- Beranda
- The Lounge
Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]
...
TS
loveJunk.
Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]
bagi cendol dong gan maap judulnya gitu gan agar menarik aja 
komen cerdas dan transparan
TERIMA KASIH KEPADA AGAN outhebox97 SUDAH MERANGKUM OPINI KASKUSER di post #10

Quote:
Original Posted By ![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/www.jobsbump.com/wp-content/gallery/default/senior-commissioning-editor-jobs-oxford-university-press.jpg)
Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas:
1. Bahasa dan Sastra (S.S)
Jurusan ini tak banyak dicari perusahaan, lulusan Bahasa dan Sastra menjadi sastrawan, penulis, kritikus namanya jg jurusan non-industri. Persentase pengangguran dari jurusan ini mencapai 9,2%. (liputan 6) sama dengan pengangguran lulusan SMA
Setelah lulus jurusan ini ente akan kemana? Who knows?
2. Agroteknologi, Agroekoteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian dan Peternakan (S.P)
3. Biologi Murni (S.Si)
Q: mengapa S.Si atau sarjana sains (matematika, fisika, kimia, biologi) banyak yang pengangguran? istilahnya si pengangguran intelektual
A: untuk jurusan mipa, ini jg masalah prospek...jurusan mipa kn aturan jadi peneliti tuh,,cuma di indonesia peneliti itu agak kurangdihargai n kurang kepake,,beda ama di luar...gaji yg di dapet jg ga terlalu gede banget makanya pada milih kerja di luar jurusan nya...sementara klo ngelamar ga sesuai kompetensi yaa bakalan susah jg kn buat diterima
4. Sosiologi, Sejarah, Arkeologi, Antropologi (S.Soc, S.Hum, S.Sos)
5.Filsafat (S.Fil)
ente harus menciptakan "lapangan kerja untuk diri sendiri" , jika tidak akan menjadi pengangguran
![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/www.kabarkite.com/wp-content/uploads/2013/03/pengangguran.jpg)
![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/07/13116999761734725069_300x300.jpg)
tambahan Liputan6
tambahan dari web liputan 6
Berikut 10 program studi yang salah untuk karier Anda, antara lain :
1. Bahasa Inggris
- Tingkat pengangguran sebesar 6,7% (rata-rata untuk semua lulusan sarjana 4,9%)
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 9,2%
2. Sosiologi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,0%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 8,6%
3. Seni Drama dan Teater
- Tingkat pengangguran sebesar 7,1%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 7,8%
4. Seni Liberal
- Tingkat pengangguran sebesar 7,6%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 9,2%
5. Seni Studio
- Tingkat pengangguran sebesar 8,0%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 11,1%
6. Desain Grafis
- Tingkat pengangguran sebesar 8,1%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 11,8%
7. Studi Agama dan Filosofi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,2%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 10,8%
8. Film dan Fotografi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,3%
9. Seni Rupa
- Tingkat pengangguran sebesar 7,4%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 12,6%
10. Antropologi
- Tingkat pengangguran sebesar 6,9%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 10,5%
![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/www.jobsbump.com/wp-content/gallery/default/senior-commissioning-editor-jobs-oxford-university-press.jpg)
Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas:
1. Bahasa dan Sastra (S.S)
Jurusan ini tak banyak dicari perusahaan, lulusan Bahasa dan Sastra menjadi sastrawan, penulis, kritikus namanya jg jurusan non-industri. Persentase pengangguran dari jurusan ini mencapai 9,2%. (liputan 6) sama dengan pengangguran lulusan SMA
Setelah lulus jurusan ini ente akan kemana? Who knows?
