Kaskus

Story

jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
• •• •• •
emoticon-Hot Newsemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow 6th Story emoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbowemoticon-rainbow
Spoiler for "The Menu":


emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari5th Story : Wrap Your Heartemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
Spoiler for "The Menu":


emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing4th Story : Irreplaceable emoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucingemoticon-kucing
Spoiler for The Menu:
Diubah oleh jumpingworm 16-07-2017 00:41
anasabilaAvatar border
samsung66Avatar border
samsung66 dan anasabila memberi reputasi
2
102.7K
1.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jumpingwormAvatar border
TS
jumpingworm
#969
22. Apology
"Kenapa elo bisa di sini?" Vega heran setengah mati.

"Gue perlu ngomong sama elo."

Vega tampak menggigit bibirnya sendiri.

"Sebelom elo berkata apa-apa, gue mau minta maaf." Vega berkata dengan cepat.

Seperti sudah menduganya, Milo hanya terdiam menantikan kalimat lanjutannya.

"3 taon yang lalu, gue udah nyakitin hati elo. Gue minta maaf."

"Gue nggak pernah dendam atau kesel kok. Bagi gue, itu cuma peristiwa sepele." Milo menjawab sok cool.

Bohonggg!!!
Sebenarnya Milo ingin berteriak itu sekencang-kencangnya ke depan kaca sambil menampar-nampar pipinya sendiri.
3 tahun ini tidak pernah sedetikpun Milo melupakan kejadian itu.
Dan yang jelas, harga dirinya saat itu benar-benar terinjak-injak.

Selama tiga tahun itu juga, yang terbayang oleh Milo saat bertemu lagi dengan Vega adalah ingin bersikap sejahat mungkin padanya.
Bahkan mengacuhkannya, dan berpura-pura tidak saling kenal.
Tapi semua pidato panjang yang sudah terangkai dalam otak Milo bertahun-tahun mendadak blank saat berhadapan dengan Vega langsung.

"....gue terlalu childish saat itu. Gue kemakan gengsi di depan Chery, jadi semua yang gue katakan berlawanan dari kenyataan...maaf." Vega melanjutkan permintaan maafnya.

Milo mengangkat alis setinggi-tingginya.
Tunggu dulu, apa katanya? Sepertinya Milo salah dengar barusan.
Berlawanan dari kenyataan...?
Berarti ternyata dulu Vega...juga suka padanya?

"Dan...yang ingin elo katakan adalah?" Vega balik bertanya.

Milo tersentak dari lamunannya yang tanpa batas dan mulai mengatur ekspresi kakunya sebisa mungkin.

"Gue cuma mau bilang, nice to see you again."

Tololl..tololl..tololl....
Beberapa saat lalu, rasa kesal yang bertekad disimpannya kepada Vega masih ada.
Tapi sekarang Milo terlihat culun layaknya biji kacang hijau.
Cukup berbasa basinya, Milo berdeham.

"Ending kita emang nggak baik saat itu. Tapi kita sama-sama udah grown up sekarang. Jadi gue harap, no hard feelings ya." Milo berkata sekaku mungkin agar terdengar officially moved on from her, alias sudah cool-cool saja. "Dan gue harap masa lalu nggak mempengaruhi sikap elo ke Reira ya. Be good to her."

Sesaat, ekspresi Vega menjadi kaku, kemudian memasang wajah datar.
Milo kenal betul ekspresi itu,
Wajah yang dulu ditampakkan kepadanya pada saat awal kenal.
Saat Vega masih menutup dirinya dari siapapun, termasuk Milo.

"Okay. Nice to see you too. Take care, Milo." Vega berucap datar sambil berlalu pergi.

Tunggu dulu, kenapa jadi begini?
Bukankah harusnya masalahnya tidak sesepele ini?
Persoalan hati yang mengganjal 3 tahun ini, mengapa hanya terangkum menjadi satu kalimat 'Nice to see you' tanpa protes yang lebih panjang dari Milo?

Tapi otak Milo terlalu konslet untuk memikirkan langkah selanjutnya.
Pada akhirnya dia hanya bisa mengangguk dan membiarkan Vega berjalan pergi.
Tentang jawaban Vega barusan,...ataupun tentang peristiwa Vega mengigau di kelas,
Biarlah lain kali dia mendapat jawabannya.
Ketika dia sudah mampu berfikir lurus.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.