turun dari mobil dan sedang membuka pagar.
"Dua pelaku turun dari motor, lalu teriak 'woi'. Sisca nengok, lalu dibacok mengenai dahi kanan," ujar Rudi menirukan keterangan yang disampaikan Yadi.
2. Pelaku sempat memapah Sisca
Dari penuturan saksi Yadi, pelaku tiba-tiba langsung membacok Sisca saat sedang membuka gerbang. Sisca yang dibacok di dahi langsung lemah.
"Sisca melemah, kemudian dipapah ke motor sekitar 10 meter dari lokasi. Sisca diapit. Sisca dipapah," ujar Rudi menirukan Yadi.
Pengakuan Yadi ini sangat berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai kronologis kejadian pembunuhan.
3. Pelaku menyeret Sisca dengan cara menjambak rambut
Polisi menyebut jika pelaku tidak berniat menyeret Sisca. Namun usai tasnya dijambret, Sisca lalu berusaha mengejar pelaku dan terjatuh sehingga rambutnya masuk ke gir motor.
Dengan panik, pelaku lalu tetap melaju sehingga Sisca terseret karena rambutnya tergulung di gir motor. Keterangan polisi ini sangat janggal.
Keterangan versi polisi ini pun berbeda dengan apa yang dilihat oleh saksi Yadi. Yadi mengaku melihat pelaku menyeret kepala Sisca pakai tangan kiri.
Keterangan Yadi ini pun sepaham dengan saksi Uju. Uju juga melihat pelaku penyeret tubuh Sisca dengan cara menjambak rambutnya.
4. Tas Sisca ada di mobil tidak diambil pelaku
Polisi menyebut bahwa pembunuhan Sisca diawali dengan penjambretan tas milik wanita cantik itu. Namun lagi-lagi saksi di lokasi berkata lain.
Rudi tidak yakin bahwa kasus pembunuhan ini hanya sebatas kasus penjambretan. Hal tersebut dikarenakan tas korban tidak dibawa oleh pelaku.
"Setahu saya tas (Sisca) tidak hilang karena waktu masukkin mobil ada tas warna coklat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," ujar Rudi.
Lalu versi siapa yang benar soal pembunuhan sadis ini?
Quote:
Original Posted By boghell►Kasus Sisca, Kompolnas Akan Dalami Kemungkinan Istri Kompol A Terlibat
Bandung - Kompolnas akan mendalami kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Termasuk memeriksa Kompol A dan kemungkinan keterlibatan peran istrinya dalam kasus tersebut.
Hal itu disampaikan Hamidah usai mendatangi Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Jumat (16/8/2013). Ia menyatakan belum bisa memberikan kesimpulan soal keterlibatan Kompol A karena baru akan memeriksa Kompol A di Polda Jabar.
"Soal Kompol A itu nanti ya, kalau sudah selesai di Polda," kata Hamidah.
Sebelumnya, polisi telah menyatakan Kompol A tidak ada hubungannya dengan pembunuhan Sisca. Kalaupun bukan Kompol A yang terlibat, mungkinkah istri A yang melakukannya akibat cemburu?
"Ya, itu juga akan kita dalami. Tentu kemungkinan itu pasti ada. Karena saya tidak mau kasus ini jadi kasus serba kebetulan. Kebetulan jatuh, kebetulan kelilit motor, kebetulan ada hubungan," katanya.
Setelah dari Polrestabes, Kompolnas melanjutkan mendatangi lokasi kejadian dan Polda Jabar. Hingga saat ini, ketiga anggota komisioner berada di lantai II Mapolda Jabar, di ruang Kapolda Jabar untuk meminta keterangan Kompol A.
Lanjutkan Kompolnas.




Bandung - Kompolnas akan mendalami kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Termasuk memeriksa Kompol A dan kemungkinan keterlibatan peran istrinya dalam kasus tersebut.
Hal itu disampaikan Hamidah usai mendatangi Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Jumat (16/8/2013). Ia menyatakan belum bisa memberikan kesimpulan soal keterlibatan Kompol A karena baru akan memeriksa Kompol A di Polda Jabar.