2. Agroteknologi, Agroekoteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian dan Peternakan (S.P)
3. Biologi Murni (S.Si)
Q: mengapa S.Si atau sarjana sains (matematika, fisika, kimia, biologi) banyak yang pengangguran? istilahnya si pengangguran intelektual
A: untuk jurusan mipa, ini jg masalah prospek...jurusan mipa kn aturan jadi peneliti tuh,,cuma di indonesia peneliti itu agak kurangdihargai n kurang kepake,,beda ama di luar...gaji yg di dapet jg ga terlalu gede banget makanya pada milih kerja di luar jurusan nya...sementara klo ngelamar ga sesuai kompetensi yaa bakalan susah jg kn buat diterima
4. Sosiologi, Sejarah, Arkeologi, Antropologi (S.Soc, S.Hum, S.Sos)
5.Filsafat (S.Fil)
ente harus menciptakan "lapangan kerja untuk diri sendiri" , jika tidak akan menjadi pengangguran
![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/www.kabarkite.com/wp-content/uploads/2013/03/pengangguran.jpg)
![Inilah Jurusan kuliah yang tamatannya gak jelas [Apakah jurusan agan termasuk?]](https://dl.kaskus.id/stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/07/13116999761734725069_300x300.jpg)
tambahan Liputan6
tambahan dari web liputan 6
Berikut 10 program studi yang salah untuk karier Anda, antara lain :
1. Bahasa Inggris
- Tingkat pengangguran sebesar 6,7% (rata-rata untuk semua lulusan sarjana 4,9%)
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 9,2%
2. Sosiologi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,0%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 8,6%
3. Seni Drama dan Teater
- Tingkat pengangguran sebesar 7,1%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 7,8%
4. Seni Liberal
- Tingkat pengangguran sebesar 7,6%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 9,2%
5. Seni Studio
- Tingkat pengangguran sebesar 8,0%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 11,1%
6. Desain Grafis
- Tingkat pengangguran sebesar 8,1%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 11,8%
7. Studi Agama dan Filosofi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,2%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 10,8%
8. Film dan Fotografi
- Tingkat pengangguran sebesar 7,3%
9. Seni Rupa
- Tingkat pengangguran sebesar 7,4%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 12,6%
10. Antropologi
- Tingkat pengangguran sebesar 6,9%
- Tingkat pengangguran untuk lulusan baru 10,5%
komen cerdas dan transparan
Quote:
Original Posted By yesbud►Yang disampaikan TS adalah fakta, dari sekian banyak pengangguran, 10 jurusan diatas mempunyai jumlah lulusan yang menggagur terbanyak.
bukan berarti jurusan tersebut jelek karena fakta itu melihat dari kuantitasnya bukan kualitasnya dan hampir dari semua jurusan ada yang menganggur. yang penting apapun jurusan agan, bukan termasuk dalam golongan yang menganggur.
yang jadi masalah adalah orang2 di negara kita lebih senang menghindari fakta buruk, termasuk fakta sepuluh jurusan yang paling banyak menganggur, gimana mau memperbaiki keadaan kalau kita sendiri tidak mau menerima kenyataan keadaan kita sekarang. intinya cari solusinya bukan cari siapa yang salah. kalau ga ada lowongan kerja apa salahnya kita buka sendiri lowongan kerja,hehe
ane maba jurusan bisnis gan, salam kenal.
bukan berarti jurusan tersebut jelek karena fakta itu melihat dari kuantitasnya bukan kualitasnya dan hampir dari semua jurusan ada yang menganggur. yang penting apapun jurusan agan, bukan termasuk dalam golongan yang menganggur.
yang jadi masalah adalah orang2 di negara kita lebih senang menghindari fakta buruk, termasuk fakta sepuluh jurusan yang paling banyak menganggur, gimana mau memperbaiki keadaan kalau kita sendiri tidak mau menerima kenyataan keadaan kita sekarang. intinya cari solusinya bukan cari siapa yang salah. kalau ga ada lowongan kerja apa salahnya kita buka sendiri lowongan kerja,hehe
ane maba jurusan bisnis gan, salam kenal.

TERIMA KASIH KEPADA AGAN outhebox97 SUDAH MERANGKUM OPINI KASKUSER di post #10
Diubah oleh loveJunk. 29-12-2013 14:29
adnif memberi reputasi
-1
442.9K
Kutip
3.4K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.3KAnggota
Tampilkan semua post
outhebox97
#9
==========================================================
UNTUK SIAPA SAJA YANG TERLANJUR TERSESAT DI THREAD INI
Tolong jangan telan mentah-mentah informasi yang disampaikan oleh TS [loveJunk] TS loveJunk meminta maaf apabila informasi yang TS berikan telah menyinggung agan sekalian. TS membuat thread ini tentunya dengan data, bukan bicara tanpa dasar.
Mungkin TS merasa kalau jurusan-jurusan tersebut kurang terlihat lulusan-lulusannya yang sukses. Saya tambahkan disini, definisi sukses: memberikan kontribusi nyata pada masyarakat. Karena latar belakang itulah TS membuat thread ini.

Dan untuk agan-agan yang sudah masuk jurusan di atas. Jangan sedih, karena gak ada yang salah dengan pilihan, selama agan mempertanggungjawabkan itu. Jurusan memang masa depan, tapi kendalinya penuh ada di tangan agan. Bukan karena jurusan agan disebutkan di atas, kemudian masa depan agan suram. Justru agan dituntut menjadi pribadi yang kreatif karena agan berpeluang kecil kerja kantoran. Jangan khawatir. See?
