Kaskus

Story

avelsalvianeAvatar border
TS
avelsalviane
Tell me your dreams
karena thread ini dibuat malem hari jadi...

malem gan! numpang coret2 ya dimari. habis ngubek2 klonengan di old kaskus ternyata ketemu cerita yg di tulis sm temen gw. doi cewe dan minjem klonengan gw karna doi ga ngerti ngaskus. skrg pun doi uda ga ngaskus. harapan gw tulisan doi bisa menghibur temen2 disini. dan oh ya, ini cerita dibuat pas doi lg jatuh cinta nih kayaknya emoticon-Ngakak (S)jadi mgkn mirip2 serial cantik ya. but, sbg cerita cinta pendek mnrt gw cerita ini bagus. soooooo, happy reading!


all credits goes to you, si anak tukang beras.
cheers
emoticon-Peace

Quote:
Diubah oleh avelsalviane 01-08-2013 14:32
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
1.4K
23
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
avelsalvianeAvatar border
TS
avelsalviane
#6
#4

Max menekan angka 1 agak lama pada keypad handphonenya dan lgsg tersambung ke speed dial nya, Karin. Tak lama kemudian seringaian tut tut tut tut digantikan dengan suara seseorang.

"halo..."

"halo, Mbak Karin? gini Mbak, kami dari operator mengucapkan selamat karna Mbak memenangkan..."

"apaan sih Max!"

"hahaha, gua ud di luar Rin."

"iye iyeee." balas Karin singkat.

Max menunggu cukup lama sampai sosok Karin mulai nampak dari pintu rumah Nina.

"Sory lama Max, si Nina minta bantuin cari baju." kata Karin, menyambar pagar besi rumah Nina dengan terburu-buru. Gerakan yg dibuatnya membuat rambut Karin yg terurai dengan rapi terhembus oleh angin dan terlihat kalo Karin memakai sepasang giwang kecil yg nampak asing bagi Max sehingga mengusik sudut kecil di otak Max ..

"Emmm." Max lgsg menyambar telinga Karin dan menyentuh salah satu dari benda kecil yg dikenakan Karin.

"kenapa?"

"engga. sejak kapan lu pake anting?"

"sejak sekarang. bagus ga?"

"engga, kek ondel-ondel." ledek Max.

"idihhh!"

"bruakaka. ayo jalan Rin. kita mau kmn nih?" tanya Max.

"terserah!"

"yee, gitu aja ngambek."

"gue mau ke rumah lu aja Max."

"mau ngapain ke rumah gua?"

"jd skrg gw jg ga bole ke rmh lo nih?!"

"yauda yauda, dasar manja."

"kalau lu laper gua masakin di rumah lu aja ya." kata Karin sambil nyengir

"yaudah serah lu aja deh"

Queen hanya nyengir tanda senang sambil memelukan kedua tangannya di pinggang Max.

Keadaan rumah Max belum berubah dari saat Max pergi. sama kayak Karin, bokap Max sudah meninggal karna sesuatu yg Max tolak untuk diketahui sejak Max umur 10 tahun. menurut Max, meninggal ya meninggal, Max ga perlu tau penyebab pastinya. hal itu membuat kesedihan Max sulit hilang pdhl Max tidak mau memperlihatkan sisi lemahnya kpd siapapun.

Max adalah anak tunggal yg kurang perhatian dari nyokapnya, karna nyokapnya sendiri ga bs lepas dari kesedihan atas kepergian bokapnya Max. nyokapnya Max yg kerja di sebuah perusahaan ternama berhenti bekerja dan menghabiskan waktunya dengan duduk di depan televisi kamarnya, mengganti-ganti channel dari film tentang keluarga bermasalah ke keluarga yg lebih bermasalah lagi. udah 5 tahun nyokapnya Max terpuruk atas kesedihannya. itulah yg membuat Max sangat tertutup dan menjadi org yg pendiam di sekolah.

"nyokap lu mana Max ?" tanya Karin.

"di kamarnya lah. km tunggu di kamar aku gih."

Di rumah Max memang ga seperti rumah lainnya, ga ada yg mengurus hal-hal kecil seperti ini. nyokap Max cm memanggil pembantu rumah tangga untuk mencuci dan membersihkan rumah, sisanya dikerjakan sendiri oleh Max dan nyokapnya. Max dan nyokapnya hidup dengan dibiayai oleh bantuan dari saudara-saudara ditambah dengan uang yg dimiliki ayah Max sebelum meninggal.

"ehhh Max, ajarin main gitar dong."

"ngapain lu belajar gitar? entar jari-jari lu kapalan loh kek gue nih." ucap Max sambil menunjukan jari-jari tangan kirinya yg sudah mengeras ujungnya, terlalu bnyk menekan senar-senar rapuh gitar tuanya.

"hehehe gw kan cm bercanda." kata Karin sambil nyengir lagi.

Max memainkan lagu dari Padi yg berjudul Kasih tak Sampai, lagu yg terkenal banget pd jamannya.

baru setengah lagu Max mainkan, Karin mengambil gitar dari pangkuan Max dan memeluk tubuh Max dengan lembut. Max mendekatkan wajahnya ke wajah Karin. semakin dekat dan terlalu dekat.

bibir Max menyentuh bibir lembut Karin. Max melumat bibir Karin dengan gairah, naluri lelakinya mengendalikan dirinya sekarang. Bibir Max mulai beranjak ke rahang kiri Karin dan mulai menyentuh leher Karin. tangan kanan Max memeluk erat tubuh rapuh Karin dengan kencang sedangkan tangan kirinya memegang bagian belakang leher Karin sampai ketika Karin menjauhkan diri dari Max.

dan saat itu juga Max sadar apa yg telah dilakukan.

"sory sory." Max meminta maaf atas perbuatannya yg agak kelewat batas.

"iya.."

diam beberapa detik, dan mereka mulai tertawa bersamaan. Max mencubit pipi Karin sedangkan Karin meng-aduh sambil menepuk-nepuk tangan Max. setelah keributan itu mereda, Max menyambar gitarnya dan menyelesaikan lagunya yg terputus tadi.

Karin memperhatikan Max, dan Max mengecup kening Karin sambil berkata, "You're the only ondel-ondel in my life Karin."

Karin membalas dengan senyuman serta anggukan tidak kentara yg membuat Max gemas dan mencubit pipi Karin hingga kemerahan lagi.
Diubah oleh avelsalviane 31-07-2013 11:01
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.