- Beranda
- Stories from the Heart
Tell me your dreams
...
TS
avelsalviane
Tell me your dreams
karena thread ini dibuat malem hari jadi...
all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers
malem gan! numpang coret2 ya dimari. habis ngubek2 klonengan di old kaskus ternyata ketemu cerita yg di tulis sm temen gw. doi cewe dan minjem klonengan gw karna doi ga ngerti ngaskus. skrg pun doi uda ga ngaskus. harapan gw tulisan doi bisa menghibur temen2 disini. dan oh ya, ini cerita dibuat pas doi lg jatuh cinta nih kayaknya
jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!
jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers

Quote:
Diubah oleh avelsalviane 01-08-2013 14:32
anasabila memberi reputasi
1
1.5K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
avelsalviane
#7
#5
dreeet dreeet dreeet
sebuah tangan mungil sedang berusaha mengambil handphone yg berada di luar jangkauannya dengan susah payah sampai-sampai harus menggulingkan tubuhnya 90 derajat untuk mengambil benda yg barusan bergetar tanda masuknya sebuah SMS.
"Vi, ikut gua jalan bareng cowo gue ya ke mall, gue blg ke bonyok pergi bareng lu. gapapa kan? entar gua jemput kok hehehe." SMS dari Melisa, teman les Vina.
"iya." balas Vina singkat sambil menghela napas. sebenernya Vina males tapi Vina adalah tipe org yg susah menolak kalau diminta bantuan. Melisa backstreet sama cowo nya, jadi kalau mau jalan ya blg ke bonyoknya pergi bareng temen, dan temen yg bisa di minta bantuan ya cm Vina.
Vina duduk depan meja belajarnya, lagi2 sambil menghela napas.
tak lama kemudian, bunyi ketukan di pintu kamar Vina terdengar halus.
"Masuk aja ga Vina kunci."
sekejap nampaklah seorang lelaki dengan tubuh tinggi kekar menggenggam daun pintu dengan kencang seakan ingin menhancurkannya, Glen, kakak tertua Vina.
"hmmm Vi. gue liat tadi lu di anter Max pas pulang les ya?"
"ahhh, iya tadi Vina kebetulan ketemu Max di jalan, jadi Max anterin Vina pulang sekalian."
"ohh, lu kayaknya ud lama deket sama dia tp ga jadian-jadian. apa udah jadian ya?" goda Glen.
"apaan sih kak. Vina ga deket kok sama Max, cuma temen doang. lagian Max kan punya cewe tau."
"ohh hahaha. tapi gue tau kok lu suka kan sama dia?" tanya Glen dengan nada menggoda, lagi.
"dia?"
"ya Max lah! masa cewe nya!"
"loh kok kakak tau?" Vina kaget karena selama ini Vina menyembunyikan perasaannya itu dari siapapun.
"makanya taro buku harian jgn sembarangan hahahahaha." tawa Glen sambil menenteng sebuah buku mungil dengan gambar Hello Kitty di covernya, tak lain tak bukan adalah buku yg dibelinya bersama Max pada saat mereka masih srg jalan bareng, di buku itu juga semua perasaan Karina pada Max tertulis.
"ihh kok baca-baca privasi orang sih!!" Vina lgsg bangkit dari kursinya dan merebut buku hariannya. wajah Vina memerah, malu setengah mati karna rahasianya telah diketahui oleh kakaknya.
"yee gue kan care sama lu Vi, jd gua mau tau siapa tau lu punya cowo. lgian gue ud curiga kok lu suka sama Max."
"kok bisa gitu?"
"ya pokoknya bisa lahh." ucap Glen santai. "ya, pokoknya lu selalu bisa cerita ke gua Vi. gue kakak lu dan gue juga tau apa yg mungkin terbae buat lu."