*maaf judulnya kapital semua
==========================================================
Karena ternyata di belantara Thread ini banyak pemikiran-pemikiran cerdas yang tidak masuk ke Page One, maka ane sertakan di sini supaya terbaca.
Quote:
Original Posted By PanduNd0y►emang patokannya orang sukses selalu di GAJI ya gan? siapa tau jurusan itu bisa menghasilkan orang yang engga digaji tapi Meng-GAJI orang lain ?
Quote:
Original Posted By Westcandle►ane ga setuju gan sama Agribisnis, Teknik Pertanian dan Peternakan, mereka lulus bukan untuk jadi petani. kalo cuma jadi petani mah ga usah kuliah kali udah bisa.
justru mereka ini yg peluangnya besar jika mereka kreatif(kalo ngga ya jurusan apapun lulusannya bakalan jadi pengangguran). bisa mereka jadi tenaga penyuluh buat petani kita yg hanya mengandalkan perkiraan doang. mereka bisa memberi tahu mana bibit yg unggul di musim apa.
atau mereka bisa menciptakan sebuah green hause yg tidak terpengaruh oleh musim yg ada di luar sehingga dia bisa menyediakan bahan makanan yg jarang ditemukan di indonesia. yg namanya jarang tentu harganya mahal gan.
ane ga setuju lagi sama yg katanya jurusan Biologi Murni(sains murni) ga bakalan dapet kerja. kalo ini saran ane mereka belajar bahasa inggris sampe bener-bener bisa aktif maupun pasif kemudian bekerja pada pihak asing. emang di indonesia penelitian sangat jarang bahkan dulu pernah mau dibangun lab nutfah baru eh malah ditolak. gimana mau maju. mending jadi peneliti di jepang aja, disana gaji para peneliti bisa mencapai 900jt rupiah(9juta yen)/bulan. tinggal hitung aja 1 tahun udah bisa beli mobil mewah yg banyak tuh, beli rumah atau apartemen juga bisa.
yg jelas nih jangan cuma melihat gaji gede doang ya, kerja lah sesuai jurusan yg ente ambil.
justru mereka ini yg peluangnya besar jika mereka kreatif(kalo ngga ya jurusan apapun lulusannya bakalan jadi pengangguran). bisa mereka jadi tenaga penyuluh buat petani kita yg hanya mengandalkan perkiraan doang. mereka bisa memberi tahu mana bibit yg unggul di musim apa.
atau mereka bisa menciptakan sebuah green hause yg tidak terpengaruh oleh musim yg ada di luar sehingga dia bisa menyediakan bahan makanan yg jarang ditemukan di indonesia. yg namanya jarang tentu harganya mahal gan.
ane ga setuju lagi sama yg katanya jurusan Biologi Murni(sains murni) ga bakalan dapet kerja. kalo ini saran ane mereka belajar bahasa inggris sampe bener-bener bisa aktif maupun pasif kemudian bekerja pada pihak asing. emang di indonesia penelitian sangat jarang bahkan dulu pernah mau dibangun lab nutfah baru eh malah ditolak. gimana mau maju. mending jadi peneliti di jepang aja, disana gaji para peneliti bisa mencapai 900jt rupiah(9juta yen)/bulan. tinggal hitung aja 1 tahun udah bisa beli mobil mewah yg banyak tuh, beli rumah atau apartemen juga bisa.
yg jelas nih jangan cuma melihat gaji gede doang ya, kerja lah sesuai jurusan yg ente ambil.
Quote:
Original Posted By YeahDamnRight► Jurusan ane saat ini ada di salah satu yg ente sebut itu. Sorry aja gan. Yg namanya Industri pangan gak akan pernah mati. Selama manusia butuh pangan, selama itu juga jurusan2 diatas masih dibutuhin.
Quote:
Original Posted By bambuapus►Kalo prinsip "pekerjaan" bagi agan, adalah di kantoran, berdasi, jam kerja 9 ke 5. Mungkin saja jurusan filsafat, sosiologi, antropologi, tidak bisa masuk dalam ranah kantoran.
Tapi kalo prinsip "pekerjaan" bagi agan adalah berkarya, maka jurusan Filsafat dapat menjadi penulis, politikus, serta dosen. Jurusan Sosiologi dapat menjadi wartawan, ahli komunikasi budaya, bahkan bekerja di bagian Public Relation Company.
Ada banyak jalan menuju roma gan, jangan terpaku pada kerja kantoran, kaya ane gan jujur nih, ane gak kerja kantoran, tapi sebulan bisa megang 5 - 10 juta.
