Kaskus

Story

amycondaAvatar border
TS
amyconda
AMYCONDA POENYA CERITA
==========================================================

AMYCONDA POENYA CERITASELAMAT DATANG DI B-LOG AMYCONDA POENYA CERITAAMYCONDA POENYA CERITA




==========================================================





Quote:


Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam B-log ini, ada baiknya agan sista membaca beberapa deskripsi singkat di bawah iniemoticon-Cool



Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Quote:

Spoiler for :


Sekian deskripsi singkat B-log ini, semoga dapat dimaklumi dan dimengerti serta dijalankan emoticon-Cool


Terima Kasih


AMYCONDA POENYA CERITAAMYCONDA POENYA CERITAAMYCONDA POENYA CERITAAMYCONDA POENYA CERITA


Selamat Memasuki Dunia Cerita Yang Penuh Warna


Index tulisan ane (Hanya yang ada setelah page 1)
Quote:


Index tulisan kaskuser

Quote:
Diubah oleh amyconda 10-10-2014 10:00
radetraAvatar border
someshitnessAvatar border
someshitness dan radetra memberi reputasi
2
11.3K
239
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
B-Log Personal
B-Log Personal
KASKUS Official
6.7KThread13.9KAnggota
Tampilkan semua post
amycondaAvatar border
TS
amyconda
#28
Fajar Yang Kau Nantikan


Bukit ini adalah tempat yang selalu kudatangi setiap pukul tiga dini hari. Tempat dimana aku menunggu untuk bisa melihat matahari terbit yang sebenarnya merupakan pemandangan wajar di kampungku. Tempat dimana aku mengenang orang gila -menurut warga kampung ini- yang telah pergi meninggalkan dunia ini dengan cara yang tragis, bunuh diri.

Saat kabar itu sampai ke telingaku, aku langsung berlari menuju rumahnya untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, dan sesampainya disana langsung kulihat tubuh kaku yang telah tergeletak di lantai dengan luka bekas jeratan tali di leher. Orang-orang serempak melihatku karena aku dikenal sebagai orang yang paling dekat dengannya, namun pandangan itu kubalas dengan diam seribu bahasa.

Aku tidak hadir saat dia dimakamkan dalam keadaan sunyi, hatiku telah hancur dan bimbang olah berbagai macam pertanyaan yang berkecambuk tentang bagaimana orang yang telah membuatku merasakan kehidupan justru mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama sekali tidak pernah terbesit dalam angan terliarku sekalipun. Namun itulah kenyataan yang harus kuterima.

Sebulan sudah sejak peristiwa pahit itu, dan akupun sudah tidak terlalu memikirkannya lagi, biar semuanya terkubur dalam pusara jiwaku yang paling dalam tanpa pernah sekalipun untuk membangkitkannya. Namun hanya satu hal yang masih kuingat darinya sampai sekarang yaitu duduk di bukit ini untuk menunggu matahari terbit.

Aku tidak pernah mengerti tentang kebiasannya yang kini kutiru. Tentang menunggu matahari terbit, tentang sebuah pencerahan, dan tantang kata-kata yang selalu diucapkannya "aku menanti datangnya fajar" begitu jawaban yang kudapat setiap kali kutanya alasan dia melakukan ini. Entahlah, suka atau tidak suka nyatanya kini aku mengikuti kebiasaan anehnya.

Kuhela nafas panjang lalu melihat jam di tanganku, hampir pukul lima pagi. Aku berdiri dan menatap cakrawala di kejauhan lalu bergumam pelan

"kawan, sampai detik ini aku masih tidak mengerti maksud dari menanti datangnya fajar seperti yang selalu kau katakan padaku dulu. Bukankah fajar akan selalu datang setiap harinya? Lantas, fajar apa yang kau nantikan?"

kaskus-image
Selesai

0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.