"Soal Kompol A itu nanti ya, kalau sudah selesai di Polda," kata Hamidah.
Sebelumnya, polisi telah menyatakan Kompol A tidak ada hubungannya dengan pembunuhan Sisca. Kalaupun bukan Kompol A yang terlibat, mungkinkah istri A yang melakukannya akibat cemburu?
"Ya, itu juga akan kita dalami. Tentu kemungkinan itu pasti ada. Karena saya tidak mau kasus ini jadi kasus serba kebetulan. Kebetulan jatuh, kebetulan kelilit motor, kebetulan ada hubungan," katanya.
Setelah dari Polrestabes, Kompolnas melanjutkan mendatangi lokasi kejadian dan Polda Jabar. Hingga saat ini, ketiga anggota komisioner berada di lantai II Mapolda Jabar, di ruang Kapolda Jabar untuk meminta keterangan Kompol A.
Lanjutkan Kompolnas.




Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
Mengapa Kompol Albertus Menginap di Hotel Pada Hari Terbunuhnya Sisca?
Jakarta - Polisi menyebut Kompol Albertus Eko Budi berada di sebuah hotel di Bandung saat peristiwa pembunuhan Sisca Yofie (34) pada Senin (5/8) lalu terjadi. Kompol Albertus diketahui bertempat tinggal di Bandung, lalu mengapa dia menginap di hotel?
"Dia orang Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/8/2013) malam.
Martinus mengatakan Kompol Albertus tak ada kaitannya dengan pembunuhan Sisca Yofie. Keberadaan Kompol Albertus di hotel untuk berlibur.
"Dia tidak terlibat. Itu kan hari libur, dibawa istrinya ke hotel," ujarnya.
Martinus sebelumnya telah mengonfirmasi anak buahnya yang saat ini betugas di Bidhumas Polda Jabar tersebut memiliki hubungan khusus dengan Sisca. Mereka berpacaran selama dua tahun atau 2010 hingga 2012, padahal Kompol Albertus adalah pria beristri.
Surat cinta dari Kompol Albertus juga ditemukan di kamar kos Sisca. Selain itu, dia juga diketahui menyuruh anak buahnya untuk menguntit Sisca.
alasan berlibur bener2 gak asuk akal bgt, separah ini kah polisi percaya, aneh aj, org bandung berlibur masa di hotel, di bandung pula
, gak di selidiki lebih lanjut lagiMinggu, 18 Agustus 2013
Quote:
Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca
Bandung - Rekonstruksi pembunuhan Sisca Yofie (34) segera digelar Senin mendatang. Desakan agar kejanggalan tewasnya Branch Manager Verena Multi Finance itu diungkap tuntas kian menguat.
Salah satunya dari LSM Masyarakat Pencegah Kejahatan (MPK) yang mendesak meminta polisi untuk bersikap profesional, tegas dan transparan dalam menangani kasus tewasnya Sisca.
"Kami ini adalah bagian dari suara masyarakat. Tugas pokok kami yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan. Kasus ini menjadi perhatian kami karena banyak disoroti," ujar Ketua Pembina MPK, M Jaya, saat ditemui di Polrestabes Bandung, Sabtu (17/8/2013).
Organisasi yang disebut Jaya terdiri dari berbagai unsur kelompok masyarakat itu tergerak untuk bisa ikut mengawal kasus ini. "Kami ingin mengawal proses penyidikan dan proses hukum yang sudah, sedang dan akan berjalan," katanya.
Kedatangannya ke Polrestabes Bandung yaitu untuk menanyakan perkembangan kasus Sisca dan menyatakan akan ikut mengawasi kasus. Namun sayangnya, di Satreskrim Polrestabes Bandung Jaya yang datang dengan sekitar 5 orang anggotanya itu ia tak bisa menemui Kasatreskrim karena sedang tak berada di tempat.
MPK mendesak polisi untuk bersikap profesional jika kasus ini melibatkan anggotanya. "Kami minta polisi transparan jika ada aparat yang terlibat. Kami minta hukum tetap ditegakkan. Jangan sampai karena 1 orang jadi merusak korps Polri," tutur Jaya.