Tapi kalo prinsip "pekerjaan" bagi agan adalah berkarya, maka jurusan Filsafat dapat menjadi penulis, politikus, serta dosen. Jurusan Sosiologi dapat menjadi wartawan, ahli komunikasi budaya, bahkan bekerja di bagian Public Relation Company.
Ada banyak jalan menuju roma gan, jangan terpaku pada kerja kantoran, kaya ane gan jujur nih, ane gak kerja kantoran, tapi sebulan bisa megang 5 - 10 juta.
Quote:
Original Posted By alfinurla►Ane akuin, masih banyak orang-orang yang sependapat ama TS. Soalnya ane pernah ngalamin sebelum masuk kuliah dicaci sama orang-orang dan dibilang, "mau jadi apa lo?". Tapi gini gan, gak selamanya jurusan itu nentuin kesuksesan dan pekerjaan agan. Bisa aja jurusan yang "katanya" prospek kerjanya bagus malah melenceng ke bidang yang bener-bener beda sama jurusan kuliahnya. Toh, semua ilmu itu pasti berguna gan. Kalo kita ngejar cuma karena jurusan yang "katanya" prospek kerjanya bagus dan bukan karena ilmu, ya kaya otak kita itu ibaratnya gelas yang dua sisinya bolong dan air (ilmu) mengalir sederas apapun dan selama apapun gak akan ada yang bisa ketampung. Semuanya kembali ke diri-diri masing gan. Indonesia bukan cuma butuh dokter, pengusaha, pengacara, orang-orang IT, karyawan bank, atau ya pekerjaan yang paling banyak deh di sini. Indonesia butuh mereka juga gan, karena untuk memajukan Indonesia bukan cuma di satu sektor/bidang aja. Tapi, semua bidang juga butuh. Kita tetap butuh lulusan-lulusan dari mereka gan.
Quote:
Original Posted By samudra6969►liputan 6 tidak mengikuti perkembangan zaman nih....
liat aja di lowongan2 kerja, udah banyak yg syaratnya D3 fakultas apa saja, S1 fakultas apa saja
tapi klo dilihat dari sisi lain, ini terjadi karena mindset masyarakat indonesia "kuliah untuk MENCARI kerja"
jadi mereka mencari pekerjaan yg harus sesuai dengan lulusannya. kalo enggak sesuai ya ga ngelamar kerja.
PENCARI kerja.... bukan MENCIPTAKAN kerja.
ane jd inget temen ane, dia kuliah benar2 utk mendapat ilmu, bela2in kuliah ekonomi utk mempelajari ilmu manajemen keuangan utk bisnis peternakan ayamnya
so intinya, apapun jurusan yg diambil mau yg serius sampe yg ecek2 semuanya bisa berhasil jika ente tau cara menggunakan ilmu tsb
JANGAN CUMA TERPATOK DENGAN MENCARI KERJA
liat aja di lowongan2 kerja, udah banyak yg syaratnya D3 fakultas apa saja, S1 fakultas apa saja

tapi klo dilihat dari sisi lain, ini terjadi karena mindset masyarakat indonesia "kuliah untuk MENCARI kerja"
jadi mereka mencari pekerjaan yg harus sesuai dengan lulusannya. kalo enggak sesuai ya ga ngelamar kerja.
PENCARI kerja.... bukan MENCIPTAKAN kerja.
ane jd inget temen ane, dia kuliah benar2 utk mendapat ilmu, bela2in kuliah ekonomi utk mempelajari ilmu manajemen keuangan utk bisnis peternakan ayamnya

so intinya, apapun jurusan yg diambil mau yg serius sampe yg ecek2 semuanya bisa berhasil jika ente tau cara menggunakan ilmu tsb
JANGAN CUMA TERPATOK DENGAN MENCARI KERJA

Quote:
Original Posted By merindra88►menurut ane...kuliah bukan masalah gelarnya tp lebih ke pembentukan pola pikir.
mereka2 yg agan sebutkan tadi barangkali tdk bekerja di suatu instansi atau perusahaan tertentu sehingga terdata sbg pengangguran. But who knows di luar itu mereka justru org2 yg menciptakan lapangan kerja. atau maybe pengusaha online yg sukses. jadi sebaiknya jgn ngejudge jurusan ttt bikin madesu*masadepansuram. krn apapun jurusan kuliahnya tetaplah bermanfaat. ga ada ilmu yg sia2...
mereka2 yg agan sebutkan tadi barangkali tdk bekerja di suatu instansi atau perusahaan tertentu sehingga terdata sbg pengangguran. But who knows di luar itu mereka justru org2 yg menciptakan lapangan kerja. atau maybe pengusaha online yg sukses. jadi sebaiknya jgn ngejudge jurusan ttt bikin madesu*masadepansuram. krn apapun jurusan kuliahnya tetaplah bermanfaat. ga ada ilmu yg sia2...