Glen menepuk kepala Vina pelan dan lgsg keluar dari kamar Vina.
setelah Vina menyimpan buku hariannya di laci meja belajarnya dan mengunci lacinya, Vina bergegas berganti pakaian mengingat janjinya dengan Melisa.
tak lama kemudian, sesuai dengan janjinya, Melisa menjemput Vina bersama cowonya. Vina segera menaiki mobil dan berharap waktu dapat dipercepat karna sekarang ini Vina hanya ingin melakukan satu hal. seperti malam-malam biasa, mengenang kenangan-kenangan yg pernah ada saat bersama Max, sekali-sekali dengan air mata yg mengalir deras melalui pelupuk matanya menemani Vina semalaman ..
ya, inilah yg Vina rasakan. cintanya bertepuk sebelah tangan dan sadar bahwa tidak ada yg bisa dilakukan.
dreeet dreeet dreeet
sebuah tangan mungil sedang berusaha mengambil handphone yg berada di luar jangkauannya dengan susah payah sampai-sampai harus menggulingkan tubuhnya 90 derajat untuk mengambil benda yg barusan bergetar tanda masuknya sebuah SMS.
"Vi, ikut gua jalan bareng cowo gue ya ke mall, gue blg ke bonyok pergi bareng lu. gapapa kan? entar gua jemput kok hehehe." SMS dari Melisa, teman les Vina.
"iya." balas Vina singkat sambil menghela napas. sebenernya Vina males tapi Vina adalah tipe org yg susah menolak kalau diminta bantuan. Melisa backstreet sama cowo nya, jadi kalau mau jalan ya blg ke bonyoknya pergi bareng temen, dan temen yg bisa di minta bantuan ya cm Vina.
Vina duduk depan meja belajarnya, lagi2 sambil menghela napas.
tak lama kemudian, bunyi ketukan di pintu kamar Vina terdengar halus.
"Masuk aja ga Vina kunci."
sekejap nampaklah seorang lelaki dengan tubuh tinggi kekar menggenggam daun pintu dengan kencang seakan ingin menhancurkannya, Glen, kakak tertua Vina.
"hmmm Vi. gue liat tadi lu di anter Max pas pulang les ya?"
"ahhh, iya tadi Vina kebetulan ketemu Max di jalan, jadi Max anterin Vina pulang sekalian."
"ohh, lu kayaknya ud lama deket sama dia tp ga jadian-jadian. apa udah jadian ya?" goda Glen.
"apaan sih kak. Vina ga deket kok sama Max, cuma temen doang. lagian Max kan punya cewe tau."
"ohh hahaha. tapi gue tau kok lu suka kan sama dia?" tanya Glen dengan nada menggoda, lagi.
"dia?"
"ya Max lah! masa cewe nya!"
"loh kok kakak tau?" Vina kaget karena selama ini Vina menyembunyikan perasaannya itu dari siapapun.
"makanya taro buku harian jgn sembarangan hahahahaha." tawa Glen sambil menenteng sebuah buku mungil dengan gambar Hello Kitty di covernya, tak lain tak bukan adalah buku yg dibelinya bersama Max pada saat mereka masih srg jalan bareng, di buku itu juga semua perasaan Karina pada Max tertulis.
"ihh kok baca-baca privasi orang sih!!" Vina lgsg bangkit dari kursinya dan merebut buku hariannya. wajah Vina memerah, malu setengah mati karna rahasianya telah diketahui oleh kakaknya.
"yee gue kan care sama lu Vi, jd gua mau tau siapa tau lu punya cowo. lgian gue ud curiga kok lu suka sama Max."
"kok bisa gitu?"
"ya pokoknya bisa lahh." ucap Glen santai. "ya, pokoknya lu selalu bisa cerita ke gua Vi. gue kakak lu dan gue juga tau apa yg mungkin terbae buat lu."
Glen menepuk kepala Vina pelan dan lgsg keluar dari kamar Vina.
setelah Vina menyimpan buku hariannya di laci meja belajarnya dan mengunci lacinya, Vina bergegas berganti pakaian mengingat janjinya dengan Melisa.
tak lama kemudian, sesuai dengan janjinya, Melisa menjemput Vina bersama cowonya. Vina segera menaiki mobil dan berharap waktu dapat dipercepat karna sekarang ini Vina hanya ingin melakukan satu hal. seperti malam-malam biasa, mengenang kenangan-kenangan yg pernah ada saat bersama Max, sekali-sekali dengan air mata yg mengalir deras melalui pelupuk matanya menemani Vina semalaman ..
ya, inilah yg Vina rasakan. cintanya bertepuk sebelah tangan dan sadar bahwa tidak ada yg bisa dilakukan.
Diubah oleh avelsalviane 31-07-2013 13:35
0