Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
102.8K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#1025
35. Birthday Part 2
Vega gelagapan, mencoba menyeimbangkan kakinya di atas permukaan es yang licin.
Dia berpegangan pada besi yang mengelilingi ring, kemudian menatap orang yang hiruk pikuk di balik kaca.

"Vega...?" August memanggil, mencoba memastikan bahwa Vega tadi mendengarnya dengan jelas.

"Gue enggak bisa,..." Vega menjawab perlahan, mencoba sebisa mungkin tidak menyakiti perasaan August.

August menundukkan kepalanya dan mengembangkan senyuman pahit.

"Maaf,...bukan maksud gue begitu. Elo baik banget kok sama gue..." Vega mencoba menenangkan August. "Tapi, gue sama sekali enggak mempertimbangkan lebih dari itu."

August mengangguk perlahan.

"Iya, gue ngerti. Mestinya gue yang minta maaf." August mendongakkan kepalanya lagi.

Kemudian August ikut berpegangan pada besi di situ.
Dia menghadap ke luar ring.

"Sejak Chery sering cerita ke gue tentang elo, ngasih liat foto elo, dan betapa akrabnya semasa kalian SMA....tanpa sadar gue udah suka..." August bercerita.

Vega merasa pipinya memanas mendengar pernyataan itu.
Tapi berusaha terlihat cool, Vega menahan senyuman yang hampir memenuhi seluruh wajahnya itu.
Jujur, baru pertama kali ini ada yang memujinya seperti ini dan mengutarakan perasaannya.
Salah Vega juga, selama 18 tahun hidup tidak pernah berdekatan dengan mahluk bernama cowok.

"Boleh nggak, kasih gue waktu?"

"Waktu apa?" Vega balik bertanya karena bingung.

"Gue selama ini memang salah, mendadak nembak elo. Cuma suka sama elo secara sepihak. Tapi kali ini, boleh gue secara resmi ngedeketin elo?"

Vega makin merenyitkan alis, mencoba memahami situasi yang sedang terjadi.

"Gue enggak mau ngasih elo harapan kosong,..."

"Please? Ehmm.... sebulan. Kasih gue waktu sebulan untuk mempertimbangkan penolakan elo itu. Dalam sebulan ini, kalo memang bareng gue enggak menyenangkan, I promise that I will never bother you again."

Vega menggigit bibir bawahnya, kemudian memutar bola matanya.
Sungguh, dia tidak ingin berada di dalam situasi seperti ini.
Karena Vega sama sekali tidak berpikiran untuk menjadi 'lebih dari teman' dengan August.
Singkat kata, Vega tidak tertarik pacaran sama sekali untuk sekarang.

Tapi, melihat kesungguhan August,
Vega jadi berpikir ulang, mungkin ini tidak buruk juga.
Vega menarik nafas dalam-dalam.

"Okay... tapi gue bener-bener enggak bisa janjiin apa-apa ya..." Vega akhirnya menyerah. "Gue juga merasa kalo elo orangnya baik, sebenernya..."

"Tapi,...??" August mencoba melanjutkan kalimatnya.

"Tapi yaa....kita lihat nanti aja. If this works out, then so be it..."

August mengembangkan senyuman selebar-lebarnya kemudian mengangguk-angguk sendiri.
Mau tidak mau, Vega ikut tersenyum melihat optimisme August.
Harus diakui, setelah ditolak namun tidak menyerah...Vega memberikan satu nilai plus untuk August.
Entah mengapa, hal itu dulu tidak terjadi kepadanya dan Milo dahulu.

Ah, sial...mengapa dia memikirkan Milo lagi?
Di saat seperti ini, kalau membicarakan soal perasaan dan suka-suka an...pasti pikiran Vega melayang ke Milo.
Vega menggelengkan kepala, mencoba mengusir nama Milo dari otaknya.

Sepanjang sisa hari, Vega dan August bermain di Timezone dan membeli beberapa jajanan.
August yang bertingkah ramai dan seru seperti anak kecil, menghilangkan ketegangan diantara mereka berdua.
Seolah, kejadian penolakan yang tidak enak tadi...tidak pernah terjadi.
Vega bermain di mesin test kekuatan, tembak menembak, bola basket, bahkan August yang ternyata sangat pandai menarikan mesin Pump It.

Vega menikmati waktu bersama yang berlalu dengan cepat.
Hingga akhirnya pada saat pulang, Vega hanya bisa menatap boneka kura-kura yang August dapatkan untuknya dari mesin jepit-jepit boneka.
Ketika hendak tidur, sebuah sms masuk ke handphonenya dari August.

"Did you enjoy today? Buat gue, this is the beeeeest birthday ever!! Gue ngerayainnya bareng cewek yang gue suka....akhirnya! Hahaha!! Upss... jangan terlalu dipikirin deh. Yaa,...gue cuma mau bilang makasih, dan good night Vega..."

Vega tersenyum simpul mendapat sms yang begitu frontal dan jujur dari August.
Dibalasnya dengan sebaris kalimat pendek, formal, namun tidak terkesan memberi harapan.

"You're welcome. I really had fun too. Good night, August..."
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.