Quote:
Original Posted By dair7►masuk,
ane Antropologi
ane masih maba niih,
hehe baru masuk september depan..
jujur ane ga pduli mo jelas apa ga tamatan ane yg jelas ane cinta antropologi,
ane masuk antro emang ane cinta antro gan,
ane cinta ilmunya ane cinta sosialnya ane cinta dengan pengalaman yg bkalan ane dapet dengan ngambil ni program studi,
mslah masa depan yaa biarlah masa depan menjadi misteri,
asal kita berusaha sekuat tenaga,
insya allah kita bkal ngedapetin apa yg kita mau
ane Antropologi

ane masih maba niih,
hehe baru masuk september depan..
jujur ane ga pduli mo jelas apa ga tamatan ane yg jelas ane cinta antropologi,
ane masuk antro emang ane cinta antro gan,
ane cinta ilmunya ane cinta sosialnya ane cinta dengan pengalaman yg bkalan ane dapet dengan ngambil ni program studi,
mslah masa depan yaa biarlah masa depan menjadi misteri,
asal kita berusaha sekuat tenaga,
insya allah kita bkal ngedapetin apa yg kita mau

Quote:
Original Posted By cubitusyko►Semua jurusan itu dibuat karena ada bagiannya sendiri. Semua itu kembali lagi sama kita, mampu gak bersaing supaya gak jd pengangguran. Jurusan2 yang TS beberkan itu semuanya jelas, cuman sangat selektif dan belum terlalu banyak peluang di Indonesia. Jadi kalo mau masuk jurusan2 tsb ya gapapa, tp kalo pinter ya harus pinter banget. 



Quote:
Original Posted By tigakucingtidur►menuntut ilmu tu ga semata2 cari kerja gan... tp lebih mmbentuk manusia yg beradab... soal rezeki tu tinggal usaha masing2... banyak jg tu lulusan jurusan yg favorit tp ngangur juga... cmiiw
Quote:
Original Posted By hollowbody►bentar, numpang ngakak dulu 
ya mungkin ini jika diambil dari sisi pandang lulus terus kerja di industri, khususnya yang terkait ke teknikal (IT, pabrik, dll), atau institusi keuangan (bank, asuransi, institusi finansial, dll), dan itupun pandangan yang awam banget....
tapi lapangan kerja itu luas lho... ada lapangan kerja bidang sosial (misalnya LSM, ormas, dll), bidang politik, media (koran, tivi, advertising, dll), hiburan (musik, film, dll).... justru bidang seperti antropologi, arkeologi, bahasa itu banyak masuk ke sana...
industri agribisnis sekarang juga mulai maju lho gan... jangan terlalu percaya berita2 yang bilang industri2 lagi susah.
itu juga pandangan bahwa kerja mesti sesuai pendidikan, karena banyak yang kuliahnya apa kerjanya beda banget

ya mungkin ini jika diambil dari sisi pandang lulus terus kerja di industri, khususnya yang terkait ke teknikal (IT, pabrik, dll), atau institusi keuangan (bank, asuransi, institusi finansial, dll), dan itupun pandangan yang awam banget....
tapi lapangan kerja itu luas lho... ada lapangan kerja bidang sosial (misalnya LSM, ormas, dll), bidang politik, media (koran, tivi, advertising, dll), hiburan (musik, film, dll).... justru bidang seperti antropologi, arkeologi, bahasa itu banyak masuk ke sana...
industri agribisnis sekarang juga mulai maju lho gan... jangan terlalu percaya berita2 yang bilang industri2 lagi susah.
itu juga pandangan bahwa kerja mesti sesuai pendidikan, karena banyak yang kuliahnya apa kerjanya beda banget

Quote:
Original Posted By bambuapus►
Memang kenapa gan kalo jadi pengamat, dosen, pembicara di seminar ? Justru seorang dosen bisa menjadi staf ahli menteri atau staf ahli presiden. Seorang pengamat bisa menjadi menteri. Seorang pembicara seminar bisa menjadi selebriti..
Kata siapa ahhh jarang industri make bidang-bidang tersebut ? Industri media nyarinya orang dari Sosiologi dan Antropologi, karena mereka jago ngupas budaya, dan jago menganalisa berita apa saja yang tepat untuk disiarkan di momen tertentu..
Memang kenapa gan kalo jadi pengamat, dosen, pembicara di seminar ? Justru seorang dosen bisa menjadi staf ahli menteri atau staf ahli presiden. Seorang pengamat bisa menjadi menteri. Seorang pembicara seminar bisa menjadi selebriti..
