Kaskus

Story

avelsalvianeAvatar border
TS
avelsalviane
Tell me your dreams
karena thread ini dibuat malem hari jadi...

malem gan! numpang coret2 ya dimari. habis ngubek2 klonengan di old kaskus ternyata ketemu cerita yg di tulis sm temen gw. doi cewe dan minjem klonengan gw karna doi ga ngerti ngaskus. skrg pun doi uda ga ngaskus. harapan gw tulisan doi bisa menghibur temen2 disini. dan oh ya, ini cerita dibuat pas doi lg jatuh cinta nih kayaknya emoticon-Ngakak (S)jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!


all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers
emoticon-Peace

Quote:
Diubah oleh avelsalviane 01-08-2013 14:32
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.4K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
avelsalvianeAvatar border
TS
avelsalviane
#18
#8

kringg kringg kringg

Bunyi yg kebanyakan di benci orang, bunyi yg ketika terdengar seakan berharap waktu akan berhenti beberapa saat lagi, bunyi alarm di pagi hari. dengan sebelah tangan Max meraba tak jauh ke bagian kanan bantalnya, tempat benda sial berbunyi bising itu berada. dengan sedikit gerakan, Max menekan tombol yg berfungsi menutup mulut benda itu. keadaan hening kembali dan Max memutuskan untuk tidur sebentar.

tetapi gagal. jangankan tidur, menutup matanya dan mengkosongkan pikirannya pun Max tak mampu.

Max bangkit dari kasurnya dengan kepala pening akibat dari bergadang semalaman. Max mencuci mukanya dan menggosok giginya dan menatap dirinya di cermin.

lama sekali Max melakukan kontak mata dengan matanya sendiri, memandang seseorang yg ingin sekali dihajarnya dan dimakinya dengan kata-kata yg tak pantas. sadar hal itu tak mungkin dilakukan, Max menghela napas.

ini ga bener , gua ga boleh begini! ga seharusnya gua melakukan hal ini ke Karin, batin Max.

Max meninggalkan wastafel, beranjak menuju meja makan dan mengambil beberapa helai roti bertabur krim coklat dengan perpaduan rasa kacang dimana-mana.

Max kembali bergelut dengan pikirannya. Max sangat menyayangi Karin, di samping itu, Vina juga berusaha memberikan cinta yg lain dan berbeda. Max belum bisa melupakan sosok Vina, yg membuat Max tegar. dan Max sadar, hal ini harus dihentikan, tidak benar memberikan tempat di hatinya untuk 2 orang perempuan sekaligus.

Vina. Kenapa harus Vina? Kenapa harus teman baik Karin?

Hal itu benar-benar membuat Max merasa bersalah kepada Karin dan Vina. Max seperti menjadi pemisah di antara Karin dan Vina walaupun Karin tidak akan pernah diberitahukan atas perasaannya kepada Vina. sialnya, perasaan Max kepada Vina juga membuat Max merasa super bersalah kepada Karin.

selesai menyantap ransum paginya, Max beralih keruangan terpencil di bagian timur laut rumahnya, toilet.

-sekolah-

kringg kringg kringgg

lagi-lagi suara menyebalkan itu terdengar di telinga Max, membuat Max kesal setengah mati karena saat itu Max sedang berada di kelas Karin, dan bel sialan itu mengharuskan Max kembali ke kelasnya.

"gua ke kelas dulu ya Rin."

"oke Max. nih gua bikinin bekal." ucap Karin sambil memberikan sebuah tempat makan perak berbentuk oval dengan pengunci di kedua sisinya.

"tumben amat lu bikinin bekal Karin hahaha. oke thanks ya."

memiringkan senyumnya, senyum favorit Max, "gua mesti bangun pagi buat bikinin bekal lu jadi ga bisa sering-sering hehe, sory ya."

"oke." jawab Max singkat, menuju kelasnya di gedung yg lainnya. sekolah bodoh macam apa yg membuat satu angkatan dikelaskan di dua gedung yg berbeda.

meskipun begitu, Max tidak perlu melakukan perjalanan panjang menuju kelasnya. Max duduk di kursinya yg berada di urutan kedua dari belakang baris kedua.

"Dy, lu udah buat peer mat belom?" tanya Max, menyenggol tangan kiri lelaki bernama Andy yg sedang asik mengoperasikan handphonenya.

"belom selese, lu kalo mau minjem sekalian selesein ye." jawab Andy sambil menyerahkan buku biru berlogo sekolahnya di bagian pojok kiri atas dengan tetap tidak mengalihkan mata dari gadget nya.

"...." Max mengambil buku tersebut dan membukanya, mengkopi isi dari buku tersebut ke bukunya sendiri, hanya sebanyak yg dikerjakan Andy, sisanya dikerjakan Max sendiri. walaupun malas, Max adalah murid yg cukup memiliki sedikit bakat dalam belajar. pada saat itu guru mata pelajarannya sudah memasuki kelas.

selesai dengan kesibukannya, Max mulai memperhatikan pelajaran di kelasnya. sementara guru biologinya mengoceh tentang kecepatan kaki kuda dan hewan berkaki empat lainnya, Max menelaahkan matanya ke sudut lain dari ruang kelasnya, sudut dimana Max dapat melihat Vina dengan jelas.

aneh, gua aja ngantuk setengah mati karena telponan sama dia, tp kenapa dia engga keliatan ngantuk sama sekali ya.

tanpa tau apa yg harus dilakukannya, Max kembali berpetualang di dunia yg besarnya hanya sebesar ruang kelas pada umunya dengan matanya. berhenti di sudut dimana Max dapat melihat guru biologinya bersiap melempar kapur ke arah Max, segera Max bersiap untuk melakukan sedikit manuver ke kiri, menghindari tembakan kapur dari guru yg mengaku tidak pernah sekalipun gagal mengenai sasarannya.

Kita liat sejago apa dia ngelempar kapur.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.