Saat disinggung apakah LSM ini ada hubunganya dengan keluarga Yofie, Jaya mengatakan tak ada hubungannya. Namun mereka menyatakan keinginannya untuk bisa mengadvokasi keluarga Sisca.
LSM ini pun mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini. Di antaranya, jika penjambretan, kenapa pelaku sampai membawa golok. Bagaimana korban memeluk pelaku saat dibonceng di motor, begitu juga keterangan tersangka yang menyebut rambut korban masuk gear motor.
"Saat memeluk dari belakang itu apa bobotnya tidak membuat motor jatuh. Lalu rambut bisa masuk ke gear, itu harus diuji," tuturnya.
Minggu, 18 Agustus 2013
Quote:
Rekonstruksi Kasus Sisca Batal Digelar Senin Besok, Diundur Jadi Kamis
Bandung - Polisi menjadwalkan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Sisca Yovie, Senin (19/8/2013) besok. Namun rencana itu batal. Rekonstruksi diundur hingga Kamis (23/8/2013) mendatang.
"Tidak jadi besok. Diundur hari Kamis," katanya Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada detikcom melalui telepon selular, Minggu (18/3/2013).
Martinus enggan menjelaskan alasan pengunduran jadwal rekonstruksi Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Dia hanya menyebut penyidikan sudah ditentukan waktunya.
"Sudah ditentukan kapan mengumpulkan bukti, kapan mengumpulkan saksi. Begitu juga rekonstruksi, kita sudah jadwalkan di minggu ketiga. Senin itu kan masuk minggu ketiga, tapi bisa saja diundur Kamis. Yang penting masih di minggu ketiga," ujarnya.
Jadwal awal rekonstruksi disampaikan Martinus di sela-sela upacara peringatan HUT RI ke-68 tingkat Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/8/2013).
"Rekonstruksi digelar Senin (19/8/2013). Rencananya akan dilakukan pagi," ujar Martinus.
Ia mengatakan, rekonstruksi akan dilakukan secara terbuka supaya masyarakat bisa melihat bagaimana kronologis kejadian seperti yang sebenarnya. "Terbuka. Kami tidak akan menutup-nutupi," katanya.
Kamis, 22 Agustus 2013
Quote:
"Rekonstruksi Penjambretan Sisca Mengalir seperti Air"
BANDUNG, KOMPAS.com — Dian Rahadian, kuasa hukum dua tersangka pembunuhan Franciesca Yofie alias Sisca, mengatakan, proses adegan demi adegan rekonstruksi penjambretan berujung pembunuhan yang diperankan kedua pelaku pembunuhan, Wawan dan Ade, berjalan cukup lancar.
"Pelaku dalam rekonstruksi lancar seperti air mengalir," kata Dian Rahadian saat ditemui seusai rekonstruksi, Kamis (22/8/2013).
Lebih lanjut, Dian menambahkan, kedua pelaku terbilang kooperatif dan menjalankan reka ulang kejadian sejak dimulainya niat menjambret hingga tewasnya Sisca di tangan salah satu pelaku, yaitu Wawan, sesuai dengan keterangan yang disampaikan kepada penyidik.
"Tidak ada yang direkayasa. Kita amati dan saksikan bersama, tersangka tidak canggung," bebernya.
Sebagai kuasa hukum tersangka, Dian mengaku hanya menunggu hasil dari rekonstruksi tersebut.
"Tinggal pembuktikan, kita kuasa hukum memberikan seluas-luasnya kepada polisi untuk penyelidikan," terangnya.
Ia pun berharap kasus tersebut bisa segera terungkap kebenarannya. Pasalnya, hingga saat ini, kasus tersebut sudah terlalu jauh melebar.
"Kalau bisa, ada pola penyelidikan yang baru untuk menepis segala keraguan di masyarakat," pungkasnya.
Kamis, 22 Agustus 2013
Spoiler for beberapa foto saat rekonstruksi:






sumber:detik..com
UPDATE DI BAWAH GAN
Diubah oleh Cathary 22-08-2013 23:16
0
Kutip
Balas