Kata siapa ahhh jarang industri make bidang-bidang tersebut ? Industri media nyarinya orang dari Sosiologi dan Antropologi, karena mereka jago ngupas budaya, dan jago menganalisa berita apa saja yang tepat untuk disiarkan di momen tertentu..
Quote:
Original Posted By psychokinesis►ini TS nya kesel ga dapet jurusan favorit, ato nyombong dapet jurusan favorite sih? ampe segitu nya nge judge jurusan lain? (biasanya kalo orang udah dapet jurusan yg mungkin passing grade nya tinggi, mereka akan nyombong. nganggep seolah2 jurusan lain itu dibawah jurusan mereka semua, dan ga boleh mereka sukses selain yg dapet jurusan bagus)
ente sih terlalu menghayati tinggal di Indonesia gan. Indonesia mah emang gini, pemikiran awam ga ilang2, kuno, primitif. yang mereka tau cuma dokter, akuntan, manajemen, teknik. emang negara bakal maju kalo cuma dihiasi ama jurusan yg itu2 aja? kalo ga ada ahli sastra, ente belajar bikin skripsi dari mana? ente bisa ngarang buku belajar dari siapa? kalo ga ada ahli pertanian, yakin negara agraris kita ini bakal maju? Indonesia negara agraris gan, dasar kata utk agribisnis, agroekotekno/agroteknologi. kalo ga ada ahli biologi, emang dokter bisa apa? apoteker bisa apa? apoteker butuh ahli biologi gan, utk identifikasi tanaman yg bakal dijadiin bahan obat. dokter juga butuh ahli biologi untuk mengidentifikasi penyakit, mikroba, dan penyebarannya, serta bikin vaksin nya.
ini perkataan yg berkali2 ane katakan kalo menyangkut urusan profesi dan penjurusan. kita harusnya mencontoh negeri luar yg udah maju. mereka menyama-ratakan semua jurusan. karena mereka sadar kalo semua ilmu itu dibutuhkan utk kesejahteraan mereka. siapa sangka ahli filsafat sangat dibutuhkan di luar negri? ilmuwan dan penemu dianggap pahlawan oleh negara maju (contoh: jepang dan korea). bahkan, dokter pun dianggap profesi yang dibawah bagi mereka.
jurusan dan universitas itu hanya media gan, hanya media. gunanya penjurusan adalah memperdalam minat dan bakat kita di satu bidang tertentu, sehingga kita bisa mengembangkan bakat yg kita miliki. kalo udah punya skill, baru terjun ke dunia kerja. zaman sekarang mah ga usah dulu mikirin nyari kerjaan. coba pikirin, bagaiman kita bisa membuat lapangan pekerjaan. percuma ente kuliah di teknik perminyakan dan pertambangan kalo ente ga minat dan ga bakat di bidang itu. bisa2 ente jadi mahasiswa cinta kampus.
jujur ane ga suka Thread yang sangat subyektif seperti ini. taro pejwan gan
ente sih terlalu menghayati tinggal di Indonesia gan. Indonesia mah emang gini, pemikiran awam ga ilang2, kuno, primitif. yang mereka tau cuma dokter, akuntan, manajemen, teknik. emang negara bakal maju kalo cuma dihiasi ama jurusan yg itu2 aja? kalo ga ada ahli sastra, ente belajar bikin skripsi dari mana? ente bisa ngarang buku belajar dari siapa? kalo ga ada ahli pertanian, yakin negara agraris kita ini bakal maju? Indonesia negara agraris gan, dasar kata utk agribisnis, agroekotekno/agroteknologi. kalo ga ada ahli biologi, emang dokter bisa apa? apoteker bisa apa? apoteker butuh ahli biologi gan, utk identifikasi tanaman yg bakal dijadiin bahan obat. dokter juga butuh ahli biologi untuk mengidentifikasi penyakit, mikroba, dan penyebarannya, serta bikin vaksin nya.
ini perkataan yg berkali2 ane katakan kalo menyangkut urusan profesi dan penjurusan. kita harusnya mencontoh negeri luar yg udah maju. mereka menyama-ratakan semua jurusan. karena mereka sadar kalo semua ilmu itu dibutuhkan utk kesejahteraan mereka. siapa sangka ahli filsafat sangat dibutuhkan di luar negri? ilmuwan dan penemu dianggap pahlawan oleh negara maju (contoh: jepang dan korea). bahkan, dokter pun dianggap profesi yang dibawah bagi mereka.
