Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
102.8K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#1016
33. Last Date part 2
Milo membiarkan Reira berjalan mendekatinya dan memeluknya.

"Ra..." Milo menjauhkan Reira darinya perlahan. "This is wrong..."

"Kita udah jadian setengah tahun, Milo! Jangan bilang kalo' selama ini kamu nggak mencintai aku? Atau setidaknya, kamu suka sama aku kan?!" Reira langsung meninggikan nadanya.

"Of course, I like you very much." Milo berusaha meyakinkan Reira dan dirinya sendiri sesungguhnya. "Tapi hal ini cuma akan nyakitin kamu dan aku..."

"Please,...Milo." Reira terdengar semakin muram. "I promise, setelah ini aku nggak akan ganggu kamu. Enggak akan bilang apapun yang macam-macam ke tanteku atau Bertha tentang putusnya kita. I simply will say, kita enggak cocok."

Milo mendengar kalimat itu dari dua sisi.
Jadi, seandainya Milo menolak untuk melakukan 'itu' dengannya saat ini, Reira berencana akan mengatakan macam-macam?

"Lagipula, bukan pertama kali kan' kamu melakukan hal ini? Sebelum dengan aku..."

Milo terhenyak mendengarnya.
Memang, selama di New York baginya sangat biasa ONS (One Night Stand).
Maklum, orang asing tidak terlalu pusing soal hubungan bebas.
Akhirnya Milo menyerah dan merangkul pinggang Reira.

"You look beautiful..." Milo memuji Reira.

Dia mendekatkan wajahnya ke Reira dan menciumnya.
Perlahan, beberapa detik, kemudian ciuman itu berubah menjadi sesuatu yang lain.
Akhirnya Milo menggiring Reira ke ranjang dan memenuhi keinginan Reira.
Milo berusaha menghapus pikiran apapun ketika bersama Reira.

Yang terpenting adalah, Reira bahagia dan Milo tidak akan membuat ibunya mendapat kesulitan dengan rekan bisnisnya.
Tercipta sebagai pria, Milo bisa melakukan hal itu tanpa melibatkan perasaan.
Ironis, tapi itulah fakta yang sedang terjadi sekarang.

Reira sedang duduk di pangkuannya dan terlihat antusias.
Milo berusaha mengimbangi dan terlihat bersemangat.
Berharap semoga waktu cepat berlalu dan mereka berdua akan berjalan masing-masing setelah ini.

Jam menunjukkan pukul 8 malam.
Reira tertidur pulas di sebelahnya, mengenakan selimut.
Tanpa sempat berpakaian, Reira langsung tertidur seusainya.
Milo menatap langit-langit kamar Reira dan termenung sejenak.
Pikirannya kosong.

Akhirnya Milo berpakaian dan merapikan selimut yang menutupi Reira.
Dia mengecup pelipis Reira yang sedang terbaring pulas.

"I'm sorry...nggak bisa memberikan kamu lebih dari ini...dan udah menyakiti perasaan kamu." Milo menggumamkan itu.

Meski Reira tidak mendengarnya, tapi Milo lega sudah meminta maaf setidaknya.
Akhirnya Milo menuju parkiran dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah.
Sepanjang jalan, Milo memfokuskan pikirannya.
Sejak tadi bersama Reira, Milo menyadari sesuatu.

Yang dia inginkan selama ini, yang telah dia lakukan selama 3 tahun ini hanya pelarian.
Sosok yang sebenarnya dia rindukan adalah Vega, dan hanya Vega seutuhnya.
Milo menyimpan sakit hati berlarut-larut ini bukan terhadap Vega tapi terhadap dirinya sendiri.
Apa yang kurang dari dia, sehingga Vega memandangnya sebelah mata waktu itu.

Dan setelah menemukan Vega kembali setelah 3 tahun,
Milo kembali dibuat tidak berkutik.
Dia mengakui, perasaannya memang sungguh-sungguh nyata.
Hanya Vega yang bisa membuat Milo bertingkah dan bersikap apa adanya tanpa kepura-puraan.
Mengeluarkan sisi dirinya yang sebenarnya.

Milo harus segera mengatakan hal itu kepada Vega.
Milo akan mengoreksi dirinya, kesalahannya, dan menemukan dirinya yang dahulu.
Bahwa dia akan menunggu hingga Vega bisa menyambut perasaannya.
Dia....sudah jatuh cinta pada Vega sejak dulu hingga sekarang.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.