jurusan dan universitas itu hanya media gan, hanya media. gunanya penjurusan adalah memperdalam minat dan bakat kita di satu bidang tertentu, sehingga kita bisa mengembangkan bakat yg kita miliki. kalo udah punya skill, baru terjun ke dunia kerja. zaman sekarang mah ga usah dulu mikirin nyari kerjaan. coba pikirin, bagaiman kita bisa membuat lapangan pekerjaan. percuma ente kuliah di teknik perminyakan dan pertambangan kalo ente ga minat dan ga bakat di bidang itu. bisa2 ente jadi mahasiswa cinta kampus.
jujur ane ga suka Thread yang sangat subyektif seperti ini. taro pejwan gan
Quote:
Original Posted By heldaandi►what???semua jurusan pertanian gag prospek?
coba ente googling,produksi sawit,kakao,produk agribisnis Indonesia no brapa di dunia.kalau gag ada lulusan pertanian ente gag bakal makan nasi skr.
temen s2 ane org madagaskar dibela2in kuliah agribisnis dsni karena kata dia lulusan agribisnis Indonesia dipandang dsna.
ente tau kn perusahaan2 agribisnis Indonesia??tiap hari ente makan mie instan?gag perlu punya lahan gede jg buat para sarjana pertanian.
maaf,pikiran ente terlalu sempit.
coba ente googling,produksi sawit,kakao,produk agribisnis Indonesia no brapa di dunia.kalau gag ada lulusan pertanian ente gag bakal makan nasi skr.
temen s2 ane org madagaskar dibela2in kuliah agribisnis dsni karena kata dia lulusan agribisnis Indonesia dipandang dsna.
ente tau kn perusahaan2 agribisnis Indonesia??tiap hari ente makan mie instan?gag perlu punya lahan gede jg buat para sarjana pertanian.
maaf,pikiran ente terlalu sempit.

Quote:
Original Posted By lucunian►[B]Biologi murni bisa jadi peneliti BPPT, nerusin S2 di teknik lingkungan bisa jadi HSE. Tidak ada yang tidak mungkin, Gan. Si Jokowow aja kuliah di fakultas ora jelas (fakultas kehutanan... opo iki???
). Malah Jokowow bisa jadi Governor. 
). Malah Jokowow bisa jadi Governor. 
Quote:
Original Posted By hannagama►Jangan salah dulubgan,, sarjana humaniora dan sosiologi itu banyak lho yg jadi wakil rakyat,, karena jurusannya emang merakyat banget.. Bahasa dan sastra banyak yg jadi dosen, atau ditarik keluar negeri buat ngajar bahasa indonesia di luar. Sarjana agrotek dan sebagainya jadi konsultan industri,, pokoknya ada aja jalan buat semua jurusan gan,, tergantung orgnya 

Quote:
Original Posted By IreneHolmes►Ane sarjana sastra jepang gan, bru lulus sih, skrg masih kerja smbilan ngajar bhasa Indonesia buat org jepang, kerjanya sebenar gaji lumayan, ga capek lagi..
Tapi untuk sastra jepang sendiri banyak kok lapangan kerja tersedia, kya tmn ane ada yg jdi interpreter (nerjemahin dokumen dan rapat, krn kan bosnya org jepang), ada yg jdi Costumer Service buat ngelayanin keluhan klien yg org jepang, ada jga yg jdi semacam agen real estate yg kliennya sbgian bsar org jepang, ada editor untuk komik2,dan masih bnyak lagi, dan ada jga yg kerja di perusaan IT jepang..
Untuk yg interpreter fresh graduate emang gajinya madih kecil tapi klo udh pro, beuh gajinya gede bgt, dosen ane pernah dpt kerjaan nerjemahin dokumen, satu dokumen honornya bisa smpe 15jta.
Klo pun pengangguran bukan krn lapangan kerja ga ada, bisa jdi krn emang pribadi orgnya yg ga bisa kerja sama atau ga punya skill atau emang belom rejekinya. (Berlaku untuk smua jurusan jga). Lgia kan rejeki itu udh Allah yg ngatur, mau jurusan ekonomi sekalipun yg lapangan kerjanya kya kacang goreng, klo emang ga dikasih rejeki sma Allah ya ttp aja jdi pengangguran..
Tapi untuk sastra jepang sendiri banyak kok lapangan kerja tersedia, kya tmn ane ada yg jdi interpreter (nerjemahin dokumen dan rapat, krn kan bosnya org jepang), ada yg jdi Costumer Service buat ngelayanin keluhan klien yg org jepang, ada jga yg jdi semacam agen real estate yg kliennya sbgian bsar org jepang, ada editor untuk komik2,dan masih bnyak lagi, dan ada jga yg kerja di perusaan IT jepang..
Untuk yg interpreter fresh graduate emang gajinya madih kecil tapi klo udh pro, beuh gajinya gede bgt, dosen ane pernah dpt kerjaan nerjemahin dokumen, satu dokumen honornya bisa smpe 15jta.
Klo pun pengangguran bukan krn lapangan kerja ga ada, bisa jdi krn emang pribadi orgnya yg ga bisa kerja sama atau ga punya skill atau emang belom rejekinya. (Berlaku untuk smua jurusan jga). Lgia kan rejeki itu udh Allah yg ngatur, mau jurusan ekonomi sekalipun yg lapangan kerjanya kya kacang goreng, klo emang ga dikasih rejeki sma Allah ya ttp aja jdi pengangguran..
Quote:
Original Posted By langitdanudara►hah ??
desain grafis ? banyak freelance tuh, bisa dibilang wiraswasta lah kalo gitu.. dari freelance aja banyak duit.
bisa di bilang... "berasa nganggur tapi punya karya yang "menghasilkan""
ane desainer grafis, lulusan SMA malahan..
yang pengangguran dalam arti yang bener bener nganggur itu mungkin dalam diri mereka belum punya hasrat meraih masa depan, alias pemalas.
semua orang punya sifat males lah, bukan karna bidang studi mereka yang ngebuat mereka jadi pengangguran...
bisa karna faktor lain, pembangunan yang ga seimbang oleh pemerintah jadi sulitnya lowongan pekerjaan...
atau mungkin bos bos cuma mau buka lapak di pulau jawa.. kebayang ga ? rancunya...
kalau mereka berprestasi, mereka bisa jadi guru.
menciptakan lapangan pekerjaan.. yang penting halal dan bermanfaat.
semua manusia perlu menuntut ilmu...
ini ilmu malah jadi tuntutan, tuntutan untuk mendapat pekerjaan menghasilkan uang..
kalau cuma mau menghasilkan uang, ente dagang lulusan SD juga bisa ! ga perlu kuliah.
ane yakin orang indonesia semua punya kesempatan untuk sukses dan bahagia, asal ada di jalan yang benar...
thread ini malah berasa memojokan orang yang studi di bidang di atas...
semua ilmu pasti bermanfaat, camkan , asal mereka pake akalnya.
desain grafis ? banyak freelance tuh, bisa dibilang wiraswasta lah kalo gitu.. dari freelance aja banyak duit.
bisa di bilang... "berasa nganggur tapi punya karya yang "menghasilkan""
ane desainer grafis, lulusan SMA malahan..
yang pengangguran dalam arti yang bener bener nganggur itu mungkin dalam diri mereka belum punya hasrat meraih masa depan, alias pemalas.
semua orang punya sifat males lah, bukan karna bidang studi mereka yang ngebuat mereka jadi pengangguran...
bisa karna faktor lain, pembangunan yang ga seimbang oleh pemerintah jadi sulitnya lowongan pekerjaan...
atau mungkin bos bos cuma mau buka lapak di pulau jawa.. kebayang ga ? rancunya...
kalau mereka berprestasi, mereka bisa jadi guru.
menciptakan lapangan pekerjaan.. yang penting halal dan bermanfaat.
semua manusia perlu menuntut ilmu...
ini ilmu malah jadi tuntutan, tuntutan untuk mendapat pekerjaan menghasilkan uang..
kalau cuma mau menghasilkan uang, ente dagang lulusan SD juga bisa ! ga perlu kuliah.
ane yakin orang indonesia semua punya kesempatan untuk sukses dan bahagia, asal ada di jalan yang benar...
thread ini malah berasa memojokan orang yang studi di bidang di atas...
semua ilmu pasti bermanfaat, camkan , asal mereka pake akalnya.
Quote:
Original Posted By amaxpo►ane anak sastra gan...
yang dipikiran ane bukan nyari kerja, tapi pengalaman
sama aja kerja ikut orang dan jadi babu
ane gak mau terjebak sistem industri
lahir,sekolah,bekerja,mati
nyang penting nyaman dan berkarya
soal kerja mah gampang gan...
pengemis aja dapetnya lebih dari orang kantor
yang dipikiran ane bukan nyari kerja, tapi pengalaman
sama aja kerja ikut orang dan jadi babu
ane gak mau terjebak sistem industri
lahir,sekolah,bekerja,mati
nyang penting nyaman dan berkarya
soal kerja mah gampang gan...
pengemis aja dapetnya lebih dari orang kantor
Diubah oleh outhebox97 10-08-2013 21:56
0
Kutip
Balas